Di dunia yang mengandalkan kekuatan sebagai hal utama, Yan Jian— seorang Tuan Muda yang terlahir tanpa memiliki Roh Bela Diri. Namun, di saat ia benar-benar berada pada titik terendah, ia mendapatkan kepercayaan dari Permaisuri Es, sehingga Permaisuri Es pun mengorbankan dirinya untuk menjadi Roh Bela Diri Yan Jian.
Setelah mendapatkan Roh Bela Diri Permaisuri Es dan Salju, Yan Jian pun bertekad untuk membalaskan dendamnya terhadap kedua pamannya yang telah membunuh orang tuanya. Namun, perjalanannya di dunia kultivasi tidaklah mudah. Berulang kali terjatuh dan hampir mati.
Bagaimana kisah Yan Jian untuk bertahan di kerasnya kehidupan ini? Yuk, ikuti keseruan petualangan nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon APRILAH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 23
Saat itu, Shi Wang berhasil mendominasi pertarungan demi pertarungan yang terus berlanjut. Setelah mengalahkan Lan Gui, ada lima penantang lainnya yang naik ke Arena Pertarungan untuk menantang Shi Wang. Namun, semuanya berhasil dikalahkan oleh Shi Wang.
Kini, tidak ada lagi yang berani untuk menaiki Arena Pertarungan untuk menghadapi Shi Wang. Biar bagaimanapun, Shi memiliki tingkatan ranah yang setara dengan Tuan Muda keluarga Liu 'Liu Gu', dan mereka yang berada di luar arena, merasa jika mereka bertarung dengan Shi Wang, itu sama saja bertarung melawan Liu Gu. Walaupun mereka bisa mengalahkan Shi Wang, mereka juga harus mengeluarkan biaya yang besar, dan apa yang mereka miliki untuk melawan Liu Gu selanjutnya? Tentu mereka memilih untuk menyerah.
"Selanjutnya! Apakah ada yang masih ingin menantang Shi Wang?" Tetua Liu Sanxian berbicara dengan suara yang lantang.
Banyak orang saling berbisik, tetapi tidak ada satupun orang yang naik ke atas Arena Pertarungan.
Dalam jarak lima belas meter dari tepi Arena Pertarungan, Xiao Yu berdiri di depan dinding tembok setinggi dua sampai tiga meter. Xiao Yu merasa sangat penuh semangat, dia ingin menantang Shi Wang sebagai tokoh kuat yang satu generasi dengannya. Biar bagaimanapun, Xiao Yu juga merupakan praktisi Ranah Ahli tahap puncak, tetapi kompetisi itu mempunyai aturan yang tidak bisa ia tentang.
"Cih! Jika aku turun tangan, aku yakin bahwa aku bisa mengalahkan Shi Wang!" ucap Xiao Yu, mendecih geram.
Kemudian ia menoleh kepada Yan Jian, lalu berbicara, "Adik! Sebaiknya kau naik ke atas arena, biarkan dia tahu seberapa hebatnya kemampuanmu!" ucap Xiao Yu.
Yan Jian yang tengah bersandar pada dinding tembok pun bangkit dan berjalan dua langkah ke depan dengan kedua tangannya yang menyilang di dadanya.
Yan Jian pun tersenyum kemudian berbicara, "Aku tidak tertarik untuk mengikuti kompetisi ini! Aku ... harus menyimpan tenagaku untuk tujuanku kali ini!" ujar Yan Jian dengan tegas.
Xiao Yu pun menyilangkan kedua tangannya di bawah kedua puncak kembarnya yang menjulang tinggi menentang langit, dan mengatup bibirnya karena kesal.
'Dendam, dendam, dan terus saja dendam! Apa hanya itu yang selalu dia pikirkan?' batin Xiao Yu.
...----------------...
Saat itu, karena sudah tidak ada lagi seorang penantang yang berani naik ke atas arena, Tetua Liu Sanxian pun mengumumkan bahwa Shi Wang adalah juara kompetisi itu. Dan tidak lama dari itu, Liu Gu bersama Liu Qingchen datang memasuki Arena Pertarungan.
Prok! Prok! Prok! Prok!
Liu Gu berjalan sembari bertepuk tangan. Jubah putihnya berkibar tertiup angin, dan rambut panjangnya berantakan.
"Bagus, sangat bagus, anak muda! Tapi, untuk menjadi adik iparku, kau masih memerlukan persetujuan dariku." kata Liu Gu, dia berbicara dengan sikapnya yang sombong, pandangannya memandang rendah terhadap Shi Wang.
Namun, Shi Wang tidak sedikitpun menunjukan rasa takut terhadap Liu Gu, bahkan ia tidak memberikan salam hormat kepada Liu Gu, melainkan menyilangkan kedua tangannya di depan dada.
Tetapi, dia kembali memalingkan pandangannya, mengarah kepada Yan Jian di luar arena. Dan entah kenapa, tatapannya menjadi begitu tajam di saat dia memandang Yan Jian, seolah-olah memiliki perasaan khusus terhadap Yan Jian.
Di sisi lain, Liu Gu berbicara kepada Tetua Liu Sanxian.
"Tetua, apakah pertarungan selanjutnya sudah bisa di mulai?" tanya Liu Gu. Dia pun mengeluarkan pedangnya. Sebilah pedang hitam dengan bercak-bercak seperti urat nadi yang menyala seperti darah segar, dan di bagian tengahnya, terdapat satu mata kuning seperti mata kucing.
Tetua Liu Sanxian pun membungkukkan badannya dan memberi salam hormat kepada Liu Gu. Walaupun Liu Sanxian memiliki kekuatan yang menakjubkan, tetapi dihadapan putra kepala keluarga Liu, dia tentu harus menghormatinya, biar bagaimanapun kedudukannya di keluarga Liu ini tidak setinggi Tuan Muda Keluarga Liu.
"Ya, Tuan Muda! Pertarungan sudah bisa dilanjutkan!" jawab Tetua Liu Sanxian.
"Tunggu!" sela Shi Wang.
Pandangan Liu Gu, Liu Sanxian, dan Liu Qingchen pun seketika tertuju kepada Shi Wang.
"Ada apa, Saudara Shi Wang?" tanya Liu Gu.
"Aku menyerah!" kata Shi Wang, membungkukkan tubuhnya.
Dua kata yang baru saja keluar dari mulut Shi Wang, membuat semuanya terdiam, keadaan seketika menjadi begitu hening.
Liu Gu, Liu Qingchen, Liu Sanxian, Yan Jian, Xiao Yu, dan semua orang yang ada di tempat itu, semuanya terdiam, bingung.
"Kenapa Shi Wang menyerah?" ucap Yan Jian dengan nada yang rendah.
"Aku rasa ... dia sudah terlalu banyak menghabiskan energi spiritualnya, sehingga ia menyadari bahwa dirinya tak mempunyai kesempatan untuk bisa mengalahkan Liu Gu dengan kondisinya saat ini!" ujar Xiao Yu.
Namun, di saat keheningan sedang berlangsung. Tiba-tiba Lin Bing kembali berbicara kepada Yan Jian.
"Jian! Sesuatu yang aku rasakan saat itu, berasal dari pedang di tangan Liu Gu! Jika kau bisa mendapatkan pedang itu, maka aku bisa membantumu untuk mendapatkan kekuatan yang sangat kuat." ujar Lin Bing dari alam kesadaran Yan Jian.
"Pedang? Maksudmu ... Pedang hitam itu?" sahut Yan Jian.
"Ya, benar! Tapi bukan karna pedangnya yang berharga, melainkan sesuatu yang bersemayam di dalam pedang itu yang sangat berharga, dan aku yakin, aku bisa membantumu menaklukan sosok yang bersemayam di dalam pedang itu." tegas Lin Bing.
"Karna kau telah berkata seperti itu, maka aku pasti akan mendapatkannya!" jawab Yan Jian.
Di tengah Arena Pertarungan. Liu Gu merasa kesal terhadap Shi Wang yang memutuskan untuk menyerah sebelum bertanding.
"Kau sangat kuat! Kenapa kau menyerah? Bertarunglah denganku!" kata Liu Gu dengan nada yang meninggi.
Shi Wang kembali membungkukkan tubuhnya, lalu berbicara; "Maaf Tuan Muda Liu Gu! Energi spiritual yang aku miliki telah terkuras habis dalam pertarungan sebelumnya, jadi, aku memilih untuk menyerah. Tetapi, jika kemudian hari masih ada kesempatan ini, maka aku akan menerimanya!" ujar Shi Wang, ramah.
Namun, itu membuat Liu Gu marah!
"Lemah! Dasar para pecundang yang tidak berguna! Sia-sia aku menunggu kalian di puncak, ternyata yang menjadi juara hanyalah seorang sampah!" cacian Liu Gu benar-benar merendahkan Shi Wang.
Saat itu, Liu Gu juga mengatakan bahwa kompetisi kecil itu bukanlah ajang untuk mencarikan menantu untuk keluarga Liu. Melainkan demi melihat kemampuan generasi muda tahun ini, guna Liu Gu yang akan ikut serta dalam kompetisi Provinsi Chang Yuan satu tahun mendatang. Demi memastikan dia memiliki kemampuan untuk bersaing dalam kompetisi tersebut, dia mengadakan kompetisi yang mencakup orang-orang disekitar Desa Sungai Panjang.
Namun, Yan Jian tiba-tiba naik ke atas arena, lalu ia berbicara, "Aku ingin menantang Tuan Muda Liu Gu!" ucap Yan Jian dengan nada yang dingin.
seorang Xiao Lang kaisar tempur masa kalah sama raja tempur.
sudah jekas tingktan nya lebih tinggi Kaisar tempur dri raja tempur.!!
Raja tempur itu kan di bawah Kaisar tempur,masa menghadapi 2 orang raja tempur kalah si Xiao kang yg tingktan nta Kaisar tempur yg lebih tinggi.
Seru dan sangat mudah dimengerti alurnya Thor. Tapi agak lambat buat naikin kekuatannya Yan Jian. Semangat thor