NovelToon NovelToon
Sugar Daddy Kere

Sugar Daddy Kere

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: Bhebz

Demi mendapatkan pembayaran SPP yang tertunggak dan kesempatan ikut ujian akhir, Ayu terpaksa mengikuti saran temannya mencari Sugar Daddy di sebuah kelab malam. Ia membutuhkan solusi instan—seorang pria kaya yang bersedia membayar mahal untuk kepatuhannya.

​Sialnya, bukan Sugar Daddy impian yang ia dapatkan, melainkan seorang pria dominan berwajah tampan yang, ironisnya, tak punya uang tunai sepeser pun di dompetnya. Pria itu adalah Lingga Mahardika, CEO konglomerat yang penuh rahasia.

​Lingga, meskipun kaya raya, ternyata adalah "Sugar Daddy Kere" yang sebenarnya—ia hanya bisa membayar Ayu dengan jaminan masa depan, martabat, dan pernikahan siri. Transaksi mereka sederhana: Ayu mendapatkan perlindungan dan status, sementara Lingga mendapatkan kepatuhan spiritual dan fisik untuk memadamkan hasratnya yang membara.

Akankah Cinta akan hadir diantara mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bhebz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31 Sugar Daddy KR

Suasana di dalam kamar berubah drastis; udara yang tadinya kaku dan dingin mendadak terasa berat dan panas oleh desakan emosi yang tumpah ruah.

Lingga tidak lagi menatap Ayu dengan rahang yang keras. Tatapannya kini gelap, dipenuhi rasa lapar yang primitif saat melihat pertahanan Ayu runtuh. Isak tangis Ayu berubah menjadi napas yang memburu ketika Lingga merapatkan tubuhnya, menghilangkan setiap inci celah di antara mereka.

Ayu tidak lagi bergerak dengan kemahiran mekanis. Jari-jarinya mencengkeram bahu Lingga, kuku-kukunya sedikit menekan kulit pria itu—sebuah respons naluriah yang menunjukkan bahwa ia kembali "hidup".

Lingga mencium Ayu dengan intensitas yang seolah ingin menghapus memori tentang "kartu hitam" dan konflik mereka. Ciuman itu tidak lagi menuntut kepatuhan, melainkan sebuah percakapan bisu tentang kepemilikan dan kerinduan yang menyiksa.

Sentuhan Lingga yang tadinya ragu kini menjadi berani dan eksplosif. Ia menjelajahi setiap lekuk tubuh Ayu seolah sedang memetakan kembali wilayah yang hampir ia hilangkan. Ayu merespons dengan lenguhan yang nyata, tubuhnya melengkung menyambut setiap sentuhan yang kini terasa seperti aliran listrik di kulitnya.

Di bawah remang cahaya lampu tidur, gerakan mereka menjadi tarian yang sinkron. Tidak ada lagi benteng tinggi; yang ada hanyalah dua manusia yang mencoba menyatukan kembali kepingan hati mereka melalui raga.

Ayu menutup matanya rapat-rapat, namun kali ini bukan untuk melarikan diri, melainkan untuk merasakan setiap sensasi yang membakar—setiap gesekan kulit, kehangatan napas Lingga di lehernya, dan debaran jantung yang berpacu seragam.

Lingga berbisik di telinga Ayu, suara rendahnya yang parau mengirimkan getaran ke seluruh tubuh istrinya. Ia memastikan Ayu merasakan setiap inci dari kehadirannya, menenggelamkan wanita itu dalam gelombang kenikmatan yang selama ini tertahan oleh ego dan harga diri.

Malam itu menjadi saksi bagaimana kemarahan dan luka batin diubah menjadi energi yang membara. Ayu menyerahkan dirinya sepenuhnya, bukan sebagai transaksi untuk surga, melainkan karena ia mendambakan pria ini.

Di titik puncak penyatuan mereka, segala beban pikiran seolah lenyap, menyisakan hanya kepuasan yang mendalam dan keletihan yang manis.

Mereka terengah-engah dalam pelukan yang erat, peluh menyatukan kulit mereka saat gairah itu perlahan surut meninggalkan keheningan yang kini terasa jauh lebih hangat dan intim.

Keheningan yang menyusul setelah badai gairah itu terasa berbeda. Tidak ada lagi dingin yang menusuk, hanya sisa-sisa kehangatan dan napas yang perlahan kembali teratur. Lingga masih memeluk Ayu dari belakang, menyandarkan dagunya di bahu

Ayu yang masih terasa lembap oleh keringat.

Tangannya melingkar posesif di perut istrinya, seolah takut jika ia melepaskan pegangannya, Ayu akan kembali membangun benteng tinggi itu lagi.

"Jangan pernah pergi lagi seperti tadi, Ayu," bisik Lingga parau, suaranya tenggelam di ceruk leher istrinya. "Melihatmu patuh tapi kosong... itu jauh lebih menyakitkan daripada melihatmu marah padaku."

Ayu terdiam sejenak, jemarinya memainkan jemari Lingga yang melingkar di perutnya.

"Aku hanya takut. Aku takut cintaku padamu perlahan-lahan berubah menjadi transaksi. Kartu itu, kata-katamu di kantor... itu membuatku merasa seperti barang yang kamu beli, bukan istri yang kamu cintai."

Lingga memutar tubuh Ayu agar mereka bisa saling berhadapan. Di bawah cahaya remang, ia bisa melihat mata Ayu yang masih sedikit sembab namun kini memancarkan kejujuran.

Janji yang Tak Terucap

"Aku salah," aku Lingga pelan. Sebuah pengakuan yang sulit keluar dari mulut pria seangkuh dia. "Aku menggunakan kekuasaanku karena aku tidak tahu cara lain untuk memastikan kamu tetap di sisiku. Aku takut kehilangan kendali atasmu, karena tanpamu, aku tidak punya kendali atas hatiku sendiri."

Ayu tersenyum tipis, sebuah senyum kecil yang tulus. Ia menyentuh rahang Lingga yang kini tampak lebih rileks.

"Jangan gunakan kontrak atau harta untuk mengikatku. Cukup ikat aku dengan perasaan yang aku lihat di matamu saat kita menonton video tadi. Itu sudah lebih dari cukup untuk membuatku tetap di sini."

Mereka berbaring dalam diam untuk waktu yang lama, hanya mendengarkan detak jantung satu sama lain. Malam itu, di atas ranjang yang tadi menjadi medan perang dingin, sebuah kesepahaman baru lahir.

"Besok," gumam Lingga sambil mencium kening Ayu dengan lembut, "kita mulai lagi. Tanpa paksaan. Tanpa kartu hitam itu jika itu yang membuatmu merasa terhina."

Ayu mengangguk, menyandarkan kepalanya di dada bidang Lingga, akhirnya menemukan kedamaian yang ia cari. Malam itu, mereka tidak hanya berbagi raga, tapi mulai menambal retakan di jiwa mereka.

TAMAT

Kali ini beneran tamat hehehe. Mohon maaf kalau gak lancar update.

Semoga kisah singkat Lingga dan Ayu ada manfaatnya untuk othor dan readers tersayang 😍.

Mampir di karya yang lain ya pliss. Eh, komen dong mau karya bertemakan apa. Biar kita ngehalu bersama 😁

1
☠ᵏᵋᶜᶟ Fiqrie Nafaz Cinta🦂
karya kisah janda anak 1 yang di sukai jejaka.... hihihi
☠ᵏᵋᶜᶟ Fiqrie Nafaz Cinta🦂
terbuka lagi donk...
abis kau berikan padanya kuncinya
jadi percuma kau gembok ay
novi a.r
lanjut thor
☠ᵏᵋᶜᶟ Fiqrie Nafaz Cinta🦂
pasti ayu merinding dengar kalimat itu....
pasti bulu bulunya berdiri....
upssss 🤭🤭🤭
bulu yang mana ea bun
..????
ciiynn 2
uuuww menggoda~😖
ciiynn 2
duhhh berani bgt
ciiynn 2
duhhhhh😷
ciiynn 2
tersenyum tipis? dia tidak tersenyum tapi hatinya yang tersenyum😏
Halah mas mas senyum aja gengsiiii
ciiynn 2
haha🤣🤣🤣
☠ᵏᵋᶜᶟ Fiqrie Nafaz Cinta🦂
waduh jamu guncang jagad....weleh welehhh itu bisa bikin remukkk kasur dong bun🤭🤭🤭🤭
novi a.r
good novel, good job thor, cemungut
Bhebz: makasih banyak kk
total 1 replies
☠ᵏᵋᶜᶟ Fiqrie Nafaz Cinta🦂
semua cuma omong kosong... lambat laun nty saling jatuh cinta... gak mau pisahhhhg
☠ᵏᵋᶜᶟ Fiqrie Nafaz Cinta🦂
😀😀😀😀
jadi lingga lagi tak bermoral donk bunda....?
☠ᵏᵋᶜᶟ Fiqrie Nafaz Cinta🦂
sabar ay....
nty mlm kamu cari kotoran sapi lalu timpuk ke wajah lingga.... di jamin deh kamu puas.... cobain dehhhh
☠ᵏᵋᶜᶟ Fiqrie Nafaz Cinta🦂
ahhhhh gak guna menggerutu...
mending langsung sat set antrin itu si baby kucing.... 😀😀😀
☠ᵏᵋᶜᶟ Fiqrie Nafaz Cinta🦂
ea harus pahit..
karna yang kau pandang lurus lurus sudah manis..
jadi pahit itu sudah tak terasa lagi saat memandang ayu
☠ᵏᵋᶜᶟ Fiqrie Nafaz Cinta🦂
bukan pengawal/peramal ayu dia pelawak 😃😀🤭
☠ᵏᵋᶜᶟ Fiqrie Nafaz Cinta🦂
setipis apakah senyuman itu... apa setipis tisu basah / kering bun.....???
srius tanya dengan nada halus sehalus sutra.....
HanaShui🌺
gak yakin Yu🤣
HanaShui🌺
debaran jantung ni yeee
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!