"Aku bersumpah akan membalas semua penghinaan dan rasa sakit ini."
Tivany Wismell, seorang penipu ulung dari dunia modern bertransmigrasi ke zaman peradaban China kuno. Mengalami ketidakadilan dan nasib yang tragis, Tivany menolak menyerah dan akan membalas dendam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mellisa Gottardo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
masalalu wei [2]
Mata Wei melotot sempurna, dalam posisi berlutut menyedihkan Wei merasa seluruh dunia hancur seketika. Dia bisa melihat ketidakpedulian dari Ayahnya, bahkan untuk menangis dan bersedih pun dia enggan.
Wei merasakan kebencian yang mendalam pada Ayahnya sendiri. Detik itu juga Wei merasakan gejolak amarah yang sulit di kendalikan, tapi dia berusaha tetap tenang karena janjinya pada Ibunya. Harus tetap bermartabat dan menjadi kuat dan dihormati.
Wei menghadiri pemakaman Ibunya sendirian, bahkan tidak ada satupun keluarga istana yang datang. Wei merasakan kesedihan untuk Ibunya, kenapa Ibunya berakhir dengan begitu menyedihkan? kenapa Ibunya harus merasakan rasa sakit ini? apa salah ibunya.
"hiks... huhuhu... Ibuuu, apa yang harus aku lakukan sekarang. Kenapa ibu tidak pergi saja, kenapa Ibu harus mati." Wei menangis di hadapan makam Ibunya.
Hujan turun dengan deras, seakan mengerti penderitaan yang dialami Wei saat ini. Wei kehilangan binar matanya, dia telah mati bersamaan dengan kepergian ibunya. Dia mendapatkan rasa sakit yang membuatnya lahir sebagai sesok yang baru, sosok yang sebenarnya.
"Aku akan menepati janji itu Ibu, aku akan menjadi sosok yang bermartabat dan dihormati. Aku akan memulihkan nama baikmu, sebagai keluarga serigala aku akan mengoyak mereka semua dengan taringku." Ucap Wei bertekad kuat penuh dendam.
tap
tap
"Memberi salam pada Tuan, saya datang atas utusan Nyonya besar." Seseorang datang.
Wei menoleh ke belakang melihat ada pemuda berusia sekitar 18 tahun, menggunakan Hanfu Hitam yang misterius. Di belakangnya juga ada pasukan misterius, mendengar kata urusan Nyonya besar Wei jadi ingat pesan Ibunya semalam.
"Jadi kau orang yang di kirim Ibuku?." Lirih Wei, tatapan matanya kosong.
"Benar Tuan." Jawabnya.
"Kenapa kalian tidak datang saat Ibuku diambang batas?." Wei menuntut jawaban.
"Maaf Tuan, nyonya melarang kami terlibat. Kami hanya seorang bawahan, dan Nyonya besar telah membulatkan tekadnya." Ucapnya menjawab tegas.
"Jadi Ibu memang sudah siap mati?." Wei bersedih.
"Benar, ada banyak hal yang belum anda ketahui. Berhenti meratapi kesedihan, sudah saatnya anda menjadi kuat dan membalas semuanya. Ada banyak hal yang harus anda cari tau." Ucapnya.
"Siapa namamu?." Tanya Wei.
"Saya Kin, pasukan rahasia koloni milik Nyonya Besar Ruru. Di bawah bimbingan ras serigala campuran, kami telah bersumpah setia melayani keturunan beliau." Ucap Kin berlutut.
"Apa kau kuat?." Tanya Wei.
"Saya telah di latih menjadi pelindung anda, saya akan menempa anda menjadi sosok yang sebenarnya." Ucap Kin tegas.
"Bantu aku Kin, aku akan membalas rasa sakit ini." Lirih Wei, merasa hampa.
"Suatu kehormatan bagi saya, Tuan." Kin bersujud memberi hormat.
Sejak hari itu Kin selalu berada di sisi Wei, memberikan dukungan dan perlindungan di segala situasi. Para pasukan yang di bawa juga melindungi Paviliun milik Wei, kini Wei mendapatkan keluarga baru yang bisa melindungi nya.
Kin membawa Wei menyelinap kabur setiap dua bulan sekali ke tempat rahasia. itu adalah markas Paviliun yang lokasinya sangat terpencil, di sana mereka berlatih dengan keras dan Wei bertumbuh dengan cepat dari hari ke hari.
Bahkan setelah kejadian itu Kaisar tidak pernah sekalipun menemui Wei, undangan makan malam atau sarapan tidak pernah datang. Keberadaan Wei di istana Mo seakan di hilangkan begitu saja, bersama kematian sang permaisuri.
Pada malam gerhana bulan total, Wei merasa seluruh tubuhnya terkoyak dan dia tidak bisa menahan hawa nafsu memburu. Kin sudah tau jika waktu bagi Wei untuk melatih kekuatan aslinya telah tiba, kekuatan asli dari sosok Wei yang terlahir dengan darah Alpha terkuat dari generasi ras campuran.
Wei memang tidak bisa berubah menjadi serigala, dia lahir sebagai manusia. Tapi insting berburu, kekuatan serigala, fisik dan kecerdasan serigala benar-benar datang pada Wei dengan sempurna.
Wei menguasai kekuatan serigala dalam dirinya dengan susah payah, dia bahkan sering kali mematahkan taringnya karena tidak tahan ingin mengoyak manusia. Wei terlihat menakutkan dengan gerak-geriknya yang semakin mirip serigala dibanding manusia, para pelayan menyebarkan rumor jika Pangeran ke tiga gila karena di tinggal sang Ibu tiada.
Berkat rumor itu Kaisar datang mengunjungi Wei untuk memastikan. Di pertemuan langka itu, Wei terlihat duduk dengan tegak dan penuh wibawa. Matanya hitam kelam jarang berkedip dan tajam, gigi taringnya yang terlihat memukau dan menakutkan bahkan gestur tubuh nya yang seakan sangat agung sekali.
Kasiar Mo yang seorang Kaisar saja merasa tertekan, dia takut pada putranya sendiri karena melihat kebengisan serigala yang sangat dirinya benci. Karena ketakutan yang menggerogoti itu, Kaisar menurunkan posisi putra mahkota dari Wei yang memberikannya pada Pangeran ke-7.
Pangeran ke-7 adalah pangeran bungsu yang lahir dari selir kesayangan Kaisar. Selir muda yang berhasil merebut Kaisar dari Permaisuri, Wei smaa sekali tidak marah dia tetap merasa hampa karena tujuannya adalah membunuh dan mengoyak-oyak tujuh ayahnya sendiri dengan taringnya.
Tepat saat Wei berulang tahun ke 15, gerhana bulan merah terjadi. Wei tidak bisa mengendalikan dirinya lagi, dia kehilangan akal sehatnya dan menitipkan pesan pada Kin.
"Pergi dan bawa semua pasukan untuk berpencar, biarkan mereka semua di buru oleh pasukan istana. Dan kau harus selamat Kin, tunggu aku di markas paviliun." Ucap Wei.
"Saya tidak bisa meninggalkan anda, saya sudah bersumpah pada Nyonya besar." Tolak Kin.
"Aku memiliki rencana Kin, jika kau juga tertangkap bersamaku maka semuanya akan sia-sia. Karena itu pergi lah sekarang, dan jangan sampai tertangkap atau di buntuti. Tunggu sampai aku datang entah berapa tahun lagi, kumpulkan pasukan kuat dan bantu aku menempa mereka semua." Ucap Wei tegas.
"Apa anda yakin?." Kin menatap mata Wei.
"Ya, aku tidak akan mati karena tujuanku belum tercapai." Ucap Wei.
"Jaga diri anda, saya akan menunggu anda sampai kapanpun." Ucap Kin membungkuk hormat.
"Ya, aku percayakan semuanya padamu Kin." Wei tersenyum, untuk pertama kalinya setelah sekian lama.
Kin pergi dengan hati-hati Seorang diri, Wei mengajak semua pasukan agar memberontak dan melakukan kudeta bersamanya. Mereka sudah di brifing agar mencar ke segala arah, agar orang istana mengira Wei benar-benar sendirian dan tidak punya kekuatan apa-apa lagi.
Wei berlari cepat di bawah sinar bulan merah yang menakutkan, lidahnya menjilat taringnya merasa tidak sabar untuk mengoyak daging. Wei telah kehilangan jati dirinya sebagai manusia, dia telah lahir sempurna menjadi ras setengah campuran.
Yang di lakukan Wei bukan berperang atau perebutan tahta, dia hanya menarik Kaisar dan menghancurkan inti mana, agar kehilangan kendali kontrak naga.
Kaisar tentu saja melawan di bantu para pangeran, pengawal dan pasukan istana. Wei meng solo semuanya sambil tertawa bahagia, dia tidak peduli dengan yang lain karena tujuan utama Wei adalah membunuh Ayah kandungnya sendiri.
Auuuuuuuuuuu
Auuuuuuuu
Wei menghilang dan muncul dari balik bayangan, dia mengaum dengan mengerikan membuat Kaisar mulai ketakutan. Alasan Kaisar tidak membantu permaisuri adalah karena dia takut dengan bangsa serigala, selain bergerombol mereka juga kuat dan licik. Kaisar lebih suka mencampakan dengan kejam daripada harus terlibat dalam masalah.
Tapi dia lupa jika masalah itu masih berada di istananya, seseorang anak yang dulunya takut saat melihatnya kini telah berubah menjadi hewan buas. Hewan buas yang sama dengan Ibunya yang tidak bisa di taklukan.
ayo segera bangkit untuk balas dendam pada semua nya
Btw semangat othor buat menghasilkan karya2 yg luar biasa lainnya😊😊😊😊