NovelToon NovelToon
Sistem Kenaikan Surgawi; Jalan Kultivasi Melintasi Multiverse

Sistem Kenaikan Surgawi; Jalan Kultivasi Melintasi Multiverse

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi Timur / Kultivasi
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nameless Monarch

ig: @namemonarch

Di sebuah multiverse di mana para penguasa mengandalkan insting dan amarah, Ye Chen mendominasi dengan kalkulasi dingin. Ia adalah sosok yang memanipulasi keadaan dari balik layar, memandang konflik dunia layaknya bidak catur di papan raksasa.

​"Kultivasi hanyalah proses penyempurnaan sirkulasi energi. Dan takdir? Itu hanyalah sekumpulan data yang belum dikendalikan oleh tangan yang tepat."

​Inilah awal dari perjalanan lintas jagat raya. Sebuah jalan di mana hukum langit akan tunduk di bawah kendali seorang analis sistem yang memulai langkahnya dari titik terendah untuk mencapai puncak tertinggi multiverse.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nameless Monarch, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 4 — Ekosistem Hutan

Langit di atas Desa Kayu Hitam perlahan memudar menjadi jingga kemerahan. Ye Chen melangkah kembali ke dalam batas desa dengan ritme berjalan yang sangat tenang dan konstan.

Ia langsung menuju ke gudang kayu yang menjadi tempat tinggal sementaranya. Ye Chen duduk bersila di atas tumpukan jerami, mengatur kembali ritme Seni Pernapasan Bintang Hampa di dalam tubuhnya.

Kini, ia memiliki saldo 15 Poin Kenaikan yang tersimpan di dalam antarmuka sistemnya. Sebagai seorang analis, ia tidak akan membiarkan aset tersebut menganggur tanpa mengetahui potensinya secara pasti.

"Sistem, buka Modul Toko Sistem yang sempat kau jelaskan kemarin," perintah Ye Chen di dalam kesadarannya.

"Tampilkan daftar barang yang rasional untuk aku beli dengan saldoku saat ini."

[Perintah diterima. Memuat antarmuka Modul Toko Sistem...]

[Memfilter basis data berdasarkan saldo pengguna: 15 Poin Kenaikan.]

[Menampilkan daftar rekomendasi dasar untuk Alam Penempaan Tubuh:]

Sebuah daftar muncul dalam bentuk proyeksi holografik biru di depan mata Ye Chen. Ia menyadari sebagian besar barang tingkat tinggi masih terkunci dan berwarna abu-abu gelap.

[1. Salep Tulang Besi (Obat Luar Fana)

Harga: 10 Poin Kenaikan.

Fungsi: Mempercepat pemulihan memar, robekan otot, dan retak tulang fana dalam hitungan jam.]

[2. Pil Penambah Darah (Pil Tingkat 1 Rendah)

Harga: 15 Poin Kenaikan.

Fungsi: Memulihkan vitalitas dasar dan merangsang produksi sel darah baru secara instan.]

[3. Batu Spiritual Kualitas Rendah (Pecahan)

Harga: 5 Poin/buah.

Fungsi: Mata uang umum dunia kultivasi dan sumber energi Qi minor.]

Ye Chen menelaah daftar itu dengan matanya yang setajam elang. Ia memproses nilai fungsional dari setiap barang berdasarkan kondisinya saat ini di lingkungan pedesaan yang damai.

"Tutup Modul Toko Sistem. Aku akan menyimpan poin ini untuk sementara," putusnya secara logis. "Membeli barang sekarang tanpa tujuan taktis yang mendesak adalah sebuah pemborosan sumber daya."

Keesokan paginya, embun masih menetes dari dedaunan saat Ye Chen melangkah keluar dari gudang. Ia menghirup udara segar yang sama sekali tidak tercemar oleh polusi seperti di Bintang Biru.

Ia berjalan menghampiri Paman Zhao yang sedang sibuk mengasah parang di teras rumahnya. Pria tua itu menoleh dan memberikan anggukan kecil sebagai tanda sapaan pagi.

"Paman Zhao, jika Paman dan warga desa mengizinkan, aku berniat menetap di desa ini lebih lama," ucap Ye Chen membuka percakapan dengan nada yang tenang dan sopan. "Mungkin sekitar satu atau dua bulan ke depan."

Paman Zhao menghentikan asahannya dan menatap pemuda itu dengan sebelah alis terangkat. "Desa ini sangat miskin, Nak Chen. Tidak ada emas, kejayaan, atau guru bela diri yang bisa kau temui di sini."

"Aku tidak mencari kejayaan untuk saat ini, Paman. Aku butuh tempat yang tenang untuk memulihkan diri dan menata langkah," jawab Ye Chen memberikan alasan yang logis dan dapat diterima.

"Sebagai ganti tempat tinggal, aku akan mengambil alih pekerjaan fisik berat di desa ini," lanjut Ye Chen menawarkan kesepakatan. "Aku juga akan berburu di pinggiran hutan dan membagi dagingnya untuk warga."

Mendengar penawaran barter yang sangat menguntungkan itu, Paman Zhao tersenyum tipis. "Jika itu maumu, warga desa pasti akan sangat senang. Tenagamu sangat dibutuhkan di sini menjelang musim dingin."

Mulai hari itu, Ye Chen secara resmi membangun rutinitas baru yang terstruktur layaknya sebuah algoritma. Dari pagi hingga siang hari, ia menggunakan waktunya untuk berinteraksi dan membantu para warga desa secara langsung.

Ia sengaja menekan kekuatannya yang mencapai 1.000 jin agar tidak terlihat terlalu mencolok. Ia memanggul kayu, mengangkut air dari sumur utama desa, dan membantu memperbaiki pagar-pagar rumah yang mulai lapuk.

Siang itu, ia sedang membantu Nenek Li membetulkan tiang penyangga atap rumahnya yang miring. Dengan sedikit dorongan presisi dari bahunya, tiang kayu besar itu kembali tegak sempurna tanpa butuh banyak pekerja.

"Astaga, tenagamu benar-benar luar biasa, Nak Chen," puji Nenek Li sambil menyodorkan semangkuk air minum dingin. "Kalau tidak ada kau, mungkin butuh empat pria dewasa untuk meluruskan tiang ini."

Ye Chen menerima mangkuk itu dan meminumnya perlahan. "Ini bukan masalah tenaga murni, Nenek. Hanya perlu mencari titik tumpu yang tepat agar bebannya terbagi rata," jawabnya merendah.

"Kau pemuda yang baik dan pintar. Anak-anak di desa ini bahkan mulai mengagumimu," kekeh Nenek Li hangat. "Mereka bilang kau seperti jenderal perang yang sedang menyamar."

Ye Chen hanya membalasnya dengan senyum tipis yang sopan. Interaksi sosial harian ini sangat penting baginya. Ini membangun simbol "kepercayaan" dan menutupi identitasnya sebagai kultivator baru.

Setelah tugas-tugas sosialnya selesai di sore hari, fase kedua dari rutinitas Ye Chen pun dimulai. Ia akan berjalan menyusuri pinggiran Hutan Kabut Purba, tempat ia menguji efisiensi sistem dan insting bertarungnya.

Ia tidak pernah masuk terlalu dalam, sangat menyadari batas logis dari kekuatannya saat ini. Di hari kelima menetap, Ye Chen bersembunyi di balik batang pohon besar yang tumbang, mengamati target barunya.

"Sistem, tinjau objek di arah jam sebelas," bisik Ye Chen di dalam kepalanya, menjaga napasnya agar tidak terdengar.

[Meninjau target...]

[Objek: Kelinci Bertanduk Besi (Binatang Buas Tingkat 1 Tahap Awal).]

[Estimasi Kekuatan: 300 jin. Keunggulan utama: Kecepatan dan tanduk yang mampu menembus batu.]

[Estimasi nilai konversi: 3 Poin Kenaikan.]

Meskipun lawannya tergolong lemah, Ye Chen tidak pernah meremehkan variabel apa pun dalam pertarungan. "Aktifkan Optimalisasi Jalur. Cari rute sergap terbaik sebelum ia menyadari kehadiranku."

[Mengkalkulasi rute... Rute optimal ditemukan. Sudut sergap: 60 derajat dari sisi kiri target.]

Mengikuti panduan garis merah holografik, Ye Chen melesat dari balik batang pohon dengan kecepatan penuh. Gerakannya sangat hening berkat pengaturan ritme Seni Pernapasan Bintang Hampa.

Kelinci raksasa seukuran anjing itu baru saja menoleh, namun tangan Ye Chen sudah lebih cepat bergerak. Sebuah lemparan batu tajam yang dihitung secara presisi menghantam tepat di pelipis binatang itu.

*Brak!*

Kelinci Bertanduk Besi itu terpelanting dan mati seketika akibat benturan berkekuatan ratusan jin di titik vitalnya. Ye Chen berjalan mendekat dan segera mencabut tanduk besi di dahi kelinci tersebut.

"Sistem, konversikan tanduk dan inti energi kecil binatang ini menjadi poin. Sisakan dagingnya utuh," perintah Ye Chen.

[Memproses konversi sumber daya material...]

[Tanduk dan sisa energi diterima. Memperoleh 3 Poin Kenaikan.]

[Saldo saat ini: 18 Poin Kenaikan.]

Ye Chen mengangguk puas. Ia mengangkat sisa tubuh kelinci yang berdaging tebal itu ke pundaknya dan berjalan kembali ke desa. Matahari mulai terbenam, menyisakan siluet dirinya yang memanjang di atas jalan setapak.

Sesampainya di desa, ia menyerahkan daging buruan itu kepada Paman Zhao untuk dibagikan kepada warga. Senyum sumringah dan ucapan terima kasih kembali mengalir dari penduduk yang jarang memakan daging segar.

Malam harinya, di dalam kesunyian gudang, Ye Chen kembali bersila untuk berkultivasi. Proses adaptasinya berjalan sangat lancar, dan ia siap menggunakan desa ini sebagai zona aman untuk terus tumbuh perlahan.

1
Adrian Ahmad
monoton kurang menarik
ada usul tidak jelas
Harman Loke
lanjuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuutt teruuuuuuuuuuuuuuuuuuuuusssssss author
Naevys
Wow, penulisan, dan pemilihan kata kata nya...
Nameless Monarch: Masih pemula bang, sama sekali gak ada wow nya:)
total 1 replies
Manusia Ikan 🫪
punya penulisan yang bagus, dan cerita yang mudah di ikuti. enak untuk di baca /CoolGuy/
Manusia Ikan 🫪: 😋hump
total 2 replies
Manusia Ikan 🫪
hmmmm masih tidak terbiasa dengan fantasi timur😅
Manusia Ikan 🫪
bagus nih, ruang simulasi mental
Manusia Ikan 🫪
sebagai mahasiswa arsitektur, aku pengen punya skill yang berhubungan dengan membangun ini😹
Manusia Ikan 🫪
hemmmm
Manusia Ikan 🫪
wah jarang jarang tuh ada sistem toko
Manusia Ikan 🫪
kenapa cerita fantasi timur, sangat mudah untuk mendapatkan kekuatan😅
Manusia Ikan 🫪: kwkawkoa masuk akal😹
total 2 replies
Manusia Ikan 🫪
bukan bumi kan!
Manusia Ikan 🫪
apakah ini urutan kekuatannya?
Manusia Ikan 🫪
😅mmmmm bro langsung tahu cara makenya?
Manusia Ikan 🫪: wkaowkaokwoa tapi lebih bagus kayak gini, dari pada gk tahu apa apa😹
total 2 replies
Manusia Ikan 🫪
yeeeeeey aku yang like pertama😹
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!