NovelToon NovelToon
Hate Is Love

Hate Is Love

Status: tamat
Genre:Romansa / Tamat
Popularitas:6.3M
Nilai: 5
Nama Author: Ichageul

Kolaborasi kisah generasi Hikmat dan Ramadhan.

Arsy, cucu dari Abimanyu Hikmat memilih dokter sebagai profesinya. Anak Kenzie itu kini tengah menjalani masa coasnya di sebuah rumah sakit milik keluarga Ramadhan.

Pertemuan tidak sengaja antara Arsy dan Irzal, anak bungsu dari Elang Ramadhan memicu pertengkaran dan menumbuhkan bibit-bibit kebencian.

"Aduh.. maaf-maaf," ujar Arsy seraya mengambilkan barang milik Irzal yang tidak sengaja ditabraknya.

"Punya mata ngga?!," bentak Irzal.

"Dasar tukang ngomel!"

"Apa kamu bilang?"

"Tukang ngomel! Budeg ya!! Itu kuping atau cantelan wajan?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Preman Kesiangan

Siapa tuh cewek? Cantik juga.. Tipe jinak-jinak merpati nih..

Zar menolehkan kepala ketika seseorang menepuk pundaknya. Terlihat Abbas, salah satu teman kuliahnya sudah berdiri di sampingnya. Mata Abbas mengikuti mata Zar yang masih melihat pada gadis yang ditabraknya tadi.

“Lo kenal cewek yang itu?” Zar menunjuk pada gadis tadi.

“Oh.. itu Renata, mahasiswi akhir jurusan manajemen bisnis. Adek tingkat lo.”

“Masa? Kok gue baru lihat.”

“Kenapa? Lo naksir? Jangan ngarep, lagian dia juga bukan cewek baik-baik.”

“Maksud lo?”

“Dia itu sugar baby.”

“Serius?” Zar sampai menolehkan lagi kepalanya pada Abbas.

“Hem… dia sering dijemput mobil mewah. Bispak juga, asal punya duit, bisa pake dia. Lo mau nyobain?”

“Buset bisa digorok sama bokap terus dicincang kakek gue. Dah ah, gue masuk dulu.”

Zar segera meninggalkan temannya itu. Abbas satu angkatan dengannya saat kuliah S1. Kali ini mereka pun kembali berada di kelas yang sama. Abbas juga melanjutkan kuliahnya, mengambil jurusan yang sama dengan Zar. Selain mereka berdua, masih ada Richie. Namun hubungan Richie dengan Zar tidak terlalu akrab. Richie tidak menyukai Zar yang dinilainya terlalu tebar pesona.

Selesai mengambil tugas kuliah, Zar bermaksud untuk langsung meninggalkan kampus. Dia harus kembali lagi ke rumah sakit. Namun sebelumnya, pemuda itu memilih menuju kantin untuk mengisi perutnya yang kosong. Setelah memesan menu favoritnya, pria itu langsung menempati meja yang kosong.

Dari arah pintu masuk kantin, terdengar suara yang begitu familiar di telinganya. Suara Fanny yang khas dengan cemprengnya membuat Zar langsung tahu siapa yang berbicara tanpa harus menengok. Fanny yang baru saja masuk, melihat Zar yang duduk sendiri. Dia sengaja mengambil meja yang dekat dengan Zar. Ingin mempermalukan pemuda itu.

“Eh kalian tau ngga, ada cowok yang gayanya selangit, tukang tebar pesona, berasa paling ganteng di kampus, tapi giliran ketemu preman langsung mengkeret sampe mau pipis di celana,” Fanny melirik pada Zar.

“Dasar toge pasar,” gumam Zar kesal.

“Siapa, Fan?”

“Ada deh. Cowok kaga ada macho-machonya, bikin ilfil.”

Zar berdiri kemudian menuju stand yang menjual minuman. Dia berdiam sebentar, nampak berpikir jus apa yang akan dipesannya.

“Kang.. saya pesan jus melon satu, jus buah naga satu. Yang jus buah naga gimana caranya akang harus bisa numpahin ke cewek yang pake baju putih.”

“Wah ngga berani.”

“Yakin? Bayarannya lima ratus ribu masih ngga mau? Di luar bayaran jus, mau ngga?”

“Numpahin doang kan?”

“Iya. Kalo bisa tumpahin ke bagian mukanya,” Zar berusaha menahan tawanya.

“Ok, deh. Deal.”

“Sip.”

Zar masih menunggu di depan penjual jus tersebut, menunggu pesanan jus melonnya selesai. Begitu jadi, dia langsung mengambil jus tersebut lalu kembali ke mejanya. Sementara sang pedagang jus, memanggil seorang anak kecil. Dia adalah anak penjual ayam geprek. Pria itu membisikkan sesuatu di telinga sang anak dan diangguki, tanda mengerti.

Penjual jus membawa gelas berisi jus buah naga lalu berjalan mendekati meja yang ditempati Fanny. Agar tidak curiga, pria itu berjalan di belakang posisi Fanny. Begitu dekat gadis itu, si anak kecil yang sudah direkrut sebagai komplotannya, dengan keras menyenggol tubuh pria tersebut. Kaget dengan pergerakan anak itu, sang penjual jus menumpahkan jus ke atas kepala Fanny, yang langsung membasahi rambut, mengucur ke wajah dan pakaiannya.

“Yaaaaa!!!” teriak Fanny kencang.

“Aduh mba.. maaf.. maaf..”

“Bisa hati-hati ngga sih?” kesal Fanny. Rambut, wajah dan baju bagian atasnya langsung berwarna ungu.

“Sebagai gantinya saya kasih minum gratis mau ya?”

“Au aahh..”

Fanny menyambar tasnya lalu bergegas meninggalkan kantin. Zar tersenyum tipis melihat kepergian Fanny. Pemuda itu berdiri kemudian menghampiri penjual jus. Dia memberikan enam lembar seratus ribuan pada sang penjual.

“Nih bayarannya, kang. Sekalian bayar jusnya. Jangan lupa kasih juga tuh bocil.”

“Siap, makasih.”

“Sama-sama, kang.”

Zar berjalan keluar dari kantin. Kali ini dia akan langsung menuju rumah sakit. Semua sepupunya sudah berkumpul di sana. Bisa dibayangkan ruang tunggu operasi pasti akan ramai seperti pasar malam. Sudah menjadi ciri khas keluarga Hikmat, jika berkumpul tidak pernah bisa mengerem mulutnya.

Setelah masuk ke dalam mobilnya, Zar segera keluar dari area kampus. Saat berbelok, dia melihat Fanny dan kawan-kawan dicegat dua orang preman. Tadinya dia hendak mengabaikan, tapi ketika sudut matanya menangkap Renata, pemuda itu berubah pikiran. Dia langsung menepikan kendaraannya.

Sejenak Zar mengamati situasi di depannya. Fanny dan ketiga temannya begitu ketakutan, berbeda dengan Renata. Dia ternyata berusaha menolong Fanny, dalam hati pemuda itu memuji keberanian gadis itu. Tanpa menunggu lama, Zar segera turun dari kendaraannya. Saat melihat sang preman hendak menyakit Renata, pemuda itu langsung berteriak kencang.

“Oii!!”

Semua langsung menolehkan kepalanya pada Zar. Fanny yang awalnya senang ada orang yang akan menolongnya, langsung mencibir begitu melihat Zar yang datang. Dengan santai Zar mendekati kedua preman itu. Dia menarik tangan Renata, kemudian menyembunyikan gadis itu di belakangnya.

“Kalau emang lo cowok, sini hadapi gue. Jangan beraninya ke cewek.”

“Siapa lo? Ngga usah sok jadi pahlawan kesiangan.”

Zar mendongakkan kepalanya melihat ke arah langit. Posisi matahari masih belum berada di atas kepala.

“Belum siang, bang. Masih menuju siang. Jadinya gue bukan pahlawan kesiangan, hehehe..”

“Banyak bacot lo!”

Salah seorang preman langsung menyerang Zar. Dengan cepat pemuda itu berkelit, seraya menangkap lengan penyerangnya kemudian memutarnya dengan kencang, membuat sang empu mengaduh kesakitan. Kakinya menendang belakang lutut pria itu hingga jatuh di atas lututnya. Sambil melepas pegangannya, Zar menendang punggung preman itu hingga jatuh tersungkur.

Melihat temannya terkapar, preman yang tersisa ikut menyerang. Namun belum sampai sang preman melepaskan pukulan, tendangan Zar lebih dulu mengenai perutnya hingga jatuh terduduk.

“Mendingan kalian pergi mumpung gue masih baik hati.”

Dengan susah payah kedua preman itu bangun seraya memegangi anggota tubuhnya yang terasa sakit. Namun belum sempat mereka beranjak, suara Zar kembali terdengar.

“Eh bentar-bentar. Sini dulu,” Zar melambaikan tangannya pada kedua preman tersebut. Mau tak mau mereka mendekati Zar.

“Minta maaf dulu sama nih cewek,” Zar menunjuk pada Renata.

“Ma.. maaf.”

“Ck.. bukan gitu. Ikutin gue. KAMI, PREMAN KESIANGAN MEMINTA MAAF PADA NONA. TERIMALAH MAAF DARI KAMI. SALAM PREMAN KESIANGAN!”

Zar membungkukkan badannya tanda hormat. Memberi contoh pada preman tersebut. Kedua preman itu saling berpandangan. Melihat tangan Zar yang terkepal, akhirnya mereka menuruti permintaannya.

“Kami!”

“Kurang kenceng!”

“KAMI!”

“Ck.. kurang kompak. Lebih semangat lagi. GO!”

“KAMI, PREMAN KESIANGAN MEMINTA MAAF PADA NONA. TERIMALAH MAAF DARI KAMI. SALAM PREMAN KESIANGAN!”

Kedua preman tersebut membungkukkan tubuhnya pada Renata. Gadis itu hanya melongo saja melihat dua pria bertubuh kekar dengan sukarela menuruti keinginan Zar. Kedua preman kesiangan itu langsung pergi begitu mereka selesai menunaikan titah Zar.

“Zar…” panggil Fanny dengan suara cemprengnya yang dibuat semanja mungkin.

“Elah kuping gue mampet kayanya,” Zar mengorek telinganya seraya beranjak menuju mobilnya. Ketika melintasi Renata, dia berhenti sejenak.

“Nama gue Abidzar. Panggil aja Zar, and.. you’re welcome.”

Zar mengedipkan matanya pada Renata kemudian masuk ke dalam mobilnya. Lagi-lagi Renata dibuat melongo melihat tingkah ajaib pemuda itu.

Ya ampun narsis bin pedenya level seratus kayanya. Baru sekarang nemu cowok modelan gitu.

Renata hanya menggelengkan kepalanya. Setelah mobil Zar melewatinya, gadis itu melanjutkan perjalanannya. Meninggalkan Fanny dan kedua temannya yang masih terlihat histeris dan memuji-muji Zar.

🌸🌸🌸

Ya ampun Zar.. Bisa²nya ngerjain tuh preman. BTW si Renata ngga terkesan tuh🤣🤣🤣

1
Imhe
😍saya baru selesai baca indra ke 6
anak stella dan tamar...eh ternyata tdk kalah seru sama cerita ortu dan nenek2x...
Ucio
Sokoooorrrr
74 Jameela
senyum"sendiri bc part ini...Geyaaa😍
Ucio
Abi gak sadar diri Arsy itu cucumu
jd ad bon cabe mulutnya? 🤭
Ucio
potek Hati Arsy Thor 🤣🤣🤣
Cici Mamatoni
chi cing shia...namanya unik...itu bukannya basa sunda ya? artinya diem lu..😄
Anbu Hasna
3x baca ulang baru sadar Arsy tiap ketemu Irzal selalu dalam keadaan lapar 🤣🤣
Cici Mamatoni
RS Ibnu Sina...namanya sama kyk RS Daerah di kota Gresik🤭
P_nR
keren👍🏻
tini_evel
aku baca lagi novel2mu thor.. anak pertama aslan bukannya cew ya namanya lana, kok disini malah kaisar..
Mama lilik Lilik
bagus ceritanya,ada sedih ketawa nya menghibur banget pokonya terimakasih KK author semangat berkarya dan jangan lupa untuk selalu jaga kesehatan,di tunggu karya yg baru lagi🙏
Rheya Bae
amazing lah klau mereka kolab😃😃😃
Kas Mi
berarty tempat.y kaya d kaligua daerah bumiayu jateng..air terjun.y dingin bgt kya air es..
Kas Mi
aku g brani naik jembatan gantung..aplgi tiap langkah jembatan.y goyang2😇🤭
Kas Mi
thor sekali2 wjh pribumi visual.y🤭
Kas Mi
uyuhan ya thor bisa g muntah..klw aku smpe 7hari ingt trus😄🤭
Kas Mi
thor aku mah tau.y cuma gehu dan oncom..makann yg d tulis author rasa.y asing🙏😄🤭
Kas Mi
tempatku daerah tanggerang banten..nma.y bubur lolos..kluar.y tu kue cm buat 7bulann aj thor
Kas Mi
ucapan adalah doa..tdi.y renata ngaku d lecehkn ama zar..🤭
Kas Mi
boleh pke banget thor..🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!