NovelToon NovelToon
Marwah Yang Ternoda

Marwah Yang Ternoda

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Diam-Diam Cinta / Bad Boy
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: ayuwidia

"Malam ini Lo hancur! Biar kakak Lo paham, ada harga mahal buat tangan yang berani menyentuh adik gue." --Xavier--

"Aku bersumpah, aku akan jadi neraka terpanjang di hidupmu, Xavier!" --Sukma--

Dunia Sukma runtuh dalam satu malam. Perbuatan nista Hamdan, kakaknya, menyulut api dendam di nadi Xavier--pemimpin Geng Bima Sakti Yang Tak mengenal ampun. Dalam buta amarah, Xavier merenggut paksa kesucian Sukma sebagai balasan atas Marwah adiknya yang hampir ternoda.

Hamdan mengakhiri hidup dengan cara tak diberkati, meninggalkan Sukma sebatang kara.

Kesucian tercabik. Masa depan hancur. Satu-satunya penguat jiwa telah pergi.

Di ambang napas terakhirnya, Gea--kekasih Xavier, menitipkan wasiat yang menjadi belenggu sekaligus penebusan dosa: Xavier harus menikahi Sukma.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ayuwidia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 4 Kegilaan Xavier

Jeruji besi yang dingin menjadi saksi bagaimana sebuah kebenaran dihantamkan tanpa belas kasihan.

Xavier berdiri angkuh di balik pembatas ruang kunjungan penjara. Sudut bibirnya terangkat, mengulas senyum iblis saat menyodorkan layar gawainya ke depan wajah Hamdan.

Di dalam benda pipih itu, rekaman video berputar--menampilkan adegan terlarang penuh paksaan yang semalam ia lakukan untuk menghancurkan Sukma tanpa sisa.

"Ini bayaran untuk dosa yang udah lo lakuin, Hamdan," bisik Xavier. Suaranya terdengar begitu tenang, namun menghujam bagai sebilah belati. "Semalam... adik kesayangan lo... Sukma... gue bikin hancur."

Tatapan Hamdan terkunci pada layar. Detik itu juga, dunianya runtuh. Dadanya bergemuruh hebat, napasnya tercekat seolah pasokan oksigen di dalam sel mendadak lenyap.

Sebagai seorang kakak, darahnya berdesir panas. Rasa tidak terima, bersalah, dan berdosa bercampur menjadi satu, menggilas habis akal sehatnya.

"BAJINGA*! ADIKKU TIDAK BERSALAH! KENAPA MALAH DIA YANG KAU HANCURKAN?!" raung Hamdan histeris, mencengkeram besi pembatas hingga buku-buku jarinya memutih.

Amarahnya meledak hebat. Bukan hanya kepada Xavier yang menjelma menjadi monster keji, melainkan kepada dirinya sendiri.

Jeritan Sukma di dalam video itu seolah menuding wajahnya dengan kejam, mengingatkannya bahwa dialah penyebab utama di balik seluruh penderitaan dan kehancuran sang adik. Dialah rongsokan tak berguna yang menumbalkan kesucian Sukma.

Xavier tidak membalas makian itu. Ia hanya menarik gawainya, berbalik badan, lalu melangkah pergi dengan ketenangan yang menyebalkan.

Dua jam berlalu setelah langkah Xavier menjauh, keheningan di dalam sel terasa kian mencekam bagi Hamdan. Penjara itu mendadak menjelma menjadi neraka batin yang siap menguliti jiwanya hidup-hidup. Air mata penyesalan mengalir deras, menyatu dengan tawa hancur yang lolos dari bibirnya yang bergetar.

Akalnya sudah mati. Hidupnya sudah tidak lagi berarti.

Dengan tangan gemetar dan napas memburu, Hamdan menarik paksa kain sarung yang tergeletak di sudut lantai semen. Merobek kain itu dengan brutal, melilitkannya membentuk simpul mati, lalu mengikatkannya pada teralis besi bagian atas.

Tanpa keraguan sedikit pun, Hamdan memasukkan lehernya ke dalam lingkaran kain. Detik berikutnya, ia mengentak kakinya dari tumpuan--membiarkan tubuhnya tergantung bebas, mengakhiri napas, dan membawa seluruh rasa bersalahnya ke alam abadi.

Miris dan sangat disayangkan. Seorang dosen berpendidikan mengakhiri hidup dengan cara yang tak diberkati oleh Tuhan-nya.

.

.

Puas menghancurkan mental Hamdan, Xavier kini mengalihkan targetnya pada Ryuga--adik iparnya, suami Aluna, Presiden Mahasiswa yang sudah lama ingin ia tumbangkan demi membuktikan bahwa dirinyalah The Unbeatable sejati.

Xavier menunggu di dalam gudang tua--bekas basecamp Geng Brawijaya. Ada banyak hal yang harus mereka selesaikan, terutama menyangkut Aluna, adik bungsunya.

"Selamat datang, Adik ipar."

Suara bariton Xavier memecah keheningan, mengalihkan perhatian Ryuga yang semula terpaku pada coretan slogan Geng Brawijaya di dinding. Ryuga menoleh, lalu menarik kedua sudut bibirnya.

"Kak Vier," balas Ryuga. Ia melangkah mendekat ke arah Xavier yang berdiri angkuh di tengah ruangan dengan kedua tangan terlipat di dada.

"Gue ngundang lo ke sini bukan mo ngajak reoni, tapi ada hal yang mo gue omongin..."

"Ya, gue ngerti. Lo mau kita ngobrol sambil berdiri, atau duduk lesehan di lantai sambil nyesep rokok?"

"Ck, emang lo bawa rokok?"

"Nggak. Gue udah lama nggak ngerokok."

"Sejak kapan? Bukannya dulu lo penikmat rokok?"

"Sejak jadi ketua BEM dan kena omelan bini Bang Juna."

"Mantan Ketua Geng Srikandi yang pernah bikin lo tergila-gila?"

Ryuga mengangguk pelan, lantas membawa tubuhnya duduk di atas lantai berdebu, diikuti oleh Xavier.

"Gimana keadaan adik gue? Dia baik-baik aja kan?" cecar Xavier, melanjutkan obrolan yang sesaat terjeda.

"Adik lo baik-baik aja. Tadi, gue titipin dia ke Ayu. Biar nggak kesepian dan ada yang diajak ngobrol."

"Lo masih berhubungan sama Ayu?"

"Masih. Sekedar sahabat sekaligus kerabat."

"Lo masih ada rasa?"

Ryuga mengendikkan bahu. "Gue nggak wajib jawab kan?"

"Lo wajib jawab, karena gue nggak mau ... Aluna cuma lo jadiin pelarian dan lo sakiti."

"Gue nikahin Aluna, bukan buat jadiin dia pelarian. Tapi, karena gue empati. Gue bakal belajar mencintai adik lo. Gue juga bakal berusaha bahagiain dia."

"Gue pegang omongan lo. Kalau sampe lo nggak bisa bahagiain Aluna dan malah nyakitin dia, gue bakal ngasih lo hukuman yang nggak main-main."

"Gue siap nerima hukuman apapun dari lo, kalau gue nggak bisa bahagiain Aluna."

"Bagus." Xavier menarik satu sudut bibirnya dan mulai menyesap vape, rokok elektrik beraroma macchiato.

Setelah tuntas membahas perihal adiknya, Xavier mengalihkan pembicaraan pada perseteruan panas antara Geng Bima Sakti dan BEM Universitas Cakrawala yang dipimpin oleh Ryuga.

"Gue nggak keberatan. Tapi dengan syarat, jangan pernah lagi ngibarin bendera perang dan berusaha numbangin takhta gue di BEM," ujar Ryuga. Nada suaranya tenang namun sarat ketegasan, emosinya terkendali sempurna.

"Silakan berbuat apa aja yang kalian suka, asal jangan mengusik ketenangan Kampus Cakrawala dan mengacaukan proyek BEM," lanjutnya--menatap lurus lawan bicara.

Xavier tersenyum miring. "Oke. Gue bakal penuhi syarat lo," sahutnya santai.

Sesaat, keheningan tebal menyergap di antara mereka. Tidak ada lagi obrolan.

Xavier asik dengan vape-nya. Sementara Ryuga fokus dengan ponsel yang kini berada di genggaman tangan.

"Ngomong-ngomong soal Hamdan, lo udah tahu... kebejatan yang dia lakuin ke Aluna?"

Ucapan Ryuga sukses membuat gerakan Xavier terhenti. Tangan pria itu mengepal kuat hingga buku-buku jarinya memutih. Rahangnya mengeras, bergemeretak menahan amarah. Sorot matanya menajam, memancarkan kilat murka yang meremangkan bulu kuduk--namun, ledakan emosi itu bukan ditujukan pada Ryuga.

"Gue udah tahu. Gue juga udah ngehajar dia," desis Xavier, suaranya mendadak sedingin es. "Gue bunuh mentalnya. Biar dia gila... atau mati bunuh diri sekalian."

Ryuga tersentak. Fokusnya terkunci sepenuhnya pada sang kakak ipar. "Maksud lo?"

Xavier menyeringai tipis, sebuah senyuman yang tampak mengerikan di bawah pendar bohlam. "Gue kasih lihat video adiknya yang lagi gue hancurin. Gue bales 'lebih' perbuatan yang udah dia lakuin ke Aluna. Gue--"

"Bodoh! Lo nggak ada bedanya sama Hamdan! Bahkan lebih be-jat!" Nada suara Ryuga naik satu oktaf. Ia kecewa sekaligus teramat marah pada Xavier.

"Sukma nggak bersalah! Kenapa malah dia yang lo hukum?!" sentak Ryuga lagi. "Lo nggak mikir gimana hancurnya hidup Sukma? Lo juga nggak mikir gimana hancurnya perasaan Gea kalau sampai tahu?!"

Berbeda dengan Ryuga yang mulai tersulut, Xavier justru menanggapi dengan kelewat tenang. "Gea nggak tahu. Gue udah minta Sukma buat tutup mulut dan ngasih ancaman ke dia."

"Lo... argh!" Ryuga membuang napas kasar. Ia menyugar rambutnya ke belakang dengan frustrasi.

Benar-benar gila. Permasalahan yang mereka hadapi bukannya berkurang atau mereda, melainkan kian bertambah rumit dan melebar ke mana-mana. Semua hanya karena ego, emosi, dan kebodohan Xavier yang bertindak tanpa otak.

🍁🍁🍁

Bersambung

1
mom riz
suka ceritanya
Ayuwidia: Terima kasih banyak, Kak 😇🙏🏻
total 1 replies
partini
aamiin bismillah jadi juara
Ayuwidia: Terima kasih banyak, Kak 😍🙏🏻
total 1 replies
Nofi Kahza
Yups! betul. sekrng bukan waktunya mencari siapa yg salah, tapi intropeksi diri.

btw dr awal kamu kan yg salah?
Nofi Kahza
udahlah, Pir. Meski Gea nggak tau juga ujung2nya meninggal. justru Geaitu harus diberi tahu, biar dosamu segera ditebus.😒
Najwa Aini
Gak semuanya salah kamu, Nara. ajal seseorang itu sudah ditetapkan dari zaman azali
partini
ga lah lebih baik Gea tau secara itu perbuatan dosa besar si kafir Gea juga kondisi kesehatan nya udah ga memungkin hidup lama
memperkosa loh ga main" itu
Najwa Aini
Nah ini..kalimat Tara yg aku suka dari sejak bab Ryuga...
Najwa Aini: Iya paham..
total 2 replies
Najwa Aini
Si kakak Partini itu kah..yg selalu nagih dibuatin kisah Xavier ya
Ayuwidia: Bukan, Kak. Kak Erida yg dulu katanya nungguin, tapi belum aku colek. Kak Partini, pembacanya Nyai
total 3 replies
Najwa Aini
Kalau di kisah Rama ada Bi Ijah. Di sini ada Bi jayanti.
The Power of bibi bibi🌹🌹
Ayuwidia: Sungkem buat mereka 😍
total 1 replies
Najwa Aini
Aku yg baca juga pingin ngakak..
ancaman dlam kalimat konyol..itu kayak menggertak mau pukul orang tapi pakai ranting pohon tauge..🤣
Ayuwidia: Ada2 gajah 😆
total 1 replies
Najwa Aini
frontal amat
partini
dasar kamu kafir punya pacar pengertian kamu biadab ,,waktu merangkak minta maaf ke Sukma
semoga di kasih 7 tanjakan 7 turunan dan 7 Pengkol penderita mu mengejar maaf vier
Ayuwidia: Semoga ya, Kak 😁
total 1 replies
Nofi Kahza
gea soalnya hapal dg karakter Sapir yang batu😒
Ayuwidia: bener banget
total 1 replies
Nofi Kahza
kebiasaan tuman! emosi didahuluin dr pada otak😒
Ayuwidia: Namanya juga Sapir 😃😆
total 1 replies
Nofi Kahza
biasanya ada yng mau terkena musibah, atau ada yang meninggal...tapi tetep takdir itu kembali dg Yang di atas🥹
Nofi Kahza
biasalah.. bawa'an orang ngidam mang gitu. Senggol bacok🤣
Ayuwidia: Gampang Esmoni 😆
total 1 replies
Nofi Kahza
tapi janinmu nggak hina Sukma🥹
Nofi Kahza
baguuusss😏
Nofi Kahza
masih ingusan aja, sok2an mau jadi pembunuh😒
partini
wasiat Gea suruh nikahi Sukma bearti dia tau apa yg di lakukan vier ke Sukma ,,bikin jungkir balik dulu dunia vier Thor baru Sukma lovely doply ❤️ sama sukma
Ayuwidia: Iyes, Kak. Biar dia terpacu berjuang buat ngeluluhin hati Sukma ❤️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!