NovelToon NovelToon
Di Bawah Payung Yang Sama

Di Bawah Payung Yang Sama

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:913
Nilai: 5
Nama Author: zhafira nabhan

Kim Ae Ra hanya ingin hidup tenang setelah kehilangan ayahnya di masa kecil. Demi bertahan, ia bekerja keras hingga akhirnya diterima di Aegis Corp dan menjadi sekretaris CEO muda yang dingin, Hyun Jae Hyuk.

Bagi Ae Ra, pertemuan mereka hanyalah kebetulan. Namun tanpa ia sadari, Jae Hyuk telah mengenalnya jauh sebelum itu—pada sebuah malam hujan yang hampir mengubah hidupnya.

Saat hubungan mereka perlahan mendekat, seseorang dari masa lalu muncul kembali membawa kenangan yang telah lama terlupakan. Di antara rahasia, takdir, dan perasaan yang tumbuh diam-diam, Ae Ra mulai menyadari bahwa beberapa pertemuan bukanlah kebetulan.

Karena terkadang, orang yang berdiri di samping kita saat hujan… adalah rumah yang sejak lama kita cari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zhafira nabhan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

(REVISI) BAB 17

"Bu," panggil Ae Ra pelan saat mereka sedang mencuci piring bersama.

Mi Ran menoleh sedikit. "Ya?"

"Apa… ada sesuatu yang Ibu tidak ceritakan padaku?" tanya Ae Ra hati-hati. "Tentang masa lalu. Tentang kenapa aku tidak suka hujan dan bau asap."

Tangan Mi Ran berhenti sejenak, lalu kembali bergerak mencuci piring dengan gerakan yang sedikit lebih cepat. "Tidak ada apa-apa, Nak. Kau hanya terlalu lelah bekerja. Pikiranmu saja yang bermain-main."

Jawaban itu terdengar terlalu cepat, terlalu dipaksakan. Ae Ra tahu ibunya sedang berbohong.

Namun ia tidak memaksa. Ia tahu, ada saatnya semua kebenaran akan terungkap dengan sendirinya. Dan mungkin, saat itu tidak akan lama lagi.

.....

Perjalanan menuju Aegis Corp pagi itu terasa lebih panjang.

Ae Ra duduk di dekat jendela bus, memandangi jalanan kota yang mulai sibuk. Di tangannya, ia kembali memegang payung hitam itu.

Entah kenapa, benda sederhana itu selalu memberinya rasa aman yang aneh. Seolah ada bagian dari dirinya yang tahu bahwa payung itu adalah penghubung antara masa lalu yang hilang dan masa kini yang sedang ia jalani.

Begitu ia tiba di lantai eksekutif Aegis Corp, suasana langsung menyambutnya dengan kesibukan yang biasa.

Namun hari itu, ada sesuatu yang berbeda. Aura tegang yang sudah terasa sejak beberapa hari terakhir kini semakin terasa nyata. Beberapa staf berjalan cepat dengan wajah serius, membawa dokumen-dokumen tebal.

Bisikan-bisikan pelan terdengar di sana-sini, semuanya mengarah pada satu hal: pertemuan dengan Haesung Group yang tinggal beberapa hari lagi.

Ae Ra langsung duduk di mejanya, menyalakan komputer, dan mulai memeriksa agenda hari itu. Ia harus memastikan semuanya berjalan lancar, terutama karena hari ini ada beberapa persiapan terakhir yang harus dilakukan sebelum pertemuan besar itu.

Belum lama ia duduk, pintu ruang CEO terbuka. Hyun Jae Hyuk keluar dengan langkah cepat, namun saat melihat Ae Ra, langkahnya sedikit melambat.

"Pagi," sapanya singkat, namun nadanya terdengar sedikit lebih lembut dari biasanya.

Ae Ra langsung berdiri. "Selamat pagi, Tuan CEO."

Jae Hyuk berhenti sebentar di depan meja Ae Ra, matanya sekilas jatuh pada payung hitam yang bersandar di sisi meja.

Ada kilatan emosi yang cepat melintas di matanya—rasa mengenali, rasa lega, dan sesuatu yang lain yang sulit dijelaskan.

Itu adalah payung yang sama, atau setidaknya model yang sangat mirip dengan yang ia gunakan bertahun-tahun lalu di jembatan itu.

"Kau membawanya lagi," katanya pelan.

Ae Ra mengangguk sedikit. "Iya. Saya akan mengembalikannya segera setelah tidak diperlukan lagi."

"Tidak perlu terburu-buru," jawab Jae Hyuk cepat, seolah ia tidak ingin Ae Ra mengembalikannya terlalu cepat. "Aku masih punya yang lain. Pakai saja selama kau butuh."

Hening singkat terasa di antara mereka.

Ae Ra menatap pria di depannya, merasa ada sesuatu yang berubah dalam cara Jae Hyuk menatapnya. Tatapannya kali ini terasa lebih dalam, lebih intens, seolah ia sedang mencoba mencari jawaban dari sesuatu yang telah lama ia tanyakan.

"Baik," jawab Ae Ra pelan, merasa wajahnya sedikit memanas.

Jae Hyuk mengangguk, lalu berbalik hendak masuk kembali ke ruangannya. Namun sebelum pintu tertutup, ia berhenti sebentar dan menoleh lagi.

"Setelah selesai dengan pekerjaan pagi ini, masuklah. Ada yang ingin kubicarakan," katanya sebelum akhirnya pintu tertutup di hadapan Ae Ra.

Ae Ra berdiri terpaku beberapa detik, jantungnya berdetak sedikit lebih cepat dari biasanya. Apa yang ingin dibicarakan Jae Hyuk? Apakah ada masalah dengan persiapan pertemuan dengan Haesung? Atau ada hal lain? Entah kenapa, ia memiliki perasaan bahwa percakapan yang akan mereka lakukan nanti bukan sekadar soal pekerjaan biasa.

Pagi itu berlalu dengan kesibukan yang padat, namun Ae Ra berhasil melewatinya dengan lancar. Ia mengatur jadwal, memastikan semua dokumen tersusun rapi, dan menangani berbagai permintaan dari divisi-divisi lain dengan tenang.

Ia merasa bangga pada dirinya sendiri—ia tidak lagi menjadi gadis yang panik dan takut setiap kali memasuki gedung itu. Ia telah tumbuh, ia telah menjadi bagian dari tempat itu.

Namun di tengah kesibukan itu, pikirannya beberapa kali melayang pada janji Jae Hyuk tadi pagi. Apa yang ingin ia bicarakan? Pertanyaan itu terus berputar di kepalanya, membuatnya sedikit gelisah namun juga penasaran.

Akhirnya, saat jarum jam menunjuk angka dua belas siang, dan pekerjaan pagi itu selesai, Ae Ra menarik napas panjang, merapikan pakaiannya sedikit, lalu berjalan menuju pintu ruang CEO. Ia mengetuk pelan.

"Masuk." Suara Jae Hyuk terdengar dari dalam.

Ae Ra membuka pintu dan masuk perlahan. Ruangan itu terasa sama seperti biasa—luas, rapi, dan sedikit dingin. Namun hari itu, ada suasana yang berbeda di dalamnya.

Jae Hyuk tidak duduk di mejanya, melainkan berdiri di dekat jendela besar, memandangi langit kota yang masih kelabu. Ia tampak sedang memikirkan sesuatu yang berat.

"Anda memanggil saya, Tuan?" tanya Ae Ra pelan, memecah keheningan yang terasa.

Jae Hyuk menoleh perlahan, menatapnya dengan tatapan yang dalam. Ia tidak langsung menjawab, melainkan berdiri diam beberapa detik, seolah sedang mencari kata-kata yang tepat untuk memulai percakapan.

"Duduklah," katanya akhirnya, menunjuk kursi di depan meja kerjanya.

Ae Ra mengangguk dan duduk dengan hati-hati, meletakkan tablet di pangkuannya.

Jae Hyuk kemudian berjalan menuju kursinya dan duduk, menatap gadis di hadapannya dengan ekspresi yang serius namun juga lembut.

"Ada sesuatu yang ingin aku tanyakan padamu, Ae Ra," katanya, menggunakan nama depannya untuk pertama kalinya tanpa gelar. Itu membuat Ae Ra membeku sedikit, merasa ada sesuatu yang penting akan terjadi.

Jae Hyuk menarik napas pelan, lalu berkata dengan suara yang tenang namun tegas,

"Apakah kau… ingat apa pun tentang masa lalumu? Tentang kejadian yang membuatmu tidak suka hujan dan bau asap. Atau… apakah kau ingat pernah berada di jembatan saat hujan deras bertahun-tahun lalu?"

Pertanyaan itu datang begitu tiba-tiba, begitu langsung, hingga Ae Ra tidak tahu harus bereaksi bagaimana.

Ia menatap Jae Hyuk dengan mata terbelalak, mulutnya terbuka sedikit namun tidak ada kata yang keluar.

Pertanyaan tentang jembatan itu—itu adalah sesuatu yang bahkan ia sendiri tidak ingat jelas, hanya perasaan samar yang kadang muncul.

"Saya…" Ae Ra akhirnya bisa bersuara, suaranya terdengar sedikit bergetar. "Saya tidak ingat apa-apa, Tuan. Hanya… perasaan yang samar. Hanya rasa tidak nyaman yang muncul tanpa alasan jelas. Dan tentang jembatan… saya kadang merasa pernah berada di sana saat hujan, tapi itu saja. Saya tidak ingat detailnya."

Jae Hyuk menatapnya lekat-lekat, seolah sedang menilai apakah gadis itu mengatakan yang sebenarnya atau tidak.

Namun melihat ekspresi bingung dan jujur di wajah Ae Ra, ia tahu bahwa gadis itu benar-benar tidak ingat apa-apa. Ada rasa kecewa yang samar namun juga rasa lega yang aneh di dadanya.

Jika Ae Ra tidak ingat, mungkin itu berarti ia belum harus menghadapi kenyataan pahit yang mungkin ada di balik masa lalu itu. Namun di saat yang sama, ia juga tahu bahwa kebenaran tidak bisa selamanya disembunyikan.

"Tuan," panggil Ae Ra pelan, memberanikan diri. "Kenapa Anda menanyakan hal itu? Apakah Anda tahu sesuatu? Apakah Anda… yang ada di ingatan samar saya itu?"

Jae Hyuk terdiam beberapa detik, menatap mata gadis di hadapannya. Ada banyak hal yang ingin ia katakan—bahwa ia ingat jelas setiap detik di jembatan itu, bahwa ia adalah orang yang menemani Ae Ra, bahwa ia telah menyelamatkan nyawa gadis itu tanpa sadar saat itu.

Namun ia tahu, sekarang bukan waktunya untuk menceritakan semuanya. Ia tidak ingin membuat Ae Ra bingung atau terkejut sebelum waktunya. Ia ingin Ae Ra mengingatnya dengan sendirinya, atau setidaknya ia ingin memastikan semuanya aman sebelum membuka semua rahasia ini.

1
Lisa
Moga tdk terjadi apa² pada teman² Ae Ra
Lisa
Semangat y Ae Ra..gmn klo Bo Ram dijodohkan dgn Seo Jun..kan mereka sama² sahabatnya Ae Ra 😊
Lisa
Seneng banget baca ceritanya..happy terus ya Ae Ra bersama kekasih & sahabat²mu 😊
Lisa
Suka banget Kak pake bahasa Indo ga perlu diubah Kak..biar lebih nyantai juga bacanya 😊
Lisa
Makin seru nih ceritanya..bahagia selalu y utk Ae Ra & Jae Hyuk
Lisa
Bagus banget ceritanya..mereka saling mendukung satu sama lain..
Lisa
Rukun & bahagia selalu y utk Jae Hyuk & Ae Ra 😊👍
Lisa
Puji Tuhan pertemuan itu berjln dgn lancar..sukses y utk kerjasamanya..
Lisa
Moga pertemuannya dgn Tn. Lee lancar y Aera..semangat ya 💪😊
Lisa
Amin..kalian berdua harus kuat yaa..
Lisa
Senangnya akhirnya Jae Hyuk & Ae Ra sudah mengetahui masa lalu itu dan membuat hubungan mereka makin dekat 👍👍
Lisa
Semangat y Ae Ra..💪👍
Lisa
Kmu harus kuat Ae Ra..ada Jae Hyuk yg selalu mendampingimu..
Lisa
Wah gimana ya suasananya pertemuan bisnis itu..makin seru aj nih ceritanya
Lisa
Ceritanya menarik jg nih ternyata Ae Ra adalah anak dr org yg dibunuh oleh papa dr direktur tmptnya bekerja saat ini..moga aj kebenaran itu dapat terungkap.
Lisa
Wah gmn y acara rapat besarnya..jadi penasaran nih 😊
Lisa
Ae Ra punya masa lalu yg berhubungan dgn CEO
Lisa
Tetap semangat y Ae Ra 💪👍
Lisa
Seo Jun sebenarnya siapa y..apakah dia org penting.
zhafira: hayoo siapa ya?🤭
masih 'Rahasia' 🧐
total 1 replies
Lisa
Wah berarti ada mata² di toserba itu
zhafira: wahh hayoo ada siapa?? 😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!