NovelToon NovelToon
Setelah Janda Menjadi Ibu Si Kembar

Setelah Janda Menjadi Ibu Si Kembar

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta setelah menikah / Janda / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:18.5k
Nilai: 5
Nama Author: Niskala NU Jiwa

Ditinggalkan ,dihina, dan dicap mandul, Azura kembali ke desa kerumah orang tuanya dengan hati hancur setelah 5 tahun pernikahan diceraikan suaminya . Namun saat hidupnya mulai bangkit, rahasia besar keluarga terungkap, ancaman, dan musuh berbahaya . Di tengah badai itu, Azura bertemu Rayyan ,duda kata dengan dua anak kembar dan luka masa lalu . Akankah Azura mempertahankan harga diri, keluarga, dan cintanya? Atau masa lalu kembali meruntuhkan segalanya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Niskala NU Jiwa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Badai di Balik Pintu Mewah

Sebelum fajar menyingsing di Desa Kenanga, sebuah rapat tertutup diadakan di ruang komando Azura. Keputusan berat diambil demi keselamatan. Arka, Aidan bersama pak Handoko dan ibu Laras tetap tinggal di desa dibawah perlindungan ketat tim keamanan Azura.

Sebagai langkah jangka panjang, Pak Handoko telah membeli tanah luas Pak dirman yang letaknya di samping bangunan rumah orang tua Azura. Ia berencana membuat rumah besar di sana yang pengerjaannya akan diserahkan kepada suami Sari.

Azura menatap kedua putra sambungnya dengan mata berkaca-kaca. Meski baru beberapa hari menjadi ibu sambung mereka, ia tidak rela berpisah. "Arka, Aidan, tunggu bunda dan ayah pulang ya? Kita akan buat rumah yang besar di sini, "bisik Azura sambil memeluk mereka erat. Begitu juga Rayyan mencium dan memeluk arka dan Aidan. Rayyan pun memukul mereka erat. Rayyan merangkul bahu Azura, memberikan kekuatan

Tepat pukul delapan pagi, rombongan keberangkatan pun siap. Rayyan, Azura, Dika, Angga, dan Sella asisten wanita kepercayaan azura yang ahli dalam bela diri dan intelijen, meluncur menuju kota menggunakan jalur darat yang sudah dibersihkan jejaknya oleh Dika.

Setibanya di kediaman mewah keluarga Rayyan di kota, suasana Tampak sunyi tapi menyimpan bau busuk pengkhianatan. Saat gerbang dibuka secara manual oleh Dika, Rayyan memimpin langkah masuk.

Rahang Rayyan mengeras seketika. Di pinggir kolam renang, Hellen si pengasuh sedang asik berjemur dengan baju renang seksi, menyesap minuman dingin seolah dia adalah pemilik rumah.

"Tutup mata kalian!" perintah Azura tegas kepada Rayyan, Angga, dan Dika. Sella dengan digabung maju dan melemparkan handuk ke arah Hellen yang langsung terlinjak kaget.

"Tuan Rayyan?! Anda... Anda sudah pulang?" Hellen tergagap, wajahnya pucat pasi saat melihat Rayyan berdiri di sana dengan aura membunuh. Tetapi, matanya beralih ke Azura dengan tatapan tidak suka dan meremehkan.

Setelah Hellen berpakaian sopan, Rayyan mengumpulkan seluruh pekerja rumah tangga di ruang tamu. Dengan suara bariton yang berwibawa, ia merangkul pinggang Azura.

"Perkenalkan, ini Azura. Istri sah saya dan ibu sambung Arka dan aidan. Mulai hari ini, dia adalah nyonya di rumah ini."

Hellen mengepalkan tangan, kebencian terpancar dari matanya saat melihat keanggunan Azura yang berhijab. Rayyan mulai berakting sesuai rencana.

"Di mana ibu saya dan anak-anak? Kenapa rumah ini sepi?"

Hellen berbohong dengan lancar. "Ibu Laras dan anak-anak pergi berlibur bertiga, Tuan. Mereka bilang tidak ingin diganggu dan tidak mengajak saya. Saya dilarang menghubungi mereka."

Rayyan pura-pura mengeluarkan ponsel dan menelpon ibunya. "Sial, tidak aktif," gerutunya akting.

Selama dram itu berlangsung, Dika dan sella bergerak senyap menuju ruang kontrol CCTV. Dika dengan cepat memasang chip pemulihan data dari Farhan. Dalam hitungan detik, layar monitor menampilkan rekaman yang selama ini disembunyikan. Rekaman Hellen yang menjewer, membentak, bahkan mengunci arka dan Aidan di gudang selama empat tahun terakhir.

"Brengsek... " desis Dika melihat rekaman itu.

Di sisi lain, Rayyan membawa Azura masuk ke kamar utama. Suasana mendadak canggung saat pintu tertutup. Ini pertama kalinya mereka berada di kamar yang akan mereka tempati bersama di kota. "Maafkan suasana rumah ini, Azura. Malam ini, kita akan selesaikan satu persatu," ucap Rayyan lembut.

Malam itu, makan malam diatur dengan sangat romantis atas perintah Rayyan untuk memancing emosi Hellen. Azura tampil memukau, membuat Hellen semakin terbakar cemburu. Di sudut dapur, Hellen diam-diam mengambil ponselnya dan mengirim pesan singkat kepada Bramasta

..."Bram, Rayyan sudah pulang. Dia membawa wanita berhijab sebagai istrinya. Apa yang harus aku_"...

Baru saja Hellen hendak menekan tombol kirim untuk foto Azura, tangannya dipelintir dengan keras hingga ponselnya terjatuh.

Hellen tidak sempat berteriak. Mulutnya disumpal kain dengan gerakkan kilat oleh Sella, sementara Dika dengan tenang mengamankan ponselnya. Di layar ponsel yang masih menyala, pesan untuk Bramasta itu terhenti selamanya, sebuah laporan yang akan menjadi bumerang bagi pengirimnya.

"Bawa dia ke markas bawah tanah di pinggir kota," perintah Azura dingin melalui earpiece.

"Biarkan dia tahu bagaiman rasanya disekap dan ketakutan, persis seperti yang dia lakukan pada arka dan Aidan selama empat tahun ini."

Hellen diseret keluar melalui pintu belakang, menjauh dari kemewahan yang selama ini dia nikmati secara parasit. Di markas rahasia Azura, Hellen bukan lagi penguasa, dia hanyalah tawanan yang akan menghadapi konsekuensi hukum dan mental dari perbuatannya.

Di kediaman pribadinya, Bramasta menatap layar ponsel dengan dahi berkerut. Pesan dari Hellen menggantung begitu saja.

..."Bram, Rayyan sudah pulang. Dia membawa wanita berhijab sebagai istrinya. Apa yang harus aku_"...

"Siak! Kenapa pesannya terpotong?" geram Bramasta. Ia mencoba menelepon Hellen berkali-kali, nomor itu aktif tapi tidak diangkat.

"Hellen, tidak pernah se ceroboh ini. Apakah Rayyan mencurigainya?"

Rasa khawatir mulai merayap di dada Bramasta. Insting kriminalnya berteriak ada yang salah.

"Cepat kerahkan lima orang! Awasi rumah Rayyan malam ini dari jarak jauh. Laporkan setiap pergerakan, sekecil apa pun!" perintahnya pada anak buahnya melalui sambungan telepon.

Di rumah mewah Rayyan, di dalam kamar utama, ketegangan yang berbeda sedang menyelimuti Rayyan dan Azura. Kamar utama yang luas itu terasa sangat hening. Rayyan baru saja selesai membersihkan diri, mengenakan kaos santai yang memperlihatkan bahu tegapnya.

Pukul sembilan malam. Suasana"pengantin baru" yang sesungguhnya mulai terasa. Arka dan Aidan tidak ada di antara mereka kali ini, meninggalkan ruang kosong yang luas di tempat tidur dan ruangan yang lebih luas untuk debaran jantung mereka masing-masing.

Rayyan duduk di tepi ranjang, menatap Azura yang sedang menyiapkan selimut untuk mereka tidur.

"Azura.." suara Rayyan rendah, bergetar oleh emosi yang tertahan.

Azura mendongak, matanya bertemu dengan tatapan Rayyan yang dalam. "Iya, Mas Ray?"

Rayyan mengulurkan tangan, jemarinya dengan lembut merapikan anak rambut Azura yang menyembul dari balik hijab rumahannya. Sentuhan itu ringan, tapi bagi mereka berdua, itu seperti aliran listrik yang mengejutkan dan menggenggam tangan Azura.

Rayyan perlahan melepas genggaman tangannya, lalu beralih menangkup wajah kedua telapak tangannya yang hangat. Ibu jarinya mengusap lembut tulang pipi Azura, membuat napas wanita itu tertahan sejenak.

"Kenapa menatapku seperti itu, Mas Ray?" bisik Azura hampir tak terdengar, pipinya mulai merona merah.

Rayyan tersenyum tipis, Sebuh senyuman yang jarang ia perlihatkan pada dunia, tapi malam ini hanya milik Azura. "Aku hanya sedang menyadari betapa beruntungnya aku, tuhan mengirimkan bidadari untuk hatiku yang sempat mati."

Rayyan menunduk, mendekatkan wajahnya hingga kening mereka bersentuhan. Azura bisa merasakan hembusan napas Rayyan yang hangat dan aroma sandalwood yang maskulin dari tubuh suaminya.

"Mas... " Azura meremas pelan kemeja santai Rayyan, mencoba mencari pegangan karena kakinya terasa lemas.

"Jangan takut, Azura. Aku tahu pernikahan ini terjadi begitu cepat. Aku tidak akan memaksamu untuk apa pun malam ini," bisik Rayyan dengan suara berat yang menenangkan. "Aku hanya ingin memelukmu, memastikan bahwa kamu benar-benar ada di sini, bersamaku."

Rayyan kemudian menarik Azura ke dalam pelukannya. Bukan pelukan yang menuntut, melainkan pelukan yang protektif dan penuh kasih.

Tiba-tiba, Rayyan terkekeh pelan, membuat dada bidangnya bergetar di pelukan Azura.

"Kenapa tertawa?" tanya Azura heran, mendongak menatap Rayyan.

"Aku hanya teringat tatapan tajammu tadi sore saat menyuruhku menutup mata di depan kolam renang," goda Rayyan sambil mencubit pelan hidung Azura. "Nyonya Rayyan ternyata sangat posesif, ya?"

Azura memanyunkan bibirnya, berpura-pura kesal meski hatinya berbunga-bunga. "Tentu saja, Mas Ray itu suamiku."

Rayyan tertawa kecil, lalu mengecup pundak kepala Azura dengan lembut. "Aku milikmu, Azura selamanya. Tidak akan ada yang bisa merebut ku apalagi menyakitimu.

Perlahan, Azura membuka jarum pentul yang menyengat jilbabnya. Ketika kain sutra itu terlepas, Rayyan seolah berhenti bernapas sejenak. Rambut hitam pekat lurus dan halus terurai jatuh menutupi bahu Azura, berkilau dibawah temaram lampu tidur.

Rayyan terpaku, ia tersihir. kecantikan Azura dengan hijab memang luar biasa. Tapi tanpa hijab, ada sisi rapuh sekaligus anggun yang selama ini tersembunyi. Rayya mendekat, jemarinya tak tahan untuk tidak menyentuh helai rambut itu.

"Kamu ... Sangat cantik, Azura," bisik Rayyan parau

Azura menunduk malu, tapi ia membiarkan suaminya mendekat lebih intim. Rayyan perlahan membantu Azura untuk merebahkan diri. ketika, saat Rayyan hendak memeluknya dari belakang, tanpa sengaja pakaian tidur Azura sedikit tersingkap, memperlihatkan kulit punggungnya yang putih.

Mata Rayyan membelalak. Di sana, di antara kehalusan kulit itu, terdapat guratan bekas luka yang panjang dan mengeras. Luka yang melintang mengerikan

"Azura .. ini apa?" suara Rayyan bergetar hebat. Jantungnya berdenyut nyeri hanya dengan melihatnya.

Azura membeku. Ia menarik napas panjang, mencoba menahan sesak yang tiba-tiba menyerang dadanya. Ia membalikan badan, menatap Rayyan dengan mata yang mulai berkaca-kaca.

"Itu bekas cambukan, Mas Ray," jawab Azura pelan, suaranya nyaris hilang. "Bekas cambukan ikat pinggang mantan suamiku dulu. setiap kali dia marah atau aku di anggap tidak becus melayaninya, dia akan meninggalkan kenangan-kenangan di punggungku. Luka ini .. Tidak akan pernah bisa hilang."

Mendengar itu, tangan Rayyan mengepal hingga buku-buku jarinya memutih. Amarah yang luar biasa dingin menyambar seluruh nadinya, ia membayangkan pria pengecut bernama Dimas itu menyakiti wanita selembut Azura dengan cara yang begitu keji.

Rayyan menunduk, lalu perlahan ia mengecup punggung Azura tepat di atas bekas luka tersebut. Sebuah kecupan yang penuh dengan janji perlindungan.

Azura terisak pelan, ia memeluk leher Rayyan erat. Untuk pertama kalinya, ia merasa tidak lagi perlu menyembunyikan lukanya. Di pelukan Rayyan, ia merasa bahwa luka itu tidak lagi memalukan, melainkan sebuah bukti bahwa Ia telah bertahan hingga menemukan rumah yang sesungguhnya.

Malam itu, mereka bersatu bukan hanya karena status sebagai suami istri, melainkan karena dua jiwa sepakat untuk saling menyembuhkan. Rayyan memeluk Azura sepanjang malam, sementara di otaknya, ia menyusun rencana yang jauh lebih kejam untuk menghancurkan Dimas berkeping-keping.

1
Nifatul Masruro Hikari Masaru
up lagi dong
Nifatul Masruro Hikari Masaru
kalian salah lawan kawan
Junita Lempoi
cerita wanita tangguh aku banget,jadi suka sekali😄
Nifatul Masruro Hikari Masaru
wah. lumayan si angga dapat rejeki nomplok
Nifatul Masruro Hikari Masaru
laki2 gak tau diri. cuma bisa memanfaatkan orang saja
Darlysese
Aamiin ya Allah...
mohon maaf lahir dan batin juga 🙏
Elia Rossa
Aamiin yra...selamat lebaran juga kak mohon maaf lahir dan batin 🙏
Roos Penerut's
cerita bagia
Evi Lusiana
terharu thor,walopun slm 5 thn azzura bgi burung d dlm sangkar bgtu kluar dia ttp bs jd penerang bgi kluargany yg sdg kesusahan
Evi Lusiana
ayo zura bangkit dn lawan musuh²mu dg elegan,kau org cerdas
bilik166
💪💪💪💪💪💪
Niskala NU Jiwa: terimakasih
total 1 replies
Elia Rossa
aku suka cerita kalo wanitanya tangguh gini...👍
Niskala NU Jiwa: terimakasih kak. 😍
total 1 replies
naya siswanto
keren
Darlysese
di tunggu lanjutannya
Darlysese
semangat ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!