Min Ara wanita yang di jodohkan dengan Jeon Jason, lelaki tampan yang mempunyai kharisma kuat yang merupakan seorang putra tunggal dari keluarga Jeon.
Sebagai syarat lelaki itu mendapatkan seluruh hak warisnya, Jason harus menikah dengan Ara.
Ara mengira kehidupannya akan bahagia dengan menjadi istri Jeon Jason, tetapi semua itu hanya ada dalam angannya saja. Jason yang berstatus suaminya itu, tidak lebih dari seorang iblis yang selalu menyakiti hatinya.
Ara tidak bisa mengelak perasaannya yang mulai terjebak di dalam lingkaran yang di buat Jason, tetapi itu semua adalah sebuah kesalahan besar baginya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MTMH18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31| Sosok Itu
Ara menatap air yang terlihat bergerak, karena ia baru saja memasukkan kakinya ke dalam kolam renang. Dengan melihat air pikirannya begitu tenang, begitu juga dengan kesunyian dan sinar rembulan, semua hal itu akan membuatnya kembali menjadi tenang.
“Aku kembali melihat bayanganmu? Apa ini hanya ilusiku? Sudah lama aku tidak melihat senyummu itu?” Ara menatap bayangan seseorang melalui air, bayang itu terlihat jelas duduk di sebelahnya dan tersenyum lebar menatap Ara.
“Kau seperti nyata? Aku mulai merindukan sosokmu lagi? Bahumu dan suara indahmu saat menenangkanku di kala sedih. Haha, aku seperti orang gila ternyata ya? Berbicara sendiri seperti ini? Mungkin orang yang melihat dan mendengarku berbicara sendiri akan menganggap aku orang gila,” kekeh Ara yang terdengar pedih.
Jason berdiri di belakang Ara dan ia mendengar semua yang di katakan Ara dengan jelas. Jason dapat merasakan betapa pedihnya kalimat yang di ucapkan Ara.
Jason sangat penasaran dengan sosok yang bisa membuat Ara seperti ini, awalnya ia ingin membawa Ara ke psikiater untuk mengetahui kesehatan mental Ara. Tapi, ia tidak ingin membuat Ara terluka dengan hal itu. Jason yakin, Ara mempunyai luka yang sukar untuk di lupakan dan ia juga menambah luka Ara.
“Ara?” panggil Jason dengan menepuk pelan pundak Ara, membuat wanita itu terkejut.
“Kau? Sejak kapan berada di sini?” tanya Ara sambil menatap Jason yang duduk di sebelahnya.
Tempat di mana bayangan tadi berada, sangat persis sehingga membuat Ara tidak bisa mengalihkan padangannya dari Jason.
“Ini sudah malam, tidak baik kau berada di kolam renang seperti ini. Sebaiknya kita masuk ke dalam! Kau butuh istirahat yang banyak,” ujar Jason sambil menggenggam tangannya.
Ara menggeleng lemah dan kembali menatap pantulan dirinya di air.
“Biarkan aku di sini sebentar saja, di sini sangat nyaman dan tenang,” ucap Ara.
Jason hanya terdiam dan menuruti keinginan Ara. memang benar yang dikatakan Ara dengan menatap air jiwanya menjadi lebih tenang dan sangat nyaman.
“Apa kau mendengarkan perkataanku tadi?” tanya Ara dengan menatap ke arah mata Jason yang juga menatapnya.
Jungkook diam, ia tidak tahu menjawab apa.
“Matamu mengatakan bahwa kau mendengarnya,” lanjut Ara membuat Jason menatapnya dengan tatapan bersalah.
“Maaf,” ucap lelaki itu.
“Kau tidak perlu meminta maaf begitu, lebih baik kau jujur saja. Karena, aku membenci pembohong, termasuk diriku sendiri,” jelas Ara yang membuat Jason semakin bingung.
Sudah dua kali ia mendengar Ara mengatakan hal itu dan itu mengganggu pikirannya. Jason sangat ingin menanyakan sosok itu lebih dalam lagi, tapi ia tidak tahu untuk mengatakannya dan ia tidak ingin membuat Ara semakin terluka.
“Aku ingin bertanya kepadamu, tapi maaf jika ini akan membuatmu kembali mengingat sesuatu. Aku hanya penasaran saja dengan sosok di masa lalumu itu, kalau kau tidak keberatan aku ingin mendengar kisahnya lebih banyak lagi. Tapi, kalau kau tidak ingin, aku juga tidak akan memaksamu, aku tahu setiap masa lalu itu ada batasan untuk di ceritakan,” ujar Jason.
“Kalau kau ingin mendengarnya, aku tidak akan keberatan menceritakan itu semua kepadamu,” tanpa di duga respon Ara membuat Jason bahagia.
Ia bisa mendengarkan cerita Ara tentang sosok itu dan ia akan mencoba untuk menjadi sosok yang susah di lupakan oleh Ara, meskipun Ara sudah membuka hatinya lagi. Tapi, sosok itu terus menghantui Ara.
“Aku akan mendengarkannya,” sahut Jason yang membuat Ara tersenyum.
Senyuman yang di rindukan oleh Jason. Hanya dengan menceritakan sosok itu saja, wajah Ara kini sudah berubah lebih ceria dari sebelumnya, bahkan senyum Ara begitu cantik membuat Jason terpesona.
Jason sangat iri dengan sosok itu yang sudah berhasil membuat Ara seperti ini. Jason ingin sekali mengetahui sifat dan perilaku dari sosok tersebut.
“Setelah aku menjalin hubungan dengannya, aku jadi tahu sifat asli yang dimiliki olehnya. Orangnya yang sangat hiperaktif, membuatku kewalah untuk menandingi segala macam tingkah konyolnya. Semua hal dapat dia lakukan dengan baik, sehingga dia selalu di idolakan oleh banyak orang. Termasuk aku, wanita yang beruntung bisa menjadi kekasihnya dan di cintai dengan tulus olehnya,” Ara tersenyum kecil dan menatap ke arah langit yang begiu indah malam ini.
Tetapi, tatapan Jason hanya terkunci pada wajah cantik istrinya.
“Hampir di setiap saat aku merasa sedih atau pun merasa sendirian, dia akan datang dan memelukku dengan erat, lalu berbisik kepadaku. Kau tidak sendirian di sini, aku akan selalu berada di sisimu, bahkan aku sudah bertempat di dalam hatimu. Setiap kau merasa sedih, ingatlah hatimu yang terdapat namaku di dalamnya, maka kau akan melihat bayanganku tepat di depan matamu,” Ara menghapus air matanya yang mulai membasahi kedua pipinya.
“Aku selalu melakukan hal itu dan sampai sekarang aku tidak bisa menghilangkannya dari hatiku. Makanya orang-orang yang melihatku berbicara sendiri atau tersenyum sendiri akan menganggap diriku seperti orang gila,” Ara tertawa kecil di sela-sela tangisannya.
Jason ingin memeluknya erat dan menghapus air matanya itu. Tapi, ia hanya mampu terdiam dan menatap Ara yang mulai menangis kencang.
“Saat aku menangis seperti ini, dia akan mengulurkan tangannya dan mengusap air mataku sambil terus menatap lekat kedua mataku. Sehingga, aku tidak menangis lagi, melainkan menatap dalam ke manik matanya yang berkilauan itu. Setelah aku selesai menangis, dia akan memelukku dengan erat dan mengecup puncak kepalaku sambil mengatakan. Jangan buang air matamu yang begitu berharga ini, air matamu hanya pantas di keluarkan saat kau merasa bahagia bersamaku.”
Jason tidak tahan lagi, ia langsung menarik Ara ke dalam pelukannya dan memeluknya erat.
“Aku selalu ingat janjinya yang tidak akan pernah meninggalkanku, tetapi ria berbohong! Aku tidak menyangka dia akan pergi meninggalkanku begini, aku tidak butuh janjinya. Tetapi, aku butuh dirinya tetap di sampingku. Begitu susah menghilangkannya, karena dia selalu berada di dekatku sangat dekat denganku,” isak Ara, membuat Jason mengeratkan pelukannya dan mengusap pelan punggung Ara yang bergetar.
“Ara, sudah cukup. Kau sudah bercerita banyak dan aku sebagai lelaki juga tersentuh mendengar ceritamu. Sosoknya sangat bertolak belakang denganku, tapi aku akan membuatmu bisa melupakannya dan mengeluarkan namanya dari dalam hatimu. Aku akan membuat namaku yang terukir indah di dalam hatimu dan bayangnya di gantikan olehku,” bisik Jason sambil mengecup puncak kepala Ara beberapa kali.
Ara mengeratkan pelukannya dan ia memejamkan matanya untuk kembali mengingat kala di mana ia memeluk sosok itu sangat erat sebelum petaka itu terjadi kepadanya.
~Bunny, bagaimana bisa aku melupakanmu kalau saja kau masih berada begitu dekat denganku. Itu sangat mustahil untuk ku lakukan, kau sangat kejam. Begitu mudahnya kau melupakan semua janjimu kepadaku, aku marah kepadamu, namun tidak bisa membencimu.
Bersambung...