NovelToon NovelToon
Antara Dua Pilihan Hati

Antara Dua Pilihan Hati

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Misteri / Perjodohan / Romantis / Pengantin Pengganti / Komedi
Popularitas:734
Nilai: 5
Nama Author: Gurania Zee

Karya terbaru Gurania Zee yang menceritakan tentang gadis tidak peka dan cinta segitiga antara Aluna, Arsen dan Prasha Arzelio.
memiliki kisah yang sedikit rumit perihal rahasia misteri kematian ayahnya dan adanya permainan bisnis yang menjadikannya sebuah kunci utama dari misteri tersebut. dan Cinta yang mulai tumbuh perlahan. Aluna seorang gadis yang polos tanpa sadar menjadi pusat permainan dalam dunia bisnis mendiang ayahnya. yang jauh lebih besar dari semua intriks itu bahkan paling tidak menyadari akan hal yang paling sederhana yaitu, perasaannya sendiri. karena terkadang misteri dalam hidup, bukanlah rahasia dari kisah masa lalu melainkan hati yang terlambat menyadari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gurania Zee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

Degh

Seketika Aluna terdiam, pertanyaan yang mengejutkan untuk Aluna saat itu. Dan itu belum siap untuk Aluna dengar untuk saat ini.

Disatu titik ia begitu menghindari pertanyaan yang mengarah kepada hal yang berkaitan pernikahan. Ia benar benar belum siap. Aluna menatap layar ponselnya lagi bersama Prasha masih menyaksikan live streaming acara Arden dan Lola dirumah catur.

Melihat wajah Prasha saja masih tersenyum lebar saat melihat setiap adegan Arden dan Lola di layar ponsel itu. Lalu sebentar sebentar menoleh lagi pada Aluna seolah menginginkan hal yang sama. Seolah penuh harap namun disamarkan lewat canda.

"Mas, nanya apaan sih, enggak jelas banget deh." sahut Aluna yang mendorong bahunya Prasha dengan bahunya sendiri pelan lalu melihat lagi fokus pada layar ponsel lalu keduanya tertawa lagi dan lagi.

"Maksud mas tuh, ya gitu you know lah Lun, ah elah."

"Mas, ini tuh lagi dirumah sakit ya, bukan ditaman rumah Catur, rumah mas, jadi jangan yang aneh aneh, bahasnya entar aja kalo Luna udah lulus sekolah, kak Arden udah sembuh, kalo sekarang timingnya enggak tepat mas." jelas Aluna.

"Iya juga sih."

"Udah enggak usah ngiri, semua orang ka punya jalan hidupnya sendiri mas, kita jalanin ini aja dengan enjoy apa adanya toh kalo jodoh kan enggak kemana."

"Iya sayang, maafin mas ya." Aluna mengangguk, Prasha mematikan ponselnya lalu memegang kedua bahu Aluna. Seolah terbawa suasana ditengah heningnya rumah sakit saat itu.

Saling menatap saat keduanya kini berhadapan, napas mereka yang beradu, desiran hasrat keduanya yang semakin memburu namun keduanya masih bisa menahannya gejolak itu.

Prasha semakin mendekat dan ia pun hanya sekedar memeluk Aluna lalu mengecup leher dan pipi Aluna saat itu.

"Mas, sayang banget sama kamu Luna, mas harap kita bisa jaga kesetiaan hubungan kita sampai mas bisa halalin kamu dengan segera setelah semuanya selesai hmm."

Deg

Seketika Aluna langsung melonggarkan pelukannya, entah apa yang dipikirkan Aluna saat ini, yang membuat Prasha semakin menelisik curiga.

"Kenapa sayang?."

"Eng,.. enggak kok mas enggak ada apa apa, pulang yuk udah malam, Luna ngantuk."

"Hmm, bentar mas titip kak Arden sama perawat dulu ya."

"Iya mas, Oia mas bentar lagi Luna kelulusan apa enggak kelamaan Luna libur terus ngebolos kayak gini."

"Kamu bukan bolos lun, tapi kan ini demi kakak mu, sudah mas kirim chat kok ke guru kamu jadi enggak usah banyak dipikirin, nanti mungkin Lisa kita pulang ke jakarta okey."

"Iya mas"

Prasha mengangguk pelan, ia langsung merangkul pundak Aluna untuk mengikuti langkahnya keluar dari rumah sakit.

Tapi sebelum itu tak lupa Aluna berpamitan dulu dengan ayah Arsen yang selalu menjaga kakak kandungnya itu Arden Maharana.

Aluna mendekat ke kakaknya yang terbaring lemah dengan banyaknya selang ditubuhnya. "Kak, Luna balik ke apartemen dulu,.Oia kak tadi mas Arden sama Lola lamaran, kak Arden cepet sembuh ya, biar kita bisa sama sama datang ke acara nikahnya mereka nanti, yaudah kak, Aluna pergi dulu, kalau kakak siuman jangan lupa sama Luna ya kak, Assalamualaikum."

"Yah, titip kak Arden ya, Luna balik dulu ke apartemen."

"Iya Lun, aman sama ayah nanti ayah kabarin kamu kalo ada perkembangan lagi, istirahat sana kamu sudah lelah seharian temenin ayah disini."

"Prasha titip Luna ya, maaf merepotkan."

"Enggak apa apa om santai saja, Luna sudah jadi bagian dari tanggung jawab saya om." sahut Prasha.

Di Jakarta

"DARTOO TURUN GA LU!," teriak Bimo benar benar tepok jidat melihat kelakuan Darto sopir pribadi Prasha yang super random itu.

"Endak to mas, piye toh Darto juga pingin toh piral kayak mbak Lola, dan mas Arden" seketika semua pada tertawa terbahak melihat tingkah Darto saat itu.

"Halo semuanya, yang para jomblo minggir semua, biarkan pasangan yang sebentar lagi halal ini berdiri diatas panggung dadakan ini, kalian setuju nggak."

"DARTOO, KAMPRET LU AH, MALU GUE," teriak Lola.

"Ayo ayo nyanyi, nyanyi!." seketika semua pada bersorak menyuruh Lola dan Arden tampil ke atas panggung.

Pada akhirnya Arden dan Lola pun mau tidak mau berdiri di panggil yang cukup mewah itu, dan yang membuat semua ternganga adalah saat mereka melihat Lola yang tiba tiba meminta stik drum, dan Arden dengan gitarnya. Dan keduanya duet musik legendaris beraliran metal rock seolah pasangan ini memang tdtada romantisnya sama sekali.

"Knock,..knock, heaven the Door" ya seperti itulah petikan secuil lirik yang dibawakan penyanyi aslinya kalau tidak salah Guns n Roses. Yang menjadi favorit keduanya.

"Gilaaa, enggak nyangka si Lola jago bener ngedrumnya."

"Seriusan ini calon bini gue," batin Arden.

Sementara diatas sana, Arsen tersenyum dari kejauhan dan menarik nafas lega. Acara sudah selesai dengan sempurna.

Ia pun langsung menyuruh untuk terbang kembali, tanpa berniat untuk turun dari pesawat jetnya saat itu.

Clara yang memperhatikan pun pada akhirnya ia bicara juga "Pak, bapak tidak berniat untuk mengucapkan selamat pada mereka." Arsen menoleh ke belakang.

"Untuk apa, semuanya sudah aku siapkan sudah cukup, kita pergi."

Clara hanya mengangguk.

"Alhamdulillah satu persatu selesai" gumam Arsen yang sedikit terdengar oleh Clara.

"Pak, Arsen."

"Iya, ada apa?."

"Tentang surat medis itu, pak Arsen serius akan melakukannya?." tanya Clara.

"Hmm"

"Kenapa pak, kenapa harus Bapak?." protes Clara yang tidak habis pikir akan keputusan atasannya itu.

"Karena dia berarti buat gue Ra." sahut Arsen.

"Pak, tapi,.."

"Hendrik, setelah ini langsung antar saya ke Singapore"

"Baik pak, segera laksanakan."

"Hmm"

"Pak, Arsen."

"Kenapa lagi Ra?."

"Apa semua tau, apa yang akan bapak lakukan nanti?."

"Tidak semua orang harus tau akan suatu hal Ra, apalagi untuk sebuah kebaikan."

"Kebaikan yang seperti apa yang bapak maksud, dengan mengorbankan separuh ginjal bapak?."

"Pak, jangan pak, saya mohon."

"Kamu tidak perlu ikut campur Clara, ini sudah jadi keputusan saya."

"Bapak tidak memikirkan perasaan mereka jika mereka tau."

"Tidak penting untuk saya."

"Tapi bapak penting untuk saya."

deg!

"Apa maksudmu Clara, saya tidak mengerti?." tanya Arsen langsung membalikkan tubuhnya pada Clara dan keduanya saling menatap lekat begitu lama dan mendadak hening dan suasana menegang di dalam pesawat tersebut.

***

Sedangkan di rumah Catur. "La, sumpah gue masih kayak mimpi." ucap Arden yang kini berada di kamar Lola.

"Hmm, aku juga"

"aku takut La, tadi"

"Takut?."

"Hm iya, takut ditolak."

"Sama, Lola juga tadi juga takut."

"Takut apa?, kok bisa?."

"Iya, bedanya kalo Lola takut mas enggak serius bilang kayak gitu."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!