Di masa lalu, Sheng Long adalah Kaisar Iblis Kuno terkuat yang pernah ada. Kekuatannya begitu mengerikan hingga seluruh ras bersatu hanya untuk satu tujuan—menyegelnya selamanya.
Menolak tunduk pada takdir, Sheng Long membelah jiwanya dan bereinkarnasi demi menghindari segel tersebut. Ia terlahir kembali sebagai putra Keluarga Shen, namun dengan harga yang kejam. Kekuatan masa lalunya tersegel, tubuhnya lemah, dan ia dicap sebagai tuan muda sampah yang sakit-sakitan.
Menganggap keberadaannya sebagai aib, keluarganya menikahkannya dengan seorang gadis sederhana yang tak memiliki latar belakang apa pun. Namun justru dari gadis itulah, Shen Long merasakan kehangatan dan ketulusan yang tak pernah ia miliki sebelumnya. Untuk pertama kalinya, ia merasakan arti kebahagiaan.
Sayangnya, kebahagiaan itu menjadi dosa di mata keluarganya.
Didorong oleh iri dan kebencian, mereka merebut gadis itu dari hidupnya. Tindakan kejam tersebut menghancurkan segel yang membelenggu jiwa Sheng Long. Kaisar
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30: Penyerbuan Istana Langit Abadi
Langit Alam Kedua kini tampak seperti mimpi buruk yang menjadi nyata. Hutan Kematian yang tercipta dari bangkai armada dewa terus melayang, menutupi sinar matahari dan menjatuhkan bayangan hitam yang luas di atas daratan. Di tengah hutan melayang itu, Shen Long berdiri sebagai pusat gravitasi.
Ia tidak lagi memerlukan kapal. Dengan satu kehendak, akar-akar hitam raksasa itu bergerak seperti tentakel monster kosmik, mendayung menembus lapisan awan menuju Istana Langit Abadi, tempat bersemayamnya Penguasa Agung.
"Lihat ke atas! Langit... langit sedang runtuh!" teriak para penduduk di kota-kota bawah.
Shen Long mengabaikan mereka. Matanya tertuju pada sebuah istana megah yang dibangun di atas awan emas yang membeku. Di sana, ribuan barisan pertahanan terakhir—Garda Keabadian—telah bersiaga. Mereka adalah kultivator ranah Transformasi Esensi awal yang telah bersumpah mati untuk melindungi takhta.
"Jangan biarkan monster itu menginjakkan kaki di tanah suci!" teriah Panglima Besar Istana.
Ratusan meriam Lindu Langit ditembakkan secara bersamaan dari dinding istana. Cahaya keemasan menghantam Hutan Kematian milik Shen Long, menciptakan ledakan yang mengguncang cakrawala. Namun, Shen Long hanya menyeringai.
Ia melompat dari hutan melayangnya. Saat ia jatuh, sayap naga-akarnya mengepak hebat, menciptakan gelombang tekanan yang menghancurkan bangunan-bangunan di sekitar gerbang istana bahkan sebelum ia mendarat.
BRAAAAKKKKK!
Shen Long mendarat tepat di tengah barisan Garda Keabadian. Getaran pendaratannya menciptakan retakan sedalam puluhan meter yang menjalar ke seluruh kompleks istana.
"Mati kau!" Sepuluh panglima menyerbu dengan senjata-senjata pusaka.
Shen Long tidak menghindar. Ia membiarkan pedang-pedang itu menghantam kulit bersisiknya. TING! TING! TING! Senjata-senjata itu patah begitu bersentuhan dengan tubuh mutannya.
"Gilirkanku!" bisik Shen Long.
Ia mengayunkan tangan kanannya secara horizontal. Mata ketiga di telapak tangannya memancarkan gelombang destruktif yang mengubah udara menjadi pisau-pisau transparan.
SRAK! SRAK! SRAK!
Dalam satu gerakan, ratusan prajurit di depannya terpotong menjadi dua. Shen Long kemudian membuka telapak tangannya ke arah tanah. "Akar Kehampaan: Penjara Darah!"
Dari bawah lantai marmer putih istana, akar-akar hitam berduri mencuat keluar dengan ganas. Akar-akar itu melilit kaki para prajurit, menembus zirah mereka, dan mulai menghisap darah mereka untuk memperkuat aura Shen Long. Istana yang tadinya putih bersih kini berubah menjadi merah dan hitam hanya dalam hitungan menit.
Shen Long berjalan perlahan menuju aula utama. Setiap langkahnya meninggalkan jejak kaki yang membakar lantai. Ia menemui Pangeran Ketujuh yang berdiri di depan pintu aula dengan tubuh gemetar, memegang pedang naga perak dengan tangan yang tidak lagi stabil.
"Minggir, bocah," ucap Shen Long. "Ayahmu berhutang nyawa padaku."
"Aku tidak akan membiarkanmu lewat, monster!" Pangeran Ketujuh menyerang dengan seluruh sisa energinya, menciptakan tebasan naga perak yang membelah ruang.
Shen Long menangkap bilah pedang itu dengan tangan kosong. KRETAK! Ia meremuk pedang pusaka itu hingga hancur berkeping-keping. Dengan tangan lainnya, ia mencekik leher sang Pangeran dan mengangkatnya tinggi-tinggi.
"Kau punya keberanian, tapi kau tidak punya kekuatan dan otak! dasar bodoh!" Shen Long menatap mata Pangeran Ketujuh dengan dingin. Ia teringat Mu Rong sejenak, namun perasaan itu langsung ia tekan ke dasar jiwanya. Ia melemparkan Pangeran Ketujuh ke samping seperti melempar kain kotor, membiarkannya pingsan karena tekanan aura.
Shen Long menendang pintu Aula Takhta.
BOOM!
Di dalam ruangan yang sangat luas itu, duduk seorang pria tua dengan jubah yang terbuat dari jalinan cahaya bintang. Inilah Penguasa Agung Alam Kedua. Di sekelilingnya, waktu seolah berhenti berputar.
"Kau benar-benar datang, Shen Long," suara sang Penguasa Agung tenang, namun di balik ketenangan itu, ada kemarahan yang bisa meledakkan satu galaksi. "Kau telah menghancurkan keseimbangan yang kubangun selama sepuluh ribu tahun."
"Keseimbanganmu hanyalah kebohongan untuk menutupi rasa takutmu," Shen Long berjalan mendekat, pedang Pembantai Surga di tangannya kini menyatu dengan akar hitam dari tubuhnya, membentuk senjata organik yang berdenyut. "Aku tidak butuh keseimbangan. Aku butuh kepalamu untuk menjadi pijakan kakiku menuju Alam Ketiga."
Sang Penguasa Agung berdiri. Ia memegang sebuah tongkat yang di ujungnya terdapat permata yang berisi satu bintang yang masih hidup. "Maka, biarlah alam ini menjadi saksi atas kematian sang Kaisar Iblis untuk yang kedua kalinya!"
Sang Penguasa Agung menghentakkan tongkatnya, dan seketika seluruh aula itu menghilang. Mereka berdua kini berada di ruang hampa udara di atas atmosfer Alam Kedua, dikelilingi oleh ribuan planet kecil yang ditarik oleh gravitasi sang Penguasa.
"Di sini, akulah penguasanya, Shen Long!"