Kisah Seorang wanita Angel Abraham yang harus menerima kenyataan bahwa suaminya, laki - laki yang berjanji mencintai dia dengan tulus, ternyata di jodohkan dengan pilihan omanya karena luka lama omanya . Kenyataan pahitnya dia harus berpisah dengan suami karena nyawanya sebagai taruhan, disaat dia sedang mengandung anak dari buah cinta mereka. Bagaimanakah nasib cinta seorang Angel Abraham??? Apakah suaminya menyesal???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sakitnya Terasa
Mereka langsung menuju, rumah duka di San Diego Hills. Semua sudah di siapkan. Tante Paulina sudah menunggu mereka. Melihat Aaron dan Angel langsung dia peluk dan cium. Juga kedua cucu kakaknya.
Tante Paulina yang membantu Aaron dan Angel untuk mempersiapkan semuanya ini. Besok baru ibadah pemakaman. Jenasah papi dan mami masih disemayamkan semalam.
Rekan - rekan bisnis Aaron mulai berdatangan mengucapkan turut berduka cita. Sampai malam ada ibadah yang di layani oleh pendeta di kompleks rumah mami dan papi dulu. Terlihat Angel sangat kehilangan, Aaron tidak perna jauh dari istrinya.
Dari pintu depan terlihat Kimberly datang bersama teman - temannya suaminya. Angel mau menghindar. Namun Aaron memeluknya sangat erat.
"Jangan pergi sayang." sambil mencium kening istrinya. Air mata Angel keluar. Aaron melap dengan ciuman di mata istrinya. Aaron tahu, luka istrinya akibat dirinya.
"Turut berduka cita." Ketika Kimberly mau mencoba mencium dan memeluk Aaron dia langsung menolak. Penolakan Aaron ini, membuat hati Kimberly sangat sakit. Karena sudah malam, Angel membawa anak - anaknya tidur. Besok pagi mereka akan mengantarkan mami dan papi ke peristirahatan terakhir.
Angel sudah kembali ke ruangan duka di mana jenasah berada. Tidak sengaja dia bertemu dengan Kavin.
"Turut berduka cita Angel."
"Terima kasih Kev." Aaron melihat Angel dan Kevin berbicara, dia yang posesif pun menghampiri mereka. Langsung memeluk istrinya.
"Sayang, Kevin mau pamit pulang."
"Terima kasih ya bro."
"Besok aku akan hadir juga."
Pembicaraan Angel dan Kavin tadi, adalah Kevin meminta maaf atas sikapnya lalu, Angel juga memohon maaf atas sikap kasar Aaron suaminya. Dan Kevin mengakui bahwa dia yang salah. Para pelayat sudah mulai pulang. Begitu juga dengan Kimberly. Terlihat dia mau berbicara dengan Aaron.
"Sepertinya pacar kamu mau bicara tu??" Aaron melihat kearah istrinya. Dia mengusap tangan Angel. Dia tahu istrinya masih marah. Aaron memilih untuk menemani istrinya ke kamar. Dia tahu, di moment duka mereka ini, saatnya dia untuk bisa meluluhkan hati Angel.
Sebelum dia pergi menjemput istri dan anak - anaknya. Orangtuanya terlebih maminya menasehatinya, mengingatkan dia untuk tetap setia kepada istrinya, bahkan mereka secara mati- matian, tidak mau memberitahukan dimana Angel berada bersama anak - anaknya. Bahkan mami mengancam akan membawa Angel dan kedua cucunya menjauh darinya.
Aaron teringat kembali, pertanyaan maminya yang menanyakan apakah dia masih mencintai Angel. Maminya mengingatkan akan bagaimana dia dulu berkorban mendapatkan cinta Angel.
Malam itu Aaron tidur bersama Angel dan kedua anaknya. Dia melihat istrinya dia menciumnya. Dia menyesali akan perbuatannya.
"Maafkan aku sayang, maafkan aku."
Pagi hari semua keluarga sudah siap. Mengikuti ibadah pelepasan kedua orangtua kami. Aaron dan Angel serta kedua anak dan keluarga besar papinya mengunakan dress code berwarna putih, bahkan Rido dan Dion pun juga. Jam sembilan pagi ibadah akan dimulai dari rumah duka dan di lanjutkan ke tempat pemakaman. Semua barang- barang Aaron dan keluarganya sudah dibawa ke apartemen mereka oleh Rido tadi pagi, yang ada hanya satu stel baju Ethan dan Teo juga perlengkapannya juga kaos putih buat Aaron. Semuanya ini disiapkan Angel pagi setelah mandi. Karena selesai mami dan papi di makamkan mereka sudah tidak menyewa rumah duka lagi.
Ibadah pelepasan sudah mulai dilaksanakan, hanya tiga puluh menit. Banyak sekali pelayat, rekan - rekan dokter, serta rekan - rekan bisnis. Sambutan dari keluarga diwakili oleh Aaron. Dia mengucapkan terima kasih dan memohon maaf atas kesalahan orangtuanya selama mereka masih hidup.
Sangat sedih sekali waktu peti jenasah akan di tutup Angel yang tidak kuasa menahan tangisnya hampir pingsan. Aaron memeluk dan mencium istrinya. Kimberly emosi raut mukanya berubah menjadi tatapan tidak suka. Saat mereka mengantar Jenasah ke peristirahatan terakhir. Angel masih menangis. Terlihat dua anaknya sudah datang mendekat dan memeluk maminya.
"Mami, i love you."
"Mami love Ethan dan Teo. Love full."
"Jangan sedih ya. Opa dan oma sudah senang di sorga."
Ethan mengusap air mata maminya, di ikuti oleh adiknya Teo. Sikap manis Ethan di lihat oleh pelayat lainnya. Prosesi pemakaman sudah selesai di laksanakan. Teo ada dalam gendongan papinya sedangkan Ethan di jaga oleh Rido. Aaron tangan sebelah mengendong Teo sebelahnya memeluk istrinya.
"Kamu masih ada perasaan dengan Aaron Kim???"
"Beca kamu tahu perasaan ku dari dulu. Aku itu mencintai dia dari kuliah, meskipun aku tahu dia sudah suka dan menaruh hatinya buat Angel yang sekarang istrinya."
"Kamu terlalu naif Kim, kamu itu cantik dan juga pengusaha. Buka hatimu buat cowok lain. Jangan berharap milik orang."
"Tetapi ada saja momentnya kita bersama Beca. Dab aku bahagia bersamanya."
"Sadar Kim. Dia itu laki - laki beristri."
"Aku mencintai dia. Bagaimana dong??? Kamu kan sahabatku."
"Karena aku sahabatmu, saran aku jauhi Aaron dan buka diri untuk laki - laki lain."
Pemakaman sudah selesai, masing - masing pelayat sudah mulai pulang. Yang masih ada di pemakaman adalah keluarga tante Paulina juga om Paskalis adik - adik papi. Mereka masih melihat orang - orang pekerja di pemakaman ini menutup kubur orangtua mereka dan memasang nisan sesuai pilihan Aaron dan Angel.
"Kami pamit pulang ya bro."
Chan dan teman - teman Aaron datang untuk berpamitan. Ada Kimberly juga disitu. Waktu dia hendak memeluk Aaron di tolak oleh Aaron sendiri. Sakit hati Kimberly, sedangkan Beca dan teman - teman cewek lainnya bisa memeluknya. Beca sahabat Kimberly juga menyaksikan peristiwa itu.
"Angel, kami pamit ya??"
"Terima kasih, sudah ada dengan kami melewati duka ini."
"Sama -sama Angel. Kenalkan ini istriku Tara, dia pengemar produk kosmetik M'Women."
"Hai Tara, terima kasih ya sudah datang, dan suka produk kecantikanku."
"Kamu cantik dan manis. Istri dan ibu sempurna. Aaron berutung punya kamu." Angel hanya tersenyum.
"Sangat berutung Tar."
"Kapan - kapan kita harus diner bareng."
"Aku setuju."
Kimberly yang mendengar pujian Tara istri dari Chan temannya, sangat tidak senang. Namun dia pura - pura tersenyum.
Selesai menabur bunga setelah kubur papi dan mami jadi. Pukul enam lewat tiga puluh menit Aaron dan keluarganya baru pulang meninggalkan pemakaman San Diego Hills. Karena jarak pemakaman dan apartemen sedikit jauh maka Aaron memutuskan untuk kami semua pulang takut macet dan anak - anak akan bosan di jalan.
Untung mereka bergerak cepat, sehingga tidak mendapat macet di jalan. Setelah membersihkan diri, mereka akan makan bersama. Angel yang baru selesai mandi dan sudah berganti baju mau keluar mengurus anak - anak mereka. Namun oleh Aaron, Angel di tahan dan di peluk.
"Aku mau lihat Ethan dan Teo."
"Mereka sudah makan dan sekarang sudah di kamar bersama suster. Mereka sudah bobo."
"Oke. Aku mau cium mereka dulu."
"Tidak, malam ini kamu sama saya."
"Stop Aaron."
"Aku mau sayang." Aaron sudah mulai memberi stimulan bagi Angel.
"Sori Aaron aku tidak bisa. Maaf."
Angel menolak Aaron lagi. Kali ini sakit hatinya masih sangat sakit. Namun Aaron tidak mengijinkan Angel keluar dia mengendong Angel dan meletakan di kasur kemudian dia menyelimutinya dan mereka tidur.