NovelToon NovelToon
Diabaikan Keluarga Disayang Mafia

Diabaikan Keluarga Disayang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Penyesalan Keluarga / Mafia
Popularitas:11.4k
Nilai: 5
Nama Author: noerazzura

Sheza diculik ketika usianya 7 tahun, dan bibinya meninggal diduga karena telah menyelamatkannya saat itu. Karena dianggap berhutang nyawa, dia benar-benar harus merelakan tempat dan posisinya digantikan sang sepupu Karen. Kedua orang tuanya mengabaikannya, memprioritaskan Karen.
Bahkan tunangannya Alex, juga melakukan hal yang sama. Hingga malam itu, satu minggu sebelum bertunangan, Sheza melihat Alex dan Karen berciuman di villa mereka, villa yang katanya dibeli Alex untuk Sheza.
Sejak saat itu, Sheza sudah tak berharap lagi pada keluarga dan tunangannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4. Ternyata Alex pun Berkhianat

"Tuan, dokter sedang menuju kemari. Katanya, bisa dibawa ke bawah shower dengan pengawasan supaya suhu tubuhnya tidak meningkat!"

Anak buah pria itu memberitahu apa yang harus dilakukan. Pria itu segera membawa Sheza yang sudah dia bawa ke villanya masuk ke dalam kamar mandi.

Sheza terus gelisah, tubuhnya sungguh tidak nyaman, seperti ada gelombang yang menjalar dari dada hingga ke ujung-ujung jarinya. Jantungnya berdetak lebih cepat. Ada rasa gelisah yang aneh, bercampur dengan sensasi asing yang membuatnya sulit berpikir jernih. Kulitnya terasa sensitif, bahkan gesekan kecil pun terasa berlebihan. Ia mencoba menenangkan diri, tapi justru semakin sulit, pikirannya kacau, fokusnya buyar. Sheza merasa dirinya tidak baik-baik saja.

Pria itu menuntun Sheza berdiri di bawah shower dan menyalakan shower itu.

"Agkkk!" Sheza tersentak kaget.

"Tenanglah, aku disini. Pegang aku!" kata pria itu menuntun Sheza memegang kedua lengannya.

Sheza membuka matanya perlahan, tapi penglihatannya bahkan mulai kabur dan tidak jelas.

"Sebenarnya ada cara yang lebih mudah..."

"Tolong jangan, aku akan bertunangan dan menikah. Aku tidak ingin calon suamiku..." Sheza menjeda ucapannya. Tangannya mulai gemetaran.

"Kamu tidak apa-apa...?"

"Panas, sangat tidak nyaman... empttt!"

Pria itu mencium bibir Sheza. Melumatnya perlahan, mencoba untuk membuat Sheza merasa lebih baik.

"Lebih baik?" tanya Pria itu.

"Kamu.... empttt!"

Pria itu kembali mencium bibir Sheza di bawah guyuran shower. Tangannya memeluk erat Sheza. Memberikan perasaan lebih baik, memberikan perasaan aman pada wanita yang tengah sangat gelisah itu.

"Tuan, dokternya datang!"

Pria itu melepaskan ciumannya, kelihatannya dia kecewa. Tapi dengan segera pria itu mengangkat tubuh Sheza dan membawanya ke kamar.

"Pakaiannya basah, ganti dengan yang kering!" kata dokter yang baru datang.

"Kalian keluar sebentar!" kata pria itu.

Pintu kamar tertutup, pria itu segera melepaskan satu persatu pakaian Sheza. Dan menggantinya dengan piyama miliknya. Jakunnya naik turun, dia pria normal. Sulit baginya membendung hasratnya. Tapi, dia juga bukan pria pengecut yang memanfaatkan seorang wanita ketika wanita itu dalam keadaan tidak sadar.

"Masuklah, Devan!"

Pria yang di panggil Devan itu segera masuk. Dan memeriksa kondisi Sheza.

"Siapa dia?" tanya Devan pada pria itu.

"Sudah lakukan saja pekerjaanmu!"

Dokter Devan segera memeriksa dan menyuntikan penawar obat perangsangg itu.

"Sudah, untung obat itu tidak terlalu bagus. Jadi ada penawarnya. Besok pagi dia akan sadar. Jadi tuan Jendra Alvaro Kenz. Sebenarnya siapa wanita cantik ini?" tanya dokter devan.

"Vins, bawa dokter bawel ini pergi!"

"Hei..."

Vins, asisten pribadi Jendra masuk ke dalam kamar itu, dan mempersilahkan dokter Devan keluar.

"Silahkan dokter!"

"Ck, dasar kejam. Aku jauh-jauh dari rumah sakit langsung kesini..."

"Sumpal mulutnya kalau kalau dia masih cerewet!" celetuk Jendra.

Pintu kembali tertutup, tangan Jendra perlahan menyentuh helaian rambut Sheza yang menutupi wajah gadis cantik itu.

"Tapi, Jendra Alvaro Kenz selalu mendapatkan apa yang dia inginkan, Sheza. Termasuk kamu!" gumam pria itu perlahan.

**

"Aku tidak bisa menemukan ponselku!"

Alex sudah panik. Sudah terlambat satu jam dari dimulainya acara yang seharusnya. Tapi Alex tidak bisa menemukan ponselnya ingin menghubungi Sheza.

"Tuan Pras, bagaimana ini. Apa Sheza sungguh tidak menghargai kami...!" David, ayah Alex mulai kehabisan kesabaran.

"Ayah, tadi Sheza bilang sudah dekat. Aku akan coba susul dia! ponselku, aku lupa meletakkannya dimana" kata Alex panik.

"Alex, paman, bibi. Aku sudah coba telepon. Tapi nomornya Sheza tidak aktif!" kata Karen.

"Aku juga sudah menghubunginya, mengirim pesan pada Sheza. Tapi tidak di balas!" kata Nella.

Pras terlihat marah, tangan pria tua itu terkepal. Tapi dia juga tidak mungkin menunjukkan itu di depan keluarga Alex.

"Aku sungguh minta maaf. Aku pasti akan menegur keras Sheza!" katanya.

"Masalah pertunangan, sebaiknya dibicarakan lain kali saja..." David tampak benar-benar kecewa.

"Ayah!" sela Alex, "jangan seperti itu, aku dan Sheza sudah sepakat. Mungkin mobilnya bermasalah. Aku akan coba cari. Makan malam ini, akhiri saja. Tapi pertunangan akan tetap berjalan seperti rencana!" kata Alex bersikeras.

Karen tampak tak senang mendengar itu.

"Baiklah, terserah padamu. Kamu yang akan menjalani pernikahanmu!" kata David.

David dan istrinya pergi. Sementara Alex segera mencari keberadaan Sheza. Tapi baru mau keluar dari villa itu, Karen malah menarik tangan Alex.

"Alex, aku ikut ya. Aku sangat mengkhawatirkan Sheza!"

Alex pun mengangguk dan mengajak Karen masuk ke dalam mobil.

Mereka menuju ke jalan yang memang menuju ke villa itu dari jalan raya. Karen ikut dengan Alex, karena memang dia ingin membuat Alex mengambil jalan yang berbeda dari yang diberitahukan oleh para preman bayarannya itu.

Ketika Alex akan belok ke kanan, Karen mengarahkan Alex untuk belok ke kiri.

"Ke kiri saja, itu jalan dari kantornya Sheza. Pasti dia lewat sana. Di kanan itu sepi, aku rasa Sheza tidak akan ambil resiko!"

Dan Alex mengangguk setuju. Karena ucapan Karen itu cukup masuk akal.

Alex belok ke kiri, dan tidak ada sama sekali jejak Sheza disana.

"Kalau memang sudah hampir sampai, seharusnya tidak selama ini kan? atau mungkin sebenarnya Sheza memang tidak pernah datang kemari!" Karen mencoba mempengaruhi Alex.

"Apa maksudmu?"

"Sebenarnya beberapa waktu yang lalu. Sheza melihat ponselku. Aku minta maaf Alex, karena aku masih menyimpan foto kita saat makan malam berdua itu. Sheza mungkin marah!"

"Kenapa kamu tidak hati-hati?" Alex terlihat kesal.

Karen segera merangkul lengan Alex. Dan bersikap sangat manja.

"Maafkan aku Alex, aku juga tidak sengaja. Kamu jangan marah, aku sudah tidak punya siapa-siapa. Aku hanya ingin bersama kamu, sebelum kamu menikah. Kamu kan tahu, aku sangat menyukai kamu. Hanya saja, aku sadar diri, aku hanya anak yatim piatu yang di besarkan oleh paman dan bibi. Aku akan bahagia melihat kamu dan Sheza bahagia!"

Terdengar sangat menyedihkan bukan? dan mendengar ucapan Karen itu. Alex juga jadi kasihan.

"Jangan bicara begitu! paman dan bibi juga memperlakukan kamu dengan baik kan? aku juga sudah janji. Aku akan memperlakukan kamu dengan baik, sebelum aku menikah. Jangan sedih!"

Karen menyandarkan kepalanya dengan manja di lengan Alex.

"Kamu memang sangat baik. Aku janji tidak akan ceroboh lagi. Aku tidak akan pernah biarkan Sheza tahu hubungan kita!"

'Alex, jangan harap aku akan biarkan itu terjadi. Justru, aku ingin Sheza cepat mengetahui hubungan kita. Karena aku tidak suka melihatnya memiliki sesuatu yang tidak aku miliki!'

***

Bersambung...

1
Dew666
💎💎💎💎
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
Karen mendrama lagi😡
Noer: sabar kak, sabar
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
kan kan dasar tak tau diri 😡
Noer: ho'oh ya
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
cari muka dong namanya 🤭
Noer: mungkin mukanya mau expired
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
dari pihak Jendra siapa namanya ya 🤔
Noer: Suketi kak
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
muncul sekutunya Karen 🤭
Noer: ho'oh
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
mantap hadiahnya, dirapel bukan sih namanya 🤭🤔
Noer: aseeekk
total 1 replies
vj'z tri
barang apa k Noer /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Noer: ho'oh barang
total 1 replies
Ariany Sudjana
Nella, kamu bodohnya kebangetan, masih percaya sama akting pelacur murahan kesayangan kamu itu? bodoh kamu
Noer: terlalu memang itu ibu²
total 1 replies
Ariany Sudjana
dasar kakek tua bodoh, minuman itu sudah dicampur racun sama cucu kesayangan kamu, supaya kamu cepat mati 🤣🤣😂😂
Noer: wkwk 🤣🤣🤣
total 1 replies
Ariany Sudjana
hahahaha kalian orang tua yang bodoh Pras dan Nella, kalian sudah menyakiti hati putri kandung kalian sendiri, dan lebih memilih percaya dengan omongan pelacur murahan Karen 🤣🤣😂😂
Noer: menyedihkan ya orang tua begono
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
semoga bahagia selalu Sheza 🤲
Noer: ❤️❤️❤️❤️❤️❤️
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
terima kasih kembali 🤣
Noer: wkwk 🤣🤣🤣
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
ulang tahun hadiahnya rumah, apa gak pengen ulang tahun tiap jam itu biar banyak rumahnya 🤭
Noer: eaaaa mau juga
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
hitam dan merah, belum pernah lihat kayaknya 🤭
Noer: kek gitulah kak, list list merah gitu
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
enak aja minta maaf 🤭
Noer: ho'oh
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
rasakan 🤭
Noer: kapok ya
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
Istighfar Karen 🤔
Noer: nah itu dia kak, dia gak bisa
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
iya nyonya, sama kamu disia-siakan sama Jendra diratukan🤭
Noer: ho'oh
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
sudahlah Nella jangan dikejar, jangan bikin masalah sama Vins , dia kan orang nya Jendra 🤭
Noer: nanti di dor
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!