NovelToon NovelToon
Tak Lagi Mencintaimu

Tak Lagi Mencintaimu

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Mandul / Pelakor jahat
Popularitas:15.1k
Nilai: 5
Nama Author: Red_Purple

‎Badai datang pelan namun mematikan, menggoyahkan komitmen lima tahun yang Risa yakini abadi. Di bawah langit malam yang sunyi, dia menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri suaminya, Raga, sedang bermesraan dengan wanita lain di dalam mobil mereka.

‎Setelah bertahun-tahun membangun rumah tangga dengan penuh pengorbanan, meninggalkan karir impian untuk mendukung karir suaminya, Risa harus menghadapi kenyataan pahit bahwa cinta yang dia anggap tulus telah dipermainkan.

‎Pengkhianatan itu menjadi pukulan terberat bagi hatinya.

‎"Selama ini aku menutupi kekuranganmu demi menjaga harga dirimu, tapi balasanmu adalah pengkhianatan. Mulai hari ini, aku tidak mau lagi menjadi orang yang selalu mengalah." ~ Risa Anindita.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Red_Purple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 31

‎Raga dan Amelia menoleh bersamaan, sedikit terkejut mendengar sapaan yang akrab itu. Di hadapan mereka berdiri seorang pria paruh baya berpakaian rapi dan sopan, ditemani oleh istrinya yang berdiri di sampingnya sambil membawa beberapa kantong belanjaan. Ia adalah Dr. Arif, dokter spesialis kesehatan reproduksi yang pernah menangani pemeriksaan Raga dan Risa tiga tahun silam.

‎‎"Kebetulan sekali bertemu disini, Pak Raga. Sudah lama sekali kita tidak berjumpa. Saya kira Anda sedang berjalan-jalan bersama Bu Risa, tapi ternyata…" suaranya menggantung pelan, penuh rasa ingin tahu yang wajar.

‎‎"Benar, Dok. Sudah cukup lama ya. Ah, Dokter Arif… Sebenarnya saya dan Risa saat ini sedang dalam proses perceraian, jadi kami tidak lagi bersama. Dan perkenalkan, ini Amelia, calon istri saya," ucapnya santai, sambil merangkul bahu Amelia dengan bangga.

‎‎"Berbeda dengan Risa, Amelia ini sehat dan kami berharap tidak perlu menunggu lama untuk segera memiliki keturunan," lanjutnya dengan nada seolah menjelaskan fakta yang sudah jelas.

‎‎Mendengar penjelasan itu, wajah Dokter Arif berubah sedikit kaku. Jantungnya terasa berdebar samar, pandangannya sedikit menunduk.

‎‎Ia masih mengingat jelas kejadian tiga tahun silam, hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan justru Raga yang memiliki masalah kesuburan, bukan Risa. Namun di hari itu juga, Risa secara pribadi memohon agar laporan hasilnya ditukar.

‎‎Permohonan itu membuat dokter Arif tertekan berat, namun karena melihat ketulusan dan pengorbanan Risa, serta janji kerahasiaan profesi yang dipegangnya, ia akhirnya menyetujui permintaan itu. Selama ini ia menyimpan rapat-rapat kebenaran itu, tidak pernah membocorkannya kepada siapapun.

‎‎Kini, mendengar Raga dengan mudahnya menyalahkan Risa dan bersiap memulai hidup baru dengan keyakinan salah itu, hati dokter itu terasa sesak. Ia ingin sekali membuka mulut, memberitahu bahwa selama ini yang bersalah adalah dia sendiri, bukan Risa. Ia ingin menjelaskan bahwa wanita yang ditinggalkannya itu telah mengorbankan nama baiknya demi menjaga perasaan suaminya.

‎‎Namun begitu melihat tatapan percaya diri Raga, mendengar nada bicaranya yang penuh kepastian, ia sadar jika sekarang mengungkapkan kebenaran, siapa yang akan percaya? Bukankah selama ini semua orang sudah mengetahui laporan resmi yang menyatakan Risa yang bermasalah? Mengubah kenyataan yang sudah tertanam selama bertahun-tahun hanya akan membuat dirinya terlibat dalam masalah hukum dan etika yang rumit.

‎‎"Begitu ya…" gumam dokter Arif pelan, berusaha menyembunyikan keterkejutannya. "Saya tidak menyangka akan mendengar kabar seperti ini. Dulu saya kira kalian akan terus berusaha menyelesaikan semuanya bersama-sama."

‎Raga mengangguk sambil melingkarkan lengannya lebih erat di bahu Amelia, berusaha menunjukkan keputusannya.

‎‎"Memang sudah tidak ada kecocokan lagi, Dok. Lagipula, masalah yang kami hadapi selama ini membuat rumah tangga kami terasa berat. Sekarang saya ingin memulai hidup baru. Begitu proses perceraian selesai, saya akan segera menikahi Amelia, wanita yang sekarang berdiri di samping saya ini."

‎‎Dokter Arif menatap keduanya bergantian. Di dalam hatinya merasa prihatin memikirkan nasib Risa yang selama ini menanggung tuduhan dan cemoohan yang bukan kesalahannya. Namun ia tetap memegang teguh janji yang telah dibuatnya.

‎‎"Kalau itu memang keputusan terbaik untuk Anda, saya tidak bisa berkomentar banyak. Saya hanya bisa mendoakan semoga Anda mendapatkan kebahagiaan yang Anda cari, dan semoga segala sesuatunya berjalan dengan lancar," ujarnya dengan nada sopan, tanpa sedikitpun mengungkit kenyataan yang sebenarnya.

‎‎"Terimakasih untuk doanya, Dok." jawab Raga.

‎‎Setelah saling bertukar sapa singkat dan berpamitan, Raga dan Amelia melanjutkan langkah mereka. Sementara itu, Dokter Arif masih berdiri terpaku di tempatnya, menatap punggung mereka yang menjauh. Ia menghela napas panjang, menggeleng pelan dalam hati.

‎‎"Kasihan sekali Bu Risa. Dia sudah berkorban dan menanggung semua tuduhan itu sendirian, tapi pada akhirnya dia ditinggalkan dengan cara seperti ini oleh orang yang seharusnya berterimakasih padanya," batinnya dengan rasa bersalah yang makin membebani.

-

-

-

‎‎Suara dering ponselnya memecah keheningan malam. Risa yang sedang duduk di tepi tempat tidur segera meraih ponselnya diatas meja dan melihat nama Pak Gunawan tertera di layar.

‎‎Dengan napas yang sedikit tertahan, ia mengangkat telepon itu.

‎‎"Halo, Pak Gunawan… ada kabar apa hari ini?" sapanya lembut namun tegas.

‎‎Di seberang sana terdengar suara tenang pengacaranya.

‎"Selamat malam, Bu Risa. Saya menghubungi untuk menyampaikan kabar baik. Sidang gugatan perceraian hari ini berjalan sangat lancar dan tanpa hambatan sedikit pun."

‎‎Risa mengangguk perlahan, meski lawan bicaranya tidak bisa melihat. Jemarinya mencengkeram ujung selimut, menahan rasa haru yang mulai menjalar.

‎‎"Benarkah, Pak? Mas Raga… dia tidak menolak sama sekali?" tanyanya memastikan, takut ada hal tak terduga yang terjadi.

‎‎"Tidak sama sekali, Bu. Bahkan ia dan kuasa hukumnya menyatakan secara tegas tidak mengajukan keberatan. Mereka mengakui rumah tangga kalian sudah tidak bisa dipertahankan lagi. Karena itu, majelis hakim mencatatnya sebagai kesepakatan bersama. Sidang hari ini cukup, dan nanti kita hanya tinggal menunggu jadwal pembacaan putusan yang akan diberitahukan lewat surat resmi," jelas Pak Gunawan dengan rinci.

‎‎Ia melanjutkan, "Dan satu hal lagi, karena Anda tidak menuntut harta apapun, prosesnya menjadi lebih cepat. Setelah putusan dibacakan dan berkekuatan hukum tetap, maka ikatan perkawinan kalian akan putus secara sah."

‎‎Risa menutup matanya sejenak, napasnya keluar panjang seolah melepaskan beban berat yang selama ini membebani dadanya. Setiap kata hinaan, tatapan merendahkan, kesendirian, dan rasa sakit yang ditahannya selama bertahun-tahun seolah perlahan terangkat sedikit demi sedikit.

‎‎"Terimakasih banyak, Pak. Terimakasih atas segala bantuan dan usahanya selama ini," ucapnya dengan suara sedikit bergetar, terasa lebih ringan dari biasanya.

‎‎"Sama-sama, Bu Risa. Saya senang bisa membantu. Nanti saya kabari lagi setelah ada pemberitahuan resmi dari pengadilan," jawab Pak Gunawan ramah, lalu mengakhiri percakapan.

‎‎Begitu sambungan terputus, Risa meletakkan ponselnya di sampingnya, lalu menyandarkan punggungnya ke dinding. Matanya berkaca-kaca, namun bukan air mata kesedihan, melainkan air mata kelegaan yang tak terlukiskan.

‎‎Ia mengusap sudut matanya, lalu tersenyum tipis ke arah jendela yang terbuka sedikit, tempat angin malam bertiup lembut menyapa wajahnya.

‎‎"Akhirnya… sebentar lagi aku benar-benar bebas. Tidak perlu lagi mendengar kata-kata menyakitkan, tidak perlu lagi menjadi tempat menyalahkan segala kegagalan," batinnya pelan.

‎‎Belum sempat Risa sepenuhnya menenangkan hatinya, terdengar suara ketukan pelan namun jelas dari arah pintu depan kontrakan.

‎‎Tok... tok... tok...

-

-

-

Bersambung...

1
nayla tsaqif
Klo amelia tau raga mandul sblm mrk nikah,, amelia pasti kabur thor,, berubah haluan ngejar regan,,, 😌
partini
mantap , menunggu berapa bab lagi sidang nya Thor
🔥Violetta🔥: Betul Kakak.. biar cepat cerai 😁
total 1 replies
vj'z tri
ahayyyy jreng jreng jreng
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ icik bos dah salting berat ini
🔥Violetta🔥: Udah cenat-cenut dia 😂😂😂
total 1 replies
W I 2 K
kamu nanya.. kamu bertanya-tanya....,

secara g langsung km udah siap ni ditinggalin raga.. km kan nyuruh cek, terus tau kenyataan pahit asam manisnya kyk apa.... ya jelas nanti raga bakalan ngejar balik lg risa.. ya nerima apa adanya kan cm dia.... siap² deh mimpi terindah menikah dengan raga hanya tinggal khayalan belaka... 🤣🤣🤭
〈⎳ FT. Zira
coba cekk. di lihat..diraba.. di...🤭🤭
〈⎳ FT. Zira
kesempatan noh Re .. ambilll🤣🤣
〈⎳ FT. Zira
jodoh ka Re🤭
〈⎳ FT. Zira
kamulah orangnya🤭
〈⎳ FT. Zira
cieeee cieee🤭🤭🤣🤣
〈⎳ FT. Zira
deg deg ser gak ris🤭
〈⎳ FT. Zira
jodoh emag gak kemana yaa🤭
Rizky Manik
lanjut thor🤗
Rizky Manik
ayo periksa lagi kalo berani🤭
Anonim
awokawok mending baca seishun buta yarou Bunny girl senpai wo yume wo minai
MamDeyh
Nah nah nah kan.... Eng ing eng
Kusii Yaati
kamu terlalu memandang rendah orang mel,di bandingkan dengan kamu Risa lebih baik dari segi manapun, sedang kamu apa perlu di banggakan selain pandai merebut suami orang alias pelakor... punya cermin nggak 😒
Anonim
JONTOL
vj'z tri
bagaimana caraaaa nya untukk kau bisa mengerti bahwa aku iriiii 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
vj'z tri
jika Oma sama ibu tahu siapa yang lagi di Pepet icik bos pasti girang 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!