NovelToon NovelToon
Legenda Kebangkitan Wang Fei

Legenda Kebangkitan Wang Fei

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:6.5k
Nilai: 5
Nama Author: Jin kazama

Seorang pemuda bernama Wang Fei yang dianggap lemah dan tertindas berusaha mendobrak batasan dan ingin menentukan nasibnya sendiri dengan menjadi lebih kuat.



"Jika langit tidak adil dan ingin membatasi takdirku, maka aku bersumpah akan meruntuhkan langit itu.”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jin kazama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31. Ketakutan Belalang Sembah.

Bab 31. Ketakutan Belalang Sembah.

Belalang sembah itu merasa dominasinya sebagai binatang buas Tingkat 3 yang menguasai wilayah Lembah Kematian selama bertahun-tahun telah ditentang berkali-kali.

Namun, terlepas dari kemarahannya, ada satu hal yang membuatnya waspada dan sedikit merasa takut.

Ya... tidak salah lagi, dia merasa takut. Dan yang membuatnya takut adalah energi aneh yang sebelumnya menusuk tubuhnya lalu meledak sehingga menciptakan kekuatan korosif yang menyerap sebagian besar energi vitalnya sehingga memperlambat regenerasi.

Memikirkan semua itu, wajahnya seketika berubah menjadi sangat dingin, matanya menyipit dengan tajam.

"Huh... Tidak menyangka hanya untuk menghadapi makhluk kecil sepertinya aku harus menggunakan elemen keduaku," dengusnya tidak puas.

Tetapi dia tidak punya cara lain. Dia harus membunuh lawan yang ada di depannya dengan cepat, atau wilayah luar yang menutupi rahasia yang disimpannya memiliki risiko untuk terbongkar dari dunia luar.

Ya... rahasianya tidak lain adalah wilayah dalam yang dipenuhi dengan ginseng darah yang tak terhitung jumlahnya.

Terlebih lagi, daripada menanggung risiko kematian, lebih baik dia mengeluarkan semua kemampuannya termasuk elemen keduanya yang sangat jarang dia tunjukkan untuk menghadapi lawan. Namun kali ini dia benar-benar didesak hingga akhirnya harus bertempur dengan seluruh kekuatannya.

Sebagai binatang buas yang telah menumbuhkan kecerdasan, dia sangat menyadari bahwa di hutan ini kekuatan adalah segalanya. Hanya dengan terus tumbuh dan menjadi lebih kuat maka dia bisa menguasai seluruh wilayah dan menjadi raja yang akan dihormati dan ditakuti oleh seluruh binatang iblis yang ada.

Dalam sekejap tubuhnya mulai bergetar. Dari dalam dirinya, energi perak mulai mengepul bagaikan asap putih yang menyebar. Ketika memadat, itu berubah menjadi unsur elemen logam yang terus meluas menyelimuti seluruh tubuhnya hingga akhirnya menciptakan armor yang sangat kokoh.

Dan ketika berpadu dengan energi hijau cerah dari elemen angin yang melebur menjadi satu, kekerasan tubuhnya meningkat berkali-kali lipat.

Hasilnya... sebuah evolusi pun mulai terjadi.

Setiap inci tubuhnya menjadi sangat keras seperti baja. Ketika berkilau terang, itu menyala bagaikan giok zamrud yang megah.

Dua elemen terus dikompresi ke dalam tubuh, dan saat mencapai batasnya, itu meletus dengan sangat hebat.

"BOOM!"

Ledakan aura mengalir bagaikan banjir bandang. Gelombang kejut yang luar biasa dahsyat mengamuk ke segala arah.

Dan ketika itu mulai tersedot masuk kembali ke dalam tubuhnya, pada saat itu proses evolusi pun berhasil terbentuk.

Dan yang paling penting, saat ini tubuh belalang sembah memiliki pertahanan yang begitu kokoh bagaikan perisai surgawi yang tidak bisa dihancurkan begitu saja dengan mudah.

Semuanya tampak berlangsung lambat, namun sebenarnya itu sangatlah cepat. Ketika Serangan Badai Api Petir datang, pertahanan kokohnya sudah terbentuk dan akhirnya...

"WUSH! BOOM! DUAR!"

Ledakan dahsyat mengguncang area. Langit dan bumi seolah runtuh oleh suara gemuruh menggelegar saat kekuatan yang begitu hebat bertabrakan.

Di pusat benturan, api tiga warna menyala-nyala, jaring-jaring listrik menari liar, sementara asap hitam mulai membubung tinggi membentuk jamur raksasa yang menutupi langit.

Dalam sekejap... wilayah Lembah Kematian yang selama ini tak terjamah kini bergemuruh bagaikan medan perang berdarah yang menentukan hidup dan mati.

Di kejauhan, sesosok pria misterius muncul dari bayangan. Dia memakai jubah hitam dengan tengkorak merah yang menutupi wajahnya.

Sosok itu tidak lain adalah pembunuh bayaran yang terus mengikuti Wang Fei serta mencari kesempatan dan waktu yang tepat untuk membunuhnya.

Hanya saja, pemandangan yang ada di depan matanya membuatnya tercengang.

"Hah... Apakah ini nyata? Kenapa beritanya melenceng jauh dari yang dilaporkan?" ujarnya dengan keterkejutan yang nyata.

Kekuatannya bukan berada di ranah Penempaan Tubuh melainkan Pengumpulan Qi Level 7, tapi... apa-apaan pemandangan ini?

Bukan hanya informasi yang keliru, tetapi pertarungan keduanya sudah melampaui batas nalar yang bisa dikeluarkan oleh sebagian besar kultivator dan binatang iblis.

Khususnya Wang Fei. Dia adalah anomali yang tidak biasa. Awalnya hanya berada di ranah Pengumpulan Qi, tetapi secara tidak terduga auranya tiba-tiba melonjak hingga setara dengan ranah Pembangunan Inti Level 2 tahap menengah.

Hal ini benar-benar membuat sang pembunuh bayaran sampai tidak bisa berkata-kata.

Pada saat itu, keserakahan pun mulai mengembun di kedalaman matanya.

"Jika aku bisa menguasai semua teknik bocah itu, mungkin saja kekuatanku akan meningkat berkali-kali lipat dan untuk ke depannya jangankan masuk 10 besar, bahkan untuk memasuki 5 besar pembunuh bayaran terkuat di asosiasi pun aku sangat percaya diri bisa melakukannya," ucapnya sambil tersenyum penuh makna.

...◦~●❃●~◦...

Asap hitam yang membumbung tinggi perlahan mulai mereda.

Ketika debu dan api tiga warna mulai menyusut bahkan menghilang, seseorang terpental mundur ke belakang hampir sejauh dua belas meter.

Dialah Wang Fei.

Saat ini matanya menyipit dengan tajam. Berbeda dengan sebelumnya, kali ini ekspresinya benar-benar berubah menjadi sangat serius.

"Hmm... Apa itu tadi? Kenapa aku merasa seperti menabrak sebuah tembok baja yang sangat keras? Apakah itu benar-benar kekuatan yang bisa ditunjukkan oleh binatang iblis Tingkat 3?" gumamnya mengerutkan kening.

Menatap lurus ke depan, akhirnya sebuah keterkejutan yang luar biasa pun terukir di wajahnya.

Di hadapannya, tubuh belalang sembah raksasa masih berdiri tegak. Dan yang paling penting, tidak ada luka sedikit pun di tubuhnya. Namun setelah mengamati dengan saksama, Wang Fei segera menemukan penyebabnya.

Ya... tubuhnya memang mengeras dan itu bahkan berkilau seperti giok zamrud yang sulit untuk dihancurkan.

Suara Xue Jian pun menggema di kepalanya.

"Kakak! Lawan kali ini sepertinya cukup sulit untuk kita berdua kalahkan dengan cepat."

"Hmm... Aku tahu."

Wang Fei mengangguk. Dia menyetujui apa yang dikatakan oleh Xue Jian.

Kemudian dia melanjutkan.

"Memang cukup sulit untuk dikalahkan, tetapi... bukan tidak mungkin untuk dikalahkan!"

Seketika tawa Xue Jian pun pecah.

"Hahaha! Tentu saja. Makhluk itu cuma kroco kecil. Aku bahkan belum mengerahkan semua kekuatanku. Kakak, apa pun yang terjadi kau harus membunuhnya. Jika kita meminum darahnya, menyerap vitalitasnya, serta memurnikan inti binatang iblisnya, maka aku yakin mungkin kau bisa menerobos ke tahap puncak dari Level 7, atau mungkin bahkan bisa naik ke Level 8 tahap awal."

"Tentu. Dia adalah binatang iblis buruan kita dan apa pun yang terjadi dia harus mati di tangan kita."

Setelah memutus koneksinya dengan Xue Jian, Wang Fei kembali mengamati belalang sembah yang ada di depannya.

Penampilannya saat ini memang lebih mendominasi dari sebelumnya. Jika diperhatikan dengan saksama, ada perubahan yang begitu mencolok.

Ketika persepsinya yang tajam meluas dan memperhatikan detail lebih dalam, akhirnya dia pun memahami.

Armor hijau zamrud yang menyelimuti seluruh tubuhnya terbentuk dari perpaduan elemen angin dan logam yang saling menyelaraskan. Permukaannya halus dan kokoh. Meskipun awalnya dipenuhi oleh retakan-retakan tajam akibat hantaman Serangan Badai Api Petir, armor tersebut dengan sangat cepat segera beregenerasi.

"Hahaha... Makhluk kecil, apakah kau pikir dengan kekuatanmu itu kau bisa membunuhku? Sungguh sangat naif," cibir belalang sembah tersebut dengan dingin.

"Tetapi satu hal... untuk ukuran ras manusia, kau memang luar biasa. Meskipun masih muda, tetapi dirimu ratusan bahkan ribuan kali lebih baik daripada sampah-sampah yang sebelumnya datang untuk mengantarkan nyawa."

Di seberang, Wang Fei hanya diam. Dia tidak ingin menanggapi. Tetapi pikirannya justru berputar untuk mencari solusi tentang bagaimana caranya dia bisa mengalahkan monster ini dengan cepat.

Pada saat itu, di tengah-tengah pikirannya yang terus berputar untuk mencari solusi, tiba-tiba suara belalang sembah kembali terdengar.

"Harus aku akui, serangan yang tadi mengenai tubuhku memang sangat berbahaya, tetapi itu adalah kondisi sebelum aku menggunakan elemen logam."

"Tapi sekarang..."

"BOOM!"

Tekanan yang begitu mengerikan dan tirani langsung menyembur seperti letusan gunung.

Aura yang dipancarkannya bahkan menjadi jauh lebih kuat jika dibandingkan dengan sebelumnya.

Melihat pemandangan itu, wajah Wang Fei sama sekali tidak berfluktuasi. Itu tetap tenang dan datar, bahkan perlahan-lahan mulai membentuk senyuman yang aneh.

Dari awal dia sudah menduga bahwa belalang sembah yang ada di hadapannya tidak mungkin bisa dikalahkan dengan mudah.

Alih-alih putus asa, kini di bawah tatapan terkejut sang belalang sembah, sudut bibirnya justru perlahan terangkat.

"Menarik..."

"Benar-benar menarik! Kamu sungguh batu asah yang pas untuk menjadikanku lebih kuat," ucapnya dengan penuh semangat.

Pada saat itu, Api Petir Tiga Warna kembali menyala.

Di saat yang sama, Jiwa Perang Shio Kerbau Bintang 6 pun muncul di belakang punggungnya. Dan ketika terpecah menjadi butiran cahaya, aura yang dikeluarkan olehnya bahkan jauh lebih ganas, sombong, dan juga lebih mendominasi daripada yang dikeluarkan oleh belalang sembah itu sendiri.

Di saat yang sama, atribut gelap yang dipenuhi dengan energi pembantaian mulai merembes keluar dari dalam tubuhnya.

Dalam sekejap, niat bertarungnya melonjak seperti badai dan niat membunuh serta aura haus darah yang terpancar darinya menjadi semakin mengerikan dari sebelumnya.

"BOOM!"

Di seberang, belalang sembah langsung mengerutkan kening. Di dalam benaknya mulai muncul kegelisahan yang sulit untuk dimengerti.

"Apa-apaan sebenarnya dengan manusia satu ini?

Apakah dia sudah gila?"

Dia benar-benar tercengang. Ini sangat berbeda dengan hal-hal yang pernah terjadi sebelumnya.

Pasalnya, selama ini setiap kali ada manusia yang masuk ke dalam wilayahnya, ketika menghadapi lawan yang jauh lebih kuat, mereka semua akan gemetar menggigil ketakutan lalu kocar-kacir dan bingung bagaimana caranya untuk menyelamatkan diri.

Tetapi bocah yang ada di depannya ini... apa-apaan sikapnya itu?

Mengapa dia tampak semakin bersemangat? Bahkan aura yang dipancarkannya terus meningkat. Hal ini menyebabkan kegelisahan yang sebelumnya ada di benaknya menjadi semakin kuat.

Instingnya yang tajam mengatakan bahwa Wang Fei, meskipun jauh lebih lemah darinya, namun faktanya dia jauh lebih mengerikan dan juga sulit untuk dihadapi.

Saat dia masih terus merenung, tiba-tiba fluktuasi energi menggelegak seperti deburan ombak yang menghantam karang.

"BOOM!"

Tanah di bawah kaki Wang Fei meledak dan hancur berkeping-keping.

Ya... dia telah bergerak. Langkah Petir dia kerahkan hingga puncaknya, sementara Xue Jian yang digenggamnya mulai bergetar dengan hebat.

Api Petir Tiga Warna berkobar dengan gila di sekujur tubuh dan bilah pedangnya.

Sosoknya menghilang, lalu melesat seperti kilatan petir yang menyambar.

Seketika pupil mata belalang sembah pun langsung menyusut.

"Sangat cepat!"

Hanya kata-kata itulah yang ada di dalam benaknya. Dan di saat yang sama, instingnya sebagai predator buas yang selama ini memburu mangsa mulai merasakan ancaman yang nyata.

Bahaya hidup dan mati!

Entah kenapa kalimat itu tiba-tiba muncul begitu saja di dalam benaknya.

1
yos helmi
🤣🤣🤣🤣
yos helmi
🙏🙏🙏🙏
yos helmi
💪💪💪💪
yos helmi
👍👍👍👍
yos helmi
🤣🤣🤣🤣
yos helmi
💪💪💪👍👍
Aman Wijaya
melawan belalang sembah sampai beberapa bab belum tuntas.hadehhh.....
🔴@🍾⃝ ͩAᷞғͧɪᷡғͣ Gemoy DLUNA: wkwk... sabar bro mau gimana lagi ini emaknya maubalas dendam dulu karena anaknya modar di tangan Wang Fei 🤣🤣🤣
total 1 replies
Ilham Akbar
1Vote lagi💪
Risma Ekana Sinuraya
lanjut. .msh okay ceritanya
Mxxx
up
Fiano Yan
Mantap
izin iklan ya guys aku baru up butuh bantuan teman2 buat baca novel ku
Dewa Malaikat
Lanjuut ya thor
Ilham Akbar
Bahasanya mudah dimengerti & semoga ceritanya bagus
utk itu saya uplaus satu vote
Dewa Malaikat
lanjut ya thor. jangan mandek tengah jalan
Dewa Malaikat
mantul thor ceritanya.
Jojo Shua
😍🔥
Jojo Shua
😍
Aman Wijaya
gaaas njeduk Thor lanjut terus
Aman Wijaya
jooooz pooolll lanjut terus Thor
Aman Wijaya
semangat semangat semangat Thor lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!