NovelToon NovelToon
Matahari Sang Iblis

Matahari Sang Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Crazy Rich/Konglomerat / Fantasi
Popularitas:66.7k
Nilai: 5
Nama Author: hofi03

Terlahir kembali sebagai Lyra Clarissa Wijaya, cucu tunggal dari keluarga terkaya di dunia, Lyra tidak tumbuh sebagai gadis manja yang lemah. Di balik kecantikannya yang tenang dan elegan, tersimpan jiwa seorang putri bangsawan Vampir dan kekuatan insting Alpha Serigala yang ia bawa dari kehidupan sebelumnya.

Xavier adalah pria paling berbahaya yang ditakuti dunia. Dia dingin, kejam, dan dikenal tidak punya perasaan, tiba-tiba hidupnya yang gelap mendadak jungkir balik. Pria yang tak pernah tunduk pada siapa pun ini, justru rela menyerahkan segalanya untuk gadis kecil nya.

"Mintalah nyawaku, Lyra. Mintalah seluruh dunia ku, asal jangan pernah palingkan matamu dariku, karena tanpamu, duniaku kembali menjadi gelap," bisik Xavier, berlutut di hadapan gadis itu tanpa memedulikan tatapan ngeri para bodyguard nya.

Lyra hanya tersenyum tipis, sebuah senyuman misterius yang membawa sisa-sisa keagungan masa lalunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TEMPAT TENANG

"Dunia ini sudah tidak cocok lagi untukmu malam ini, Lyra. Bulan merah itu memanggil bagian dari dirimu yang selama ini disembunyikan oleh orang tuamu," lanjut Xavier.

Lyra melihat ke langit, ke arah bulan merah yang kini tepat berada di atas mereka.

"Apa yang terjadi sama aku, Xavier? Kenapa aku bisa lari secepat itu? Kenapa aku merasa mau mencabik sesuatu?" tanya Lyra, pelan.

Xavier tersenyum tipis, kali ini senyumnya terasa tulus dan penuh duka. "Karena kamu adalah anak dari dua dunia yang seharusnya tidak bersatu, Lyra. Dan malam ini, kamu baru saja bangun."

"A-apa maksud mu-"

"Aaaakkkkkkhhhh...."

Lyra mencengkeram kepalanya kuat-kuat, kukunya yang tajam nyaris melukai kulit kepalanya sendiri.

Bayangan wanita pucat yang menangis itu terus berputar, memanggil-manggil namanya dengan suara yang menyayat hati, suara itu bukan terdengar di telinga, tapi bergema langsung di dalam jiwanya.

"Siapa dia?! Kenapa dia menangis?!" teriak Lyra frustrasi.

Xavier melangkah maju, wajahnya yang biasanya tenang kini memancarkan kecemasan yang luar biasa, dia tidak menyangka proses kebangkitan jiwa Lyra akan seperti ini.

"Berhenti! Tolong jangan menangis Aaaakkkkkkhhhh!" teriak Lyra, mencengkeram erat rambut nya.

"Lyra, dengarkan aku! Fokus ke suaraku, jangan dengerin suara di kepalamu!" seru Xavier, mencoba meraih bahu Lyra.

"JANGAN SENTUH!"

BOMM

DUARR

Sebuah gelombang energi tak kasat mata meledak dari tubuh Lyra, membuat pohon-pohon di sekitar mereka tumbang dan debu beterbangan, bahkan Xavier terdorong mundur beberapa langkah, matanya terbelalak melihat aura merah keemasan menyelimuti tubuh permatanya itu.

BRUK

Lyra ambruk berlutut, napasnya tersengal-sengal, matanya yang emas kini mulai berkilat merah, pertanda sisi vampirnya sedang memuncak, haus akan pembalasan atas rasa sakit yang dia rasakan.

"Argh... panas... !" rintih Lyra, air mata mulai menetes.

Melihat Lyra yang hancur seperti itu, hati Xavier rasanya seperti diremas, dia tidak tahan melihat permatanya menderita sendirian, dia tahu, kalau dia membawa Lyra kembali ke kediaman Wijaya sekarang, rahasia ini akan meledak dan keluarga Wijaya tidak akan siap menghadapi Lyra dalam mode predator abadi.

"Maafin aku, Lyra, aku harus bawa kamu pergi ke tempat yang lebih aman," gumam Xavier pedih.

Xavier bergerak secepat kilat, menggendong tubuh Lyra, meski kulitnya terasa seperti terbakar saat bersentuhan dengan aura Lyra, tapi Xavier tidak peduli, dia mendekap erat tubuh Lyra yang bergetar hebat.

"Lepasin! Jangan menyentuh ku!" teriak Lyra meronta, bahkan sempat menggigit lengan Xavier sampai berdarah.

Xavier tidak perduli dengan rasa sakit di lengannya, dan justru dia mempererat pelukannya, sambil membisikkan kata-kata dalam bahasa kuno yang hanya dimengerti oleh kaum mereka, mencoba menidurkan sisi liar Lyra secara paksa.

"Tidur, Sayang... istirahatlah, saat kamu bangun, semuanya akan lebih jelas," bisik Xavier lembut di telinga Lyra.

Perlahan, tubuh Lyra melemas, energi yang meluap-luap tadi mulai meredup, dan kepalanya yang tadi terasa mau pecah perlahan mulai tenang.

Lyra jatuh pingsan di pelukan Xavier dengan sisa air mata di pipinya.

Xavier menatap wajah pucat Lyra dengan tatapan penuh cinta dan luka, dia menggendong Lyra dengan gaya bridal style, sangat hati-hati seolah gadis itu adalah kaca yang mudah pecah.

"Thomas, Arin.... Saya tahu kalian sangat menyangi nya, tapi Saya tidak bisa mengembalikan dia pada kalian malam ini. Dia butuh tempat yang mengerti siapa dia sebenarnya," ucap Xavier pada angin malam.

Xavier melesat membelah kegelapan hutan, gerakannya begitu cepat hingga sosoknya hanya terlihat seperti bayangan hitam di antara pepohonan, di pelukannya, Lyra tampak begitu kecil dan rapuh, sangat kontras dengan ledakan energi yang baru saja gadis itu lepaskan.

Setelah menempuh perjalanan jauh, Xavier tiba di sebuah mansion tersembunyi yang arsitekturnya bergaya klasik Eropa, dikelilingi oleh pohon-pohon tua yang rimbun.

"Buka gerbangnya sekarang!" perintah Xavier dingin melalui alat komunikasi kecil di telinganya.

Tanpa suara, pintu kayu besar mansion itu terbuka.

Simon sudah berdiri di sana dengan wajah tegang, didampingi oleh seorang wanita paruh baya bernama Elena, yang merupakan orang kepercayaan keluarga Valerius.

"Tuan, apa yang terjadi dengan Nona Lyra?" tanya Simon kaget melihat kondisi Lyra yang berantakan dan baju Xavier yang terkena noda darah.

"Siapkan kamar utama, jangan ada yang masuk kecuali Elena," perintah Xavier tanpa menghentikan langkahnya.

Xavier membawa Lyra ke lantai atas, masuk ke sebuah kamar luas yang aromanya sangat menenangkan.

Dengan sangat hati-hati, seolah takut menyakiti kulit Lyra, Xavier membaringkan gadis itu di atas ranjang dengan sprei sutra yang lembut.

"Elena, periksa kondisinya, dan pastikan suhu tubuhnya stabil," perintah Xavier, suaranya sedikit bergetar.

Elena mendekat, menyentuh kening Lyra sejenak lalu menatap Xavier.

"Ini reaksi kebangkitan jiwa, Tuan. Tubuh manusianya kaget karena harus menampung kekuatan besar sekaligus. Dia hanya butuh ketenangan," ucap Elena, memeriksa keadaan Lyra.

Xavier tidak beranjak, pria yang biasanya ditakuti karena kedinginannya itu kini duduk di pinggir ranjang, mengambil handuk kecil yang sudah dibasahi air hangat dari tangan Elena.

"Biar Saya yang melakukannya, kalian keluarlah" gumam Xavier, datar.

Simon dan Elena saling lirik, lalu membungkuk hormat dan keluar dari kamar tanpa suara.

Mereka berdua tahu, jika sudah menyangkut Lyra, Xavier tidak akan membiarkan orang lain menyentuh permatanya.

Dengan gerakan yang sangat telaten, Xavier mulai menyeka sisa tanah dan keringat di wajah Lyra, dia membersihkan noda air mata kemerahan di pipi gadis itu dengan sentuhan yang sangat ringan.

"Maafkan aku karena membiarkanmu merasakan sakit ini sendirian," bisik Xavier pelan.

Xavier menggenggam tangan Lyra yang mulai terasa hangat, dia melihat kuku-kuku Lyra yang tadi sempat memanjang kini sudah kembali normal, Xavier tersenyum miris, teringat bagaimana Lyra tadi menyerangnya dengan begitu liar.

"Kamu benar-benar kuat, Lyra, bahkan lebih kuat dari yang aku bayangkan," ucap Xavier lagi.

Xavier kemudian mengambil sisir kecil di atas nakas, perlahan merapikan rambut cokelat Lyra yang berantakan terkena dahan pohon tadi, dia melakukannya dengan sangat sabar, menyisir helai demi helai rambut itu seolah-olah itu adalah ritual yang paling penting di dunia.

Tiba-tiba, Lyra sedikit merintih dalam tidurnya, keningnya berkerut seolah sedang bermimpi buruk lagi.

"Sshhh... aku di sini, jangan takut," bisik Xavier lembut.

Xavier tidak melepaskan tangan Lyra, dia menyandarkan kepalanya di pinggiran ranjang, terus menatap wajah tidur Lyra dengan mata peraknya yang memancarkan rasa sayang yang begitu dalam.

Tidak ada lagi aura penguasa yang kejam, yang ada hanya seorang pria yang sedang menjaga harta paling berharganya.

"Bangunlah dengan tenang nanti, aku tidak akan membiarkan siapa pun menyakitimu lagi, bahkan takdirmu sendiri," gumam Xavier mencium kening Lyra, lembut.

Cup

1
Eka Putri Handayani
sikap xavier mengingatkan ku pda leo jd kangen keluarga aliastir😭🥺
Muft Smoker
Manis banget kn mereka ,, 😁😁😁😁😁


kak author crazy up boleh ,,
tp kesehatan ttap di jaga ,, 👍👍👍😁😁😁😁😁
makasih yx ka buat up ny yg selalu mantuuul
miss blue 💙💙💙
uuhh,, ngebayanginnya indah banget tuh laut 😅😅😅
miss blue 💙💙💙: mau sekalian ngintip ya kak? 🤣🤣🤣
total 2 replies
Maria Lina
makasih ya thor ud up nya🙏🙏😍😍
IG : hofi03_sakroni: kembali kasih sayanggg🤍
total 1 replies
💞DARRA💞💖
yaaaaah gak jadi dinner
IG : hofi03_sakroni: sebagai gantinya main jetskiiii💃🏻
total 1 replies
Muft Smoker
makasih crazy up ny kak ,,


aduuuh udh di kasih tau jgn main2 ma pasangan yg 1 ni ,,
baru di lawan sama ratu ny aj anda udh babak belur ,,
gmn ngelawan mereka berdua ,,
mungkin langsung pndah alam kalian berdua ,, 🤭🤭🤭🤭😒😒😒😒
miss blue 💙💙💙
dih, kirain kuat si davin, baru segitu aja udah kalah 🙄🙄
Tiara Bella
ternyata Davin yg nyelamatin Mariska....
Maria Lina
makasih bnyk ya thor up nya n ni ku ksh vote yo karena aku suka n ud baca semua cerita mu thor
IG : hofi03_sakroni: terimakasih sayangggg 🤍
total 1 replies
Tri Yoga Pratiwi
Kalau Xavier tahu istrinya dikroyok entah gimana ngamuknya 🤣🤣🤣
IG : hofi03_sakroni: ayo kita siap-siap ngumpet kak, seperti nya dunia akan di gulung sama Xavier 😅
total 1 replies
zylla
penasaran sama identitasnya Xavier di masa lalu. 🤔
miss blue 💙💙💙
bingung kayak nya mau pada ngomong apa 😅😅😅
Inah Ilham: takut salah ngomong, kena hap serigala raksasa😁😁
total 1 replies
Muft Smoker
next kak ,,
makasih udh crazy up ,,
Muft Smoker: pastii kak,, 😁😁😁
total 2 replies
Muft Smoker
ayoooo daviin nyari masalah aj sama Xavier ,, biar km tau gmn rasa ny di gigit semut yg cosplay jdi serigala raksasa ,, 🤭🤭🤭🤭🤭
Muft Smoker
eeeh mafia juga makan kerupuk yx trnyata🤭🤭🤣🤣🤣🤣🤣
Muft Smoker
tua kata erooos ,,
yx deeh yg masiih mudaaa 🤭🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣🤣
💞DARRA💞💖
🤣🤣eros😄
Muft Smoker
makiiin seruuu nih cerita ny ,,
neeext kakak 😁😁😁
Muft Smoker: sama2 kak ,,
pokokny luph2 sakebon buat kak author 😁
total 2 replies
Muft Smoker
oooalaaaaa jd Oliver too ,,
pantes Oliver beda sendiri yx warna matany ,, ternyata ad si Xavier dsna 🤭🤭🤭🤭
Muft Smoker
hey ,, anda sama aj menggali kuburan sendiri ,, kalo berurusan dg wijaya ,, 😒😒😒
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!