NovelToon NovelToon
Kebangkitan Meridian Naga

Kebangkitan Meridian Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: Ichsan Ramadhan

Di tengah kemegahan Klan Naga Api, Ren hanyalah aib dan sampah masyarakat. Dilahirkan dengan meridian yang tertutup rapat, ia dianggap tidak memiliki bakat sama sekali. Hinaan, pukulan, dan pengkhianatan menjadi makanan sehari-harinya, hingga akhirnya ia diusir dengan kejam dari klannya sendiri, dibiarkan mati di alam liar.

Namun, takdir memiliki rencana lain. Di ambang kematian, darah nenek moyang yang terpendam di dalam tubuhnya akhirnya berdenyut. Meridian yang dianggap cacat itu ternyata adalah Ruang Suci Naga, tempat bersemayamnya kekuatan purba yang telah tertidur ribuan tahun!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichsan Ramadhan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15: Mata yang Terpesona Saat Dia Melihatmu Berjuang

Suasana di alun-alun seketika membeku.

Tantangan yang dilontarkan Long Ao bukan sekadar ucapan kosong. Sebagai murid unggulan dari Sekte Awan Biru, ia memiliki reputasi yang sangat ditakuti di wilayah perbatasan ini. Aura yang dipancarkannya begitu padat dan tajam, membuat udara di sekitarnya terasa berat dan sulit bernapas.

Para penonton yang tadi bersorak riang kini mundur perlahan, wajah mereka pucat ketakutan.

"Ya Ampun... itu Long Ao lho! Katanya dia baru saja mencapai puncak level Perbaikan Qi! Dia bahkan pernah membunuh binatang buas level Raja sendirian!"

"Bocah itu pasti celaka. Dia terlalu nekat menyinggung orang besar..."

"Kasihan, masih muda sudah mau mati muda."

Bisik-bisik ketakutan terdengar dari segala arah. Namun di tengah tekanan yang begitu mencekam itu, Ren tetap berdiri tegak di atas panggung batu. Wajahnya tenang, tidak ada sedikit pun rasa takut yang terlihat.

Di sudut panggung, Xue Ying memandang sosok itu dengan jantung berdebar. Tapi bukan debar karena takut. Melainkan debar karena kagum dan bangga.

Ia melihat bagaimana Ren menatap lawan. Tatapan itu bukan tatapan pembunuh yang haus darah, tapi tatapan seorang pendekar yang yakin akan jalan sendiri.

'Kau benar-benar berubah, Ren. Dulu kau gemetar hanya karena melihat murid senior, sekarang kau berdiri tegak menghadapi raksasa...' batin Xue Ying terharu.

"Kenapa diam? Takut?" ejek Long Ao sambil memutar pergelangan tangannya, siap menyerang kapan saja. "Mundur sekarang, minta maaf, dan serahkan gadis itu padaku. Mungkin aku bisa membiarkanmu pergi dengan tangan utuh."

Long Ao melirik ke arah Xue Ying dengan mata yang penuh selera dan keserakahan. "Gadis itu terlalu cantik untuk jalan-jalan dengan pengemis sepertimu. Dia pantas berdiri di samping pria sejati sepertiku."

SYARAT!!!

Seperti disambar petir, mata Ren menyala merah menyala!

Kalau Long Ao menghinanya, mungkin ia bisa memaafkan. Tapi berani-beraninya pria itu menginginkan Xue Ying dan merendahkan hubungan mereka? Api kemarahan di dada Ren meledak seketika!

"Kau... salah bicara," suara Ren rendah dan berat, bergetar menahan amarah. "Jangan pernah... sekalipun... menodai pandanganmu ke arahnya. Dan jangan pernah menganggap dirimu lebih pantas dariku."

Ren menghentakkan kakinya ke tanah.

BOOM!

Aura emas merah meledak keluar dari tubuhnya! Tidak kalah dahsyat dari aura Long Ao! Bahkan densitas energinya terasa lebih panas dan lebih berat!

"Wah?! Dia juga puncak level Perbaikan Qi?!" seru penonton kaget.

"Bukan! Lihat energinya! Warnanya aneh! Seperti api yang menyala!"

Long Ao sendiri pun terbelalak kaget, lalu tersenyum miring penuh gairah bertarung.

"Bagus! Bagus sekali! Ternyata ada mutiara tersembunyi. Semakin kuat lawanku, semakin puas aku menghancurkannya!"

"SIAPKAN DIRIMU!! TEKNIK AWAN BIRU: TANGAN MENGGENGGAM LANGIT!"

Long Ao bergerak! Tubuhnya menghilang seketika, meninggalkan bayang-bayang di udara. Tangan kanannya memancarkan cahaya biru pekat, mencengkeram ke arah leher Ren dengan kecepatan kilat!

Serangan itu begitu cepat hingga mata biasa sulit menangkap gerakannya!

"REN AWAS!!" teriak beberapa orang reflex.

Namun Ren tidak berkedip. Dengan teknik penglihatan yang diajarkan Leluhur Naga, ia bisa melihat aliran energi dan pergerakan otot lawan dengan jelas.

Terlalu lambat. batin Ren.

Saat tangan Long Ao hampir menyentuhnya, Ren sedikit memiringkan kepala, menghindari cengkaman itu dengan selisih sehelai rambut saja!

TRANG!

Tangan Long Ao menghantam udara, namun ia tidak kaget. Ia memutar pergelangan tangan, mengubah serangan menjadi pukulan telapak ke arah dada Ren!

"MATILAH!"

Namun Ren lebih cepat! Ia tidak mundur, ia justru melangkah masuk memotong jarak!

"TEKNIK NAGA: PUKULAN GELORA SAMUDRA!"

Tinju Ren meluncur keluar. Tidak ada cahaya yang mencolok, tidak ada teriakan keras. Hanya gerakan yang sangat sederhana, namun penuh dengan kekuatan yang terkumpul dari seluruh tubuhnya.

DORRR!!!

Dua kekuatan bertabrakan!

Ledakan dahsyat terjadi! Gelombang angin menerbangkan debu dan kerikil ke segala arah, membuat penonton harus menutup wajah mereka.

Ketika debu mereda...

Semua orang ternganga melihat pemandangan di hadapan mereka.

Long Ao terhuyung mundur selangkah demi selangkah! Wajahnya memerah padam menahan kekuatan yang luar biasa besar! Tangannya gemetar hebat, seolah baru saja memukul sebuah gunung batu yang tak tergoyahkan!

Sedangkan Ren? Ia tetap berdiri kokoh di tempat semula, tidak bergeser sedikit pun! Kakinya menancap kuat seperti akar pohon tua!

"Ti... tidak mungkin..." Long Ao tergagap, menatap tangannya sendiri yang kesemutan. "Bagaimana bisa kekuatanmu seberat ini?!"

Ren tidak menjawab. Ia melangkah maju perlahan. Setiap langkahnya membuat tanah bergetar pelan.

"Permainan sudah selesai, Long Ao," ucap Ren dingin. "Kau sombong, kau arogan, dan kau tidak pantas menyebut dirimu pendekar karena menghina orang lain."

Ren mengangkat tangannya lagi, kali ini telapak tangannya bersinar terang benderang. Pola tato naga samar-samar terlihat di bawah kulitnya.

"Dan karena kau berani menatap kekasihku dengan mata kotormu... terimalah hukumannya!"

"HAAAAHHH!!"

Ren melompat tinggi ke udara, mengumpulkan seluruh energinya di tangan kanannya. Bayangan kepala naga raksasa seolah muncul di belakangnya, mengaum keras tanpa suara!

"TEKNIK PUNCAK: HANTAMAN NAGA TURUN!!"

Pukulan itu meluncur turun!

Long Ao menjerit ketakutan, ia mengangkat kedua tangannya untuk bertahan, membentuk perisai energi biru.

BLLAAAAARRRR!!!

Hantaman itu mendarat!

Perisai energi Long Ao hancur lebur dalam sekejap! Tubuh pria itu terpental keras menghantam dinding bangunan hingga temboknya retak parah! Asap mengepul dari tempat jatuhnya.

Long Ao tergeletak tak berdaya, pakaiannya compang-camping, mulutnya mengucurkan darah, dan matanya terbalik menatap kosong. Kalah telak!

Hening...

Seluruh alun-alun mati rasa selama beberapa detik.

Lalu...

"WOHOOOOOOO!!!! KEREN BANGET!!!"

"SIAPAKAH DIA?! DEWA TURUNAN APA?!"

"MENGALAHKAN LONG AO HANYA DENGAN TIGA SERANGAN! GILA!"

Sorak-sorai meledak begitu keras hingga seolah mengguncang atap langit. Nama Ren mulai diteriakkan oleh orang-orang yang baru saja menyaksikan kelahiran seorang legenda kecil.

 

Di atas panggung, Ren menurunkan tangannya perlahan. Napasnya sedikit memburu, namun tatapannya masih gagah dan berwibawa. Ia tidak peduli pada sorakan orang banyak. Matanya langsung mencari satu sosok saja.

Xue Ying.

Gadis itu berdiri di sana, di antara kerumunan yang bersorak. Mata indahnya memancarkan cahaya kekaguman yang tak terhingga. Pipinya merona merah, dadanya naik turun karena terharu dan deg-degan.

Ia melihat kekasihnya. Pria yang dulu ia temukan lemah dan ketakutan di hutan, kini berdiri di atas panggung kemenangan, mengalahkan ahli sekte besar dengan mudahnya.

Ren melompat turun dari panggung, berjalan langsung menuju ke arah Xue Ying.

Orang-orang di sekitarnya otomatis membuka jalan lebar-lebar, menunduk hormat dengan takjub dan segan.

Ren berhenti tepat di hadapan gadis itu. Wajah gagahnya yang tadi sedingin es langsung meleleh menjadi senyum manis dan sedikit canggung.

"Gimana... lumayan kan tadi pertunjukkannya?" tanya Ren ragu-ragu, seolah anak kecil yang memuji piala kepada ibunya.

Xue Ying tidak menjawab dengan kata-kata.

Dengan mata yang masih berbinar-binar terpesona, gadis itu langsung melompat kecil, memeluk leher Ren erat-erat, dan mencium pipi pemuda itu dengan keras!

CUP!

"Wahh!!!" penonton bersorak semakin heboh.

Wajah Ren langsung memerah padam, tubuhnya kaku karena kaget dan bahagia.

"Kau... kau hebat sekali, Ren!" bisik Xue Ying tepat di telinganya, suaranya bergetar penuh rasa sayang. "Aku bangga sekali. Rasanya... rasanya aku ingin berteriak mengatakan ke seluruh dunia kalau pria hebat ini adalah milikku!"

Ren tersenyum lebar, membalas pelukan gadis itu dengan hangat.

"Tentu saja. Aku berjuang sekeras itu... supaya di matamu, aku selalu terlihat pantas berdiri di sampingmu, Putriku."

Mata mereka saling bertemu, penuh cinta dan kekaguman. Di bawah sorakan orang banyak, di bawah langit kota Azure, mereka tahu bahwa perjalanan mereka baru saja menjadi semakin epik dan indah.

1
Jade Meamoure
😍😍😍
Jade Meamoure
novel yg bagus...moga kedepannya anda tetap berkarya
Jade Meamoure
kisah percintaan d balut kultivasi tp aq salut Krn tk ada adegan yg vulgar hanya d novel anda lho Thor 👍👍👍 sukses n sehat selalu
Didit Nur
terlalu sombong dan terlalu pamer kekuatan
Didit Nur
MC nya terlalu sombong dan terlalu pamer kekuatan, biasanya air beriak tanda tak dalam. harusnya seperti laut yg tenang Namum memiliki ombak yg ganas
Cahya Laela Tsaniya
kata keren kayaknya kurang pas 🙏🏾🙏🏾🙏🏾mungkin kata luar biasa sedikit cocok.
.🙏🏾🙏🏾🙏🏾 maafkan saya sedikit sok tau🤭
Cahya Laela Tsaniya
terdengar aneh kata Mbak 🙏🏾🙏🏾,mungkin kata Mbak diganti Nona ,biar enak didengar🤭
Cahya Laela Tsaniya
semangat Thor 💪💪💪
Cahya Laela Tsaniya
Kayaknya ada yg terlewat / tidak terbaca ya🤔🤔🤔🤔??? Tingkatan kultivasi apa saja Thor??
Cahya Laela Tsaniya
semangat Thor 💪💪💪!!!!
T28J
semangat thor✍️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!