NovelToon NovelToon
I'M An Imperfect Mom

I'M An Imperfect Mom

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Balas Dendam / Penyesalan Suami
Popularitas:891
Nilai: 5
Nama Author: Amanda Shakira

"Di kantor, Aruna adalah pemenang. Namun di rumah, ia adalah orang asing yang kehilangan tempat. Ketika mantan suaminya kembali membawa 'istri sempurna', hidup Aruna mulai retak.

Satu per satu barangnya hilang, ingatannya mulai dikhianati, dan putranya perlahan menjauh. Apakah Aruna memang ibu yang gagal, atau seseorang sedang merancang skenario untuk membuatnya gila?

Menjadi ibu itu berat. Menjadi ibu yang waras di tengah teror... itu mustahil."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amanda Shakira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 31: PERMAISURI YANG BANGKIT

Bab 31: Permaisuri Yang Bangkit

Hujan di Sukabumi perlahan mereda, menyisakan bau tanah dan darah yang amis. Aruna berdiri di tengah reruntuhan vila, matanya menatap tajam ke arah cakrawala. Di tangannya, ia meremas kartu ucapan dari kakeknya sampai hancur. Tidak ada lagi air mata. Kesedihan telah mengkristal menjadi kemarahan yang murni dan dingin.

"Adrian," panggil Aruna tanpa menoleh. "Berapa banyak sisa dana cair yang kita punya di akun kripto Bambang?"

Adrian memeriksa tabletnya. "Sekitar dua ratus juta dolar. Cukup untuk hidup mewah tujuh turunan, tapi tidak cukup untuk membiayai perang melawan sindikat internasional selevel Nirwana."

Aruna menyeringai tipis, sebuah seringai yang membuat Haris dan para pengawal lainnya bergidik. "Kita tidak butuh dana untuk membeli senjata sekarang. Kita butuh dana untuk membuat pasar saham mereka rontok. Bambang! Kau masih di sana?"

"Selalu ada untuk Mbak Bos!" Suara Bambang terdengar bersemangat di earpiece. "Saya sudah siap di depan delapan monitor. Jari-jari saya sudah gatal mau mengobrak-abrik server Adhigana."

"Dengarkan instruksiku," ucap Aruna, suaranya terdengar otoriter. "Prabawa Adhigana membangun kekuasaannya lewat kepercayaan investor. Besok pagi, saat bursa saham dibuka, aku ingin kau menyebarkan data dari flashdisk Siska. Bukan soal penculikan atau pembunuhan—investor tidak peduli soal itu. Sebarkan data tentang kegagalan 'Project Nest' dan bagaimana dana operasional mereka dikorupsi oleh Dewan Direksi Nirwana."

"Waduh, Mbak Bos mainnya 'Insider Trading' dan sabotase korporat ya? Sadis!" Bambang tertawa kecil, suara ketikan keyboard-nya terdengar seperti rentetan peluru. *Satu jam lagi, seluruh media ekonomi di Asia Tenggara bakal dapet bocoran dokumen palsu yang terlihat sangat asli ini. Pagi besok, saham Adhigana bakal lebih murah dari harga martabak telor!"

Aruna melangkah menuju mobil van yang sudah menunggu. Di dalamnya, Siska duduk dengan wajah yang masih dibalut perban, menatap Aruna dengan sisa-sisa kekaguman yang aneh.

"Kau benar-benar akan melakukannya?" tanya Siska parau. "Jika kau menghancurkan Adhigana, kau juga menghancurkan warisan Mahendra. Kau akan kehilangan segalanya."

"Warisan Mahendra sudah mati saat Bimo menginjakkan kakinya di rumahku, Siska," jawab Aruna dingin. "Aku tidak butuh perusahaan yang dibangun di atas penderitaan. Aku akan membangun kerajaanku sendiri di atas abu mereka."

Perjalanan menuju Jakarta malam itu terasa sangat berbeda. Aruna mulai memetakan setiap langkahnya. Ia meminta Haris untuk menghubungi semua relasi bisnis ayahnya yang dulu dikhianati oleh Bimo. Ia membangun aliansi dari orang-orang yang menyimpan dendam.

Pukul 09.00 pagi, Bursa Efek Indonesia dibuka.

Aruna duduk di sebuah hotel butik rahasia di jantung Jakarta, menatap layar televisi besar. Headline berita mendadak berubah merah: "SKANDAL KEUANGAN ADHIGANA GROUP: DUGAAN PENGGELAPAN DANA TRILIUNAN RUPIAH KE LUAR NEGERI."

Dalam hitungan menit, grafik saham Adhigana terjun bebas. Candlestick merah panjang menghiasi layar. Aruna bisa membayangkan Prabawa Adhigana sedang mengamuk di kantornya, mencoba menghubungi para menteri dan bankir yang semuanya mendadak "sulit dihubungi".

"Ini baru permulaan," bisik Aruna.

Tiba-tiba, pintu kamar hotel terbuka. Maya masuk dengan wajah pucat. "Aruna, ada seseorang yang ingin menemuimu. Dia bilang dia punya pesan dari 'Dewan Direksi'."

Seorang pria dengan setelan jas abu-abu masuk. Dia tidak membawa senjata, tapi kehadirannya memancarkan otoritas yang luar biasa. Dia meletakkan sebuah tablet di meja depan Aruna. Di layar tablet itu, muncul sebuah panggilan video.

Sosok pria yang membelakangi kamera di jet kemarin muncul kembali. "Hebat, Aruna. Dalam dua belas jam, kau berhasil melenyapkan kekayaan kakekmu sebanyak tiga puluh persen. Tapi kau harus tahu... Prabawa itu cuma satpam bagi kami. Kau baru saja menghancurkan gerbang depan, tapi kau belum masuk ke dalam rumah."

"Di mana Kenzo?" tanya Aruna tanpa ekspresi.

"Kenzo sedang bersama guru-guru terbaik kami di Swiss. Dia mulai belajar cara mengelola aset yang jauh lebih besar dari sekadar perusahaan properti murahan milik kakekmu," pria itu tertawa kecil. "Jika kau ingin melihatnya lagi, berhentilah bermain mainan anak-anak dengan saham.

Datanglah ke Singapura minggu depan. Ada pelelangan barang antik yang sangat khusus. Kami akan melelang sesuatu yang dulu milik ayahmu. Jika kau menang, kau boleh bicara dengan Kenzo selama lima menit."

Panggilan itu terputus.

Aruna menatap tablet itu dengan tangan yang gemetar karena amarah. "Mereka menjadikanku pion dalam permainan mereka."

"Apa yang akan kita lakukan, Aruna?" tanya Adrian.

Aruna berdiri, merapikan setelan jas hitamnya yang baru. "Kita pergi ke Singapura. Tapi kita tidak akan datang untuk menawar. Kita akan datang untuk mengambil apa yang menjadi hak kita, dan meninggalkan pesan yang tidak akan pernah mereka lupakan."

"Bambang," panggil Aruna lewat sistem komunikasi.

"Ya, Ratu saya?"

"Siapkan identitas baru untuk kita semua. Mulai hari ini, Aruna Mahendra sudah mati bagi publik. Sebut aku dengan nama baru yang ada di dokumen ayahku."

"Nama apa, Mbak?"

Aruna menatap pantulan dirinya di cermin. Seorang wanita yang terlihat jauh lebih tua dari usianya, namun dengan mata yang sanggup membakar dunia.

"The Iron Lilac. Siapkan keberangkatan kita malam ini."

Bersambung.....

.

.

.

.

.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

.

.

Bab 32: Pelelangan Darah di Singapura.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!