NovelToon NovelToon
Kebangkitan Sang Maharani Bodoh

Kebangkitan Sang Maharani Bodoh

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Ruang Ajaib / Sistem / Time Travel / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:9.7k
Nilai: 5
Nama Author: Miss_Dew

Sejak kecil, Shen Yuhan, sang putri mahkota, telah ditinggalkan orang tuanya. Ketiadaan kasih sayang dan pendidikan yang layak membuatnya tumbuh menjadi gadis yang polos, naif, dan mudah dibodohi. Ia hanya tahu bersenang-senang dan menghabiskan waktunya dengan para pria. Alhasil, saat ia diangkat menjadi Maharani, ia tak lebih dari boneka yang dikendalikan oleh para menteri dan pejabat licik yang haus kekuasaan.
Satu-satunya orang yang tulus mencintainya adalah suaminya, Mu Liu. Namun, sang pangeran kelima ini harus hidup dalam bayang-bayang luka perang besar yang membuat tubuhnya cacat dan lumpuh. Penampilannya yang buruk membuat Yuhan tak pernah meliriknya, apalagi membalas cintanya.
Semua berubah ketika seorang pembunuh bayaran dari abad ke-21, yang dikenal kejam dan tak kenal ampun, tiba-tiba terbangun di dalam tubuh Shen Yuhan. Roh aslinya telah tiada, digantikan oleh jiwa yang dingin dan mematikan.
Kini, dengan kecerdasan dan kekuatan barunya, sang Maharani boneka itu bangkit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss_Dew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MAHARANI 27

...SELAMAT YANG TEBAKAN BENER.. 🤭🤭🤭...

...Happy reading 😍...

...*********...

"TIDAK!" teriak Shen Lan.

Tepat saat Yuhan akan jatuh, sesosok bayangan putih melesat dari balik kegelapan.

"SREEEETT!"

Hujan anak panah turun dari arah pepohonan, menghujam para pembunuh bayaran.

"Pangeran Mu Lian!" pekik Yuhan tak percaya.

Mu Lian muncul dengan berdiri tegap di atas kakinya sendiri! Meskipun langkahnya masih terlihat berat, ia memegang busur besar dengan tatapan mata yang sangat mengerikan. Wu Sheng dan sepuluh pengawal elit istana segera mengepung para pembunuh hitam.

"Beraninya kalian menyentuh istriku!" suara Mu Lian menggelegar penuh amarah.

SYUUUTTT! JLEB! JLEB!

Rangkaian anak panah perak melesat dari kegelapan, menembus tenggorokan tiga pembunuh sekaligus.

Mu Lian melesat turun. Gerakannya cepat dan mematikan, meskipun sesekali ia meringis menahan sakit di kakinya yang baru pulih. Ia menebas setiap musuh yang menghalangi jalan menuju Yuhan.

Mu Lian berhasil mencapai tepi jurang, ia meraih tangan Yuhan dan menariknya ke pelukannya. "Yang Mulia, kau tidak apa-apa?"

Yuhan masih terengah-engah, matanya sayu. Namun, sang ketua pembunuh yang tersisa, menyadari misinya gagal, memutuskan untuk meledakkan seluruh tenaga dalamnya dalam serangan bunuh diri. Ia berlari kencang menuju mereka dengan energi gelap yang meluap.

"Awas!" Mu Lian memutar posisi mereka. Ia mendorong Yuhan ke arah Shen Lan yang baru saja mendekat.

Namun, tanah di tepi jurang tersebut tidak kuat menahan beban dan getaran energi ledakan.

KRAK!

Tanah itu longsor seketika.

"Lian!" Yuhan berteriak, mencoba meraih tangan suaminya.

Jari-jari mereka bersentuhan sedetik, namun gravitasi lebih cepat. Mu Lian, yang kakinya belum cukup stabil untuk menyeimbangkan diri di tanah longsor, terjatuh ke dalam jurang yang gelap gulita.

"MU LIANNNNNNN!"

Suara Yuhan meraung, merobek kesunyian malam. Ia mencoba ikut melompat, namun Shen Lan memeluk pinggangnya dengan sangat kuat, menyeretnya menjauh dari bibir tebing yang terus runtuh.

Semua pembunuh yang tersisa telah dilumpuhkan, namun sebelum sempat diinterogasi, mereka semua menggigit racun di balik gigi mereka. Tubuh-tubuh itu jatuh tak bernyawa, menjadi pasukan berani mati yang bungkam selamanya.

Yuhan berlutut di tepi jurang, jemarinya mencakar tanah. "Cari dia... Wu Sheng! Cari suamiku! Cepat!!"

"Hamba laksanakan, Yang Mulia!" Wu Sheng segera memimpin sisa pengawal untuk mencari jalan turun ke dasar jurang, wajahnya dipenuhi kecemasan mendalam.

Yuhan mencoba berdiri, namun dunia di sekitarnya mulai berputar. Rasa panas yang luar biasa menjalar dari dadanya menuju tenggorokan.

UHUK!

Yuhan terbatuk keras. Cairan merah pekat menyembur dari mulutnya, membasahi gaun rakyatnya yang sudah kotor. Darah segar mengalir dari sudut bibirnya, menandakan luka dalam yang sangat parah akibat hantaman tenaga dalam sang ketua pembunuh tadi.

"Kakak!" Shen Lan menangkap tubuh Yuhan yang lemas. "Kau terluka parah! Darahmu... Kakak!"

Yuhan menatap Shen Lan dengan pandangan yang mulai mengabur. "Lan... selamatkan... dia..."

"Aku akan menyelamatkannya, aku janji! Tapi sekarang kau harus kembali ke istana!" Shen Lan menggendong Yuhan di punggungnya, berlari secepat mungkin menuju istana sambil berteriak pada pengawal yang tersisa. "CEPAT! PANGGIL TABIB ISTANA! SIAPKAN OBAT PENAWAR LUKA DALAM PALING KUAT! JIKA TERJADI SESUATU PADA MAHARANI, KEPALA KALIAN SEMUA ADALAH TARUHANNYA!"

Malam itu, Istana Chiangnang yang seharusnya tenang kembali gempar. Maharani pulang dalam keadaan bersimbah darah, sementara Pangeran Kelima dinyatakan hilang di dasar jurang. Di tengah rasa sakit yang luar biasa, Yuhan bersumpah dalam hati jika ia selamat dari malam ini, ia akan menghancurkan siapapun yang berada di balik serangan ini hingga ke akar-akarnya.

Malam di Istana Chiangnang berubah menjadi neraka yang dingin. Wangi dupa cendana yang biasa menenangkan kini tertutup oleh bau anyir darah dan kepanikan yang mencekam. Di atas ranjang naga yang megah, Shen Yuhan terbaring tak berdaya. Wajahnya yang biasanya tegas dan penuh wibawa kini sepucat kertas sembahyang, dengan butiran keringat dingin yang terus membanjiri keningnya.

"Cepat! Ganti airnya! Suhu tubuh Yang Mulia semakin naik!" teriak seorang dayang senior dengan tangan gemetar saat memeras kain kompres.

Di sudut ruangan, Shen Lan terduduk lemas di kursi kayu. Lengannya yang terluka telah dibalut, namun wajahnya masih menyiratkan penderitaan. Wu Sheng berdiri di sampingnya, baru saja selesai mengerahkan tenaga dalam untuk membantu mengeluarkan sisa racun dari aliran darah sang pangeran.

"Pangeran keempat, Anda beruntung," bisik Wu Sheng dengan napas terengah. "Pil yang diberikan Yang Mulia sebelum pingsan tadi... itu bukan obat biasa. Tanpanya, racun dari pisau pembunuh itu sudah akan melumpuhkan jantung Anda dalam hitungan menit."

Shen Lan menatap telapak tangannya yang masih ternoda darah kakaknya. "Dia terluka parah demi melindungiku, Wu Sheng. Dia tahu dia dalam bahaya, tapi dia masih sempat memikirkan nyawaku. Kakak..."

Suara batuk yang menyesakkan terdengar dari arah ranjang. Kepala Tabib Istana, seorang pria tua berjanggut putih bernama Tabib Lu, mundur selangkah dengan wajah penuh kegagalan. Tangan tuanya gemetar saat merapikan peralatan medisnya.

"Bagaimana? Katakan padaku dia akan baik-baik saja!" bentak Shen Lan, mencoba berdiri meski tubuhnya limbung.

Tabib Lu berlutut, kepalanya tertunduk dalam. "Mohon ampun, Pangeran Keempat. Luka dalam yang diderita Maharani sangat fatal. Hantaman tenaga dalam dari pembunuh itu telah menghancurkan beberapa jalur Meridian dan menyebabkan pecahnya pembuluh darah di sekitar organ vital. Pil yang beliau konsumsi memang menahan kematian seketika, tapi..."

"Tapi apa?!" geram Shen Lan.

"Tubuh Yang Mulia Maharani kini menolak semua obat herbal cair. Aliran energinya kacau balau. Jika tidak ada seseorang dengan tingkat kultivasi tinggi setidaknya tingkat enam atau tujuh yang bersedia mempertaruhkan tenaga dalamnya untuk menyatukan kembali pembuluh darah yang pecah itu malam ini juga... hamba khawatir Yang Mulia tidak akan melihat matahari terbit."

Suasana seketika hening. Di seluruh Dinasti Shen, hanya sedikit orang yang mencapai tingkat kultivasi setinggi itu, dan kebanyakan dari mereka adalah tetua yang bersembunyi di gunung atau mereka yang berada di pihak musuh.

1
Yunita Widiastuti
mu li an ndang mu lih
@Mita🥰
wah kira" mu Lian ketemu tidak ya ....
yang bisa nolong si Maharani hanya mu Lian
☠🤎3Gˢ⍣⃟ₛ
waduh masa pangeran ke-lima Mu Lian mati jangan dong kalian berdua ga boleh mati nanti tamat dong 🤭🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️
ˢ⍣⃟ₛ ɾҽƈƙʅҽʂʂ
pasti Lian yg nolongin 🤭
@Mita🥰
mu Lian
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
siapa ini?? jangan bilang itu paksu 🤔🤭
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
pantesnya disiksa ini orang dicambuk terus di kebiri 😤😠
𒈒⃟ʟʙc🏘⃝Aⁿᵘᴍɪss_dew 𝐀⃝🥀 ♉: nanti jadi Kasim donk🤭🤭🤭
total 1 replies
☠🤎3Gˢ⍣⃟ₛ
semoga pangeran ke-lima yang melesat menyelamatkan Yuhan dan Shen lan melihat sendiri klo suami kakaknya gak lumpuh lagi
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
hukum cambuk aja sih si zao yun biar jadi peringatan buat yang lain 😶
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
miskinkan aja ini menter, copot dari jabatannya terus suruh hidup susah di wilayah perbatasan
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
jahat banget euy siapa sih yang lakuin ini 😶
𒈒⃟ʟʙc🏘⃝Aⁿᵘᴍɪss_dew 𝐀⃝🥀 ♉: aduhhh euu🤣🤣🤭
total 1 replies
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
wakakaa biar diemin dulu aja tuh anak songong 😂
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
wakakaa kalau maharani ngomel iyain aja udah 🤫😂
☠🤎3Gˢ⍣⃟ₛ
duhhhh kurang banyak cikguuuuu ahhhh jadi makin ingin lihat wajah wajah kesal Han Tan , Shen Bo dan 'tikus ' ini sepertinya Zao Yun 🤔🧐
@Mita🥰
wuhaaaa ....🤣🤣🤣🤣
ˢ⍣⃟ₛ ɾҽƈƙʅҽʂʂ
Kaget gak tuh Shen Bo, Han Tan cs? kaget pasti😅 zonk. mksd hati mau ngeprank ternyata kena prank sendiri.
ˢ⍣⃟ₛ ɾҽƈƙʅҽʂʂ
Bagus Shen Lan, klu gak gitu, Lian gak ngerasa tertantang. Mang sepantasnya pendamping Yuhan harus sepadan.
@Mita🥰
wah cari mati yang merusak bibit kentang
☠🤎3Gˢ⍣⃟ₛ
wah sepertinya ada yang sabotase itu pasti orang orang suruhan pangeran kedua dan perdana menteri Han Tan harus tetap tenang lapor ke pangeran ke-lima atau Maharani aja cepat
ˢ⍣⃟ₛ ɾҽƈƙʅҽʂʂ
haiss baca bab ini jadi senyum sendiri 😅 klu Lian udah sembuh pasti mereka jadi pasangan yg serasi memimpin istana. Lian juga GK ngerasa insecure sama Yuhan.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!