# Novel Ini, setiap Babnya selalu Pertempuran #
Di dunia pendekar, kekuatan adalah segalanya. Ada pendekar hanya melambaikan tangan bisa membalikkan lautan. Hanya sebuah tinju, gunung akan runtuh.
Di dunia Pendekar ini, Xiao Chen adalah manusia yang tidak memiliki jiwa seseorang pendekar. Namun, berkat ke gigihnya dia bisa selamat dari hal kematian yang selalu menghantuinya.
Ikuti kisah Xiao Chen yang tidak memiliki jiwa seseorang Pendekar tapi bisa membuat para Naga, Phoenix dan para dewa gemetar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nori Fai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kamu Tidak Percaya
Bab 31 Kamu Tidak Percaya
Ke enam murid bahkan murid yang berada di kejauhan melihat pertarungan Xiao Chen dan Yan Ling semuanya terheran dengan perilaku guru Su Xing.
Semuanya setelah itu, seperti tidak mempercayai bagaimana guru Su Xing memperlakukan kepada murid Xiao Chen dengan cara yang berbeda.
Su Xing sebelum mendapatkan murid Xiao Chen jika mengajar bersama murid lainnya itu masih memiliki ekspresi yang dingin dan tidak peduli. Namun, sekarang mereka semua melihat bahwa guru Su Xing memperlakukan Xaio Chen tidak memiliki jejak kedinginan melainkan seperti kepada murid teladan.
Mereka semuanya bertanya, bagaimana bisa terjadi? Bagaimana mungkin guru Su Xing memperlakukan Xiao Chen berbeda?
Sehingga kecemburuan dari murid laki-laki kepada Xiao Chen bertambah besar karena guru Su Xing pilih kasih.
“Sial! Sihir macam apa yang digunakan untuk menghasut guru pujaan kita!”
“Ini tidak bisa terjadi! guru kita yang bangga-banggakan seperti peri akan kepada sampah Xiao Chen!”
“Ya tuhan, aku ingin menjadi Xiao Chen sehingga bisa berdekatan terus dengan guru Xing!”
Kebanyakan murid laki-laki ingin mengutuk diam-diam agar Xiao Chen mati lebih cepat, tentu saja ada juga yang merasa ini karena sangat beruntung Xiao Chen menjadi murid pribadi Su Xing.
Sementara itu, Yan Ling karena serangan untuk mendisiplinkan Xiao Chen gagal, dia menggertakan giginya dia harus mencari peluang baru ketika murid sembrono itu lengah sehingga bisa melancarkan sarang secara diam-diam untuk membunuh.
Karena Xiao Chen dia kehilangan murid kesayangannya Wang Xitong.
“Cihh! sekarang kamu selamat tapi mungkin saja di masa depan aku khawatir kamu tidak bisa melihat matahari tunggu saja pembalasanku karena telah melukai mulut kesayanganku,” guman Yan Ling dengan murung kemudian sosoknya menghilang dari pandangan sudah tiba di tempat kerjanya.
~
~
#Di Gubuk Xiao Chen
Xiao Chen yang telah dihukum dengan dijewer di bagian telinganya akhirnya duduk sambil mengusap-ngusap telinga yang sedikit merah.
“Guru, murid ini merasakan sakit kenapa guru sungguh sangat keras menjewernya,”
Su Xing hanya melirik sekilas dan berkata dengan sedikit bersungut. “Kamu baru saja menjadi murid pribadiku sudah mendapatkan masalah,”
Xiao Chen juga menceritakan apa yang sebenarnya terjadi ketika diberikan kotak hadiah yang isinya jebakan racun kepada Su Xing, sampai bagaimana perkelahian terjadi di antara murid dan guru Yan Ling.
Su Xing mendengarkan penjelasan dari Xiao Chen, tentu saja sangat marah, bagaimanapun tindakan itu sungguh sangat di luar kendali sehingga jika Xiao Chen tidak memiliki perlawanan diri mungkin saja sudah mati.
Su Xing berkata kepada Xiao Chen. “Berlatihlah dengan sungguh-sungguh sampai di mana kekuatan kamu bisa mengalahkan aturan mereka.”
Xiao Chen mengangguk dan berkata hormat, “Aku sudah berlatih tinju Prajna Gong, dan mengalami kemajuan yang sedikit pesat.”
Su Xing mana mungkin percaya bahkan jika untuk mempelajari lapisan pertama di tahap manusia butuh waktu sekitar satu bulan lebih itu jika murid tersebut adalah jenius.
Untuk murid biasa mungkin akan lebih lama lagi membutuhkan dua sampai empat bulan untuk menyelesaikan lapisan tahap pertama dengan sempurna dan mahir.
Namun, Su Xing mendengar bahwa murid ini sudah menguasai bahkan mahir sampai di tahap lapisan pertama dengan sempurna, otomatis mendengar perkataan itu sebagai guru sungguh sangat terkejut.
Su Xing menatap ke arah Xiao Chen dengan tatapan luar biasa. “Apakah benar?”
Xiao Chen mengangguk, “Benar, jika guru tidak percaya makammu akan mempraktikkan jurus tersebut.”
“Tunggu sebentar, kamu sedang dalam masa hukumanku lebih baik cepat bersihkan tempat gubuk ini dan setelah sudah bersih gantian memasak untuk dihidangkan kepada guru,” ucap Su Xing kesehariannya walaupun sebagai guru yang dingin Dia adalah wanita yang baik suka memasak dan mencari tempat yang damai untuk merelakan pikirannya.
Setelah mendapatkan murid yang cocok apa salahnya memerintahkan murid tersebut untuk melakukan kegiatan sehari-harinya.
Xiao Chen tanpa pikir panjang akhirnya mengangguk, karena dia sebelum berpindah ke dunia pendekar ketika kerja di perkantoran selalu melakukan hal sendiri sehingga menjadi orang yang mandiri.
Karena sifat mandiri tersebut segala sesuatu seperti memasak mencuci pakaian dan lainnya sudah pernah dicoba.
Xiao Chen melihat bahwa Su Xing memerintahkan kepada dirinya untuk membuatkan berbagai macam masakan tentu saja dengan senang hati menerimanya bagaimanapun keterampilan memasak ini sungguh sangat mudah baginya.
“Baik!” Xiao Chen langsung pergi setelah menerima beberapa daging dari Su Xing langsung ke belakang gubuk.
Yang pertama mencari beberapa ranting kecil untuk membakar ranting tersebut dan setelah sudah menyalakan api, barulah memotong beberapa daging dijadikan beberapa potong kecil-kecil.
Di dunia pendekar tersebut masih memiliki rempah-rempahnya yang sangat kaya, ini adalah keunggulan dunia pendekar jika di bumi mungkin masih ada tapi tidak terlalu banyak karena sudah menggunakan rempah-rempah yang modern.
Xiao Chen menusuk daging tersebut seperti sate yang berukuran besar bahkan akibat asap itu mengenai tubuhnya, Xiao Chen langsung membuka baju sehingga tubuh yang kekar walaupun tidak sixpack terlihat oleh mata telanjang Su Xing.
‘Bajingan murid bau, Kamu sengaja memamerkan tubuh nya kepadaku hah! Bagaimana mungkin murid ini itu tidak tahu malu!’ Su Xing meraung Di dalam hatinya sambil menutup mata dengan dada terengah-engah mencoba menenangkan.
Namun, Xiao Chen tidak menyadari keanehan dari tubuh Su Xing dia hanya berfokus untuk membakar daging yang sudah dipotong-potong seperti tusuk sate.
Bahkan Xiao Chen menaburkan rempah-rempah begitu sangat komplit, sehingga setelah satu batang dupa lemak yang menetes dari daging tersebut langsung aroma baunya menyebar dan memasuki ke hidung Su Xing.
"Aroma yang sungguh lezat dan istimewa!" Su Xing berseru kepada diri sendiri setelah itu, dia berteriak kepada Xiao Chen.
”Murid! Bai ini tunggu sangat harum Apakah sudah matang!”
Xiao Chen membalas, “Ahhh guru murid sudah menyelesaikan daging yang sudah dipakai Sekarang guru mencicipi lah masakanku!”
“Baik!” Su Xing kemudian bangun dari duduknya langsung mendekati di mana Xiao Chen sedang memanggang daging tersebut.
Setelah sudah dekat, Su Xing mengambil satu potong daging kecil langsung dimasukkan ke mulut yang sangat indah seketika merasakan rasa yang sangat enak berseru kagum. “Sungguh enak dan lezat,”
“Ini sudah matang, ayo kita makan bersama setelah menyelesaikan, aku ingin melihat jurus tinju yang telah dikuasai olehmu dan kita bertanding bersama.”
Xaio Chen hanya mengganggu keringan dan berkata, “Baik guru murid ini akan membuktikan bagaimana murid telah menyelesaikan tinju lapisan satu, walaupun masih memiliki keterbatasan.”
“Tidak apa-apa sebagai guru akan memberi arahan bagaimana menyelesaikan keterbatasan daripada murid sendiri.” Su Xing perkata sambil tidak sabar untuk memakan daging yang sangat lezat ini.
semangat terus thorrrr💪💪💪💪
semangat terus thorrrr💪💪💪💪💪
semangat terus thorrrrr💪💪💪💪