NovelToon NovelToon
TERJERAT CINTA MAJIKAN

TERJERAT CINTA MAJIKAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: AlinaKS

Neysa seorang gadis cantik, terperangkap menjadi pelayan karena suatu alasan. Siapa sangka Anak Majikannya, Darren akan jatuh hati padanya. Seribu cara ia lakukan, agar Neysa jatuh ke tangannya. Namun siapa yang tahu, Neysa yang biasa saja, wanita yang selalu terpojok oleh keadaan itu menyimpan sesuatu hal yang besar. Ternyata ....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AlinaKS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 3

***

"A-apa?!"

Neysa akhirnya berhasil mengeluarkan suara, meski terdengar tergagap. Ia menatap Darren dengan tatapan tajam penuh ketidakpercayaan. Anak? Bagaimana mungkin? Kita bahkan tidak pernah melakukan apa pun!

Neysa menarik napas dalam-dalam, mencoba menguasai diri meskipun tubuhnya bergetar. Tidak mungkin ia membiarkan Darren mengontrol situasi ini. Ia berdiri perlahan, kemudian menunduk hormat kepada Nyonya Barnes, berusaha menjaga ketenangan di tengah kepanikannya.

"Nyonya, saya tidak tahu mengapa Tuan Darren mengatakan hal seperti itu. Jika Nyonya tidak percaya, saya bersedia menjalani tes kehamilan sekarang juga," ucapnya dengan suara tegas, meskipun jantungnya berdebar kencang seperti genderang perang.

Darren berdiri, matanya tidak pernah lepas dari Neysa. Ia melangkah mendekat, langkahnya lambat dan penuh keyakinan, seperti seorang aktor yang tahu dirinya menjadi pusat perhatian. Dengan gerakan lembut, ia menggenggam tangan Neysa, mengabaikan tatapan tajamnya.

"Neysa," katanya, suaranya rendah dan penuh emosi. Ada kehangatan di matanya—atau setidaknya, tampak seperti itu. "Kau tahu ini tidak benar. Kau menggugurkan anak kita. Anak kita, Neysa! Dia cucu pertama Ibu. Bagaimana mungkin kau tega melakukannya?"

Kata-kata itu menusuk Neysa seperti belati. Tubuhnya membeku, matanya melebar. Ia merasa ingin berteriak, tetapi rasa takut pada tatapan tajam Nyonya Barnes membuat lidahnya kelu. Wanita itu menatapnya dengan dingin, seolah menimbang apa yang akan terjadi pada dirinya jika ia gagal membuktikan kebenaran.

"Anak?" Suara Neysa bergetar. Ia menepis tangan Darren dengan kasar, lalu menatapnya dengan kemarahan yang membara. "Apa yang Anda bicarakan, Tuan? Berhenti memfitnahku!"

Namun Darren tidak menunjukkan tanda-tanda menyerah. Ia melangkah mundur perlahan, menatap Neysa dengan sorot sedih yang terlihat begitu meyakinkan hingga membuat Neysa merasa seperti pelaku sebenarnya.

"Kau tak perlu khawatir," katanya pelan, nadanya seolah menenangkan. Ia menoleh ke ibunya dengan ekspresi polos. "Bu, meskipun Neysa hanya seorang pelayan, aku yakin Ibu akan memperlakukan calon cucu Ibu dengan baik, bukan?"

Nyonya Barnes mengembuskan napas panjang. Wajahnya tegang, menunjukkan kelelahan mental yang mulai menguasainya. Ia memijat pelipisnya perlahan. "Hubungi dokter keluarga kita, Darren," perintahnya akhirnya. "Pastikan semua ini dirahasiakan. Aku tidak ingin ada yang tahu, terutama keluarga Cadmael."

Neysa mencoba protes, tetapi Nyonya Barnes mengangkat tangannya dengan tegas. "Cukup. Masalah ini akan selesai dengan cara kami," katanya dingin. Ia menatap Darren. "Pindahkan Neysa ke kamar tamu pribadi. Pastikan tidak ada yang mendekatinya hingga semuanya jelas."

Darren tersenyum tipis, penuh kemenangan. Ia menundukkan kepala dengan sopan kepada ibunya, lalu mengulurkan tangannya untuk memandu Neysa keluar dari ruangan. Neysa merasa seperti seekor burung yang baru saja dijebak di dalam sangkar emas.

***

Di dalam kamar pribadi

"Jadi, bagaimana menurutmu?"

Darren merentangkan kedua tangannya di atas kasur, ekspresinya penuh rasa puas. Ia memiringkan badannya, menatap Neysa yang berdiri dengan tegang di depan pintu. Sorot matanya penuh ejekan, seolah menertawakan rencana Neysa yang gagal total.

Neysa memilih untuk mengabaikannya. Tanpa berkata apa pun, ia mulai merapikan koper kecilnya dan memindahkan isinya ke lemari. Ia berharap kesibukan kecil itu dapat menutupi gemuruh emosi yang ia rasakan. Namun Darren terus memancing.

"Kenapa kau tidak pernah mencoba kabur dari rumah ini?" tanyanya santai, berjalan mendekati Neysa. "Kau punya banyak kesempatan, Neysa. Tapi kau menunggu sampai kontrakmu habis. Apa sebenarnya yang kau tunggu?"

Ia berhenti di belakang Neysa, lalu dengan santai menarik jepit rambut gadis itu, membiarkan rambutnya terurai indah.

Neysa menegang, tetapi ia tetap membisu. Darren tersenyum kecil, lalu memegang kedua pundaknya, memaksa mereka berdiri di depan cermin besar di kamar itu.

"Ada yang kau sembunyikan dariku?" bisik Darren, tatapannya fokus pada bayangan mereka di cermin. "Kau tahu, aku baru ingat sesuatu. Kau bukan termasuk dalam daftar pelayan saat itu. Tapi tiba-tiba saja kau muncul, lolos seleksi tanpa alasan yang jelas. Apa kau pernah memikirkannya, Neysa?"

Neysa terdiam, matanya bertemu dengan bayangan Darren di cermin. Sorotnya berubah dingin, penuh kehati-hatian. Untuk pertama kalinya, ia merasa Darren menyadari sesuatu yang ia harap tetap terkubur selamanya.

Bersambung...

Hayoh, siapa di balik Neysa. Kenapa Darren merasa ada yang ganjal >⁠.⁠<

1
asy
lanjuttt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!