NovelToon NovelToon
YE CHEN: PEWARIS PEDANG HITAM

YE CHEN: PEWARIS PEDANG HITAM

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Perperangan / Fantasi Timur
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: putra ilham

Dikhianati oleh sektenya sendiri dan dibuang dengan meridian yang hancur total, Ye Chen mengira takdirnya telah berakhir di dasar Lembah Kabut Beracun. Namun, di titik nadir kematiannya, sebuah pedang hitam misterius yang telah terkubur selama ribuan tahun bangkit dan memilihnya sebagai pewaris tunggal.Di dalam pedang hitam itu, bersemayam jiwa pendekar legendaris, Yue-Jian, yang siap membimbingnya. Berbekal kekuatan mengerikan Es Yin dan bilah pedang hitam yang mampu menebas takdir, Ye Chen bangkit dari kegelapan untuk menuntut balas. Dari seorang pemuda yang dianggap sampah, ia merangkak naik menembus batas kultivasi, menghancurkan setiap klan yang pernah menghinanya, dan merebut kembali kehormatannya."Saat pedang hitam ini terhunus, maka langit pun harus tunduk di bawah kakiku

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putra ilham, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4: Teknik Langkah Bayangan Hantu

"Jangan senang dulu, Bocah," potong Yue-Jian dengan cepat saat melihat Ye Chen mengepalkan tangannya dengan ekspresi gembira.

Roh Pedang itu melayang mengitari tubuh Ye Chen dengan tatapan yang kembali dingin dan menuntut. "Meridian barumu memang sangat kuat dan langka. Namun, fisikmu saat ini masih sangat rapuh setelah hantaman luka berat kemarin. Jika kamu keluar dari Lembah Ratapan sekarang, Bai Long atau bahkan murid luar sekte sekalipun bisa membunuhmu dengan mudah menggunakan satu tebasan."

Ye Chen terdiam. Kilatan amarah di matanya perlahan mereda, digantikan oleh kesadaran yang dingin. Dia tahu perkataan Yue-Jian adalah kebenaran yang mutlak. Dunia kultivasi adalah tempat di mana kekuatan sejati menentukan segalanya. Tanpa fondasi yang kuat, kembali ke Sekte Azure Cloud sekarang hanyalah tindakan bodoh yang mengantarkan nyawa secara gratis.

"Saya mengerti, Senior. Saya terlalu terburu-buru," ucap Ye Chen sambil menundukkan kepalanya, menunjukkan sikap hormat yang tulus. "Lalu, apa yang harus saya lakukan pertama kali untuk membangun kekuatan fisik ini?"

Yue-Jian menghentikan layangannya tepat di hadapan Ye Chen. Dia tidak menjawab dengan kata-kata, melainkan langsung menjentikkan jari telunjuk kanannya ke arah dahi Ye Chen.

Ting!

Sebuah kilatan cahaya hitam keperakan melesat dari ujung jari Yue-Jian, menembus langsung ke dalam dahi Ye Chen. Seketika itu juga, aliran informasi yang sangat besar dan padat merangsek masuk ke dalam benaknya, membuat kepalanya terasa berdenyut pening seperti dihantam godam tak kasat mata.

Di dalam ruang kesadarannya yang gelap, muncul sebuah bayangan siluet hitam yang bergerak dengan kecepatan yang tidak masuk akal. Bayangan itu melesat kian kemari di antara bebatuan tajam, bergerak begitu halus hingga hampir tidak meninggalkan suara atau jejak kaki sedikit pun. Setiap kali bayangan itu berpindah tempat, ia meninggalkan beberapa bayangan semu yang tampak sangat nyata, membingungkan siapa saja yang mencoba mengejarnya.

"Itu adalah 'Langkah Bayangan Hantu'," suara Yue-Jian menggema di dalam kepala Ye Chen, menjelaskan esensi dari informasi tersebut. "Ini adalah teknik gerakan tingkat tinggi yang sangat kuno milik klanmu di masa lalu. Teknik ini memanfaatkan Energi Es Yin untuk memanipulasi udara di sekitarmu, menciptakan distorsi visual berupa bayangan hantu sekaligus meningkatkan kecepatan gerakmu hingga ke batas absolut."

Ye Chen perlahan membuka matanya kembali, mencoba mencerna setiap rute aliran energi di kakinya sesuai instruksi yang baru saja dia terima. "Teknik gerakan? Senior, mengapa bukan teknik pedang terlebih dahulu? Bukankah saya membutuhkan kekuatan serang untuk membunuh mereka?"

Yue-Jian mendengus dingin, ekspresi wajahnya tampak penuh kejengkelan yang kentara. "Jika kamu tidak bisa berlari dengan cepat atau menghindari serangan musuh, bagaimana kamu bisa mendekati mereka untuk menusukkan pedangmu? Di dunia luar, musuhmu tidak akan berdiri diam menunggumu menyerang. Mulai hari ini, tugas pertamamu adalah berlatih mengitari dasar lembah yang penuh batu tajam ini tanpa memicu suara atau getaran sedikit pun."

Ye Chen tidak banyak membantah lagi. Dia langsung mengambil napas dalam-dalam, menenangkan detak jantungnya, dan mulai memfokuskan pikirannya pada pusaran Energi Es Yin di dalam Dantiannya. Dia mengalirkan energi dingin tersebut ke bawah, melewati jalur meridian barunya menuju ke kedua kaki dan telapak kakinya.

Saat Energi Es Yin mulai merambat ke kakinya, hawa dingin yang pekat langsung menguar dari bawah jubahnya yang robek, membentuk embun beku tipis di atas tanah berbatu tempatnya berdiri.

Sreeet!

Ye Chen mencoba menghentakkan kaki kanannya untuk melesat maju. Namun, karena belum terbiasa dengan gelombang energi murni yang terlalu besar, tubuhnya justru melesat terlalu cepat tanpa kendali sejauh lima meter dalam sekejap mata.

BRAAAK!

Ye Chen kehilangan keseimbangan dan menabrak dinding batu terjal di depannya dengan sangat keras. Bebatuan kecil berjatuhan dari atas, dan tubuhnya terjatuh ke tanah dengan posisi yang sangat tidak estetis. Pundaknya terasa memar, namun untungnya fisik barunya yang telah diperkuat Meridian Es Yin mampu menahan benturan tersebut tanpa patah tulang.

"Terlalu kasar dan ceroboh," kritik Yue-Jian dari atas sebuah batu besar. Dia duduk bersedekap dada sambil menatap Ye Chen dengan pandangan menghina yang tajam. "Langkah Bayangan Hantu membutuhkan kelembutan dan presisi. Aliran energimu harus mengalir sehalus bayangan malam yang merayap di bawah sinar bulan, bukan kaku dan meledak-ledak seperti batu yang dilemparkan!"

Ye Chen mendengus, menyeka debu dan kerikil yang menempel di wajahnya dengan punggung tangan. Rasa sakit di pundaknya justru memicu kembali api tekad di dalam dadanya. Dia bangkit berdiri tegak, kembali mengambil posisi siap.

"Lagi!" seru Ye Chen dengan nada tegas.

Dia kembali menutup mata, mengingat kembali gerakan siluet hitam di dalam benaknya. Kali ini, dia tidak langsung meledakkan energinya. Dia membiarkan Energi Es Yin mengalir dengan riak yang sangat tipis dan konstan di bawah telapak kakinya, menyatu dengan kegelapan dan hawa dingin alami dari Lembah Ratapan.

Syuuutt!

Ye Chen kembali melangkah. Kali ini tubuhnya melesat maju dengan sangat mulus, melintasi jarak beberapa meter tanpa menimbulkan suara gesekan kaki di atas batu sedikit pun. Ketika dia mendarat, sebuah bayangan hitam samar tertinggal di posisi awalnya selama setengah detik sebelum akhirnya memudar dan menghilang seperti asap ditiup angin.

"Sedikit lebih baik," gumam Yue-Jian, meskipun wajahnya masih belum menunjukkan senyuman. "Tapi itu baru permulaan. Lakukan lagi sepuluh ribu kali sampai gerakan ini menyatu dengan insting tubuhmu!"

Sepanjang malam itu, di tengah kegelapan total Lembah Ratapan yang biasanya hanya dihuni oleh lolongan monster, kini dipenuhi oleh bayangan hitam seorang pemuda yang melesat kian kemari tanpa henti, berjuang keras untuk menembus batas kemampuannya yang lama demi sebuah pembalasan dendam yang agung.

1
albarra
ok,, coba kita teruskan..
Aman Wijaya
mantab ye Chen semangat terus
Aman Wijaya
ayo ye Chen babat semuanya musuh musuh mu.bikin kabut darah semua
Aman Wijaya
top top markotop lanjut terus Thor
Opayos
😄😄😄😄😄💪💪💪💪
Opayos
💪💪💪💪💪💪👍👍👍👍👍
Opayos
💪💪💪💪💪💪💪😄😄😄😄
Opayos
😄😄😄😄👍👍👍👍
Opayos
👍👍👍👍👍👍💪💪💪💪
Opayos
😍😍😍😍😄😄😄💪💪💪💪
Opayos
😄😄😄😄😄💪💪💪💪👍👍
Opayos
👍👍👍💪💪💪💪💪💪
Opayos
😍😍😍😍💪💪💪👍👍
Opayos
😄😄😄💪💪💪
Opayos
🤣🤣🤣💪💪
T28J
Kaaaak... kepanjangan paragrafnya, kaget saya 🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!