NovelToon NovelToon
Lagu Cinta Untuk Mama

Lagu Cinta Untuk Mama

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Single Mom / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:364.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Sindya

Novel ini penuh air mata ya say...kalau tidak kuat Melo, tinggalkan saja...!

Penolakan sang suami untuk mengakui keberadaan putranya membuat Adis menyerah. Ia harus membesarkan putra semata wayangnya seorang diri.

Namun penderitaan makin sempurna yang harus ia alami saat putranya di vonis dokter mengalami sakit jantung membuat ia harus berpikir keras untuk mencari uang tambahan.


"Ya Allah. Dari mana aku harus mendapatkan uang 500 juta dalam sebulan?" desis Adis sambil mengelus dadanya yang terasa sangat sesak lagi sakit.


Bagaimana kisah ini selanjutnya antara Adis, suaminya Panji serta putra mereka Rian?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sindya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30. Dijodohkan

Adis menahan dirinya dengan banyak membaca istighfar. Ia tidak mau terseret dalam arus permainan Panji dengan sesuka hati mengatur hidupnya.

"Kau memang suamiku bajingan, tapi hanya sebuah status. Secara hukum agama aku tidak lagi berada dibawah aturanmu yang harus aku patuhi sebagai istri. Kita tunggu di pengadilan agama," batin Adis yang ingin melepaskan diri dari Panji.

"Terimakasih untuk makan malamnya tuan Panji. Kami permisi dulu...!" santai Galih menyodorkan tangannya menyalami Panji dan asisten Rendy.

"Sama-sama tuan Galih. Terimakasih untuk pembuatan iklannya," basa-basi Panji.

"Ok." Menyusul Adis yang sudah keluar lebih dulu.

Mata Adis sudah memanas. Ia lebih dulu keluar dari restoran itu agar bulir bening itu bisa lolos tanpa ada yang melihat. Selembar tisu yang diambilnya dari dalam tasnya menyeka air matanya untuk kesekian kalinya yang tidak ingin berhenti.

Air mata itu yang menyelamatkan hatinya tiap kali merasakan sakit yang mendalam walaupun tak nampak berdarah. Mobil Galih sudah diambil oleh petugas restoran yang berhenti tepat di depan pintu restoran. Galih membuka pintu mobil untuk Adis lalu ia juga masuk dan segera meninggalkan restoran tersebut.

Adis mengalihkan perhatiannya ke luar jendela dengan air mata yang masih berderai. Ingin rasanya Galih memeluk Adis untuk menenangkan wanitanya, namun Adis begitu tangguh untuk ia taklukan.

Galih membiarkan Adis mengobati hatinya sendiri. Adis tidak seperti wanita lain yang gampang dibujuk karena ia punya cara sendiri untuk mengatasi masalahnya.

Sementara itu, Panji diantar pulang oleh asisten Rendy. Di dalam mobil pria satu anak ini tidak kalah sedihnya karena tidak bisa meraih hati istrinya untuk kembali kepadanya.

Sedari tadi ia terus merutuki dirinya sendiri setelah sekian lama mencampakkan Adis dan putranya dan kini baru berpikir untuk kembali.

"Ohhh....! Jalanku untuk kembali sudah tertutup. Aku tak punya lagi cara untuk membuatnya mencintaiku. Aku terlalu bodoh, bodoh dan bodoh....!" mengacak rambutnya sendiri dan terlihat sangat frustrasi.

Asisten Rendy yang ada di belakang kemudi hanya menarik bibir dengan wajah masam. Ia sendiri yang bukan pelaku utama merasa muak dengan sikap kekanak-kanakan Panji.

"Cih....! Baru tahu rasanya diabaikan? Mungkin itu belum seberapa yang kau rasakan saat ini. Jika Adis mau, mungkin ia lebih nekat bermanja dengan tuan Galih untuk menyakitimu.

Hanya saja wanita itu begitu menjaga kehormatannya hingga tidak mau bertindak murahan di depanmu. Syukurlah Adis tidak punya kedua orangtuanya. Jika ada, kau akan mampus di tangan ayahnya," batin asisten Rendy menambah kecepatan laju kendaraannya.

Setibanya di mansion, Panji langsung menaiki tangga menuju kamarnya. Namun langkahnya dihentikan oleh ibunya Santi.

"Panji...!" tegur Nyonya Santi namun tidak digubris oleh Panji yang sedang menahan kesedihannya saat ini.

"Jangan sekarang ibu....! Aku sedang kurang sehat," ucap Panji berlalu dari hadapan ibunya.

"Nak. Ini penting untukmu dan juga keluarga kita."

"Bukan aku. Tapi kalian."

"Dengar dulu apa yang ingin ibu bicarakan...!" mengekori langkah putranya hingga ke kamar.

"Ada apa...?" membuka jas dan juga arlojinya. Membuang sepatunya ke sembarang arah.

"Nak. Kamu masih ingat, Audi?"

"Ada apa dengannya?" mengambil air mineral di kulkas kecil yang ada di kamarnya lalu menenggaknya setengah botol.

"Ayah kalian sedang menjodohkan kalian berdua."

Air yang sedang lolos di kerongkongannya menyembur begitu saja saking syok-nya mendengar ucapan ibunya yang tanpa beban. Menatap wajah ibunya makin dalam sambil menautkan kedua alisnya.

"Dengan jalang itu? Tidak. Aku sudah punya istri dan anak. Sebentar lagi aku akan menjemput mereka. Aku mau bersama dengan. Istri dan juga putraku," ucap Panji.

"Jangan harap ayah dan ibu menerima wanita kere dan yatim piatu itu. Dia tidak pantas bagimu apa lagi menjadi menantu di keluarga ini. Lagi pula anak itu bukan anakmu karena dia tidur dengan banyak lelaki," geram nyonya Santi dengan dada naik turun menahan emosinya.

"Berhentilah memfitnahnya...! Aku sudah tahu semuanya. Ibu sudah mengatur semua ini agar aku terperdaya oleh gosip murahan dan bukti yang direkayasa oleh orang suruhan kalian.

Wanita yang ada di rekaman video itu bukanlah Adis tapi orang yang kalian cari mirip dengan Adis. Pakar telematika sudah membuktikan itu, ibu," tegas Panji yang telah menyewa orang untuk melakukan penyelidikan terhadap rekaman itu dengan waktu yang sama di mana Adis sedang bertugas di rumah sakit.

Duarrrr....

Nyonya Santi meneguk liurnya seakan begitu sakit di tenggorokannya. Ia tidak menyangka sejalannya waktu, putranya akan mencari tahu kebenarannya apalagi di rekaman itu memiliki banyak sekali kejanggalan pada tubuh wanitanya yang jelas bukan Adis.

"Tapi nak..!"

"Cukup...! keluar dari kamarku, ibu...! Aku tidak akan pernah menyakiti lagi keluargaku. Aku juga tidak akan tinggal di sini jika aku sudah menjemput keluargaku. Aku akan tinggal di apartemenku sendiri.

Dan satu hal yang perlu ibu ketahui, karena wanita yang ibu benci itu yang bisa mengubah aku menjadi manusia sesungguhnya bukan Audy atau ibu sekalipun," ucap Panji dengan mata mendelik.

"Tapi."

"Baik. Biar aku yang keluar ibu." Pergi ke balkon kamarnya dan menguncinya dari luar.

Nyonya Santi akhirnya mengalah dan sedang berpikir keras untuk bisa menjauhkan putranya dengan Adis.

"Aku akan ke rumah sakit di mana wanita itu bekerja di sana. Aku akan membuat dia di pecat dan kembali ke Bandung. Aku akan menunjukkan bukti rekaman video syur miliknya ke direktur utama rumah sakit dia bernaung.

Walaupun video rekaman itu hanya sebuah rekayasa namun cukup menyingkirkan suster sialan itu dari rumah sakit itu dan juga dari hidup putraku," gumam nyonya Santi yang gagal menjodohkan putranya dan Audy.

Sementara itu, Adis sedang diajak Galih ke taman yang ada di apartemen itu untuk ngobrol sebentar karena wajah Adis terlihat sembab. Lagi-lagi Galih tidak bisa berbuat banyak untuk menenangkan Adis. Rasanya ia ingin memeluk tubuh jenjang itu namun Adis sulit untuk disentuh.

"Akkkkkkkk....! Sialannnn...! Kenapa aku tidak berdaya menghibur wanita lembut ini. Kenapa wanita ini sangat berbeda dengan para model yang selama ini selalu mengejarku bahkan rela menyerahkan tubuh mereka padaku walaupun aku tidak merasa bergairah pada mereka sedikitpun.

Siall...!" maki Galih pada dirinya sendiri dalam diamnya menatap wajah Adis yang menatap ke depan tanpa peduli padanya yang duduk di sampingnya.

"Apakah kamu baik-baik saja, Adis?" tanya Galih yang menunggu Adis dengan sabar dan tidak lagi sesenggukan.

"Maaf. Sudah menyusahkan tuan."

"Tidak apa. Kamu adalah modelku. Aku yang tadi memaksamu untuk memenuhi undangan makan malam dengannya. Mau makan sesuatu denganku..? Mungkin bakso atau sesuatu yang kamu suka," ucap Galih ingin membuat Adis terkesan.

"Aku ingin makan seblak dan minum es jeruk," pinta Adis yang memang selalu sederhana setiap kali memilih makanan.

Hal itu yang membuat Galih memahami gaya hidup Adis yang tidak ingin berubah walaupun dirinya sendiri sudah berubah menjadi seekor kupu-kupu yang berani terbang di hadapan manusia yang menganggapnya tidak ada karena dirinya berasal dari panti asuhan.

"Baiklah. Ayo kita cari makanan itu. Aku juga ingin mencobanya. Atau kamu pernah membuatnya? Pasti buatanmu lebih enak," ucap Galih.

"Justru aku ingin membuatnya sendiri. Kita ajak makan Dina dan asisten Andre di unit apartemenku. Kalau putraku tidak mungkin makan pedas," ucap Adis mulai tersenyum lagi.

"Astaga. Padahal aku ingin kita berdua saja menikmati makanan itu tanpa diganggu pasangan itu," batin Galih merasa gagal lagi untuk mendapatkan perhatian Adis.

1
Nur Hidayati
emang Rian umur berapa kok udah lancar ngomongnya
Raden
sabahat dunia akhirat kamu ini dina, bisa membawa adis sadar saat terpuruk, apa ada keknya ya di dunia nyata?/Smile/
Norlehaarsad Arsad995
sial punya cerita
Wiwin Wiwin
visulna kerèn sekali
Sweet Girl
Pengecualian
Sweet Girl
Sengaja nie... didekitin tempat tinggal nya...
Sweet Girl
Ganteng kaliiii
Sweet Girl
Alhamdulillah... semoga semakin sehat.
Sweet Girl
Galih ternyata laki laki taat beribadah.
Sweet Girl
Baik banget Galih.
Sweet Girl
Tu sadar....
Sweet Girl
Segera bikin terpuruk si Panji Tor...
Sweet Girl
Ih! kok kejam kali yaaaa, kebanyakan Narkoba nie...
An'ra Pattiwael
panji juga TDK bersalah,,,itu ulah ma2x,,,jadix mereka bersatu thor
Ermi Yenti
adis anak tente ambar...
Katherina Ajawaila
trima kasih outhour, sempat sefih aja, tapi sefih utk sukacita kan lebih baik🥰
Katherina Ajawaila
Thour, pasti jantungbppnya buat Rian ya, sdih amat thour
Katherina Ajawaila
plases Thour semoga Rian di ksh kessmpatan utk sembuh thour
Katherina Ajawaila
bagus Thour, alur ceritanya, bikin yg baca jd terharu
Katherina Ajawaila
toubat Panji, biar makin di sayyang sm buah hati yg. di sia2 kan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!