NovelToon NovelToon
Calamity Ex Machina

Calamity Ex Machina

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Epik Petualangan / Perperangan
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Manusia Ikan

Kekaisaran Aurellian telah menikmati kedamaian selama 1500 tahun, hingga sebuah bayangan misterius jatuh tepat di atas takhta mereka. Arta Valerion, seorang penyihir muda jenius, menemukan bahwa rembulan yang selama ini dipuja kini menyimpan ancaman yang tak terbayangkan. Kehadiran sang utusan dari peradaban masa lalu yang telah binasa—membawa peringatan dingin: bahwa mereka tidak sendirian, dan mereka tidak siap.

​Di ambang kehancuran yang telah menelan delapan planet sebelumnya, Aurellian harus memilih: tunduk pada teknologi asing atau menghadapi kepunahan. Bagi Arta, ini bukan lagi tentang prestasi sihir, melainkan perjuangan untuk mempertahankan senyum orang-orang yang ia cintai sebelum fajar terakhir tiba.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Manusia Ikan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ARC 2 -BAB 3 -ISTANA KUNO (3)

Di saat Arta sedang memecahkan sihir kuno yang rumit itu, Raylen dan Grom yang masih dibuat takjub oleh kemegahan istana memutuskan untuk berjalan-jalan di sekitar area luar takhta.

​"Ini benar-benar menakjubkan," puji Grom sambil menatap pilar-pilar di koridor. "Meskipun tempat ini sudah ada sejak zaman purba, secara penampilan arsitekturnya tidak terlalu jauh berbeda dengan gaya bangunan di masa kita sekarang."

​"Benar juga," sahut Raylen, langkah kakinya bergeming pelan di atas lantai batu. "Aku jadi berpikir, mungkin saja bangsa di masa lalu inilah yang pertama kali memulainya, lalu konsep arsitektur ini tersebar ke seluruh dunia hingga bertahan sampai saat ini."

Grom terdiam sejenak. Ia membelai permukaan pahatan dinding yang dingin sebelum berkata, "Sebenarnya... tempat ini sangat mirip dengan cerita legenda atau dongeng kuno dari kerajaanku."

"Benarkah? Seperti apa ceritanya?" tanya Raylen penasaran.

"Ah, itu tentang Kerajaan Bawah Tanah yang hilang," ucap Grom sambil mengerutkan kening. "Dahulu kala, sebelum manusia mendominasi benua seperti sekarang, kami percaya bangsa Dwarf-lah yang pernah menguasai seluruh benua. Tapi, cerita itu terdengar agak konyol. Aku selalu berpikir itu hanyalah bualan yang dibuat-buat untuk meningkatkan rasa percaya diri bangsa kami saja."

Raylen hanya bergumam pelan. Di dalam benaknya, ia membenarkan perkataan Grom. Bangsa Dwarf di era sekarang hanyalah ras kecil yang terdiri dari dua kerajaan saja. Pengaruh politik mereka tidak terlalu besar, dan mereka biasanya hanya dipekerjakan sebagai buruh konstruksi bangunan atau penempa besi. Wajar saja jika segelintir orang dari mereka menciptakan dongeng heroik semacam itu sebagai hiburan.

​"Karena itulah aku sangat terkejut melihat tempat ini langsung dengan mataku sendiri," lanjut Grom. Mereka terus berjalan hingga tiba di pelataran luar istana. Di depan mereka, terbentang pemandangan kota kuno yang sangat luas dan indah, berdiri kokoh melintasi waktu. "Cerita kuno itu mengatakan bahwa leluhur kami adalah satu-satunya kerajaan yang mampu membangun kota masif di dalam perut bumi."

Raylen memperhatikan raut wajah Grom. Ia tahu betul, bangsa Dwarf di masa ini pernah mencoba membangun kota di bawah tanah, namun proyek itu gagal total karena seluruh strukturnya runtuh. Di era ini, mereka hanya bisa membangun kota dengan memahat permukaan gunung batu saja—dan itu pun sudah dianggap sebagai mahakarya oleh bangsa-bangsa besar lainnya.

"Jadi, besok kita sudah harus kembali ke Kekaisaran, ya?" tanya Grom, memecah keheningan.

​"Benar. Ini hari terakhir bagi Arta untuk memecahkan segel itu," jawab Raylen. Ia mengambil posisi duduk di anak tangga batu teratas, lalu mengeluarkan selembar kertas perkamen berukuran besar dari tasnya.

​"Untuk apa lembaran itu?" Grom mendekat karena penasaran.

"Aku akan menggambar peta dan struktur tempat ini. Ini akan menjadi penemuan yang luar biasa bagi dunia arkeologi. Siapa tahu... cerita yang kau sebut dongeng tadi memang bukan sekadar legenda yang dibuat-buat, kan?" Jawab Raylen sambil tersenyum. Ucapan itu seketika membuat Grom merasa dihargai, matanya berbinar haru.

Setengah hari berlalu dengan cepat. Cahaya matahari yang menembus lubang langit-langit gua perlahan berubah menjadi oranye kemerahan, sebelum akhirnya meredup dan membuat kota batu itu perlahan tenggelam dalam kegelapan.

Tiba-tiba, sebuah kilatan cahaya yang sangat terang memancar dari arah belakang mereka—tepatnya dari dalam ruang takhta istana.

​"Apa yang terjadi?!" teriak Grom spontan.

Mereka berdua langsung berbalik, mencabut senjata masing-masing, dan berlari kembali ke dalam istana untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk.

Di titik tempat lingkaran sihir hitam itu berada, kini muncul sebuah bola hitam pekat berukuran sangat besar yang hampir memenuhi seluruh ruangan takhta. Bola itu terlihat sangat pekat, seolah menolak dan tidak memantulkan cahaya apa pun di sekitarnya.

Keanehan lain terjadi pada ruang di sekitar bola hitam tersebut. Udara dan pandangan di sekelilingnya tampak bergelombang dan terdistorsi, seakan-akan seluruh ruangan sedang ditarik paksa masuk ke dalam inti bola. Namun, itu hanyalah efek visual murni, karena tidak ada benda fisik atau puing yang tertarik secara nyata.

​"Ini aneh. Kenapa visual di dekat objek itu terlihat terdistorsi? Seperti ruang di sekitarnya sedang terlipat ke dalam," ucap Arta. Ia berdiri di depan dengan waspada, setelah merapalkan sihir pelindung transparan untuk membentengi Elian, Lilia, dan Reldia.

​Unit-09 segera melayang maju, lensa optiknya berkedip cepat menganalisis objek misterius tersebut. "Luar biasa. Secara visual ini memiliki karakteristik yang mirip dengan lubang hitam (black hole). Namun anehnya, objek ini tidak memancarkan daya tarik gravitasi sama sekali ke lingkungan sekitar. Seolah-olah... ada seseorang yang mengendalikan hukum fisikanya secara penuh."

"Jadi, apakah benda itu aman?" tanya Elian, tangannya bersiaga di gagang pedangnya yang retak.

"Aku tidak tahu," jawab Unit-09 singkat.

​Detik berikutnya, sebuah entitas mulai merayap keluar dari dalam inti bola hitam tersebut. Itu adalah sesosok tubuh humanoid raksasa yang seluruh permukaannya terbentuk dari susunan kristal obsidian hitam yang legam dan kokoh.

Secara penampilan, makhluk itu menyerupai seorang kesatria golem lapis baja yang sangat intimidatif. Kepalanya dilindungi oleh helm baja obsidian dengan tanduk-tanduk tajam yang mencuat ke atas, di mana sepasang mata berbentuk celah vertikal memancarkan cahaya ungu magis misterius yang dingin.

Struktur pundak dan lengannya dilapisi oleh lempengan kristal berduri yang mencuat kasar, memberikan kesan pertahanan yang mustahil ditembus. Namun, bagian paling mengerikan terletak tepat di tengah dadanya: sebuah lubang lingkaran sempurna yang gelap gulita, memancarkan aura kosmik ungu di tepiannya, seolah tidak memiliki dasar sama sekali.

"Aku merasakan firasat yang sangat buruk!" ucap Arta, urat-urat di keningnya menegang.

"Analisis. Kekuatan Aether yang tersisa, 10%. Ancaman hampir tidak di temukan. memasuki mode Hemat." ucap suara yang keluar dari raksasa itu.

​Tanpa membuang waktu, Arta segera merapalkan sihir penahan tingkat tinggi. Dua buah lingkaran sihir bercahaya muncul seketika, berputar secara bersilangan menyelimuti tubuh raksasa obsidian tersebut layaknya sebuah pasung energi yang mengekang gerakannya.

Menerima kekangan itu, sang kesatria golem raksasa mulai menggerakkan tubuhnya yang masif. Sendi-sendi kristalnya berderit pelan, lalu ia menundukkan kepalanya yang bertanduk—menatap lurus ke arah Arta tanpa ekspresi, memancarkan niat membunuh yang sunyi.

1
kutu alien
/Ok/
SANG
Mantap banget💪👍
SANG
Lanjutkan aksimu dek💪👍
( Author ) Vivi~
like koment ku sudah mampir, btw ceritanya kalau dicermati asik juga ya😭
akan aku lanjut baca malam nanti, mau serius up cerita ku dulu KK😭😭
Manusia Ikan 🫪: semangaaat up nyaaaah✨
total 1 replies
kutu alien
/CoolGuy//CoolGuy/
Manusia Ikan 🫪: hehehe
total 1 replies
Human175
ada kapal terbang 🗿
Manusia Ikan 🫪: oh yang kapal kayu kah, iya itu kapal terbang sihir, sebagian terbang pake hukum fisika, dan sebagainya gabungan keduanya😅
total 2 replies
Zetavia
Jan lupaa mampir yahh di novel ku saran dan kritik nyaa
Manusia Ikan 🫪: baiik
total 1 replies
T28J
lah kemana dia?
Manusia Ikan 🫪: ah maksudnya dia lagi mengumpulkan energi yang selaras dengan Aether di planet ini.
total 2 replies
Anomali Pink Hiatus
Darimana bisa tahu kalau bangunannya berumur puluhan ribu tahun.
Manusia Ikan 🫪: :v oke oke
total 3 replies
T28J
/Rose//Rose//Rose/
T28J
Arven terdiam sesaat saat merasakan resonansi yang familiar dari dunia lain.

“…jadi kalian benar-benar memanggil Titan ke dunia ini.”

Bukan penolakan, justru sebaliknya. Sudut bibirnya terangkat tipis. “Menarik...”

Karena setiap dunia yang mulai menyentuh kekuatan Titan… biasanya tidak akan pernah kembali sama.

“Jaga mereka baik-baik. Titan bukan sekadar kekuatan... mereka adalah awal dari perubahan.”

—Arven, Mechanist of Legacy🔥
kutu alien
/Plusone/,/Doge/
alicea0v
"Alice!!! lihat...!!! Golem dan serangga mereka terbuat dari batu mahal!!! kita bisa kaya!!" Xena menunjuk-nunjuk layar sihir pemantau yang mengambang di udara.

"Sepertinya monster di dunia ini, sangat terobsesi dengan kekayaan.. bahkan serangganya pun. dari batu mahal." sahut Alice sembari duduk di singgasananya dengan anggun.

"Kalau aku disana, apa pisau ku bisa membelah mereka?" Violet tiba-tiba menatap kumpulan pisau lempar di pinggangnya.

"Bisa atau tidak, yang jelas kita kaya kalau disana!!" Xena mulai berlarian tak jelas, membuat Arthur menahan emosi.

"huuh... apa-apaan dunia ini?!" Arthur memijat pelipisnua, merasakan gejolak membara (bah?) maksudnya merasakan emosi panas yang mengalir sampai ke ubun-ubun.

"Santailah, Arthur. kau terlalu emosional!" gumam Albertio, nadanya begitu tenang bahkan sangat tenang untuk situasi absurd saat ini.

"We.. wee.. udah capek...!!! bubar!!!" Alice berteriak kesal, membubarkan pertikaian di Kuil dewi itu segera. Teriakannya menggema ke pikiran Author yang menulis cerita ini.
SANG: Tetap semangat💪👍
total 5 replies
kutu alien
yah habis lagi/Sly/
Manusia Ikan 🫪: cape🥴
total 1 replies
Wawan
Satu iklan buat pelatihan Tebing Tinggi💪
Manusia Ikan 🫪: semangat ya🐥
total 1 replies
penulismisterius
pertempuran yang keren🐳
salut sama kak manusia ikan🐳
semangat
SANG: Like iklan plus komen💪👍
total 4 replies
SANG
Bunga untukmu thor/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
Manusia Ikan 🫪: /Awkward/makacih
total 1 replies
SANG
Mantap habis👍💪👍💪👍💪👍💪👍💪👍💪👍💪👍💪👍💪
SANG
💪👍👍👍💪
SANG
Lanjutkan aksimu tho💪👍
Manusia Ikan 🫪: /Applaud/pastinya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!