Dua saudari terjatuh ke sumur tua—terbangun di hutan belantara, menjadi buruan para pemburu; berusaha bertahan hidup ditengah intrik istana dan konflik asmara.
(Jika berkenan, follow Author di ig&tiktok untuk dapat melihat ilustrasi karakter dan berbagai cerita Author yang lain)
ig = @refinawriters
tiktok = @refinawriters
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R. Seftia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kembali Kepada Li Hua
Li Hua berhasil mendapatkan penglihatan yang jelas tentang pengantin berbaju merah itu. Dan ternyata pengantin itu adalah dirinya sendiri. Ia dan juga Hao Lin ditakdirkan akan menikah! Dan hal itu kemungkinan besar akan segera terjadi.
"Aku? Menikah? Dengan Hao Lin?"
Li Hua merasa tidak yakin dengan penglihatan yang ia dapatkan, dan karena itu, ia mencoba sekali lagi. Tetapi, saat itu energi Li Hua sudah habis. Ia tidak bisa lagi melihat apa-apa. Dan untuk bisa melihat lagi, Li Hua harus mengumpulkan kembali energinya yang telah banyak terbuang saat ingin mencari di mana keberadaan Shu Hua.
"Untuk saat ini, aku tidak bisa melihat apa-apa." Li Hua sebenarnya tidak tenang sebelum ia bisa memperjelas apa yang dilihatnya. Tetapi, mau bagaimana lagi? Energinya sudah habis, dan energi itu tidak bisa diisi dengan cepat. Harus melalui proses yang cukup lama.
___
Di tempat lain, Kaisar Tian Huan baru saja mengajukan lamaran kepada Shu Hua yang merupakan satu-satunya keluarga yang Li Hua miliki di dunia itu. Kaisar Tian Huan terang-terangan ingin menikahkan Li Hua dengan Putra Mahkota—Hao Lin.
"Kenapa harus kakakku? Seperti yang Kaisar tahu, aku dan kakakku bukan berasal dari dunia ini. Kami tidak boleh ikut campur dalam urusan kalian. Dan tentu saja kami tidak boleh terlibat hubungan apapun. Karena sedikit saja ada kesalahan... sejarah mungkin akan langsung berubah!" Shu Hua dengan tegas menolak. Walaupun penolakan itu ia sampaikan secara halus kepada Kaisar Tian Huan.
"Coba kamu pikirkan lagi, Shu Hua." Kaisar Tian Huan tampak tidak ingin langsung menerima penolakan halus dari Shu Hua. Dia meminta kepada Shu Hua untuk mempertimbangkan kembali tentang keputusan yang akan diambilnya.
"Jika kamu bersedia dan memberi restu kepada Li Hua untuk menikah dengan Hao Lin, maka jaminan keselamatan kalian di tempat ini akan bertambah." Kaisar Tian Huan kembali berusaha meyakinkan Shu Hua.
"Keamanan? Di Istana ini? Tidak mungkin ada keamanan di tempat ini. Bagiku, jauh lebih aman berada di luar Istana dibanding di dalam Istana!" ucap Shu Hua.
"Apa yang kamu katakan itu tidak salah, Shu Hua. Memang tidak aman jika berada di Istana tanpa status. Tetapi berbeda cerita jika kamu punya status dan juga kekuasaan di tanganmu. Dengan itu, kamu akan mendapatkan jaminan keamanan dan segala kebutuhan kamu akan terpenuhi tanpa kekurangan apapun!" kata Kaisar Tian Huan.
"Kamu tidak perlu memutuskan tawaran yang aku berikan sekarang juga. Kamu bisa diskusikan tentang hal ini dengan Li Hua. Karena biar bagaimana pun, dia adalah orang yang akan menjalani hubungan itu, jadi dia juga yang harus membuat keputusan. Dan katakan juga kepadanya... keberlangsungan hidup kalian dan juga keamanan kalian bergantung dengan keputusan apa yang akan kalian ambil!" Kaisar Tian Huan mengakhiri semuanya dengan sebuah ancaman halus.
"Apakah itu ancaman?"
"Bisa dibilang begitu. Jadi, pikirkan baik-baik. Dan kalian punya waktu satu minggu untuk memberikan jawaban. Jika sampai batas waktu itu kalian tidak memberikan jawaban apapun, maka bersiaplah menjadi buruan seluruh negeri."
___
Selesai berbicara dengan Kaisar Tian Huan, Hao Lin membawa Shu Hua keluar. Dan setelah mereka keluar dari ruangan Kaisar Tian Huan, Shu Hua langsung memukul tangan Hao Lin—melampiaskan amarahnya yang sejak tadi sudah susah payah ia tahan.
Shu Hua memukul Hao Lin tanpa rasa takut, dan Hao Lin pun juga menerima pukulan itu dengan santai, seakan-akan Hao Lin tahu jika dirinya pantas untuk mendapatkan pukulan.
"Apa kamu sudah tahu tentang semua ini? Aku tahu kalau kamu suka sama Kak Li Hua, tapi... bukan begini juga dong caranya biar bisa bareng-bareng sama dia!" keluh Shu Hua.
"Kalau memang kamu benar-benar suka sama Kak Li Hua, harusnya kamu berjuang buat dapatin dia. Bukan pake cara begini. Kamu itu udah menyalahgunakan kekuasaan kamu, Hao Lin! Dan bahkan sampai mengancam!?" Shu Hua benar-benar kesal, dan sekali lagi ia memukul Hao Lin. Dan kali ini lebih keras sampai membuat pengawal Hao Lin ingin menghentikan dan menjauhkan Shu Hua dari Hao Lin; tetapi Hao Lin melarang mereka untuk melakukan itu.
"Shu Hua, aku tidak tahu jika Kaisar akan melakukan hal itu. Sungguh!" tekan Hao Lin.
Saat Hao Lin mengatakan jika dia tidak tahu tentang rencana besar yang Kaisar Tian Huan punya, Shu Hua tentu saja tidak percaya begitu saja.
"Tidak mungkin kamu tidak tahu!"
"Tapi aku benar-benar tidak tahu. Dan jika kamu masih tidak percaya, kita bisa kembali masuk ke dalam. Dan di sana, kamu tanya langsung saja kepada Kaisar tentang hal itu. Aku benar-benar tidak tahu apa-apa. Dia tidak memberitahu kepadaku tentang hal itu!" tekan Hao Lin.
"Ah, sudahlah. Aku tidak ingin lagi bicara denganmu. Sekarang aku ingin kembali kepada Kak Li Hua. Dan aku boleh pergi 'bukan?" tanya Shu Hua dengan wajah yang penuh dengan kemarahan.
"Iya. Kamu boleh pergi sekarang. Dan ngomong-ngomong... boleh aku mengantar kamu pulang? Sekalian, aku ingin bertemu dengan Li Hua juga," kata Hao Lin.
"Tentu saja tidak boleh," jawab Shu Hua.
"Kenapa?" Hao Lin merasa sedih sangat selalu ditindas oleh Shu Hua. Dan tentunya kesabaran Hao Lin pun ada batasnya.
"Karena aku tidak ingin kamu tahu di mana tempatku dan kakakku tinggal. Karena jika kamu tahu, entah hal buruk apa yang akan menimpa kami. Dan jangan lupa, saat ini statusku masih menjadi buronan karena ibumu!" seru Shu Hua.
Shu Hua menyerang Hao Lin dengan fakta. Dan fakta itu membuat Hao Lin tidak bisa berkutik lagi. Hao Lin pun akhirnya diam, tidak bisa melakukan apa-apa kecuali melihat Shu Hua pergi bersama dengan Yu Xuan.
___
Berhasil kembali berkumpul bersama dengan Li Hua... Shu Hua sangat senang. Ia memeluk Li Hua dengan erat, menangis dalam pelukan sang kakak. Tangisan itu sudah ia tahan sejak lama. Karena satu fakta mengejutkan... selama ini, Shu Hua tidak pernah terpisah begitu lama dari sang kakak—Li Hua.
"Aku merindukan kakak. Aku benar-benar merindukan kakak," lirih Shu Hua, memeluk sang kakak dengan erat.
"Kakak juga merindukan kamu, Su-a. Dan untunglah kamu kembali dengan selamat. Kakak benar-benar sangat mencemaskan kamu. Dan maafkan kakak karena tidak bisa melakukan banyak hal untuk kamu," ujar Li Hua.
"Tidak. Tidak apa-apa kak. Aku mengerti dengan segala tindakan dan keputusan yang kakak ambil. Dan apapun itu, aku yakin semua itu pasti atas dasar hal yang baik dan juga benar," balas Shu Hua, kembali memeluk Li Hua dengan erat.
"Aku benar-benar berharap tidak akan berpisah lagi dari kakak. Selamanya...."
-Bersambung-
Sungguh penasaran pasti shu hua bakal ngecincang Hao Lin dan Xiao Yan bakal kena nih 😄