“Aku ingin memiliki banyak laki-laki tampan di sekelilingku, bukan hanya raja dan kaisar yang memilik harem. Aku juga akan menciptakan nya, rugi sekali jika punya kekuasaan dan wajah yang cantik jika tidak di gunakan dengan baik.”
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nunpiee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Titah permaisuri
Semua orang yang hadir di aula terkejut, ternyata mengenai kabar bahwa permaisuri turun langsung ke lapangan itu benar adanya.
“Baik yang mulia, saya akan menyiapkan kediaman sementara untuk anda.” Ucap Raja Xiao dengan menunduk penuh hormat.
“Ya.” Balas Xiufei.
Dia melihat sosok anak wanita yang terus menatapnya, wajahnya pucat. Tubuhnya kurus, matanya sayu. Tapi dia nampak cantik dan lembut, dia terlihat seperti anak yang penyakitan.
“Kemarilah….” Ucap Xiufei, anak itu terkejut. Dia melihat ke sekeliling, karena dia pikir bukan dirinya yang di suruh untuk maju.
“Yaoyao, jangan membuat yang mulia permaisuri menunggu.” Tegas wanita yang memakai pakaian tipis namun di balut dengan jubah yang tebal.
Dengan cepat, anak itu bergegas menghampiri Xiufei dan menundukkan tubuhnya di hadapan Xiufei, Xiufei memegang tangannya dan memeriksa denyut nadinya.
“Aku melihat adanya aura keberuntungan dalam dirimu, Raja Xiao bisakah aku mengangkatnya sebagai anak perempuanku?” Tanya Xiufei yang langsung menggemparkan seisi aula.
“Mohon ampun yang mulia, Yaoyao memiliki penyakit aneh dalam dirinya. Tubuhnya sangat kurus, takutnya dia membawa musibah untuk anda. Di tambah, dia juga bisu sejak lahir.” Tunduk seorang wanita berpakaian tipis tadi.
“Aku hanya meminta izin untuk membawanya, urusan musibah tidaknya itu bukan urusanmu.” Datar Xiufei.
”Ampun yang mulia.” Takutnya.
Xiufei tersenyum pada Yaoyao, anak tersebut mungkin berusia 7 tahun.
“Apa kau mau menjadi putri angkatku?” Tanya Xiufei.
“Y-yang mulia….” Dia melirik wanita tadi, terlihat tatapan tajam darinya.
“Pikirkan baik-baik.” Ucap Xiufei santai, namun penuh intimidasi.
“Yang mulia, dari pada dia yang penyakitan lebih baik anda lihat lihat saja putra putri kami yang lain. Mereka sangat hebat dan pintar juga….” Ucap ratu Xiao dengan tersenyum lebar.
“Salam yang mulia, saya putra tertua.” Ucap seorang laki-laki yang berusaha 9 tahun, dia nampak hebat tapi sorot matanya angkuh.
“Salam yang mulia, saya putri kedua.” Lanjut wanita yang berusia 8 tahun, dia yang paling cantik memang. Namun, sudah terlihat licik dan penuh siasat.
“Salam yang mulia, saya putri ketiga.” Sapa wanita berusia 8 tahun juga, dia tersenyum lebar. Xiufei bisa mencium aroma yang penuh dengan kedengkian dalam dirinya.
“Yang mulia, saya putra keempat.” Sambung laki-laki yang usianya mungkin sama dengan Yaoyao. Dia terlihat berekspresi dingin, tapi Xiufei tahu bahwa anak itu sudah memiliki pikiran jelek untuk merebut tahta.
Jumlah anak mereka sangat banyak dan Xiufei segera menghentikannya, dia mengangkat tangan.
“Aku hanya ingin anak ini, bagaimana raja Xiao?” Tanya Xiufei.
“Yang mulia, jika anda sudah memikirkannya matang matang maka saya hanya bisa terima. Terimakasih atas kemurahan hati anda….” Ucapnya dengan tersenyum lebar.
“Tapi, aku ingin dia memutus hubungan dengan ibu kandungnya dan kerajaan Xiao. Jika terjadi sesuatu pada kerajaan Xiao, dia tidak akan terlibat didalam nya. Begitu pun sebaliknya…..” jelas Xiufei, mereka mengangguk dengan setuju.
Xiufei merasa puas, dia mengelus rambut Yaoyao yang terus menundukkan kepalanya.
“Tidak apa, mulai sekarang kau sudah menjadi putriku. Jangan berani menundukkan kepalamu pada mereka….” Ucap Xiao pelan, Yaoyao menatapnya dan mengangguk kecil.
“Duduklah disampingku.” Ucap Xiufei, Yaoyao hanya patuh.
“Sekarang, jelaskan bagaimana kondisi rakyatmu.” Ucap Xiufei tegas.
“Yang mulia, banyak rakyat yang kelaparan karena gandum yang mereka tanam terendam banjir. Bahkan, persediaan makan pun sudah habis, sedangkan musim hujan masih belum di pastikan kapan berhentinya.” Jelas Raja Xiao.
“Bawa kemari pembukuan yang berisi catatan dari kekaisaran. Aku ingin melihatnya….” Ucap Xiufei, Raja Xiao terkejut dan sedikit ragu. Tapi dia tidak bisa menolak dan segera menyuruh pelayannya untuk mengambil.
Setelah itu, pembukuan itu dia berikan pada Xiufei. Xiufei membaca dan melihatnya secara perlahan lahan, dia tersenyum tipis. Setelah itu, Xiufei bangkit dan berjalan mendekat ke arah raja Xiao.
Di lemparkan nya pembukuan tersebut ke arah wajahnya, mereka yang melihat itu terkejut dan ketakutan setengah mati.
“Ternyata, Raja Xiao sangat licik ya. Apakah kaisar tahu mengenai hal ini?” Tanya Xiufei menyeringai.
“A-apa maksud anda yang mulia? Kaisar sudah lama dekat dengan kerajaan kami, jadi kami tid—“
“Panggil semua menteri kemari.” Ucap Xiufei, Xi’an Fu mengangguk dan segera bergegas, semua yang ada di aula mendadak tak enak hati.
Para mentri mulai berdatangan dan bersujud di sana, mereka terlihat senang melihat keberadaan Xiufei. Permaisuri yang selalu menjadi perbincangan setiap orang.
“Siapa yang bertugas untuk membagikan bahan makanan kepada rakyat?” Tanya Xiufei pada para mentri.
“Mohon menjawab yang mulia, saya sendiri.” Ucap seorang mentri yang terlihat sudah tua namun masih gagah.
“Berapa banyak yang kau bagikan dari istana?” Tanya Xiufei tegas.
“10 karung gandum setiap harinya yang mulia.” Jelasnya dengan menunduk.
“10 karung? Hahahahaha!!” Tawa Xiufei terdengar menyeramkan, matanya sinis.
“Kalian dengar baik baik! Istana memberikan bantuan gandum setiap harinya sebanyak 100 karung! Dan kaisar rutin mengirimkan gandum setiap hari selama 8 hari ini. Itu berarti sudah 800 karung gandum, jika di hitung dengan baik seharusnya semua rakyat dapat hidup tenang sampai musim kemarau tiba.” Jelas Xiufei, para mentri terkejut. Tapi ada beberapa yang pucat dan nampak ketakutan.
“Ampun yang mulia, saya mohon ampun….” Takut Raja Xiao.
“Xi’an Fu, selidiki siapa saja yang sudah terlibat. Bawa dia ke hadapan kaisar, sisanya biar aku yang urus.” Ucap Xiufei yang kembali duduk di tempatnya.
“Yang mulia, ampuni saya yang mulia…..” panggil Raja Xiao tapi tidak di gubris oleh Xiufei.
“Kau, kemari.” Ucap Xiufei pada mentri tadi yang menjawab, dia segera menghampiri Xiufei dan menundukkan kepalanya.
“Aku membawa 50 karung gandum di kereta kuda, segera bagikan kepada rakyat. Aku tak perlu turun tangan untuk melihat keadaan karena aku tahu, ini bukan masalah bahan pokok yang kurang, tapi masalah penggelapan.” Tegas Xiufei.
“Baik yang mulia.”
“Pengawal, sita ruang harta dan gudang dapur mereka. Bagikan semua gandum yang ada di gudang, sisakan 1 karung untuk keluarga kerajaan Xiao. Selama 1 bulan kedepan, aku harap kerajaan Xiao bisa makan dengan menghemat dan merasakan kelaparan seperti rakyatnya.” Datar Xiufei.
“Yang muliaaaa….” Pekik mereka yang tidak mau di hukum seperti itu, mereka terus memohon ampun tapi Xiufei tidak peduli.
“Yang mulia, anak-anak kami masih kecil dan mereka butuh banyak makanan untuk pertumbuhan…..” lirih Ratu Xiao dengan penuh kesedihan.
“Disaat seperti ini kau bahkan masih memikirkan pertumbuhan mereka, lalu apa kabar dengan rakyat mu yang kehilangan anak-anaknya karena kelaparan? Kau tidak cocok menjadi ibu untuk rakyat mu sendiri, Ratu Xiao.” Sinis Xiufei, dia menggeram marah.
Di tangan Yaoyao juga terdapat beberapa luka lebam, entah itu luka lama ataupun baru, yang jelas itu bukanlah hal yang normal.
“Asingkan Ratu Xiao ke istana dingin, jangan keluar sebelum aku memutuskan hukuman yang pantas untuknya.” Titah Xiufei yang tak berani mereka bantah.
Jangan lupa tinggalkan jejak yaa