Kisah Seorang wanita Angel Abraham yang harus menerima kenyataan bahwa suaminya, laki - laki yang berjanji mencintai dia dengan tulus, ternyata di jodohkan dengan pilihan omanya karena luka lama omanya . Kenyataan pahitnya dia harus berpisah dengan suami karena nyawanya sebagai taruhan, disaat dia sedang mengandung anak dari buah cinta mereka. Bagaimanakah nasib cinta seorang Angel Abraham??? Apakah suaminya menyesal???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tidak Perna Kembali
Mami mengalami serangan jantung dan terjadi pendarahan. Dokter spesialis Bedah Jantung memberitahu bahwa mami harus di operasi. Dan Angel masuk dalam tim itu. Karena akibat serangan jantung mami mengalami pendarahan hebat.
"Papi, mami harus operasi, ada pendarahan hebat akibat serangan jantung."
"Lakukanlah sayang, papi percaya sama kalian."
Tanggung jawab besar yang Angel rasakan. Di ruang operasi, dia hanya menatap wanita hebat yang telah menyelamatkannya. Air matanya jatuh. Dia berdoa memegang tangan maminya.
"Dokter Angel, bisa kah kita mulai?"
"Silahkan dokter???"
Kembali tim berdoa.Operasi pun di mulai. Sangat lama, karena terjadi pendarahan di tambah ada serangan jantung lagi. Angel terus berdoa dalam hatinya.
"Tuhan, jangan ambil mamiku, aku belum membahagiakannya."
Serangan jantung teratasi, sudah kembali normal. Dan saat tangan Angel menyentuh pusat yang pecah, semua kembali normal. Operasi cepat diselesaikan. Mami bisa diselamatkan. Tetapi kondisi mami kritis, sehingga di tempatkan di ruangan khusus ICU. Dokter Spesialis Bedah Jantung yang memberitahukan kepada keluarga. Angel sudah menuju ruangan maminya di tempatkan. Dia memohon dan berdoa agar maminya sadar.
"Maafkan Angel mami, harusnya Angel lebih sabar. Maafkan Angel."
Angel teringat malam, sebelum subuh dia di jemput Rido ke Manggarai. Maminya memeluknya sangat erat. Kata - kata maminya sangat berbekas dalam hati dan ingatannya Grace. Maminya meminta, agar Grace tidak meninggalkan Aaron anak kandungnya, karena maminya tahu, bahwa Aaron akan hancur jika tidak bersama Angel. Namun perbuatan Aaron tidak bisa Angel maafkan.
Angel tetap menangis sambil mencium maminya. Sampai Aaron datang memeluknya. Namun respon Angel sangat dingin kepadanya. Dia keluar ruangan itu memeluk papinya dan menangis dalam pelukan papinya.
"Papi sudah tahu sayang, kita hanya bisa berdoa agar mami tetap ada di samping kita."
"Angel takut pi."
"Kamu harus kuat sayang, bagaimana papi bisa kuat kalau kamu begini."
"Maafkan Angel papi."
Sebagai mantan dokter spesialis bedah jantung, kemungkinan besar istrinya bisa selamat sangat kecil kemungkinan. Namun Beliau hanya bisa meminta kekuatan. Hal ini disampaikan kepada Angel dan Aaron.
Karena ruang khusus ICU, ada perawat yang khusus menjaga setiap beberapa jam sekali. Sedangkan kamar satunya di gunakan untuk keluarga beristirahat. Dion sudah mengisi semua keperluan mereka disitu. Dan Ethan serta Teo sudah ada di rumah sakit.
"Mami, Ethan mau peluk oma."
"Teo juga."
Angel tahu, bahwa kedua anaknya ini sangat sedih. Ethan sudah mengerti karena usianya sudah sembilan tahun. Namun Teo belum bisa mengerti. Namunn dia tahu sosok yang menjaganya sejak dari lahir. Angel mengantar anak - anaknya satu persatu untuk mencium dan memeluk oma mereka.
"Oma, harus sembuh ya. Ethan sayang oma."
Angel melihat air mata maminya keluar dari matanya. Angel mengelap air mata itu. Dan tak kuasa dia memeluk maminya lagi. Dia tetap berdoa agar maminya sembuh.
Malam harinya, ketika semua tertidur. Papi ke kamar mami. Disana papi berbicara kepada istrinya. Angel yang terbangun melihat itu dan mendengar itu.
"Bagaimana saya bisa kuat buat anak - anak Meis?? Kalau kamu tidak ada. Bangun sayang, anak - anak membutuhkan kita berdua. Rumah tangga mereka sedang tidak baik - baik sayang, seperti katamu. Bangun Meis, aku tanpamu tidak akan berguna sayang."
Ketika melihat pergerakan papinya. Angel kembali ke kamar dan kembali tidur. Tidak lama papi masuk. Dan mau tidur kembali, ini baru pukul dua subuh. Angel mendekat ke arah kasur papinya.
"Papi....."
"Ya sayang. Sini peluk papi."
Angel pun tidur disebelah papinya. Rambutnya di usap sangat lembut seperti Angel masih kecil. Kasih sayangnya kepada Angel tulus, tidak ada perbedaan antara Angel anak angkatnya dengan Aaron anak kandungnya.
"Papi, tahu anak perempuan papi adalah anak yang kuat. Papi mohon maaf ya kewakili mami juga, atas kesalahan yang Aaron perbuat bagimu sayang. Papi tahu, bahwa itu sakit sekali." Angel mulai menangis dia semakin erat memeluk papinya.
"Tetapi kamu harus tahu, bahwa papi dan mami sangat mencintaimu Angel Abraham. Papi dan mami tidak perna membedakan antara kamu dengan Aaron. Iya kan sayang??"
"Iya papi."
"Papi bisa meminta???"
"Papi mau apa, akan Angel berusaha turuti."
"Papi mau, Angel mempertahankan rumah tangganya. Maafkan Aaron. Papi tahu cinta Angel sangat besar buatnya. Kasihan anak - anak sayang, cucu papi dan mami. Papi mau mereka bertumbuh dalam kasih dan cinta papi dan mami mereka."
Tiba - tiba lampu alaram berbunyi, itu pertanda bahwa mami dalam keadaan kritis. Angel langsung bangun dan keluar meninggalkan papinya. Ethan dan Teo juga terbagun bersama Aaron. Di dalam ruangan yang penuh dengan alat - alat itu dokter bedah jantung dab pembulu sedang mengatasi serangan jantung. Aaron melihat, ada juga istrinya. Pukul lima pagi mami pergi, karena serangan jantung. Angel menangis di ruangan itu. Aaron melihat dia memeluk maminya. Dion yang ada disana bersama suster langsung mengambil anak - anak. Ethan sudah mengerti bahwa omanya meninggal dia menangis dalam pelukan Dion. Sedangkan Teo belum tahu apa - apa.
Aaron masuk memeluk istrinya, mereka menangis. Namun mereka tidak tahu, bahwa di kamar istirahat mereka cinta sejatinya juga sudah pergi bersama pada waktu yang sama.
"Kita harus memberitahukan kepada papi."
Sementara Jenasah mami di urus di lepaskan alat - alat. Angel dan Aaron ke ruangan dimana papinya berada. Ethan masih menangis. Aron masih menenangkan anak laki - lakinya. Terdengar suara tangisan Angel dari kamar sambil memanggil Aaron suaminya.
"Sayang......." Aaron masuk. Ternyata di dapati papinya sudah dalam posisi tertidur seperti orang meninggal. Dion yang mengerti memanggil dokter. Dan waktu dokter periksa. Ternyata papi juga sudah meninggal. Angel pingsan seketika, hari itu Aaron dan Angel kehilangan sosok mami dan papi di hari yang sama.
Anak - anak sudah pulang, Angel yang sudah sadar menemani proses pembersihan jenasah papi dan maminya bersama Aaron. Matanya sangat bengkak, sebelum berpisah selamanya papi dan dirinya bercerita ternyata itu permintaan terakhirnya buat Angel. Sambil memakaikan baju terakhir buat mami dan papi, Angel menangis terus menerus. Dia mendandani maminya sangat cantik. Kemudian dia memeluk kedua orangtuanya sangat erat.
Rumah duka ternama sudah disiapkan buat proses pemakaman sepasang suami istri ini. Rencananya akan di makamkan di Jakarta di pemakaman mahal disitu ada pemakaman keluarga ada sebidang tanah yang disiapkan oleh opanya Aaron dari dulu. Di San Diogo Hilss, Memorial Park di Karawang. Disana juga ada rumah dukanya.
"Kita akan berangkat ke Jakarta, mami dan papi akan di makamkan di San Diego Hills."
"Aku ikut apapun keputusan kakak." Aaron langsung memeluk istrinya. Selesai berdoa mereka pun berangkat ke bandara. Pesawat jet pribadi yang membawa mereka. Selain peti jenasah mami dan papi, juga ada Ethan, Teo, suster, bibi Asih, Dion dan Rido juga sepasang suami istri ini.
Selama penerbangan Angel terus memeluk kedua peti itu. Angel tidak menyangka akan kehilangan sosok pelindung itu.