"hai Anisa aku tidak mencari menantu yang hanya kerja jadi pelayan restoran,kamu sangat tidak pantas untuk anakku yang seorang polisi kamu hanya gadis miskin dari keluarga berantakan jangan harap kamu jadi istri benalu Bangi anak ku" itulah yang di katakan Bu ibunya mas Kaffa yang selalu ku ingat Sampai kapanpun
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama ende, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 29 Membeli sawah Tante Maya
Ibu aku suruh istirahat sedangkan aku mengantikan dia masak sayur asem, goreng bandeng presto bikin sambel tempe masakan sederhana ala kampung biar kalau ibu bangun lansung bisa makan Tanpa masak dulu selesai masak aku tidur tetapi sholat dhuhur dulu karena aku ngantuk banget aku di bangun ibu katanya di cari pakde
" Nduk bangun di cari pakde katanya ada bisnis sama kamu terima kasih ya tadi kamu masakan ibu sayur asem" kata ibu
" Kamu sudah makan apa belum tadi ibu belikan telur ayam kampung kesukaan mu" kata ibu
" Iya Bu aku ke pakde sebentar ya tanya kabar tentang sawah nenek" kataku dan aku ke rumah pakde ternyata ibu kepo juga beliau ikut aku ke rumah pakde lewat pintu belakang dan ada mbak Novi disana
" Nis sini ayo makan" ajak mbak novi
" Emang bude masak apa mbak ini pepes sama sayur asem juga ada otak otak bandeng oleh oleh dari kamu " jawab mbak Novi
" lha bude masih masak lagi" tanya ku
" ini buat serundeng daging sama sabel goreng kentang kering buat bekal Novi besok biar irit Novi belum bisa cari uang kayak kamu " kata bude
" Aku kesini suruh pakde mana dia" kata ku
" Eh nis kamu udah benaran putus sama kaffa ya" tanya mbak Novi
" Iya lah sudah pasti kok" jawabku sambil memberi kode agar jangan bahas ini ada ibu
" Bagus lah kalau kamu putus wong ibunya jahat cerewet sombong kasihan kalau kamu jadi menantunya" kata mbak Novi
" Nduk ada kabar gembira makelar ya bilang tanah itu sudah di tawar tapi belum di kasihkan karena penawarannya di bawah harga pasar dan yang punya tadi pagi kecelakaan jadi dia hanya minta kenaikan tapi yang nawar masih kekeh terus pakde masuk nawar buat kamu seperti keinginan kamu jadi sekarang bisa lihat sawahnya nanti kita bisa dealkan " kata pakde
" Kita ke sana sekarang saja kita ajak mas Bayu sebagai pelindungku" kata ku
Kemudian pun berangkat ke rumah makelar mas Bayu yang mengemudi dan pakde duduk di depan aku di belakang kami Sampai di rumah makelar ternyata rumahnya dekat dengan pasar pakde mengetuk pintu kami di persilahkan masuk
" Ini pak keponakan saya yang minat sawahnya nenek Bira" kata pakde kepada pak Slamet
" Yang baru datang dari Korea itu ya bagus le uangnya di belikan sawah biar tidak habis" kata pak Slamet
" Bukn aku yang beli pak tapi adek ku " kataku
" Oh mbaknya sudah kerja to kirain masih kuliah" tanya pak Slamet
" Sudah pak dia kerja sambil kuliah" Jawab mas Bayu
Pak Slamet menghubungi nenek dia membiarkan minta berapa karena tawaran yang tadi masih kurang jadi sekarang ada penawar baru mau menaikan harga tawarannya selesai menghubungi nenek pak Slamet sepertinya senang kami pun di ajak lihat sawah nya yang sebenarnya kita tahu kalau itu sawah nenek
" kita ke tempat nenek Bira neng kayaknya di kasihkan sawahnya kan dia butuh uang cepat buat bayar bank dari pada rumah nya di sita bank " kata pak Slamet sang makelar
Rupanya rumah Tante Maya di buat jaminan hutang bank kasihan dia sekarang suaminya di penjara nggk bisa bayar cicilan jadi di selamatkan sama nenek dengan menjual sawah bagian Tante Maya semoga nanti deal . Kami dalam perjalanan ke rumah nenek mas Bayu yang mengemudi pak Slamet di depan aku sama pakde duduk di belakang kami sampai di rumah nenek berati nenek tadi pagi nggak luka serius sekarang sudah di rumah.
Pak Slamet mengetuk pintu duluan ada seorang yang membukakan pintu ternyata Ninik juga Tante Maya ada nenek duduk di kursi roda
" Nek bagaiman kabar nenek tapi pagi nggak apa apa" tanya mas Bayu
" lumayan le nenek bisa langsung pulang nggak usah rawat inap terima kasih ya nis tadi pertolongan kamu" kata nenek kok nenek jadi baik ya mimpi apa aku semalam
" Terima kasih tapi kamu sama ibumu menolong nenek tadi ibu mu yang memangku nenek" kata nenek sambil memeluk aku
" Sekarang kamu semakin cantik saja" kata nenek
" Eh pak Slamet kok datang sama cucu cucuku ada apa ini" tanya nenek ke pak Slamet
" Eh Bu ini saya bawa calon pembeli yang penawarannya paling mahal" kata pak Slamet
" Oh Bayu yang mau beli ya pantas dia baru pulang dari Korea pasti banyak uang" kata nenek
" Bukan nek yang mau beli Anisa kan Anisa juga banyak uang" kata mas Bayu
" Cuma kerja membuat game kamu bisa dpat uang banyak tapi jaman sekarang banyak anak muda yang bisa dapat banyak uang dari hp saja" kata nenek
" Oh ya nek jadi berapa nenek minta nya apa di buntu saja harga nya" kata pak Slamet
" Maksudnya 400 juta tapi aku minta administrasi surat menyurat pembeli yang bayar " kata nenek
Tante Maya mengeluarkan minum emapt cangkir untuk kami Ninik cuma ketemu sebentar kemudian dia masuk lagi kemudian Tante Maya ikut duduk bersama kami
" Begini bayu ini sawah bagaian Tante dan Tante jual buat menebus sertifikat rumah di bank karena paman mu pinjam uang di bank pakai sertifikat rumah Tante sekalian buat pembayaran pengacara karena Tante nggak terlibat paman mu korupsi buat biaya gundiknya dan di sembunyikan bersama gundiknya untung Tante di tolong pak Hendra penyidik dan di carikan pengacara yang handal jadi Tante terbebas dari tuduhan tapi yaitu sertifikat rumah terlanjur di gadaikan di bank jadi Tante mau ambil itu dengan jual sawah biar tidak di lelang oleh bank" kata Tante Maya panjang lebar
" Yang mau beli Anisa tante Kalau uang Bayu mau buat kuliah nggak apa apa kan kalau Anisa yng beli" kata mas Bayu
" Iya nggk apa apa bay Tante butuh uang dari pada sertifikat buat jaminan di bank lagian siapa yang mau bayar paman mu Kena lima tahun dan harus mengembalikan semua yang di korupsi untung penyidik pintan dia menemukan gundik paman mu dan uang korupsi yang di sembunyikan semua di sita juga rumah dan tanah di desa nya gundik" kata Tante Maya panjang lebar
" kok nggak di jual di ayah saja Tante" tanya ku
" Ayah mu itu di kuasai Sayekti mana mau dia bantu adeknya tapi Alhamdulillah pak penyidik bilang ada seorang yang meminta pada dia untuk bantu Tante karena kasihan Tante di bohongi paman Rama dan gundiknya yang bernama Rina " kata Tante Maya tambah curhat
" Tante aku beli sesuai dengan pasaran 400 juta dan aku minta sertifikat nya di lihat atas bantuan pak Slamet dan sekarang aku kan bayar tapi aku minta pak Slamet datangkan notaris sekalian untuk surat surat nya" kata ku
" Siap neng bapak sudah siap punya langganan notaris yang bisa di panggil sekarang kok dan setelah bapak hubungi dia bisa datang hari ini" kata pak Slamet
" Tolong pak pastikan sertifikat asli dan notaris nya benar benar amanah juga ada surat dan kwitansi jual beli" kata ku menegaskan
"Mas Bayu pulang jemput ibu biar dia tanda tangan di depan notaris karena sawah itu aku atas namakan ibu nanti yang mengelola ibu dan di bantu pakde Mardi" kata ku menjelaskan
" Terima kasih kalau gitu nis maaf selama ini Tante sering menghian kamu" kata Tante Maya dengan malu malu
" Nek aku mau pinjam mukena mau sholat ashar dulu" kata ku kemudian aku di antar ke kamar mandi untuk berwudhu dan sholat di tempat sholat yang ada di dapur dulu dapur ini bersih dan rapi sekarang berantakan sekali seperti tidak terawat rumah Tante di sebelah nenek sangat bagus dan nenek diam saja dia seperti merasa bersalah
Selesai sholat aku segera ke ruang tamu di sana sudah lengkap orang nya ada notaris juga ibu,pak Slamet, nenek,mas Bayu dan pakde ada juga Ninik sepupuku kami serius membahas tentang jual beli sawah ini
Aku minta nomer rekening nenek karena sawah itu masih atas nama nenek dan Tante Maya juga nenek jadi perjanjian jual beli antara nenek dan ibu saja biar lebih praktis dan aku mentransfer uang ke nenek Kemudian nenek melihat m banking nya dan sudah berhasil kemudian notaris mengurus administrasi nya bersama ibu dan nenek yang di dampingi mas Bayu aku duduk di luar aku ingat kali jam segini biasanya ada bakso pak mirin lewat dulu sama nenek cuma di belikan satu pentol dan mie juga kuahnya terus di kasih nasi biar kenyang ya waktu itu nenek pelit.
Bersambung ....