Freya Rodriguez seorang wanita cantik anggun dan dewasa dijodohkan oleh orang tuanya dengan pria misterius yang dingin bahkan tak seorangpun tau kehidupannya dengan jelas. Pria itu bernama Pablo Xander seorang pria yang hidup sendirian setelah kakeknya meninggal, kakeknya menjodohkan dia dengan freya yang mau tak mau harus menurut karena kakeknya adalah kesayanganya.
_
Tanpa disadari mereka berdua telah saling mencintai satu sama lain setelah pertemuan pertama. Freya yang menerima semua kekurangan Pablo begitupun sebaliknya membuat mereka berdua sangat bahagia dengan keluarga kecilnya bersama dengan anak Pablo yang selama ini di rahasiakan dari publik.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtf_firiya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Back to Home
Saat tiba waktunya untuk pulang, tidak ada rasa sedih yang mendalam. Yang ada hanyalah rasa syukur dan kesiapan untuk menghadapi dunia kembali. Mereka membawa pulang bukan hanya botol-botol minyak zaitun dan kenangan foto, tapi sebuah kekuatan batin yang baru.
Saat mereka melangkah naik ke pesawat pribadi untuk kembali ke New York, Nael menggandeng tangan Pablo. "Daddy, kapan kita kembali ke rumah Mommy?"
Pablo menatap Freya dan tersenyum. "Segera, Nael. Segera setelah kita menyelesaikan beberapa pekerjaan besar di rumah Daddy."
Liburan di Villa Freya membuktikan satu hal: bahwa di mana pun mereka berada, selama mereka bersama, itulah rumah yang sesungguhnya.
Kebun anggur di Tuscany mungkin jauh dari gedung pencakar langit Manhattan, namun cinta yang mereka bawa dari sana akan membuat mansion di New York terasa sehangat villa di atas bukit.
Alessia tertidur di pelukan Pablo saat pesawat lepas landas, dan Freya menyandarkan kepalanya di bahu Pablo, siap menghadapi petualangan berikutnya. Dinasti Xander-Rodriguez kini bukan lagi sekadar raksasa bisnis; mereka adalah sebuah keluarga yang telah menemukan kedamaian dalam pelukan satu sama lain.
...----------------...
Setelah beberapa jam di pesawat akhirnya mereka telah sampai di mansion Idris. Alessia yang berada di gendongan ibunya pun tidak terusik, dia bahkan masih tertidur dengan tenang. Sedangkan Nael dia tidak tertidur bahkan sudah bangun dari tidurnya tadi saat berada didalam pesawat.
Pablo melangkah membawa koper besar bersama sang asisten yang membantunya untuk meletakkan semua barang-barang di kamar.
Pablo yang melihat wajah kelelahan istrinya akhirnya mengambil Alessia dalam gendongannya. "Istirahatlah! biarkan aku yang menjaga Alessia" Freya pun mengangguk dan merebahkan tubuhnya di ranjang.
Sedangkan Nael sudah masuk ke kamarnya dan beristirahat kembali.
Pablo menimang-nimang anaknya "Baby girl sekarang tidur juga ya!" wajah Alessia yang tersenyum setelah Pablo berbicara dengannya membuat hatinya menghangat. Dia tidak merasa lelah sekalipun.
Setelah Alessia tertidur. Pablo membawanya ke box baby dan menaruh Alessia disana "Good night baby girl" tak lupa dia mencium kening Alessia yang manis.
Dia merasa tenang karena Alessia tertidur dengan tenang. Dia berjalan mengganti pakaiannya dengan pakaian yang nyaman dan ikut masuk kedalam selimut yang sama dengan istrinya.
...----------------...
Keesokan paginya Freya terbangun lebih dulu. Tidak ada suara tangisan bayi atau gangguan apapun tadi malam. Dia merasa tidurnya sangat nyenyak, itulah sebabnya dia terbangun lebih dulu.
Melihat wajah Pablo yang berada di sampingnya dengan pelukan hangat dari tangan Pablo membuatnya tak bisa untuk tidak memandang sang suami.
Dia membelai surai rambut Pablo "Aku tidak tahu ternyata kau terlihat sangat tampan saat tertidur seperti ini" Dia tersenyum dan mengeratkan pelukannya ke Pablo.
Pablo menggeliat dengan pelan dan tersenyum hangat "Hi baby girl kau sudah bangun ternyata. Pantas saja tadi aku merasakan gerakan tangan membelai wajahku" Freya terkekeh pelan lalu mencium bibir suaminya itu dengan gemas.
"Cup. Morning Daddy" dengan gemas Pablo mengangkat tubuh Freya untuk naik ke pangkuannya, "Hmmm aku menyukai panggilan Daddy dari mulutmu. Itu terdengar sangat manis sayang".
"Karena panggilan Daddy adalah panggilan yang pas untuk Hot Daddy sepertimu" goda Freya. Mereka berdua tertawa setelahnya.
Suara Alessia membuat mereka berhenti tertawa, Pablo dan Freya saling melirik satu sama lain "Sepertinya karena suara kita terlalu kencang Alessia jadi terbangun Dad".
Freya turun dari pangkuan suaminya. Dia berjalan ke box bayi untuk meraih Alessia dalam gendongannya.
Pemandangan itu tak disia-siakan oleh Pablo. Dia mengambil ponselnya yang diatas nakas dekat dengan ranjang.
"Cekrek" Suara jepretan membuat Freya menoleh ke arahnya dan tersenyum. Freya menyadari suaminya itu sedang memotretnya dan Alessia.
...----------------...
Pablo menemui Nael lebih dulu sebelum ke ruang makan. Dia membuka pintu kamar Nael dan melihat anak laki-lakinya masih tertidur dengan pulas.
"Hey baby boy ayo bangun. Sekarang sudah pagi saatnya sarapan lebih dulu" Pablo menepuk dengan pelan tangan Nael.
Nael menggeliat. Mengucek kedua matanya saat didepannya ada sang ayah "ughh Daddy aku masih mengantuk".
"Ini sudah pagi, nanti kau kelaparan jika terlewat sarapan". Pablo tak membiarkan Nael tertidur lagi, dia membawa Nael untuk mencuci muka di wastafel.
Tak lama dari itu mereka berdua berjalan beriringan bersama ke ruang makan. Disana sudah ada sang ibu bersama adik kecilnya.
Nael berlari kecil "Mama good morningg" dia mengecup pipi mamanya kemudian beralih menatap Alessia "Good morning Alessia" dengan sangat berhati-hati Nael mengecup pipi Alessia dengan tenang.
"Good morning Nael sayang. Sekarang saatnya sarapan okay!" Nael mengangguk, beralih ke kursi yang berada di samping Pablo.
Mereka berempat dengan tenang di meja makan. Tak ada kata ataupun hal lain hanya menikmati makanan yang tersedia.