NovelToon NovelToon
MY ELITE LOVER

MY ELITE LOVER

Status: sedang berlangsung
Genre:Raja Tentara/Dewa Perang / Menikahi tentara / Dokter / Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Cintapertama
Popularitas:33.8k
Nilai: 5
Nama Author: riniasyifa

Di balik tatapan dingin seorang Komandan Elite, tersimpan rasa rindu yang terpendam bertahun-tahun.

Saga Pratama Dirgantara menyimpan cinta rahasia untuk sang primadona sekolah, Renata Admajha, adik kelasnya saat SMA. Sosok Saga yang dingin, pendiam, dan tertutup membuatnya hanya berani mengagumi gadis itu dari jauh tanpa berani mengutarakan isi hati.

Hingga saat keberaniannya mulai muncul untuk menyatakan cinta, kabar mengejutkan justru datang menyambar. Sang pujaan hati ternyata telah dipinang oleh saingannya sendiri.

Mendengar hal itu, Sang Komandan patah hati sebelum sempat memiliki. Namun, sebagai lelaki terhormat, tak ada yang bisa ia lakukan selain mundur dengan teratur, mengubur perasaannya dalam-dalam, walau harus menelan pil pahit sendirian.

Namun, takdir cinta sang komandan punya rencana lain yang tak terduga.

Mampukah Saga menemukan Cintanya?
Mau tahu kisah selengkapnya yuk! langsung baca aja ya!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riniasyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29 My elite lover

Matahari pagi mulai menyinari kota dengan hangatnya yang lembut. Udara pagi yang segar berhembus pelan melalui celah-celah gedung pencakar langit, membawa aroma bunga dari taman-taman sekitar, namun tidak mampu menghilangkan rasa waspada yang masih erat menyelimuti hati sang komandan Saga.

Pagi itu, mobil mewah berwarna hitam legam sudah terparkir gagah di depan rumah Rena. Saga berdiri bersandar santai di kap mobilnya, sikapnya penuh wibawa meskipun ia hanya berdiri dengan rileks. Ia mengenakan kemeja lengan panjang berwarna putih yang digulung rapi hingga siku, memperlihatkan otot lengannya yang kekar dan terdefinisi dengan jelas. Jam tangan mewah dengan tali kulit hitam melingkar di pergelangan tangannya yang kekar.

Tidak butuh waktu lama, pintu rumah Rena terbuka perlahan. Rena keluar dengan tampilan yang sangat cantik dan anggun, ia mengenakan seragam dokternya dengan sangat rapi, rambut panjangnya diikat tinggi dengan pita kecil yang tidak mencolok, dan wajahnya yang bersih tanpa make-up berlebih justru membuatnya terlihat semakin mempesona.

"Pagi Kak Saga!" sapa Rena dengan suara ceria, tangannya kecil melambaikan dengan senyum lebar.

Saga langsung menyeringai dengan wajah yang penuh kasih sayang, tatapan dingin yang biasanya menyertai dirinya seketika menguap begitu saja. Ia mengangkat kedua tangannya sedikit sebagai balasan sapaan, ekspresinya langsung berubah menjadi lebih hangat.

"Pagi, dokter cantik ..." sapanya dengan nada lembut yang hanya bisa didengar Rena, lalu bergerak cepat membukakan pintu mobil dengan gaya yang sangat gentleman. Ia bahkan secara refleks menyandarkan tangannya di atas tepi pintu agar tidak sampai mengenai kepala Rena saat ia masuk. "Tidur nyenyak semalam?"

"Nyenyak dong!" jawab Rena sambil masuk ke dalam mobil dengan anggun, wajahnya sedikit memerah karena pujian itu. "Soalnya udah tahu Kakak ada di rumah, jadi aku bisa tidur dengan tenang!"

Saga tertawa pelan lalu masuk ke sisi pengemudi. "Ayo berangkat, jangan sampai kamu telat!"

"Mhmn!" singkat Rena dengan senyum manisnya.

Mobil pun melaju dengan stabil meninggalkan perumahan itu. Di sepanjang perjalanan, suasana di dalam mobil sangat hangat dan penuh candaan. Rena banyak bercerita tentang rencana hari ini, mengenai jadwal operasi kecil yang akan dia lakukan hari ini, hingga jadwal visit sama pasiennya. Saga mendengarkan dengan penuh perhatian, sesekali menyelipkan candaan yang membuat Rena tersipu malu bahkan terkadang tertawa lepas.

Namun, di balik senyum dan candaannya itu, mata tajam Saga terus memantau sekitar dengan cermat. Dari kaca spion, ia melihat sebuah mobil sedan berwarna gelap yang terus mengikuti mereka dari jarak cukup jauh sejak setengah jam yang lalu. Gerak-geriknya mencurigakan, selalu berusaha menyembunyikan diri di balik kendaraan lain, sering mengubah jarak secara tidak wajar.

Saga tidak menunjukkan ketegangan sedikitpun di hadapan Rena. Ia hanya mengatur posisi duduknya lebih tegak, menjaga kecepatan mobil tetap stabil, dan dengan santai ia meraih ponsel yang terletak di dasbor mobil. Dengan satu tangan yang tetap menguasai setir, ia mengetik pesan singkat dengan jari-jari yang gesit tanpa mengalihkan pandangan dari jalan di hadapannya.

"Ada ekor di belakang. Posisi kita di Jalan Merdeka, sedang melaju menuju Jalan RS Harapan. Selidiki siapa mereka, tapi jangan bertindak gegabah. Pastikan untuk melindungi jalanku sampai ke rumah sakit dan pantau gerakan mereka dari kejauhan."

Pesan terkirim dalam sekejap, langsung masuk ke grup obrolan rahasia timnya.

Beberapa menit kemudian, mobil Saga sampai di area parkir rumah sakit tempat Rena bekerja. Tempat itu sudah cukup ramai dengan aktivitas pasien yang berjalan perlahan dan tenaga medis yang sibuk bergerak dari satu gedung ke gedung lain. Udara di sekitar terasa sedikit lebih panas karena banyaknya orang yang bergerak, dan aroma antiseptik yang khas mulai tercium saat mobil mendekati area parkir yang tersedia.

Saga mematikan mesin, lalu menoleh perlahan ke arah Rena dengan wajah yang sangat serius namun tetap lembut.

"Ren, dengerin aku baik-baik ya," ucapnya dengan suara pelan namun tegas, membuat Rena langsung memperhatikan.

"Iya Kak? Ada apa nih?" tanya Rena dengan sedikit bingung, melihat tatapan serius yang jarang muncul di wajah Saga.

"Hari ini, dimanapun kamu berada di dalam atau sekitar rumah sakit, jangan pernah berjalan sendirian ya. Minta teman atau suster lain untuk menemanimu, terutama kalau mau ke tempat yang sepi kayak ruang penyimpanan atau area parkiran belakang. Dan tolong ..." dia terdiam sejenak, menatap Rena dengan penuh perhatian. "Jangan keluar dari area rumah sakit sebelum aku datang menjemputmu sore ini. Bisa kamu janjikan?"

Melihat keseriusan yang tercermin di mata Saga, Rena mengerti bahwa ini bukan sekadar nasihat biasa. Ada sesuatu yang sedang terjadi di balik layar yang ia tidak ketahui.

"Iya Kak ... aku janji kok. Aku pasti tidak keluar sendirian," jawab Rena dengan patuh, matanya menatap Saga dalam. "Tapi Kakak juga harus hati-hati ya. Jangan sekali-kali nekat kayak kemarin lagi ya? Aku masih takut ingetnya!"

Saga tersenyum lembut, lalu mengulurkan tangannya dan mengusap kepala Rena dengan penuh sayang, menyentuh rambutnya yang lembut.

"Tenang aja sayang. Aku kan selalu hati-hati untuk kamu. Sekarang masuk ya. Semangat kerjanya, dan awas jangan dekat-dekat sama cowok lain!"

"He he! Siap komandan!" angguk Rena dengan senyum, lalu turun dari mobil. Sebelum menutup pintu, ia sempat menoleh lagi dan melambaikan tangan kecilnya dengan ceria. Saga membalasnya dengan senyum lebar, tetap berdiri di samping mobil sampai Rena benar-benar masuk ke gedung rumah sakit dan hilang di balik pintu masuk yang besar.

Begitu sosok Rena hilang dari pandangan, senyum di wajah Saga langsung menghilang tanpa bekas. Aura dingin dan mematikan yang khasnya kembali menyelimuti dirinya sepenuhnya, membuat udara di sekitar mobilnya terasa lebih sejuk.

Ia menyalakan mesin mobilnya kembali, namun tidak langsung pergi. Ia bersabar menunggu beberapa saat sampai melihat mobil yang tadi mengikuti mereka berhenti tidak jauh dari gerbang masuk rumah sakit.

Dari jendela mobilnya, Saga bisa melihat dua orang pria dengan jaket hitam turun dan mulai berjalan perlahan ke arah pintu masuk, tapi tiba-tiba ragu dan berhenti saat melihat bahwa Saga masih ada di sana. Mereka saling memandang dengan wajah yang khawatir.

Saga menurunkan sedikit kaca jendelanya, menatap lurus ke arah kedua pria itu dengan tatapan yang sangat tajam dan mengintimidasi. Ia tidak perlu berkata apa-apa, tatapan mata yang seperti sedang melihat mangsa saja sudah cukup membuat kedua orang itu mundur perlahan dan tubuh mereka sedikit menggigil karena takut.

"Hhmp! Berani-beraninya kalian mengincar wanitaku di siang bolong begini ..." gumam Saga dengan nada rendah yang penuh ancaman, bibirnya sedikit mengerut.

Tiba-tiba ponselnya bergetar dengan getaran yang cepat. Pesan dari Leo masuk dengan cepat.

"Komandan, data sudah kami dapatkan. Plat nomor yang mereka pakai palsu, tapi plat nomor aslinya terdeteksi terdaftar atas nama salah satu anak buah Klan Kalajengking. Mereka memang sengaja mengintai Nyonya Muda Rena dari pagi ini."

Saga menyeringai senyum miring yang sangat menakutkan, matanya menyala dengan kilatan yang tidak bisa disepelekan.

"Bagus ... kalian sudah memancing harimau keluar dari sarangnya sendiri," bisiknya dengan suara yang dingin namun penuh kepuasan.

Ia langsung menginjak pedal gas dengan kuat!

BRUUUMMM!!!

Mobilnya melaju kencang, bukan pergi menjauh, tapi justru berbelok tajam dan bergerak memutar perlahan mendekati mobil musuh itu, seolah-olah tidak sengaja namun jelas menunjukkan bahwa ia siap menabrak jika perlu!

"KYAAAAA!!" teriak kedua orang itu dengan kaget, tubuh mereka langsung melompat ke belakang dan langsung berlari masuk ke dalam mobil mereka dengan sangat panik.

Mereka langsung menyalakan mesin dan kabur secepat mungkin menyusuri jalan raya, takut benar-benar ditabrak oleh Saga yang tampak sangat tegas dan tidak bisa ditawar saat itu.

Saga tidak mengejar mereka terlalu jauh, ia hanya ingin memberi pelajaran dan peringatan keras yang tidak akan terlupakan. Ia menghentikan mobilnya di tepi jalan yang aman, menatap kepergian mobil musuh itu dengan tatapan dinginnya.

"Kaburlah sejauh mungkin jika kalian mau ..." ucap Saga dengan suara dingin yang hanya bisa didengar dirinya sendiri. "Tapi ingat, buruan tidak akan pernah bisa lari dari pemburunya selamanya."

Ia lalu mengambil ponselnya kembali, menekan nomor Kevin dengan cepat.

"Kevin, siapkan tim segera. Kita akan bermain sedikit dengan tikus-tikus nakal ini. Aku mau tahu semua gerak-gerik mereka sepanjang hari mulai dari tempat mereka pergi, sampai dengan siapa mereka bertemu. Jangan biarkan satu pun dari mereka bisa tidur nyenyak malam ini!"

"Siap Komandan! Segera dieksekusi dengan cara yang bersih! Akhirnya bisa olahraga lagi setelah sekian lama!" jawab Kevin dari seberang dengan suara yang penuh semangat.

Saga memutar setir mobilnya dengan lancar, meninggalkan tempat itu dengan hati yang sudah bulat dan penuh tekad. Siapapun yang berani mengganggunya atau mencoba menyakiti orang yang ia sayangi harus siap untuk berurusan secara langsung dengan dirinya.

Bersambung ...

1
Munas Tuti
siaps Rizky, Bram, Sasa....nikmati permainan kalian woooi 😄
Rahma Inayah
lanjut Thor mkn seru
Ariany Sudjana
bagus Kevin, bunuh saja si pelacur murahan Sasa itu, juga Bram dan Rizky
azela
seru banget ceritanya kak!
NURHIDA MUJUR
mantap
azela
ceritanya tidak bertele-tele dan mudah di ikuti
azela
untuk apa memberikan kesempatan pada pengkhianat sekali pengkhianat tetep pengkhianatan
azela
karya yang luar biasa
azela
ceritanya dari awal sudah menarik kak! aku mulai baca sepertinya akan jauh lebih seru deh/Applaud//Applaud/
Elsa
mertua idaman ini mah/Kiss//Kiss//Kiss/
Rahma Inayah
siap di eksekusi
Munas Tuti
ketahuan kan niat jelek Rizky, Bram jg Sasa...haiii Tuhan tdk pernah tidur, niat gak baik pasti berbalik....hukum tabur tuai ada
Ariany Sudjana
hahaha Sasa kamu itu hanya pelacur murahan 🤣🤣😂😂 dan kamu ingin Rena hancur? kamu sedang.menggali kuburan kamu sendiri. juga Bram dan Rizky, bukannya intropeksi, kalian semua siap-siap menghadapi kematian kalian
Rahma Inayah
seblm kalian menghancurkan Rena dan Saga .kalian lbh dl yg hancur lebur JD tanh .eh.sasa km GK kapok2 ya inget nnt klu perbuatan mu BLK ke kamu saga diam BKN TDK tau tp klu sekali LG km menyentuh Rena km akan melahirkan di penjara tnp ada yg peduli pada lu termasuk ortu mu apalgi Rendy dia pasti GK mau bebaskan km dr jeruji besi pikir kn baik2 apa yg akan terjadi nnt
Munas Tuti
beuuuh makin seru ini mah...
sri hastuti
tlng thor jangan smp berhasil rencana sasa, dasar wanita gak tau diri, sdh merebut ,kok gak sadar msh punya rencana jahat
😡😡😡😡😡😡
Ariany Sudjana
ya pantas saja kamu kalah sama Rena, Rena itu dokter, perempuan baik-baik dan mandir, sedangkan kamu kan hanya pelacur murahan 😂😂🤣🤣 kamu selalu menyalahkan Rena untuk semua masalah kamu, sudah lebih baik kamu diam di lokalisasi atau paling bagus kamu mati saja
Munas Tuti
huuuh Sasa...punya hati kok jahat banget, udah mah ngrebut Rendy sekrg mau bikin riweuh Rena n Saga 💪
Rahma Inayah
gak ada kapok2 nya klu saga mau pas km nyuruh org nyulik Rena SDH di penjara dan di permalukan Kel km mkn lngsung di buat jatuh miskin Kel km tp saga diam biar km BS berubh klu sekali LG km macam2 sam Rena km akan tau akibat nya dan GK BS di ampuni lgi
Munas Tuti
seneng klo punya mertua seperti keluarga bu Marisa...👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!