Qirana Velaryne Azzahra atau bisa kalian panggil gua rana/Luna Mahasiswa dari kampus swasta biasa, Gadis cantik harapan orang tua, itu sulit buat merealisasikannya, ketika gua beranjak dewasa, banyak hal yang gua sesali, terutama masa kecil gua, mungkin andai kata gua bisa balik ke masa itu, mungkin gua bisa merubah sedikit takdir gua, andai gua ngungkapin perasaan gua sejak dulu, pasti cowok yang gua suka bakal jadi pacar gua saat ini, andai gua fokus bangun diri gua, terutama bakat utama gua di bidang seni lukis, mungkin gua akan ada penghasilan tambahan, kenapa gua nggak bisa mewujudkan semua itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elegi223, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29 Sidang Perceraian
Acara Pentas dan Lomba tak terasa sudah berakhir, setelah serangkai kejadian yang terjadi membuat acara ini semakin berkesan, terutama Yura. Setelah acara hubungan kami antara geng laki-laki dan geng perempuan retak, Erin sepertinya tak mempercayainya lagi, Annie bahkan mengatainya sebagai pria tak tau diri.
Sidang perceraian orang tua Gua semakin dekat, berbagai bentuk bukti sudah Gua kumpulkan, Mulai dari foto sampai beberapa catatan transaksi belanja. Semua itu Gua dapat dari hasil mengikutinya sejak TK.
Suasana Aula sidang sangat megah dan begitu ramai, terutama pihak Ayah sekeluarga, sementara kami hanya terdiri dari Gua, para kakak, dan terakhir Ibu yang bersikap tenang meskipun hatinya masih terguncang.
"mohon maaf sebelumnya saya datang terlambat"ucap seseorang yang menggunakan jas rapi di balut dasi merah, tunggu... siapa mereka??
"tak terlambat kok pak Jaya"ucap kak Liam dengan nada suara dingin dan berdiri menyambut orang itu yang ternyata Pengacara, anehnya sejak kapan ibu sewa pengacara? tapi nggak heran sih dengan ekonomi kami sekarang yang berbanding jauh dengan kehidupan sebelumnya.
Dapat diliat jelas wajah pucat Ayah dan yang lain, tak hanya pengacara saja, ada juga pak asep yang di kehidupan lalu di tuduh sebagai selingkuhan ibu juga hadir disini, padahal di kehidupan sebelumnya tidak ada disini, pemilik kedai tempat Ayah dan selingkuhannya makan sehari-hari pun datang sebagai saksi dengan membawa document yang sepertinya akan jadi senjata untuk sidang nanti. Sebenarnya siapa yang merencanakan ini semua?
"baik para hadirin dan saksi sudah ada, silakan menyampaikan gugatan masing-masing"ucap hakim yang duduk di tengah di sebelah kiri Ayah dan keluarga serta saksi saksinya, di sebelah kanan ada Gua, para kakak, Ibu, pengacara, serta beberapa orang sebagai saksi
Gua melihat kak Liam yang asik berdiskusi dengan Ibu, sayangnya posisi Gua dan kak liam sangat jauh jadi sulit untuk mendengar isi percakapan mereka tapi, Gua percaya kak Liam bisa mengatasi segalanya, kak Kaylo hanya diam sambil menatap lurus ke arah Ayah dengan tatapan yang sangat tajam.
"Pak Hakim, saya menuntut hak asuh anak dan pembebasan nafkah karena Penggugat sebenarnya telah berselingkuh di belakang saya! Itu bukti foto dia dengan laki-laki lain di restoran sudah saya serahkan ke meja Majelis Hakim!" Ucap Paman kedua yang merupakan adik ayah yang kedua dengan berdiri tegak dan penuh percaya diri.
Gua sudah tau isi foto itu tentu itu foto pak asep dengan Ibu saat beberapa kali membeli sayur lalu mengantarnya pulang karna Ibu kebetulan teman dekat Pak asep, anehnya hal ini baru Gua ketahui setelah bertanya langsung dengan orangnya.
"Bagaimana dari pihak Penggugat? Tergugat membawa bukti foto Anda sedang berdua dengan laki-laki lain. Apakah ada bantahan?"ucap Hakim sambil melihat berkas foto, lalu menatap ke arah kami.
"Majelis Hakim yang Mulia, kami membantah keras seluruh dalil tidak berdasar yang diajukan oleh Tergugat. Laki-laki di foto tersebut adalah saudara sepupu kandung klien kami. Dan justru sebaliknya, kami telah menyiapkan bukti pamungkas yang akan mengungkap siapa pelaku perselingkuhan yang sebenarnya."ucap Pengacara itu sambil merapikan jasnya kemudian berdiri dengan tenang dengan senyum tipis penuh misteri, Gua sangat kagum dengan profesionalitas dari pengacara ini.
"Halah! Gak usah cari alasan ya! Jelas-jelas itu—"ucap Ayah yang mulai gelisah dan salah tingkah
"Izin menyerahkan bukti berkas, Yang Mulia. Di dalam berkas tersebut, kami melampirkan beberapa hasil wancara yang tim hukum kami lakukan langsung dengan saudari Erni Kartika. Di bawah sumpah dan ditandatangani di atas meterai, wanita tersebut secara sadar mengakui hubungan gelapnya dengan Tergugat selama hampir empat tahun terakhir, lengkap dengan rincian aliran dana belanja klien kami yang disalahgunakan oleh Tergugat untuk membiayai wanita tersebut."ucap Pengacara memotong dengan tegas, lalu menyerahkan beberapa dokumen yang tebal kepada pejabat pengadilan.
"Tergugat, harap tenang! Bukti wawancara hukum yang diajukan oleh Kuasa Hukum Penggugat ini sangat valid, otentik, dan mengikat secara hukum. Foto yang Anda ajukan sebelumnya resmi ditolak karena tidak memiliki kekuatan hukum."ucap Hakim sambil membuka berkas kemudian menyisir halaman perhalaman dan menemukan satu dokumen wawancara hukum serta tanda tangan bermaterai dengan teliti, lalu mengetuk palu keras dengan bunyi
TOK!
"I-itu... itu tidak sah, Pak Hakim! Saya dijebak!"ucap Ayah dengan wajah yang langsung pucat pasi seperti mayat, keringat dingin menetes di pelipisnya. Pernyataan pengacara membuat pihak Ayah skakmat total, nenek dari pihak Ayah begitu marah besar pada anaknya yang bodoh ini.
"Cukup! Bukti dari Kuasa Hukum Penggugat sudah lebih dari cukup. Menimbang bukti konkrit ini, maka persidangan menyatakan Tergugat bersalah atas runtuhnya rumah tangga ini karena terbukti melakukan perselingkuhan"ucap hakim dengan dingin menatap pihak ayah yang kalah telak.
Gua akhirnya bisa bernafas lega, sidang ini akhirnya di tutup dengan kemenangan kami namun, Gua masih bertanya-tanya perihal pengacara yang membela kami dan apa yang sebenarnya di bisikan kak Liam pada Ibu
"akhirnya bajingan itu kalah telak"ucap kak Kaylo di sela perjalanan kami dengan menggunakan taxi
"eh kakak nggak boleh gitu ngomongnya"ucap Ibu memarahi kak Kaylo yang berkata kasar
"tapi Bunda... Bunda kan tau kalo ayah sudah lama mengkhianati Bunda, ngapain kami harus menghormati orang gila itu"ucap kak Viera menimpali, Gua mengangguk setuju dengan pendapat kak Viera.
"Tapi... mau gimanapun dia tetap ayah kamu, meskipun Bunda pisah dengannya kalian tetap lah ayah kalian sampai kapanpun"ucap Ibu begitu lembut membuat suasana kembali damai. Gua paham ini baru awal, tapi yang harus Gua waspadai itu di masa depan nanti para bajingan itu akan sengaja mengancam ibu dengan menculik kak Viera, Hal ini harus di cegah.
"Bunda... setelah ini kan libur panjang, kita liburan aja bunda nanti Lana ajak teman"ucap Gua dengan senyum manis menatap Ibu, Ibu terdiam sejenak seperti memikirkan sesuatu lalu berkata
"baiklah kalo itu mau kamu, kita nanti liburan"ucap Ibu yang membuat kami bersorak bahagia. Gua langsung membuka ponsel dan mengklik grub Gils buatan kami setelah acara perpisahan, semua bubar di grub yang ada para cowok, Annie tak mau berurusan dengan mereka, akhirnya lingkaran pertemanan ini retak, namun Gua dan Edward masih saling kabar, Edward bilang kalo Alvin lagi intropeksi diri selama liburan ini dan menyuruh para perempuan bersenang senang, kak Kaylo nggak ikut karna baginya latihan itu penting, sendangkan kak Liam sedang sibuk dengan urusan penting, entah apa urusan itu.
Qirana : @all gils kita liburan yuk refresing dulu nggak sih
Annie : wah boleh tuh, kita ke Bali oke nggak?? kangen banget sama pantainya
Erin : aku ngikut @Qirana aja di kemana
Ghina : yok lah @Erin kapan lagi kita bisa cuci mata disana, katanya banyak cowok ganteng
Yura : asekkk pantai nanti aku kabarin ya, mau minta izin dulu
Erin : ayah aku mah sibuk terus, apa lagi ibu, jadi aku aman sama pengasuh ku
Ghina : aduh males banget minta izin sama ayah, dia nyebelin tapi entar aku kabarin kalo dapet izin
Annie : santai aja soal hotel biar aku yang urus, soalnya di bali ada hotel milik papa aku, kalo Ibu masih di paris
Qirana : okeh aku tunggu kabar kalian tidur nyenyak ya gils
Setelah itu percakapan itu Gua menutup handphone dan menikmati pemandangan mata hari sore yang indah, jarang sekali ini terjadi, seperti semesta tengah memberi harapan pada keluarga kami
"Gua harap kedepannya jauh lebih baik"
Nyahoo sampai jumpa di bab selanjutnya hehe makasih udah baca cerita aku MUACH