NovelToon NovelToon
PUTRI TERKUTUK DAN KESATRIANYA

PUTRI TERKUTUK DAN KESATRIANYA

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Romansa Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: Archiemorarty

Tiga tahun setelah perang besar melawan Abyss, dunia tak pernah benar-benar pulih.

Retakan neraka muncul di berbagai penjuru benua, memuntahkan monster, iblis, dan roh-roh jahat yang merasuki manusia.

Rowan Desmond, kesatria terkuat dari Kerajaan Aurelius telah menghabiskan tiga tahun memburu petaka yang tak kunjung berakhir.

Sampai suatu malam Rowan menangkap seorang pencuri bernama Cecilia Landon yang mencuri relik kuno milik kerajaan. Namun Cecilia menyimpan kemampuan besar, dimana ia dapat melihat roh, mendengar bisikan arwah, dan memurnikan kegelapan yang sangat dibutuhkan oleh Rowan.

Rowan akhirnya membuat sebuah perjanjian; Ia akan membantu Cecilia mengumpulkan relik-relik yang diburunya. Sebagai gantinya, Cecilia harus membantu Rowan menghadapi roh-roh yang mengancam seluruh benua.

Namun semakin jauh perjalanan mereka, semakin banyak rahasia yang terkuak, tentang Cecilia yang ternyata terkutuk.

Akankah mereka mampu menyelamatkan dunia atau justru kehilangan satu sama lain

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Archiemorarty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29. LEDAKAN

Pintu yang sebelumnya terbuka dramatis kini ditinggalkan begitu saja.

Permaisuri bahkan tidak memedulikan etika kerajaan maupun martabatnya sebagai wanita paling berkuasa di kekaisaran. Yang ada dalam pikirannya hanya satu; Cecilia sudah bangun, hidup, dan selamat.

"Cecilia!" Suara Permaisuri bergetar ketika berlari memasuki ruangan.

Beberapa pelayan di belakangnya tampak panik melihat Permaisuri berlari seperti itu, tetapi tidak satu pun berani menghentikannya.

Dalam beberapa langkah saja Permaisuri sudah berada di sisi tempat tidur. Bahkan belum Cecilia sempat bereaksi Permaisuri sudah langsung memeluknya erat. Sangat erat.

"Cecilia, syukurlah. Syukurlah kau selamat." Suara wanita itu pecah, pelukannya semakin kuat.

Cecilia terdiam sesaat. Ia bahkan masih belum sepenuhnya memahami situasi ketika Permaisuri kembali berbicara.

"Kukira kau tidak akan bangun lagi. Setelah apa yang terjadi di sana. Seharusnya aku tidak meninggalkanmu sendirian saat kau diremukkan oleh sosok itu." Nada suara Permaisuri penuh rasa bersalah, tubuhnya sedikit bergetar ketika memikirkan kembali Cecilia yang dibanting ke sana kemari di alam itu.

Mata Cecilia membesar. I tidak menyangka bahwa Permaisuri akan menyalahkan dirinya sendiri hanya karena ia berlari sendirian ke gerbang keluar dari alam arwah.

Padahal wanita inilah yang selama berbulan-bulan terjebak di tempat mengerikan itu.

Perlahan Cecilia mengangkat tangannya, lalu membalas pelukan Permaisuri.

"Saya senang karena Anda sudah selamat, Yang Mulia," kata Cecilia tulus.

Permaisuri terperanjat mendengar hal itu. Rasanya gadis ini tidak marah atau kesal atas apa yang terjadi padahal nyawanya nyaris binasa.

Cecilia tersenyum lembut. "Andalah yang berjuang sangat keras untuk waktu yang lama di sana."

Ingatan tentang Alam Arwah kembali terlintas.

Langit kelabu.

Kabut hitam.

Jeritan para roh.

Kesepian yang seolah tidak memiliki akhir dalam dunia yang mengerikan sampai siapa pun yang hidup berharap lebih baik mati saja dibandingkan lebih lama di alam arwah sana. Tapi Permaisuri justru bertahan sendirian dalam ketakutannya, menolak untuk menyerah.

Itu memberitahu Cecilia bahwa Permaisuri adalah wanita yang kuat.

"Sehari di sini sama seperti seminggu di sana. Dan Anda sudah berada di sana selama tiga bulan. Itu berarti Anda bertahan selama waktu yang sangat lama di sana. Aku sendiri jika orang awam pastilah sudah menyerah dna memilih mereka mengunyahku dari pada bertahan tanpa harapan," kata Cecilia.

Mata Permaisuri mulai memerah, karena ia sempat ingin menyerah ketika di alam arwah.

Cecilia menatap wanita itu dengan tulus.

"Anda perempuan yang hebat, Yang Mulia. Kau wanita terkuat yang pernah aku temui," puji Cecilia.

Untuk beberapa saat tidak ada suara. Permaisuri hanya memandangi Cecilia, lalu tanpa sadar kembali memeluk gadis itu.

Kali ini lebih erat dan dalam. Karena ada seseorang yang benar-benar mengerti seperti apa rasanya berada di Alam Arwah.

Mengerti betapa mengerikannya tempat itu.

Mengerti ketakutan yang selama ini bahkan tidak bisa ia jelaskan kepada Kaisar.

Karena tidak ada yang pernah melihatnya. Tidak ada yang pernah mengalaminya selain Cecilia.

Hanya Cecilia.

Permaisuri menutup mata, air mata hangat mengalir pelan. Rasanya seperti menemukan seseorang yang memahami luka terdalamnya.

"Terima kasih," bisik Permaisuri.

Kemudian Permaisuri melepaskan pelukan mereka, kedua tangannya menangkup wajah Cecilia.

Dan sebelum gadis itu sempat bereaksi permaisuri mencium kening Cecilia, lalu kedua pipinya, kemudian ujung hidung sang gadis erkali-kali.

Seperti seorang ibu yang akhirnya menemukan anaknya kembali setelah lama hilang.

Cecilia langsung kebingungan dan salah tingkah.

Permaisuri justru kembali menciumi pipinya.

"Terima kasih. Terima kasih sudah menyelamatkanku. Sampai mengorbankan nyawamu sendiri. Terima kasih, Cecilia. Akan kulakukan apa pun untuk membalas kebaikanmu," kata Permaisuri. Senyumnya dipenuhi rasa syukur nan tulus.

Cecilia tersenyum kecil, namun kemudian ekspresinya berubah lebih serius.

"Kalau begitu Anda harus tetap menjadi wanita yang kuat. Berdiri dengan punggung tegak apa pun yang terjadi. Karena sepertinya seseorang benar-benar mengincar nyawa Anda. Hati-hati bahkan pada orang terdekat Anda. Karena kita tidak tahu musuh mungkin adalah orang paling dekat," kata Cecilia serius dan sedikit berbisik pada akhir kalimat.

Keheningan turun.

Bahkan Rowan yang sedari tadi memerhatikan mereka ikut memasang ekspresi serius.

"Kejadian seperti kemarin bisa saja terjadi lagi," tambah Cecilia.

Permaisuri menghela napas, namun kali ini matanya tidak dipenuhi ketakutan melainkan tekad untuk tidak lagi menjadi korban.

"Aku tahu. Dan aku berjanji tidak akan gentar lagi.Aku pasti akan melindungi diriku dan keluargaku," jawab Permaisuri seraya menggenggam tangan Cecilia.

Rowan yang berdiri di samping mereka akhirnya angkat bicara. "Meskipun begitu menurutku sebaiknya Cecilia beristirahat dulu."

Tatapan Rowan langsung berubah menjadi penuh perhatian saat melihat Cecilia. Ia mengusap pelan punggung tangan gadis itu.

"Tubuhnya pasti belum pulih sepenuhnya. Walaupun Aaron sudah menggunakan sihir penyembuhan. Luka dalam tidak selalu bisa dipulihkan sihir. Kadang tubuh harus menyembuhkan dirinya sendiri," kata Rowan.

"Kau benar." Permaisuri langsung setuju kemudian menoleh ke belakang memangil pelayan pribadinya. "Regina?"

Seorang wanita cantik berambut cokelat segera maju. Pelayan pribadi Permaisuri yang juga seorang Countess.

"Ya, Yang Mulia," jawab Regina sopan.

"Tolong panggil tabib secepatnya. Pastikan mereka memeriksa Cecilia secara menyeluruh." Permaisuri berkata tanpa ragu.

Regina langsung membungkuk. "Perintah Anda akan segera dilaksanakan."

Lalu Regina bergegas keluar ruangan.

Setelah itu suasana sedikit tenang.

Namun tidak berlangsung lama, karena Rowan akhirnya mengajukan pertanyaan yang sejak tadi mengganjal.

"Bagaimana situasinya?" tanya Rowan pasa Permaisuri.

Wajah Permaisuri langsung berubah saat paham apa yang Rowan tanyakan. Ekspresi hangatnya menghilang dan digantikan kerutan di dahi.

"Kacau," jawab Permaisuri.

Satu kata itu cukup menjelaskan banyak hal untuk Rowan.

"Kaisar murka. Cukup murka hingga seluruh istana menahan napas," lanjut Permaisuri.

Mata Cecilia ikut tertuju padanya.

Permaisuri melanjutkan, "Dua pelayan yang menaruh media kutukan di kamarku telah ditemukan. Namun mereka ditemukan meninggal di penjara, terbunuh dengan cara yang aneh."

Cecilia langsung mengernyit. "Bagaimana terbunuhnya?"

Permaisuri menggeleng. "Itulah masalahnya. Kaisar dan Putra Mahkota sedang menyelidikinya, karena tidak ada yang tahu bagaimana mereka mati."

Cecilia langsung duduk lebih tegak. "Kalian sudah menemukan mereka tapi mereka terbunuh?"

Permaisuri mengangguk. "Benar."

Kemudian wajah wanita itu sedikit memucat saat mengingat pemandangan tersebut.

"Tubuh mereka seperti dipelintir. Tulang-tulang mereka remuk. Dan darah mereka seolah diperas keluar dari tubuh mereka," beritahu Permaisuri dengan wajah mengeras sambil menggenggam erat gaunnya.

Keheningan langsung turun. Bahkan para pelayan yang berjaga ikut terlihat tidak nyaman, karena deskripsi itu terlalu mengerikan.

Rowan sendiri jelas sudah melihat mayat tersebut. Ekspresinya langsung mengeras saat mengingat kembali kondisi mayat itu memang cukup mengganggu.

Terlalu aneh.

Terlalu tidak manusiawi.

Sementara Cecilia justru terlihat berpikir keras. Sampai akhirnya ia bergumam pelan.

"Mungkinkah kutukan ..." gumam sang gadis.

Permaisuri langsung menoleh. "Kau pikir itu kutukan juga?"

Cecilia mengangguk. "Bisa saja."

"K-kutukan bisa melakukan itu?" tanya Permaisuri.

"Bisa. Pengguna kutukan biasanya memerlukan media. Rambut, kuku, darah, atau bagian tubuh lain milik target. Media itu memungkinkan mereka menyerang dari jarak jauh. Kutukan lebih menakutkan dari sihir yang hanya bisa menyerang dari jarak tertentu. Kutukan bahkan bisa dilakukan dari kerajaan yang berbeda sekali pun selama punya bagian tubuh korbannya," jelas Cecilia.

Rowan mendengarkan dengan saksama.

Cecilia melanjutkan, "Atau kedua pelayan itu pernah membuat perjanjian dengan pengguna kutukan. Mungkin ada tanda segel atau kontrak kutukan di tubuhnya. Dan ketika mereka tertangkap. Orang yang mengendalikan mereka menghapus jejak dengan membunuh dari jarak jauh."

Ruangan kembali sunyi karena semua orang menyadari satu hal; jika teori Cecilia benar maka musuh mereka jauh lebih berbahaya dari yang diperkirakan.

Rowan berkata. "Aku akan menyampaikan ini kepada Kaisar nanti. Semua orang harus waspada. Musuh bisa membunuh dari tempat yang sangat jauh. Tanpa perlu mengotori tangannya dengan darah."

Permaisuri mengangguk setuju, kemudian kembali menatap Cecilia. Tatapannya langsung melembut. Ia mengusap kepala gadis itu perlahan.

"Kau harus istirahat." Nada suaranya mengandung kehangatan seorang ibu. "Jangan memikirkan apa pun. Jangan melakukan apa pun. Cukup beristirahat."

Cecilia tersenyum kecil.

Permaisuri melanjutkan, "Kau tinggal di istana dulu. Semua pelayan akan melayanimu. Jika ada yang kau butuhkan atau ada yang kau inginkan beritahu mereka. Mengerti?"

Cecilia mengangguk. "Baik. Terima kasih, Yang Mulia."

Permaisuri tampak puas, lalu ia menoleh ke Rowan. Tatapannya berubah serius.

"Jaga dia. Jangan biarkan bahaya mendekatinya. Dia sudah bekerja terlalu keras untuk menyelamatkanku," kata Permaisuri pada Rowan.

Rowan mengangguk tanpa ragu. "Akan kulakukan."

Permaisuri tersenyum tipis, kemudian berdiri.

"Aku harus pergi. Kaisar pasti menungguku," ucap Permaisuri.

Wanita itu sekali lagi mengusap kepala Cecilia, lalu melangkah keluar.

Tak lama kemudian pintu tertutup dan ruangan kembali tenang.

Cecilia bersandar pada kepala tempat tidur. Tubuhnya masih lemah, energinya masih kacau. Namun hatinya terasa hangat, karena ternyata begitu banyak orang yang peduli padanya.

Rowan yang masih duduk di samping tempat tidur mengusap kepala Cecilia.

"Istirahatlah," ujar Rowan dengan suara selembut satin.

Cecilia mengangguk.

Namun ...

BOOOOOOM!!

Suara ledakan besar mengguncang seluruh bangunan. Lantai dan dinding bergetar hebat. Lampu gantung bergoyang keras.

"Apa?!" Cecilia langsung terkejut.

Rowan berdiri seketika.

Belum sempat mereka memahami apa yang terjadi ....

BOOOOOM!!

Ledakan kedua terdengar.

Kali ini jauh lebih dekat, sangat dekat.

Dan detik berikutnya ....

BRAAAAKKK!!

Jendela kamar Cecilia meledak. Kaca-kaca berhamburan ke segala arah hingga sebagian dinding luar bahkan runtuh. Debu dan puing masuk ke dalam ruangan.

"Cecilia!" Tanpa berpikir panjang Rowan langsung memeluk gadis itu.

Tubuh besarnya menutupi Cecilia sepenuhnya. Pecahan kaca menghantam punggungnya.

Debu memenuhi udara. Beberapa pelayan menjerit ketakutan seraya berlari ke luar ruangan.

Kamar berubah kacau hanya dalam hitungan detik setelah guncangan mereda.

Rowan perlahan mengangkat kepalanya. Matanya langsung menatap ke arah dinding yang hancur.

"Apa yang terjadi?" ujar Rowan yang masih kaget akan ledakan tiba-tiba ini.

Namun bahkan sebelum ada yang menjawab. Mereka semua mendengarnya.

Jeritan panik dari luar.

"MONSTER!"

"ABYSS!"

"RETAKAN ABYSS!"

"CEPAT EVAKUASI!"

Wajah Rowan langsung berubah panik. Ia berlari menuju bagian dinding yang runtuh sambil tetap melihat ke arah Cecilia untuk memastikan gadis itu baik-baik saja.

Dan ketika melihat keluar, darah Rowan langsung membeku.

Di halaman istana, tepat di sisi bangunan tempat Cecilia berada.

Ruang udara itu sendiri sedang robek. Langit tampak pecah seperti kaca hitam.

Retakan besar berwarna ungu gelap membelah udara di atas taman. Kilatan energi Abyss keluar dari celah tersebut.

Dan dari dalamnya tangan-tangan hitam mulai merangkak keluar. Diikuti raungan mengerikan yang membuat bulu kuduk berdiri.

Cecilia langsung mengenali pemandangan itu.

"Mustahil. Bagaimana bisa retakan Abyss ada di sini," ujar Cecilia. Wajahnya memucat saat tahu yang terjadi.

Retakan itu membesar dan tidak stabil.

Dan kemudian ...

Seekor monster raksasa menerobos keluar dari retakan. Raungannya mengguncang seluruh istana diikuti puluhan makhluk lain.

Para kesatria langsung berlarian.

Alarm darurat berbunyi.

Jeritan terdengar di mana-mana.

Kekacauan menyapu istana yang sebelumnya damai.

Dan di tengah seluruh kekacauan itu, Cecilia merasakan sesuatu yang membuat tubuhnya dingin. Karena ia bisa merasakan energi yang keluar dari retakan itu.

Energi yang tidak asing.

Energi yang sama dengan yang ia rasakan di Alam Arwah.

Seseorang yang berada di balik kutukan Permaisuri.

Mungkin baru saja mengirimkan pesan bahwa ancamannya belum berakhir. Dan kini bahaya telah datang langsung ke jantung kekaisaran.

1
Septi Wijaya
so emosional tp lega
Hary Nengsih
lega dh gak merasa bersalah lg
Eli Rahma
semangat Lowan..
Wenty Lucia Wardhani
aku terharu sekali😭😭😭
Nisfu Romadhon
/Sob//Sob//Sob/mengandung 🧅🧅🧅ihh k Othor,,,
Archiemorarty: Selanjutnya lebih banyak bawang 🤭
total 1 replies
Nisfu Romadhon
mengsedih /Cry/Rowan yang kuat ya
Nisfu Romadhon
ishh,,, ikut ngerasain nyesek nya Rowan,,, rindu sedih dan kecewa pada dirinya sendiri,,,hiks/Sweat/
Archiemorarty: Apalagi meninggal karena salah komando si Rowan 😭
total 1 replies
Nisfu Romadhon
aisshh,,, akhir bab mengandung bawang 🧅🧅🧅hiks,,, Rowan teringat paman Colton sang Guru /Sob//Sob//Sob/
Archiemorarty: Nanti bakal lebih banyak bawang 🤭
total 1 replies
Nisfu Romadhon
hih,,, dasar curang,,,g berani ngadepin Cecil sendirian mesti minta bantuan monster-monster lainnya buat pengalih perhatian,,, Cecil aku mendukungmu,,,kamu pasti bisa 💪💪💪
Archiemorarty: biasa lah yah, pengecut mah gitu 🤭
total 1 replies
Hary Nengsih
lanjut
Archiemorarty: Siap kakak 🥰
total 1 replies
Nisfu Romadhon
aishh,,, musuh kembali datang
Nisfu Romadhon
aihh aihh,,,baru sadar udah dapat kissing aja Cecil,,, dasar Lowan mengambil kesempitan dalam kesempatan,,, ehh /Chuckle/
Archiemorarty: Abang Lowan emang suka gitu 🤭
total 1 replies
Nisfu Romadhon
g sadar bacanya sambil nahan nafas,,,huft,,,baru dihela nafas nya kalo bab nya selesai 🤦🫣
Archiemorarty: Napas kak napas 🤣
total 1 replies
Nisfu Romadhon
Rowan kah yang memanggil?
serius,,, seperti nonton film kolosal,,, KEREN k Othor,,, lopiyu muachh /Kiss/
Archiemorarty: Hahaha...kolosal nggak tuh 🤣
total 1 replies
Nisfu Romadhon
aduh,,,aduh,,, gimana ini gimana ini,,,/Gosh//Gosh//Gosh/menghilanglah Cecil,,,🫣🫣🫣
Nisfu Romadhon
aihh,,, merinding guys,,,/Panic//Panic//Panic/
Nisfu Romadhon
aisshh,,,gegara kesibi duta,,,aku telat tegang nya /Facepalm/
Siti Nurjanah
oh berati arwah yg ngikutin rowan itu paman colton mungkin
Archiemorarty: Bisa jadi 🤭
total 1 replies
Hary Nengsih
kaya nya ia
Eli Rahma
apa cecil dirasuki roh nya paman colton..hingga dia bisa menghadapi monster....cecil kan pernah melihat satu roh yg selalu mengikuti Rowan....iyaaa..pasti itu rohnya paman colton..iyaa kan thor??😆
Nisfu Romadhon: iya tuh✌️
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!