Sahara adalah anak kandung yang terusir bersama dengan ibunya karena Fit-nahan yang di buat oleh wanita lain di hati ayahnya.
Mampukah Sahara memperjuangkan dan membersihkan nama ibunya dari fit-nah keji wanita yang tak lain adalah sahabat ibunya itu?
Akankah ayahnya percaya? baca terus kisah Perjuangan Sahara.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sahara 12
"Sayang... Apa hari ini kamu bisa menemani aku shopping?"tanya Wanda manja sambil memeluk Sandy yang baru selesai mandi.
"Aku banyak pekerjaan. Mandilah, aku mau ke kamar Rianty dulu mengganti pakaian,"ujar Sandy melepaskan tangan Wanda dengan sedikit kasar.
Hari sudah mulai siang. Dan dia sudah kesiangan untuk ke kantor karena ulah Wanda. Wanita yang tak bisa merasa cukup dua atau tiga kali. Lama-lama Sandy mulai merasa bosan. Melihat Sandy keluar dari dalam kamarnya membuat Wanda mendengus kesal. Karena memang pakaian milik Sandy masih berada di dalam kamar Rianty. Sandy tak mau memindahkannya.
"Sayang... Rianty, apa kamu di dalam kamar mandi?"panggil Sandy.
Tapi tak ada jawaban dari istrinya. Dia melihat ke dalam kamar mandi tapi tidak ada siapapun. Dan koper milik Rianty yang semalam masih dia lihat ada di sudut kamar mereka, tapi sekarang ternyata sudah tidak ada. Sandy berteriak memanggil istrinya, membuat semua orang rumah keluar.
"Ada apa pak?"tanya Bi Sumi yang baru saja keluar dari dalam dapur setelah mendengar teriakan kencang dari Sandy dan bahkan pria itu juga terlihat sedang mencoba mendobrak pintu kamar Sahara.
"Apa Rianty masih ada di dalam kamar Sahara?" tanya Sandy.
"Sepertinya masih pak, karena saya bangun dari jam empat juga pintu kamar Non Sahara masih tertutup rapat dan terkunci kan itu pak..."jawab Bi Sumi seolah tidak tau apa-apa.
"Panggil Pak Syahrul,"perintah Sandy kepada Bi Sumi.
Tak lama Pak Syahrul datang bersamaan dengan Wanda dan kedua anaknya juga datang mendekat ke arah Sandy yang terlihat sangat panik.
"Ada apa mas?"tanya Wanda.
Sandy tak mempedulikan pertanyaan dari Wanda. Saat ini yang dia fikirkan adalah ketakutan dalam dirinya jika Rianty dan Sahara pergi dari rumah. Dia dan Pak Syahrul berusaha untuk mendobrak pintu kamar Sahara.
Braaaak
Pintu kamar Sahara terbuka. Dan jantung Sandy berdetak sangat kencang saat melihat di dalam kamar anaknya itu tak ada siapapun. Hanya jendela kamar yang terbuka.sl Sandy membuka lemari Milik anaknya dan ternyata sebagian pakaian dan buku-buku juga barang pribadi Sahara sudah tak ada disana.
"Sial-an... Bagaimana mereka bisa kabur! Pak Syahrul, bagaimana mereka bisa kabur dari dalam rumah? Apa semalam kamu malah tidur saat berjaga?"emosi Sandy sedangkan Wanda dan kedua anaknya saling pandang sambil tersenyum.
Ternyata tanpa perlu di usir susah payah mereka berdua pergi sendiri. Dan tidak merepotkan mereka untuk capek-capek berbuat jahat kepada Rianty dan Sahara.
Sandy berlari ke ruangannya dan mengabaikan ucapan Wanda yang menanyakan apa yang terjadi. Sandy mengecek cctv rumahnya dan dia terlihat sangat marah. Karena ternyata anaknya itu malah membuat cctv eror saat mereka akan melarikan diri.
"Sial-an! Kenapa mereka harus pergi!" emosi Sandy.
Dia menyesalkan kenapa semalam dia membiarkan Rianty berada di dalam kamar Sahara. Dia melupakan jika di kamar Sahara, jendelanya tak dia amankan seperti di kamar Rianty. Dan semalam dia juga malah menghabiskan malam bersama dengan Wanda yang memang datang ke dalam ruang kerjanya. untuk mengajak Sandy memberikan jatahnya malam ini kepada dia.
"Mas..."panggil Wanda masuk kedalam ruangan Sandy.
"pergilah. Jangan ganggu aku!"ujar Sandy dengan nada sedikit meninggi kepada Wanda.
Wanda akhirnya pergi dari sana sedangkan Sandy menghubungi asistennya Pandu untuk mencari keberadaan anak dan istrinya. Sampai saat ini status Rianty memanglah masih istri sahnya. karena Sandy enggan untuk menceraikan Rianty.
"Pergi kemana kalian? Kenapa kalian berdua sangat keras kepala? Apa susahnya tinggal bersama di rumah ini syang begitu besar. Bahkan kamu tau sendiri jika aku begitu mencintaimu Rianty!" emosi Sandy.
Sedangkan di rumah kontrakan sederhana yang susah di sewa oleh Sahara. Keduanya baru saja selesai sarapan. Hari ini Sahara tidak ke sekolah karena merasakan seluruh badannya sakit.
"Semoga ayahmu tidak menemukan kita Nak dalam waktu dekat, Nak!"ucap Rianty.
Satu Minggu berlalu, Sahara juga tak ada pergi ke sekolah. Mereka masih bersembunyi karena ternyata banyak yang mencari mereka. Sedangkan Sandy terlihat sangat frustasi belum bisa menemukan mereka berdua. Hal itu membuat Wanda semakin uring-uringan karena Sandy bahkan malah menjadikan dia sasaran kemarahannya juga.
"Bagus! Aku minta kamu menjalankan tugasmu! Dan kita akan melakukan penjebakan itu. Aku tak mau jika Sandy terus memikirkan wanita itu! karena akan menghambat rencana kita,"ujar Wanda menghubungi seseorang di sebrang sana. Entah siapa itu, yang pasti mereka akan merencanakan sesuatu yang jahat kepada Rianty dan Sahara.
"Mau kemana mas?",tanya Wanda terlihat buru-buru.
"Mereka berhasil menemukan persembunyian Rianty dan Sahara,"jawab Sandy.
"Aku ikut Mas..."ujar Wanda.
Mereka pergi menuju rumah persembunyian Rianty dan Sahara. Begitu tiba, Sandy segera keluar dari dalam mobil. sedangkan di dalam rumah itu sudah ada orang suruhan Wanda yang sedang menjalankan tugasnya. Mereka memanfaatkan keadaan saat Sahara baru saja pergi ke warung untuk membeli bahan makanan. Bahkan tidak lebih dari sepuluh menit.
"Siapa kau?"tanya Sandy saat melihat seorang pria sedang bersama dengan Rianty. mereka berada di bawah selimut. Dan Rianty terlihat sedang terlelap dengan keadaan setengah telan-jang. Sedangkan pria itu bahkan tak meng-enakan apapun. Membuat Sandy emosi bukan main.
"Aku? Aku tamunya wanita ini. Apa ada yang salah? Apa kamu pelanggan dia juga. sepertinya aku akan sering berlangganan. Karena dia ternyata begitu nik-mat... Bahkan kami sampai berkali-kali dari tadi. Dan lihatlah dia sampai terlelap sperti itu,"jawab pria itu santai sambil menge-nakan pakaiannya.
Ucapan pria itu membuat Sandy emosi dan memukuli dengan membabi buta. Sedangkan Wanda terlihat tersenyum bahagia melihatnya. Ternyata rencanannya berhasil. Dan dengan seperti ini, dia bisa menyingkirkan Rianty di hati dan hidup Sandy. Setelahnya dialah yang akan menjadi ratu di hati dan istana Sandy. Impiannya terkabul dengan mudah, tanpa halangan apapun.
"Ada apa ini? Siapa pria itu?"teriak Sahara saat melihat Papanya memukuli seorang pria di rumah kontrakannya.
"Jangan pura-pura kamu Sahara! Apa kamu menyembunyikannya semua kelakuan be-jad ibumu ini? Lihatlah apa yang di lakukan ibumu? Apa seperti ini pekerjaan ibumu setelah keluar dari dalam rumahku! wanita Ja-lang murahan!"emosi Sandy saat melihat Rianty malah masih tertidur.
Pria itu kabar saat Sandy menghentikan pukulannya. Dan mengangguk kepada Wanda seolah memberi kode. Wanda membalas dengan anggukan dan tersenyum. Hal itu terlihat dengan jelas oleh Sahara.
"Tidak mungkin! Kami bahkan selama inis elaku berada di alam rumah. Dan aku baru saja keluar dari dalam rumah tak lebih dari Sepuluh menit. Bagaimana mungkin bisa Mama bisa melakukan seperti itu? Ini pasti ada yang menjebak Mama,"ujar Sahara. Apalagi ibunya terlelap seperti yang di beri obat bi-us.
salam sehat selalu outhor syantik ku 🫶🫶🫶🫶