Arka kembali ke masa lalu di saat kota kelahiran nya masih aman dan sebelum gerombolan monster menyerang, Arka dengan kisah cinta mengejar perempuan cantik dari anak tuan penguasa kota dan kisah arka mengubah masa lalunya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YuniPus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30
Bagian 30 – Kontes Kekuatan
Mendengar perkataan Arya, Rian dan yang lain tak dapat menahan tawa mereka.
Jika Juna menganggap Arya sebagai musuh, ia takkan berada pada situasi seperti ini. Pada akhirnya, Juna terlalu sombong. Ia meletakkan tangannya dibelakang dan memberikan 3 kesempatan, yang berakhir dengan terbaringnya ia ditanah dengan satu pukulan. Ia bertingkah keren dan berakhir bagai orang bodoh, pelajaran yang sangat memalukan.
Melihat ekspresi lugu Arya, Lestari tak dapat tertawa, Arya nakal!
Setelah beberapa saat, Juna, akhirnya dapat bangkit. Wajahnya pucat dan otot wajahnya terlihat menegang, pertanda ia sedang menahan sakit. Suara tertawa dari orang-orang sekeliling membuat telinga Juna sakit. Tatapan matanya bagaikan ingin membunuh.
“Kau yang minta, aku akan membunuhmu!” teriak Juna saat tiba-tiba melompat. Ia melakukan tendangan cambuk ke arah Arya. Walaupun bela diri hanya dapat dipelajari setelah berada dilevel perak, namun sebagai anggota keluarga terpandang, Juna dapat mempelajari beberapa bela diri. Jenis tendangan ini berasal dari Keluarga Juna <>.
Suara siulan dari tendangan Juna dapat terdengar.
Pada dasarnya, Arya tak dapat menggunakan kekuatan fisik untuk melawan Juna. Arya membungkuk kesamping, membuat tendangannya menggores pipi. Setelah itu, Arya melakukan tendangan tinggi ke dagu Juna.
Walaupun kekuatan Arya tak dapat dibandingkan dengan Juna, gerakan tehnik bela diri dan kemampuan bertarung terlihat lebih tepat sasaran dibanding Juna. Semua serangan yang ia lakukan mengarah tepat ke sasaran.
Melihat kejadian ini, kening Rian berkerut. Arya, ia bagaikan monster! Ia baru berusia 13 tahun dan telah memiliki pengetahuan yang luas mengenai pola inscription, selain itu, serangan bela diri juga tepat pada sasaran. Walaupun gerakannya terkadang sederhana, namun sangat tajam. Jika ia berada di posisi Juna, ia mungkin tak dapat bereaksi tepat waktu. Ia tak dapat membayangkan kekuatan yang Arya miliki setelah mencapai level perak dan menggabungkan dengan demon spirit.
Juna menyadari bahwa ia kehilangan target. Ia merasakan keterkejutan dalam hatinya. Di saat berikutnya, ia merasakan kesakitan di dagunya dan tubuhya melayang sejauh 5-6 meter, dan jatuh ke tanah.
Semua orang hanya terdiam. Sangat sepi, hingga sebuah jarum jatuh pun dapat terdengar.
“Apa yang sedang terjadi?” tanya seseorang, memecah kesunyian.
Sebelumnya, saat Arya memukul jatuh Juna ke tanah, setiap orang berpikir bahwa Juna terlalu memandang rendah lawannya yang membuat Arya sukses melakukan serangan. Namun, sebaliknya, saat ia berhadapan dengan serangan Juna, Arya hanya memberikan satu gerakan untuk membuatnya kembali terjatuh.
Jika ini adalah kali pertama, hal itu dapat dikatakan keberuntungan. Namun, hingga dua kali, apakah itu masih keberuntungan?
Setiap orang memandangnya, seorang remaja dewasa dengan kemampuan yang menakjubkan. Aura yang bersinar terpancar dari sosok Arya yang sombong, tak nampak bahwa semua yang terjadi berasal dari seorang anak berusia 13 tahun.
Sarti menatap Arya, keindahan yang memenuhi matanya.
“Tampaknya begitu banyak yang tak menganggapmu,” kata Sarti, sambil membuka dan menutup bibir merahnya perlahan-lahan, membuatnya terlihat menawan.
Terlalu banyak rahasia dalam diri Arya yang menanti untuk ditemukan.
Lestari juga merasa terkejut dengan kejadian tersebut, namun ia juga merasa lega. Tehnik yang diberikan Arya kepadanya begitu kuat dibanding tehnik cultivation lain yang pernah ia lihat sebelumnya. Oleh karenanya, Arya juga harus memiliki tehnik yang lebih kuat. Agar ia dapat naik ke level berikutnya, baginya, tantangan ini bukanlah sesuatu yang sulit.
Melihat Juna terjatuh, Surya mengepalkan tangannya, kukunya hampir menembus dagingnya. Arya menjadi sosok yang sulit untuk dikalahkan dari yang ia bayangkan sebelumnya!
Setelah tersungkur ke tanah sebanyak 2 kali, Juna merasa sangat terhina. Ia berada dilevel perunggu bintang 3, hanya kekuatan fisiknya yang berada dilevel perunggu bintang 1 dan bahkan Arya belum sampai ke level tersebut!
Ia dapat merasakan kekuatan Arya tak begitu kuat, begitu lemah dibanding miliknya!
Namun, ia dikalahkan, dikalahkan secara memalukan dan menyakitkan!
Juna melihat Arya. Matanya berubah merah. Alam jiwa miliknya mulai berfungsi, membuatnya kekuatannya meningkat dan melonjak keluar dari tubuhnya.
Tanpa penyatuan demon spirit, kekuatan tak akan dapat berfungsi untuk menyerang, kecuali hanya menyerang alam jiwa lawan.
Kekuatan jiwa Juna 376, tak akan lama lagi mencapai level perunggu bintang 4. Jika ia berusaha menggunakan seluruh kekuatan jiwa untuk menyerang alam jiwa lawan, ia dapat membuat alam jiwa lawan meluap dan meledak. Jika itu terjadi, itu berarti seumur hidup orang tersebut tak dapat menjadi iblis petarung! Tanpa sebuah alam jiwa, tak akan mungkin kekuatan jiwa dapat dilatih!
Karena Kota Gemilang berada dibawah pengawasan binatang iblis, semua iblis petarung bersatu. Mereka tak mungkin membunuh satu sama lain, bahkan dalam pertarungan satu lawan satu. Mereka juga tak akan menjadi kasar dan kejam!
Namun, saat ini Juna tak perduli dengan hal itu!
“Mati!” teriak Juna, sinar kekejaman dimatanya, senyum sinis terlihat. Kekuatan jiwanya bagaikan gelombang pasang yang mulai menyerang alam Jiwa Arya secara beruntun.
“Juna! Berhenti!” suara bergetar Sarti terdengar. Juna bermaksud kasar ke arah Arya. Jika alam Jiwa Arya meledak, Arya hanya akan menjadi sampah!
Wajah Lestari juga terlihat pucat. Walaupun ia berkata bahwa Arya harusnya dipukuli, ia tetap saja khawatir. Walaupun ini hanyalah sebuah perhatian dari seorang teman.
Dengan kekuatan dari alam jiwa Juna, ia dapat melukai Arya dengan mudah!
Rian menatap Arya dengan tenang. Gerakan apa yang akan dilakukan Arya selanjutnya? Selain itu, Arya yang menantang Juna, harusnya dia memiliki rencana cadangan, benar kan?
Orang-orang sekeliling saling berbisik sambil melihat secara dekat sosok Arya.
Merasakan kekuatan alam jiwa meningkat kearahnya, tatapan Arya menjadi dingin. Sebelumnya, ia menang karena menggunakan metode fokus satu poin untuk mengalahkan kekuatan jiwa Surya namun itu hanya karena ia berada 2 kali lipat diatasnya. Namun, saat bersama Juna, yang memiliki kekuatan 4 kali lipat, metode tersebut tak dapat digunakan.
Sebagai seorang iblis petarung level perunggu bintang 3, cara mengendalikan kekuatan jiwa tak dapat disamakan dengan Surya.
“Karena kau ingin meledakkan alam jiwaku, ayo lakukan!” kata Arya singkat, kesempatan dan bahaya akan selalu datang bersama.
Merasa kekuatan jiwa Arya berkurang, Juna mengejek dalam hatinya, “aku ingin tahu metode apa lagi yang kau punya, mati kau!”
Kekuatan jiwa Juna menghempas masuk ke dalam alam jiwa Arya tanpa halangan.
Hiss! Arya menarik nafas. Kekuatan jiwanya terasa bergejolak ingin keluar, dan meledak.
Walaupun Arya memiliki pengalaman yang tak terhingga di masa lalu, namun ia baru saja mulai melatih kekuatan jiwanya. Oleh karenanya, alam jiwa miliknya masih kecil dan belum dapat menampung banyak kekuatan yang masuk kedalamnya. Retakan mulai bermunculan dipermukaan alam jiwa Arya.
Rasa sakit membuat wajah Arya pucat. Kesakitan dari retaknya alam jiwa bukanlah sesuatu yang dapat ditahan sakitnya bagi orang biasa.
Arya tetap tenang membaca mantra dan memfungsikan kekuatan jiwa untuk memperbaiki retakan yang melindungi alam jiwa dari ledakan.
Melihat wajah pucat Arya dan keringat yang mengucur dari wajah Arya, Juna merasa senang. Kekuatan jiwa adalah spot terlemah Arya, karena bentuknya yang masih kecil! Ia terus mengendalikan kekuatan jiwa dan melancarkan serangan bagaikan gelombong ke alam jiwa Arya.
“Ledakkan alam jiwa!” pikir Juna, kebahagiaan yang menggila nampak jelas diwajahnya. Saat alam jiwa Arya meledak, ia tak akan ada artinya lagi!
Serangan beruntun menghajar alam jiwa Arya. Efek dari serangan ini membuat alam jiwa Arya mulai membengkak sedikit demi sedikit dan itu membuat Arya merasa kesakitan yang tak terbayangkan. Setiap saat, ia merasakan alam jiwanya akan meledak, namun dengan tehnik yang ia miliki, ia dapat mengendalikan alam jiwanya untuk bertahan.
Retakan akan muncul dan dengan sekejap akan disembuhkan.
Serangan ini membuat alam jiwa Arya menguap dan akan berkumpul bersama dan perlahan-lahan akan semakin kuat.
“Apa yang sedang terjadi?” Juna mengerutkan dahi, menyadari sesuatu terjadi. Setiap kali kekuatannya menyerang Arya, entah mengapa Arya dapat mengendalikannya. Ia menyadari bahwa ia tak memiliki pilihan lain selain menyerang terus menerus ke dalam alam Jiwa Arya.
“Sedikit lagi,” pikirnya, “bertahan sedikit lagi…”
Namun, Juna menyadari bahwa walaupun ia berusaha tanpa henti, alam Jiwa Arya tak akan meledak.
“Bagaiman ini bisa terjadi?” pikirnya, “bagaimana bisa ia dapat bertahan dari seranganku, alam jiwanya tak meledak?”
Arya menahan kesakitan yang sangat, namun, tiba-tiba matanya berubah jernih dan bercahaya. Karena kekuatan jiwanya bertambah dan semakin kuat, rasa sakit perlahan-lahan menghilang.
Kekuatan jiwa yang begitu misterius, tak terlihat, namun dengan latihan yang cukup, seseorang dapat merasakan keberadaan kekuatan tersebut menyatu dengannya.
Seorang legenda mendapatkannya sebagai hadiah dari Tuhan!
Dengan kekuatan yang sangat kuat, dapat melampaui batas dari kekuatan fisik dan melangkah menuju kekuatan tertinggi.
Dalam tubuh tiap orang, terdapat sebuah alam jiwa yang terletak dalam pikiran. Dengan latihan kekuatan jiwa, alam jiwa perlahan-lahan akan bertambah luas.
Saat kekuatan jiwa melebihi kapasitas alam jiwa, maka alam jiwa akan meledak.
Namun hal lain yang dapat terjadi adalah, Juna tak dapat meledakkan alam jiwa tersebut, sebaliknya ia membuat alam jiwa Arya semakin luas. Setelah mendapatkan sejumlah serangan, alam jiwa Arya dapat meluas hingga 30%.
“Karena kau yang memutuskan, maka jangan mundur!” ucap Arya dengan kilatan mata yang tajam saat ia mulai menutup alam jiwanya.
“Tak baik!” kata Juna, ia merasakan alam jiwanya robek. Wajahnya pucat saat ia mulai menarik kembali kekuatannya.
Jenis monster apa dia! Pada umumnya, hanya level silver, emas, atau level selanjutnya yang memiliki kemampuan untuk menutup alam jiwa. Saat itu, mereka dapat menampung sebuah demon spirit. Namun Arya belum mencapai level perunggu. Bagaimana ia dapat melakukannya?!
Saat alam Jiwa Arya tertutup, kekuatan Juna akan terperangkap didalamnya dan tak dapat keluar. Saat itu, Arya perlahan-lahan menyerap kekuatan Juna dan menjadikan miliknya.
Dengan susah payah berlatih dan kekuatan yang dimiliki tiba-tiba menjadi milik orang lain, tak heran jika Juna menjadi ketakutan.