NovelToon NovelToon
The Affair Mr. K

The Affair Mr. K

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Terlarang / Action / Selingkuh
Popularitas:11.3k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Bagi dunia luar, pernikahan Dr. Emmeline Valerio dan Edward Snowden adalah simbol kesempurnaan dinasti papan atas di Los Angeles.

Namun, di balik dinding mansion Snowden yang megah, pernikahan itu tidak lebih dari sebuah Janji memuakkan.

Puncaknya, harga diri Emmeline sebagai seorang wanita diinjak-injak ketika dia mendapati Edward membawa wanita selingkuhannya ke atas ranjang mereka.

Emmeline tidak menangis. Dia tidak mengemis. Sebaliknya, api dendam yang dingin menyala di dadanya. Dia memilih membalas dendam dengan menyerahkan tubuhnya pada masa lalunya: Kingdom Kyle Stone.

Kini, di antara ego suaminya dan gairah protektif sang mantan agen rahasia, Emmeline memilih untuk berdansa di dalam neraka yang dia ciptakan.

Happy reading 🦋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#30

Kemeriahan intim di atas ranjang bertiang empat itu mendadak terganggu oleh ketukan tegas namun penuh sungkan di pintu luar.

Suara berat William, sang kakak tertua, mengalun memecah keheningan koridor sayap barat.

"Kyle, Ayah memanggilmu ke ruang kerja utama. Arthur juga sudah di sana."

Kyle yang saat itu masih dalam posisi berlutut, memuja dan menciumi perut rata Emmeline dengan kegilaan seorang Alpha yang kasmaran, mendadak menghentikan aktivitasnya.

Rahang kokohnya mengeras, memancarkan guratan ketidakpuasan yang teramat nyata. Pria itu menghela napas berat, menatap Emmeline dengan sepasang manik mata kelam yang sarat akan keengganan untuk berpisah.

Dia merayap naik, mengecup dahi Emmeline dengan dalam dan lama, lalu beralih memberikan satu kecupan posesif terakhir di atas permukaan perut istrinya.

"Sebentar, Sayang. Aku akan segera kembali. Jangan turun dari ranjang, istirahatlah," bisik Kyle dengan suara bariton yang teramat protektif.

Emmeline tersenyum manis, mengangguk patuh sembari menarik selimut beludru marun untuk menutupi tubuhnya hingga sebatas dada. "Pergilah, Tuan Posesif. Selesaikan urusanmu."

Setelah Kyle merapikan kemeja linen hitamnya dan melangkah keluar, menyisakan keheningan mewah di dalam kamar seluas seratus lima puluh meter persegi itu, Emmeline memejamkan matanya, menikmati sisa-sisa kehangatan suaminya.

Namun, kedamaian itu hanya bertahan sekitar Lima menit.

Brak!

Pintu ek tebal kamar mereka didorong kasar hingga menghantam dinding tanpa ada ketukan sama sekali.

Sebuah kelancangan yang luar biasa fatal di dalam sebuah istana yang mengagungkan tata krama.

Emmeline seketika membuka matanya, duduk tegak di atas ranjang dengan ekspresi wajah yang langsung berubah dingin dan datar.

Di ambang pintu, berdiri tiga orang wanita. Countess Stone—sang ibu mertua berada di depan dengan napas yang memburu dan wajah memerah padam akibat amarah yang meledak.

Di belakangnya, ada Eleanor—istri dari William, sang kakak ipar serta Lady Genevieve yang mengekor dengan tatapan mata yang dipenuhi kilat kebencian yang ditutupi topeng kepolosan.

Mengabaikan segala aturan bangsawan dan protokoler kelas atas yang selama puluhan tahun dijaganya dengan sangat ketat, sang Countess melangkah maju, menunjuk wajah Emmeline dengan jari gemetar.

"Berani-beraninya kau hamil darah daging keluargaku?!" teriak sang ibu mertua, suaranya melengking tinggi, memecah keheningan sayap barat kastel dengan nada yang luar biasa histeris. "Kau merencanakan ini semua, bukan?! Kau sengaja menggunakan tubuhmu untuk mengikat putraku!"

Eleanor, sang kakak ipar, segera melangkah cepat ke samping mertuanya. Namun, wanita itu datang bukan untuk berpihak pada Countess ataupun mencari muka.

Eleanor menangkap lengan sang Countess dengan pegangan yang kuat, mencoba menariknya mundur dengan ekspresi wajah yang tampak sangat tidak nyaman.

"Ibu, cukup! Kendalikan dirimu," bisik Eleanor dengan suara rendah namun tegas. "Jangan bertingkah seperti orang rendahan dari kelas bawah dengan berteriak di kamar privasi putramu. Ini memalukan jika terdengar oleh para pelayan."

Di sisi lain, Genevieve melangkah maju selangkah, menatap Emmeline yang masih duduk tenang di atas ranjang dengan selimut beludru yang membungkus tubuhnya.

Dengan suara yang dihalus-haluskan namun sarat akan racun intimidasi, Genevieve berujar, "Countess benar, Eleanor. Lagipula... kalupun dia memang benar-benar hamil, aku sangat yakin seorang gadis bebas dari pantai barat yang tidak memiliki didikan formal tidak akan pernah bisa memberikan seorang putra mahkota yang tangguh untuk silsilah darah Stone. Genetik rendahan tidak akan menghasilkan seorang Lord."

Mendengar cercaan bertubi-tubi itu, Emmeline tidak gemetar, tidak pula menunjukkan gurat ketakutan.

Mereka berdua tidak tahu dengan siapa mereka sedang berhadapan.

Di masa kuliahnya dulu di London dan Los Angeles, Emmeline Valerio bukan hanya mahasiswa kedokteran yang jenius; dia adalah ratu bully yang ditakuti di kampusnya,

Wanita yang akan menginjak siapa saja yang berani mengusik wilayahnya. Dua lawan satu seperti ini? Baginya, ini tidak lebih dari sekadar lelucon anak TK.

Taring Dinasti Valerio keluar sepenuhnya di balik sepasang mata indahnya yang mendadak berkilat dingin, tajam, dan penuh dengan aura intimidasi yang mematikan.

Emmeline memperbaiki posisi duduknya, menyandarkan punggungnya dengan santai, lalu menatap ibu mertuanya dengan senyuman yang teramat tulus—namun menyimpan ejekan yang sempurna.

"Ibu mertua..." suara Emmeline mengalun sangat santai, jernih, dan begitu tenang di dalam ruangan yang menegang itu. "Kenapa kau tampaknya begitu tidak setuju saat mengetahui aku hamil? Anakmu adalah suamiku yang sah secara hukum. Tidak ada yang salah dengan hal itu, bukan? Katakan padaku, apa salahnya jika seorang istri hamil anak dari suaminya sendiri?"

Wajah Countess semakin memerah, egonya tercabik oleh ketenangan menantunya. "Tidak mungkin kau hamil secepat ini! Pernikahan kalian baru berjalan beberapa minggu sejak kau menjebaknya di LA! Kau pasti berbohong! Kau menggunakan klaim kehamilan palsu ini untuk menjebak putraku yang malang agar dia terikat seumur hidupnya denganmu, kan?!"

Emmeline melebarkan senyumannya, sebuah tawa halus yang terdengar begitu meremehkan lolos dari bibir ranumnya.

"Kenapa rasanya mustahil di telingamu, Ibu?" sahut Emmeline, nadanya sedikit mengejek dengan cara yang luar biasa elegan. "Aku digempur setiap hari oleh suamiku, bahkan aku tidak diizinkan untuk bangun dari ranjangku sendiri sejak malam pertama kami. Kau tahu sendiri bagaimana kekuatan putramu, bukan? Dengan otot-ototnya yang sekeras baja dan stamina militernya yang mengerikan itu... tentu saja, dia bahkan bisa membuatku hamil hanya dalam waktu semalam, Ibu. Kekuatan reproduksi darah Stone yang ada pada Kyle sangat luar biasa, aku harus mengakuinya."

Mendengar kalimat vulgar yang diucapkan dengan gaya aristokrat yang teramat tenang itu, Eleanor istri William seketika terdiam.

Matanya membelalak, tangan kanannya refleks menutup mulutnya sendiri. Sebagai wanita yang juga bersuamikan pria dari keluarga Stone, dia tahu betul apa yang dimaksud Emmeline.

Eleanor ingin sekali meledak dalam tawa saat itu juga, namun karena dia terbiasa dengan aturan bangsawan yang kaku, dia mati-matian menahan kedutan di bibirnya agar tidak menertawakan ibu mertuanya yang kini tampak syok berat.

"Kau... kau wanita tidak tahu malu!" teriak Countess lagi, suaranya gemetar hebat karena tidak menyangka Emmeline akan menjawab segamblang itu.

"Kau bukan wanita suci! Kau adalah seorang janda yang diambil oleh putraku dari jalanan! Putraku yang malang... harus menikahi seorang janda yang sudah disentuh pria lain, padahal dia bisa mendapatkan gadis perawan yang jauh lebih terhormat dari keluarga bangsawan London!"

Countess melangkah lebih dekat ke arah ranjang, matanya melotot penuh kebencian yang purba. "Katakan padaku, Emmeline! Atau kau mungkin memang bukan gadis perawan saat bersama suamimu yang sebelumnya?! Kau sudah kotor sejak awal!"

Deg.

Suasana kamar mendadak hening selama beberapa detik. Eleanor menahan napasnya, sementara Genevieve tersenyum penuh kemenangan, mengira serangan mertuanya kali ini berhasil meruntuhkan harga diri Emmeline.

Namun, yang terjadi selanjutnya justru membuat bulu kuduk Eleanor meremang.

Emmeline mendadak tertawa. Bukan tawa histeris, melainkan sebuah tawa mahal yang terdengar sangat berkelas, dingin, dan bergaung indah di dalam kamar mewah itu.

"Heh..." Emmeline menyeka sudut matanya yang kering dengan jemari rampingnya. "Aku benar-benar tidak pernah tahu bahwa keluarga bangsawan London sekelas Stone ternyata juga merangkap profesi sebagai peramal. Anda tepat sekali, Ibu. Aku memang sudah tidak perawan saat aku menikah dengan suamiku yang sebelumnya."

"Gadis murahan!!!" teriak sang Countess dengan kepuasan yang meledak-ledak, merasa telah memenangkan argumen. "Anakku yang malang benar-benar memungut sampah! Lalu katakan padaku, laki-laki murahan mana yang telah menyentuh dan merusak tubuhmu sebelum kau menikah dengan mantan suamimu itu, Emmeline?!"

Emmeline menurunkan pandangannya, menatap Countess tepat di manik matanya dengan senyuman yang mendadak berubah menjadi sangat dingin dan mematikan.

"Dia putramu, Ibu," jawab Emmeline, setiap kata yang keluar dari bibirnya terdengar seperti hantaman palu godam yang menghancurkan seluruh dinding kastel. "Laki-laki murahan yang kau maksud, yang menyentuhku enam tahun lalu sebelum aku terpaksa menikah dengan pria lain... adalah putramu sendiri. Kingdom Kyle Stone."

Deg.

Keheningan yang mencekam seketika merayap di dalam ruangan.

Wajah Countess Stone mendadak memutih seperti kapas, seluruh kata-kata makian yang sudah berada di ujung lidahnya mendadak tersangkut di tenggorokan.

Matanya berkedip tidak percaya, tubuhnya limbung ke belakang hingga harus ditahan oleh Eleanor yang juga ikut tertegun dengan mulut setengah terbuka.

Namun, sebelum sang ibu mertua bisa mencerna kebenaran yang mengerikan itu, Genevieve yang sejak tadi menahan diri mendadak kehilangan kendali atas topeng kepolosannya. Wajah ayunya berubah menjadi distorsi kemarahan yang jelek.

"Jadi kau... kau jalang yang ada di dalam hatinya selama enam tahun ini?! Kau wanita murahan yang membuatnya menolakku?!" teriak Genevieve histeris, melangkah maju mencoba mengintimidasi Emmeline.

Brak!

Emmeline tidak memukul wajah Genevieve, melainkan memukul meja nakas di samping ranjang dengan telapak tangannya hingga menimbulkan suara dentuman yang keras, mengejutkan ketiga wanita itu.

Emmeline menyibak selimut beludrunya, menurunkan kedua kakinya ke lantai marmer, lalu berdiri tegak.

Meskipun dia hanya mengenakan gaun tidur sutra gading, aura superioritas dan kekuasaan yang terpancar dari tubuhnya seketika menenggelamkan kemegahan pakaian tweed milik Genevieve.

"Jangan lancang padaku, Genevieve!" teriak Emmeline, suaranya tidak lagi santai, melainkan menggelegar penuh dengan otoritas seorang Ratu Valerio yang tidak bisa diganggu gugat.

Emmeline melangkah mendekati Genevieve, memangkas jarak hingga wajah mereka hanya berjarak beberapa sentimeter.

Sepasang mata indah Emmeline menusuk langsung ke dalam bola mata Genevieve yang mulai bergetar ketakutan.

"Kau tidak lebih dari sekadar pengemis gelar yang mengharapkan sisa-sisa perhatian dari suamiku," desis Emmeline, suaranya sangat rendah namun teramat mematikan.

"Ingat posisimu di kastel ini. Aku adalah Mrs. Stone yang sah. Dan jika kau berani mengeluarkan satu kata makian lagi dari mulut kotormu itu... aku bisa saja merobek bibirmu saat ini juga hanya dengan menggunakan tangan kosongku sendiri. Aku adalah seorang dokter bedah, Genevieve. Aku tidak perlu pisau bedah untuk mengiris bibirmu yang sejak tadi membuat bayiku merasa mual!"

1
Zahra Alifia Hidayat
love my kaelix😍😍😍😍
Zahra Alifia Hidayat
pangeran bungsu kak😍😍😍😍😍
Ros 🍂: siap kak🫶
total 1 replies
Sholikhah Sholikhah
penasaran dgn mantannya emmelin 🤔
Ros 🍂: mantan suaminya Sudah berakhir ya kak🤭
total 1 replies
nayla tsaqif
Bau2nya freya bkn gadis sembarangan,, mungkin ank konglo yg kabur / di culik pas kcl,, 🤭🤭 jodohnya ken kah,, jangan sampe ada cinta segi4,, 🤣🤣
Ros 🍂: Hihihi author mah ngikut alur Reader saja 🤭🤣🤣
total 1 replies
nayla tsaqif
Tenang mom,, nanti jg di siapkan pawangnya masing2 untuk triple K sama othor,, 🤭🤭
Ros 🍂: haha mommy perlu dikasih tau kak🤭🤭
total 1 replies
nayla tsaqif
Cerita kaelix dulu kk,,! 😌
Ros 🍂: penasaran ya kak🤭
total 2 replies
Agus Tina
Lanjuut ... penasaran sama mantannya Mrs. Stone ...
Ros 🍂: Mantannya Siapa kak?
total 1 replies
Agus Tina
Bagus sekali ... alhirnya sang countess benar2 luluh
Ros 🍂: hehe iya kak🫶
total 1 replies
nayla tsaqif
Typo,, cucu audrey,, knp yara udah punya cucu,, 😌yara kan menantu audrey ipar emme,, 🤭
Ros 🍂: Author kacau kak🤣🤣 Lupaa 🤭🤭🙏🏻
total 1 replies
nayla tsaqif
Triplet ya thorrrr,, plisssss
Ros 🍂: sesuai request ya kak🫶🥰
total 1 replies
Dev..
istrinya Kensington kan Audrey thor🤔😅
Ros 🍂: asli Sampe lupa Kak 🤭🫶
total 3 replies
Dev..
Kensington kan thor..
Ros 🍂: ma'aciww ya kak komentarnya 🫶🥰
total 2 replies
Agus Hidayat
lanjut,kak kok Yara terus Audrey kak😍😍😍😍
Ros 🍂: kak, itu keliru sama ceritanya yang sebelah, hehe maaf Typo ya kak 🫶🙏🏻
total 1 replies
Agus Hidayat
kok Yara yg bener itu Audrey,Yara istrinya max menantunya ken🙏
Ros 🍂: maaf ya kak🤭 keliru 😭🤣🤣
total 1 replies
rachma yunita
lanjuuuuutt.. triple k
Ros 🍂: siap kak 🫶🙏🏻
total 1 replies
tri
lanjutin kak... saat anak2 mulai besar dan mengacau hahaha
Ros 🍂: Hahaha siap kak🫶🙏🏻
total 1 replies
Agus Tina
Bahagia sekali ... selamat mr and mrs. Stone
Ros 🍂: hheheh🥳🥳
total 1 replies
Mundri Astuti
pas dah sama kyle, satu militer tangguh, sebelahnya dokter bedah Badas euy
Ros 🍂: hehe sama-sama badas ya kak🤭
total 1 replies
durrotul aimmsh
i love your story kak...👍
Ros 🍂: ma'aciww kak🫶
total 1 replies
nayla tsaqif
Kenapa mereka berdua tiba2 jd manusia bodoh🤣🤣🤣
Ros 🍂: kwkwk🤭🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!