NovelToon NovelToon
Istri Yang Tak Pernah Dicintai

Istri Yang Tak Pernah Dicintai

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:17.2k
Nilai: 5
Nama Author: gigiwww

Alya terbangun di tubuh Sabrina—seorang wanita hamil yang dibenci suaminya sendiri. Dalam novel yang pernah ia baca, Sabrina akan mati tragis setelah melahirkan.

Kini hidup sebagai Sabrina, Alya berusaha mengubah takdirnya dan menjauh dari Leon, suami dingin yang tak pernah mencintainya. Namun semakin ia mencoba pergi, semakin Leon mulai memperhatikannya.

Di balik kebencian, perlahan tumbuh rasa yang tak seharusnya ada. Tapi apakah cinta bisa lahir dari hubungan yang sejak awal dipenuhi luka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gigiwww, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30 — Takut Kehilangan Lagi

Malam semakin larut di apartemen kecil Alya.

Lampu ruang tengah sudah diredupkan, menyisakan cahaya hangat yang membuat suasana terasa tenang. Di kamar kecil bernuansa pastel, Liora tidur pulas sambil memeluk boneka kelincinya.

Leon baru saja selesai menyelimuti putrinya.

Pria itu berdiri cukup lama di samping tempat tidur kecil tersebut, memperhatikan wajah mungil yang sangat mirip dirinya.

Dan lagi-lagi…

Dadanya terasa penuh.

“Aneh ya,” gumam Leon pelan tanpa sadar.

Alya yang berdiri di dekat pintu menatapnya bingung.

“Apa?”

Leon perlahan mengalihkan pandangan pada Alya.

“Aku baru kenal dia beberapa hari… tapi rasanya kayak udah kenal lama.”

Tatapan Alya langsung melembut sedikit.

Karena ia mengerti.

Hubungan darah memang aneh.

Bahkan Liora yang biasanya sulit dekat dengan orang baru justru langsung nyaman dengan Leon.

“Mungkin karena dia anak kamu,” jawab Alya pelan.

Leon menunduk kecil sambil tersenyum samar.

Anakku.

Sampai sekarang kata itu masih terdengar tidak nyata di telinganya.

---

Mereka keluar kamar pelan agar tidak membangunkan Liora.

Suasana apartemen kembali sunyi.

Alya sedang membereskan mainan di ruang tengah ketika Leon tiba-tiba bicara—

“Alya.”

“Hm?”

“Besok aku harus balik ke Indonesia.”

Gerakan tangan Alya langsung berhenti.

Entah kenapa dadanya terasa kosong sesaat mendengar itu.

“Oh…”

Jawaban pendek.

Namun Leon tetap bisa menangkap perubahan kecil di wajah wanita itu.

“Ada meeting penting yang nggak bisa ditinggal,” lanjutnya pelan.

Alya mengangguk kecil sambil pura-pura fokus menyusun puzzle Liora.

Padahal pikirannya langsung kacau.

Aneh.

Bukannya ini memang yang seharusnya terjadi?

Leon punya hidup di Indonesia.

Dan dirinya punya kehidupan sendiri di Roma.

Namun kenapa sekarang rasanya berat?

“Aku bakal balik lagi minggu depan,” ujar Leon tiba-tiba.

Alya langsung menoleh cepat.

Leon menatapnya tenang.

“Aku nggak mau hubungan sama Liora berhenti sampai sini.”

Tatapan Alya perlahan berubah rumit.

“Leon…”

“Aku serius.”

Suara pria itu rendah namun penuh ketegasan.

“Aku udah kehilangan tiga tahun. Aku nggak mau kehilangan lagi.”

Kalimat itu membuat hati Alya bergetar pelan.

Karena untuk pertama kalinya…

Leon terdengar seperti seseorang yang benar-benar takut ditinggalkan.

“Aku nggak janji apa-apa,” jawab Alya lirih.

“Aku tahu.”

“Tapi aku juga nggak mau Liora kecewa.”

Tatapan Leon melembut.

“Aku nggak akan bikin dia kecewa.”

Entah kenapa Alya ingin mempercayai kalimat itu.

Namun sebagian dirinya masih takut.

Takut berharap lagi.

Takut semuanya hanya sementara.

“Alya.”

“Hm?”

Leon terdiam beberapa detik sebelum akhirnya berkata—

“Dulu waktu kamu pergi… aku marah.”

Alya langsung membeku.

“Tapi lama-lama…” Leon tertawa kecil pahit. “Aku sadar yang paling bikin marah itu ternyata karena aku kehilangan kamu.”

Suasana langsung sunyi.

Jantung Alya berdetak tidak karuan.

Karena Leon tidak pernah bicara seterus terang ini sebelumnya.

“Aku pulang ke rumah dan semuanya kosong,” lanjut Leon lirih. “Nggak ada suara kamu. Nggak ada rumah berantakan karena bunga yang kamu beli.”

Sudut bibir Alya perlahan terangkat kecil mengingat kebiasaannya dulu.

“Kamu bahkan ninggalin mug jelek kesayanganmu.”

“Itu nggak jelek.”

Leon terkekeh kecil.

“Warnanya norak.”

“Itu lucu!”

Untuk sesaat mereka tertawa kecil bersama.

Dan lagi-lagi suasana terasa seperti dulu.

Hangat.

Nyaman.

Berbahaya.

Karena perlahan membuat hati Alya goyah lagi.

Tiba-tiba Leon melangkah mendekat.

Tidak terlalu dekat.

Namun cukup membuat napas Alya sedikit tertahan.

“Aku tahu aku telat,” ucap Leon pelan sambil menatap mata Alya lekat-lekat. “Tapi kalau masih ada kesempatan…”

Kalimatnya menggantung.

Tatapan pria itu terlalu dalam sampai Alya sulit mengalihkan pandangan.

“Aku pengen benerin semuanya.”

Deg.

Jantung Alya terasa kacau.

Karena sebagian kecil hatinya masih menginginkan itu.

Masih menginginkan mereka menjadi keluarga utuh.

Namun luka tiga tahun lalu juga belum benar-benar hilang.

“Aku takut,” bisik Alya jujur.

Tatapan Leon langsung melembut.

“Aku juga.”

Dan untuk pertama kalinya…

Mereka sama-sama mengakui ketakutan yang selama ini dipendam sendiri.

1
wulaniii
gais komen like dan kasih gift dong biar tambah semangat 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!