NovelToon NovelToon
Sistem Eror : Aku Adalah Antagonis

Sistem Eror : Aku Adalah Antagonis

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Antagonis / Perjodohan
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Tiara Pratiwi

Seorang mahasiswi yang marah dengan akhir cerita novel yang baru dibelinya. Dalam novel diceritakan tokoh antagonis di novel, disalahpahami tunangan dan keluarganya sendiri gara-gara hasutan dan trik licik tokoh utama wanita, Audrey Hepburn.
Tapi sungguh sial saat sedang menancapkan charger laptop ke stop kontak, dirinya malah tersetrum dan bertransmigrasi menjadi Eleanor Sinclair. Dengan tekad bulat, ia memilih menjadi antagonis yang sesungguhnya, ia memilih target meningkatkan rasa kebencian semua tokoh hingga 100%. Hadiah dari pencapaian target misi dari sistem ini adalah uang senilai 100 juta dollar dan izin kembali ke dunia nyata. Namun, semuanya malah jadi kacau, tingkat kebencian tokoh utama pria dan keluarganya justru berkurang. Apa yang sebenarnya terjadi? Apakah ia bisa menyelesaikan misi, mendapatkan hadiah, dan kembali ke dunia nyata?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tiara Pratiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3 Apa yang kau lakukan pada Audrey

Eleanor memutar bola matanya dengan malas, menatap layar sistem yang masih berkedip merah. "Hei! Aku tidak membunuhnya, Sistem. Aku hanya memberinya kursus renang gratis," batinnya.

Namun, sebuah ide nakal melintas di benaknya. "Eh, tapi bukannya kalau aku membunuh Audrey yang disukai semua orang itu, tingkat kebencian semua orang bisa langsung mencapai 100%? Misiku langsung selesai, kan?"

[Tidak bisa, Host!]

Layar sistem bergetar hebat. [Anda harus menyelesaikan semua event yang ada dalam novel! Sebelum itu terjadi, tokoh utama tidak boleh menghilang atau mati, karena dunia ini bisa runtuh. Lalu Host juga akan menghilang selamanya.]

Eleanor mendengus kasar, tangannya menghentak udara. "Hah, sangat merepotkan!! Kenapa banyak peraturan?! Kenapa tidak bilang dari tadi?!"

Melihat Audrey yang mulai kepayahan karena gaun panjangnya yang berat tersangkut bebatuan dasar kolam, Eleanor sadar ia harus berakting. Ia segera membalikkan badan dan berlari ke arah paviliun utama sambil melambai-lambaikan tangan.

"Tolong! Tolong! Ada yang tercebur di kolam belakang!!" teriaknya dengan nada yang dibuat-buat panik.

Suara teriakan itu memecah pesta teh yang diadakan di kediaman Kelidon. Tak lama kemudian, derap langkah kaki banyak orang terdengar mendekat. Rombongan orang muncul, dipimpin oleh seorang pria tinggi tegap dengan setelan jas formal yang melekat sempurna di tubuh atletisnya. Dia adalah Alistair Sinclair, kakak sulung Eleanor.

Eleanor terpaku di tempatnya. Langkahnya melambat seolah waktu berjalan dalam slow motion. Pria itu memiliki rahang yang tegas, rambut coklat gelap yang tertata rapi, dan tatapan mata tajam yang sanggup mengintimidasi siapa pun.

"Apa yang terjadi, Eleanor? Apa kamu melakukan sesuatu lagi?", ucap pria itu.

"Ha? Siapa pria tampan ini? Apa dia sedang bicara padaku?" batin Eleanor, ia malah berdiri mematung sambil tersenyum bodoh menatap Alistair.

Alistair berhenti tepat di depan Eleanor. Alih-alih membalas senyum adiknya, ia justru memasang wajah serius dan dingin. "Eleanor, apa yang terjadi? Bukankah itu Audrey? Apa kamu mengganggu Audrey lagi?"

Eleanor tersentak, senyumnya luntur seketika. "Oh, apa ini kakak sulungku? Dia sangat tampan dan gagah... dia seperti CEO dalam novel yang ada di khayalanku," pikirnya dalam hati. Namun sedetik kemudian, ia teringat plot aslinya. "Tapi kenapa dia menatapku begitu... Oh aku lupa, keluargaku kan membenciku!"

"Hah?! Apa kau bilang?" Alistair tiba-tiba menyahut dengan wajah terkejut.

Eleanor mengerutkan kening. "Apa? Aku tidak mengatakan apa-apa. Aku juga tidak yakin apa yang terjadi, sepertinya Audrey terpeleset karena berjalan terlalu dekat dengan kolam."

Alistair tampak kebingungan. Ia merasa sangat yakin baru saja mendengar suara Eleanor yang menyebut dirinya "tampan" dan "Eleanor dibenci keluarga", padahal bibir adiknya itu tertutup rapat. "Mana mungkin Audrey jatuh sendiri?!" sergah Alistair berusaha menepis keanehan itu.

"Apanya yang tidak mungkin?! Memangnya orang tidak boleh ceroboh sesekali?! Atau mungkin saja dia sedang sial. Hari sial kan tidak tertulis di kalender," Eleanor menyahut ketus.

Di dalam kepalanya, Eleanor mulai mengomel. "Ck, percuma saja tampan tapi otaknya cuma separuh. Ah malas aku berdebat dengan pria bodoh ini. Lagipula dia tidak akan percaya dengan penjelasanku. Biar pun aku bilang Audrey yang berusaha mendorongku duluan dan aku hanya membela diri, sudah pasti dia tidak akan percaya. Eh, tapi ini kan kesempatan bagus untuk membuat Kakak semakin membenciku!"

Eleanor kemudian menatap kakaknya dengan pandangan sedikit iba. " Ck, sudahlah... Pria ini... Aku tidak bisa membencinya... Dia benar-benar kasihan di akhir hidupnya, dia pasti tidak tahu kalau umurnya sangat pendek... Bagaimana pun karena aku baik hati, nanti aku akan membantu menemukan sisa tubuhnya lalu menguburkannya. Kalau tidak salah, dia mati setelah diculik dan dipanen organnya."

"APA?!" Alistair berteriak kaget, wajahnya pucat pasi.

"Ha? Apanya yang apa?" balas Eleanor bingung. Ia memperhatikan wajah Alistair yang berubah-ubah.

Eleanor berpikir, "Ada apa dengan orang ini? Tidak jelas... Kalau tidak salah, kurang dari setahun keluarga Sinclair akan bangkrut. Setelah itu, kakak sulung yang berusaha mencari investor malah ditipu anggota geng yang sering transaksi jual beli organ tubuh manusia. Anggota geng itu dikenalkan oleh salah satu orang dekatnya makanya dia percaya begitu saja. Ckckck."

Alistair berdiri kaku, jantungnya berdegup kencang. Ia benar-benar syok. Ia baru menyadari bahwa yang barusan ia dengar adalah isi pikiran Eleanor karena bibir gadis itu sama sekali tidak bergerak. Pikiran tentang kebangkrutan dan kematian tragisnya itu menghantamnya seperti palu godam. "Bagaimana mungkin Eleanor tahu hal-hal itu? Apa dia sedang berkhayal? Apa dia tidak waras? Lalu orang dekatku yang dimaksud Eleanor itu siapa?" batinnya kalut.

Di sisi lain, Audrey akhirnya berhasil ditarik keluar dari kolam oleh beberapa pelayan. Kondisinya sangat memprihatinkan, rambutnya acak-acakan, gaun putihnya tampak transparan karena basah kuyup, memperlihatkan lekuk tubuh dan pakaian dalamnya. Ia segera menutupi dadanya dengan tangan, menggigil kedinginan.

Jason segera membuka jasnya dan menutupi tubuh Audrey dengan menyampirkan jasnya ke pundak Audrey.

"Lagi-lagi kau! Kali ini kau sangat keterlaluan, Eleanor!!" Seorang pemuda bernama Jason Kelidon maju menghampiri Eleanor dengan kemarahan yang meledak-ledak. "Apa kau mau membunuh Audrey?! Panggil polisi!! Ini percobaan pembunuhan!!"

1
Yuyun Suprapti
kapan up nya lg thor
est
lanjut thor suka 👍
Yuyun Suprapti
crazy up kk💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!