NovelToon NovelToon
Istri Yang Diremehkan: Dokter Jenius

Istri Yang Diremehkan: Dokter Jenius

Status: tamat
Genre:Dokter Genius / Penyesalan Suami / Menyembunyikan Identitas / Tamat
Popularitas:285.6k
Nilai: 5
Nama Author: Rere ernie

Di mata keluarga suaminya, Arunika hanyalah istri biasa. Perempuan lembut yang dianggap tak punya ambisi, tak punya pencapaian, dan terlalu diam untuk dibanggakan. Setiap hari ia diremehkan, dibanding-bandingkan, bahkan nyaris tak dianggap ada dalam rumah tangganya sendiri.

Suaminya, seorang pengusaha ambisius yang haus pengakuan, tak pernah benar-benar melihat siapa wanita yang berdiri di sampingnya. Ia mengira Arunika hanya bergantung pada namanya. Padahal, tanpa seorang pun tahu, Arunika menyimpan identitas yang tak pernah ia pamerkan.

Di balik jas laboratorium dan sorot mata tenangnya, Arunika adalah dokter jenius, ahli bedah berbakat yang namanya disegani di dunia medis internasional. Tangannya telah menyelamatkan banyak nyawa, dan keputusan-keputusannya menjadi penentu hidup dan mati seseorang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter — 31.

Lorong ICU Rumah Sakit Cakrawala pagi itu terasa tegang. Para wartawan berdiri di balik garis pembatas keamanan. Kamera mereka terus menyala, menunggu momen dramatis berikutnya.

Di tengah kerumunan itu, Simon berdiri dengan raut wajah cemas setelah mendengar insiden yang terjadi pada Arunika. Dan wajahnya masih dipenuhi dengan ekspresi penyesalan.

Arunika keluar dari ruang ICU, langkahnya tetap tenang seperti biasa. Jas dokternya masih terpasang rapi, tatapannya datar seperti biasa. Saat melihat Simon, ekspresi wajahnya tak berubah. Seolah pria yang berdiri di hadapannya, bukanlah seseorang yang pernah menjadi suaminya selama tiga tahun.

Simon langsung berjalan mendekat. “Aku mendengar kau diserang tadi malam. Kau tidak terluka, kan?” Nada suara pria itu terdengar lembut dan penuh kekhawatiran.

“Tidak.” Arunika menatapnya tanpa emosi.

Simon terlihat lega. “Aku datang menemuimu... karena mencemaskan mu.”

Arunika menatap Simon beberapa detik sebelum akhirnya berkata dengan suara tenang. “Simon.”

Pria itu terdiam.

“Jika tujuanmu datang ke sini adalah membuat keributan lagi seperti kemarin…” Arunika melirik sekilas ke arah wartawan di belakangnya,“…aku sarankan kamu berhenti sekarang.”

Simon sedikit mengernyit. “Aku tidak membuat keributan, aku hanya ingin melihat keadaan istriku.”

Beberapa wartawan langsung berbisik-bisik.

Arunika tersenyum tipis, senyum yang sama sekali tidak hangat. “Istrimu?”

“Ya, kamu akan selalu jadi istriku. Sampai kapanpun... aku tidak akan pernah menceraikanmu.”

“Simon, kau benar-benar ingin membicarakan status pernikahan kita di depan wartawan?”

Simon mengira wanita itu mulai goyah. “Kenapa tidak? Aku tidak punya apa pun untuk disembunyikan.”

Kalimat itu membuat sudut bibir Arunika terangkat sedikit. “Benarkah?”

Simon tiba-tiba merasa tidak nyaman, Arunika melangkah satu langkah lebih dekat.

“Kalau begitu… mungkin aku harus meminta pengacaraku membuka semua bukti perselingkuhanmu.” Suara wanita itu tetap tenang.

Namun kata-katanya sangat jelas, suasana langsung hening.

Simon membeku.

Para wartawan langsung menajamkan pendengaran mereka.

“Perselingkuhan?” salah satu wartawan berbisik.

Arunika menatap Simon lurus. “Dengan Riana.”

Nama itu jatuh seperti bom di tengah lorong.

Wajah Simon langsung berubah. “Arunika, jangan—”

Namun Arunika belum selesai.

“Ada rekaman dan foto kalian berdua saat berhubungan intim. Juga bukti transfer uang yang kau gunakan untuk membelikan Riana berbagai barang. Apartemen, mobil, dan semua kemewahan itu. Semua itu… sudah berlangsung sejak lebih dari satu tahun lalu.”

Arunika sedikit memiringkan kepala. “Apa kamu benar-benar ingin semua itu dipublikasikan?”

Simon benar-benar terdiam sekarang, tangannya bergetar. Ia tidak menyangka Arunika akan berbicara sejauh ini.

Simon menurunkan suaranya. “Arunika… kita bisa membicarakan ini secara pribadi.”

“Tidak perlu.” Arunika menolak dengan tegas.

Ia menatap pria itu tanpa sedikit pun keraguan. “Aku sudah memutuskan.”

“Apa maksudmu?” Simon menelan ludah.

“Bukti-bukti itu tidak akan aku publikasikan.” Ucap Arunika.

Simon terlihat sedikit lega, namun detik berikutnya Arunika melanjutkan. ”Karena aku... akan menyerahkannya langsung ke pengadilan.”

Kamera wartawan langsung berbunyi bertubi-tubi.

Klik! Klik! Klik!

Simon merasa kepalanya berdengung.

“Arunika…”

Arunika melanjutkan dengan nada yang sangat tenang. “Semua bukti perselingkuhanmu dengan Riana akan menjadi bukti resmi dalam gugatan cerai kita.”

“Aku… tidak setuju dengan perceraian itu.” Wajah Simon benar-benar pucat sekarang.

Arunika menatap Simon tanpa emosi. “Kamu tidak perlu setuju, pengadilan yang akan memutuskan.”

Simon merasa seperti baru saja ditampar berkali-kali, Ia menatap wanita di depannya dengan mata yang mulai merah. “Arunika... kau benar-benar ingin menghancurkan ku?”

“Kau menghancurkan pernikahan kita lebih dulu.” Arunika menjawab tanpa ragu.

Beberapa detik mereka saling menatap, namun kini jelas siapa yang kalah. Simon mengepalkan tangannya, kali ini tidak ada lagi kata-kata yang bisa ia gunakan.

Tidak ada lagi drama yang bisa ia mainkan, dia benar-benar kalah telak. Dan yang membuatnya paling frustasi, Arunika bahkan tidak terlihat marah.

Wanita itu hanya terlihat… tidak peduli.

“Simon… karena kau menolak bercerai dengan cara baik-baik, maka inilah satu-satunya jalan yang tersisa bagiku. Jadi, jangan salahkan aku.” Tatapan Arunika menusuk dingin, tanpa memberi celah bagi kompromi.

Simon akhirnya tertawa kecil, tawa itu penuh kepahitan. “Baik, kalau itu yang kau inginkan.”

Ia menatap wanita itu sekali lagi, tapi Arunika bahkan tidak ingin menatapnya lagi. Seolah Simon sudah tidak memiliki tempat sedikit pun dalam hidupnya.

Simon akhirnya berbalik, langkahnya terasa berat.

Di belakangnya, para wartawan terus berbisik.

“Perselingkuhan…”

“Gugatan cerai…”

“Ini akan jadi berita besar.”

Namun Simon sudah tidak peduli, ia benar-benar merasa kehilangan sesuatu yang tidak bisa ia dapatkan kembali.

Di sisi lain lorong, Arunika berdiri dengan wajah tenang.

Veronica yang sejak tadi memperhatikan dari kejauhan menyilangkan tangan, tatapannya kembali tajam. “Aku tidak menyangka.”

Arunika menoleh.

Veronica tersenyum tipis. “Kau ternyata cukup kejam.”

“Tidak juga.” Arunika melirik sekilas ke arah pintu ICU. “Ini hanya lah akhir... dari sesuatu yang sudah lama mati.”

Di dalam keheningan ruang ICU, setiap kata-kata Arunika terdengar samar di lorong. Sudut bibir Angkasa terangkat, ia tersenyum penuh kelegaan. Akhirnya… dia bisa mendekati Arunika tanpa ada halangan lagi. Perceraian Arunika dengan Simon kini resmi, tak ada lagi penghalang yang mengikat kedua orang itu.

1
Raisya Almira
Woooi...nikah...nikah...nikah dulu
jangan langsung Nina ninu...
Atoen Bumz Bums
penisirin thor aru Masi ORI apa gak???🤭🤭
Atoen Bumz Bums
tunjukkan pesonamu arunika
Lina Carolina
suka banget kak ceritanya, singkat, padat ending yg bagus makasi
Netty Netty
thanks thor, cerita mu selalu yg terbaeeek
💝🧚SHA_QUANDRA 😇
Suka sm ceritanya gk banyak konflik di dlmnya. BABnya jg gak banyak.
irena
bagus banget ceritanya thor
Rere🌠: Makasih kk♥️
total 1 replies
Neny Risdiani Dewi
ulet keketnya nongol
Raden
simon kau tak tau apa2, sombong amat🤭
Sandisalbiah
luar biasa
Sandisalbiah
bisa jadi itu ulah Veronica.. yg menjadi dalang utk melenyapkan Arunika...
Sandisalbiah
Kenzo beneran terobsesi dgn org² yg berotak super.. tp sayang utk tujuan negatif
Sandisalbiah
kenapa anomali yg selalu datang dan berdengung seperti lebah pengganggu itu bersikap seolah yg paling berkuasa dan paling berhak atas diri Angkasa..
Sandisalbiah
keras hati Arunika krn hidupnya di tempat dgn rasa sakit, kehilangan orang tuanya, di perlakukan buruk oleh mertua dan suami sendiri.. dan selama itu Arunika tetap berdiri dan bertahan sendiri...
Sandisalbiah
jika Veronika tipe cewek yg terobsesi pd Angkasa jelas dia kan menatap Arunika sebagai ancaman yg harus di singkirkan..
Sandisalbiah
satu lagi wanita ambisius seperti Raina muncul..
Sandisalbiah
dr bab awal langsung di suguhkan dgn segala ketegangan dan konflik... buat readers semakin penasaran
Sandisalbiah
mengawali segala sesuatu dgn cara licik dan niat tdk baik selalu mengarah pd kehancuran sendiri dan efek samping yg nyata ialah hilangnya ketenangan diri dan selalu merasa was².. nikmati hasil kerja kerasmu Riana
Sandisalbiah
definisi tong kosong nyaring bunyinya itu ya si Riana.. merasa paling cerdas padahal isi kepalanya cuma rongsokan bekas...
Sandisalbiah
dan manusia licik berhati culas biasanya selalu menemukan jalan buat menjatuhkan lawannya walau dgn cara yg terhina sekalipun
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!