NovelToon NovelToon
Unbound By Royalty

Unbound By Royalty

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Mengubah Takdir / Penyelamat
Popularitas:294
Nilai: 5
Nama Author: Yuan La

Alin dikirim ke negara asing untuk menjadi tenaga sukarelawan, negara berbentuk monarki. Terlibat percintaan yang dalam dengan sang pangeran. Pangeran yang mencintainya dengan sepenuh hati dan jiwanya. Namun takdir harus memilih antara tahta dan wanita. Disaat sistem monarki menuntutnya meneruskan kerajaannya, namun Alin hanya ingin hidup bebas tanpa terikat norma dan adat dibalik tembok besar. Akankah cinta mereka berakhir bersama atau justru melepaskan satu sama lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuan La, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 21

Langkah kaki Alin beradu dengan lantai granit koridor hotel mewah di pusat kota Xinglan. Suasana di sini sangat kontras dengan hiruk-pikuk rumah sakit tempatnya bekerja. Wangi aromaterapi mahal dan pencahayaan temaram yang elegan justru membuat dadanya terasa semakin sesak.

“Duduklah.” Pinta Lu pada Alin saat wanita itu dengan ragu mengikutinya masuk kedalam kamar hotel tempat ia bermalam.

“Kau tidak mengatakan alasan untuk bertemu dengan ku, aku kira kau enggan membantu jadi aku tidak membawa flashdisk yang kumaksud.” Jelas Lu melepas mantel hitam tebalnya.

Ia berjalan menuju meja kerja kecil di sudut kamar dan membuka sebuah laptop. "Pangeran Yan, telah memodifikasi bukti forensik yang kau miliki. Di mata komite audit dan publik Xinglan, aku adalah penjahat yang menggelapkan dana operasional rumah sakit. Tapi kau tahu kebenarannya, Alin. Jika dana itu cair sekarang, lusa saat aku kembali ke Neterdhem, aku tidak akan mendapati apa-apa lagi selain buldoser yang meratakan rumah warga miskin."

Alin mendekat, menatap layar yang menampilkan peta satelit pemukiman kumuh di pinggiran Neterdhem.

“Pangeran Yan tidak mengetahui hal dasar yang ingin kau lindungi Lu.” Lirih Alin.

“Kau sekarang membelanya? Disaat ia menumpahkan masalahnya padamu?” Kesal Lu, “Jika aku sampai hati, aku bisa menyeretnya dalam perkara ku. Bahkan dia akan di cap sebagai pangeran bengis yang membunuh rakyat miskin.”

"Lalu apa rencanamu?" Alin enggan berdebat, tak masalah jika ini dilimpahkan padanya. Namun jika kelak seluruh dunia tahu ini perbuatan pangeran Yan, ia tak bisa membiarkan hal itu terjadi.

Sekarang entah siapa yang melindungi siapa.

"Aku hanya punya waktu sampai besok. Lusa, otoritas Neterdhem akan menjemputku untuk persidangan formal, dan begitu aku menginjakkan kaki di sana tanpa pembelaan yang kuat, paman-pamanku di dewan direksi akan langsung mencairkan dana itu."

Alin mengepalkan tangannya di balik saku mantel. "Kita tidak bisa melawan pangeran Yan dengan hukum Xinglan, karena dia adalah hukum itu sendiri di sini. Aku sudah memohon padanya untuk mencabut perkara mu, tapi—“ Alin bingung melanjutkan perkataannya. Rei jelas menolak karena kecemburuannya.

“Aku butuh bantuan mu, kita bisa menggunakan otoritas kesehatan internasional. Tanah di bawah pemukiman Neterdhem yang ingin mereka bangun rumah sakit mewah itu... itu adalah bekas lahan pembuangan limbah industri abad lalu. Zat merkuri dan timbal di sana masih tinggi."

Mata Alin melebar. "Kau ingin membuktikannya secara klinis?”

"Ya. Jika aku bisa merilis laporan medis resmi bahwa membangun fasilitas kesehatan di atas tanah beracun adalah bentuk malpraktik massal, organisasi kesehatan dunia akan membekukan proyek itu secara internasional. Bahkan pangeran mahkota Xinglan tidak akan bisa menyentuh keputusan itu." Jelas Lu.

“Lalu kenapa kau tidak melakukannya sejak awal?”

“Kau kira semudah itu dengan kekuasaan kelurga besar ku. Aku tersudut atas semuanya. Maka dari itu, aku datang jauh kesini karena hanya kau yang dapat melakukannya untuk ku.”

Alin terdiam menatap Lu dengan tajam, sungguh keluarga besar Lu sangat keji meluluh lantahkan darah dagingnya sendiri. Tak heran jika Lu Minghan juga sampai hati melempar Alin ke negara yang jauh hanya karena cintanya ia tolak,. "Tapi aku butuh contoh dokumen tata kota lama Neterdhem yang kau pegang." Ujar Alin bersedia membantu.

"Aku menyimpannya di sini," Lu menyerahkan sebuah flashdisk kecil. "Semua ada di dalam ini, Alin. Terima kasih. Kau mempertaruhkan banyak hal demi ini."

"Aku melakukannya bukan untuk mu.” Ujar Alin dingin, meski hatinya berdegup kencang karena ketakutan.

“Kau melindunginya?!” Heran Lu.

......................

Sementara itu, di dalam mobil sedan hitam yang terparkir seratus meter di seberang hotel, Rei menatap layar tabletnya yang menampilkan laporan GPS dari pengawal rahasianya.

Dokter Yi berada di Hotel Grand Xinglan, Kamar 809. Durasi kunjungan: 45 menit.

Cengkeraman Rei pada handphone ditangannya mengeras hingga buku-buku jarinya memutih. Emosinya tak teredam.

"Tuan," suara Yuchen memecah keheningan yang mencekam di dalam mobil. "Dokter Yi sengaja mengabaikan sepuluh panggilan dari Anda dan beralasan memiliki sif malam di rumah sakit. Namun, pengawal kita mengkonfirmasi dia ada didalam bersama Tuan Lu.”

Rei memejamkan mata sejenak. Ketika ia membukanya kembali, sepasang mata elang itu berkilat dengan kemurkaan yang dingin—jenis kemurkaan yang paling berbahaya dari seorang Pangeran Yan.

"Dia meluangkan waktu di tengah jadwalnya yang padat... hanya untuk pria itu?" desis Rei, suaranya sangat tenang namun sarat akan ancaman mematikan. "Sementara dia bahkan enggan menjawab panggilanku beberapa hari ini.”

"Haruskah kita menginterupsi mereka, Yang Mulia?" tanya Yuchen, bersiap memberi perintah pada tim pengaman.

"Tidak," jawab Rei mutlak. Ia menegakkan tubuhnya, menatap lurus ke arah jendela hotel di lantai atas. "Aku sendiri yang mendorong Alin sejauh ini. Dengan memodifikasi bukti itu, aku pikir aku telah mengurung serigala itu. Tapi aku salah... aku justru memberikan alasan bagi Alin untuk berdiri di sisi Lu Minghan dan memasang badan untuknya."

Rei membuka pintu mobil, mengabaikan Yuchen yang bergegas ingin membukakan pintu mobil itu untuknya. Hawa dingin menyeruak menembus tubuh namun hawa panas di dadanya jauh lebih membakar.

Alin baru saja melangkah keluar dari lobi hotel menuju mobilnya ketika sebuah bayangan tegap menghadang langkahnya tepat di bawah lampu taman yang berbinar terang dan besar. Jantung Alin mencelos.

Rei berdiri di sana tanpa pengawal, menatap Alin dengan pandangan yang terasa seperti belati yang menghujam jantung.

"Sif malam yang sangat menarik, Dokter Yi," suara Rei terdengar serak, namun senyum sinisnya terukir sempurna. "Sejak kapan rumah sakit memindahkan bangsal pasien ke hotel bintang lima?"

Alin memaksakan dirinya untuk tetap tenang, menyembunyikan flashdisk di dalam saku mantelnya. "Aku tidak punya kewajiban untuk melaporkan setiap langkahku padamu, Rei."

Rei melangkah maju, mengikis jarak di antara mereka hingga Alin bisa merasakan kehangatan napas pria itu di tengah dinginnya malam. Rei mencengkeram pergelangan tangan Alin—tidak sampai menyakiti, namun cukup kuat untuk mengunci pergerakannya.

"Kau membelanya," bisik Rei, matanya menggelap penuh luka dan amarah yang campur aduk. "Kau menolak panggilanku, mengabaikan pesanku, tapi kau datang ke sini semalam ini hanya karena lusa dia akan kembali ke Neterdhem? Apa dia begitu berarti bagimu, Alin?!"

"Ini bukan tentang Lu Minghan, Rei! Ini tentang apa yang kau lakukan!" Alin membalas dengan berani, menatap tepat ke manik mata sang pangeran. "Kau menghancurkannya tanpa tahu alasan sebenarnya! Lu membekukan dana itu untuk mencegah penggusuran ratusan warga miskin di Neterdhem! Lusa dia akan pulang untuk diadili atas kejahatan yang tidak dia lakukan, sementara kau... kau duduk di istanamu, merasa menjadi pahlawan setelah menghancurkan pelindung orang-orang lemah! Menarik ku atas semua yang kau lakukan.”

Kata-kata Alin laksana tamparan keras bagi Rei. Pangeran itu tertegun, cengkeramannya pada pergelangan tangan Alin perlahan mengendur.

"Lu Minghan tidak mengalihkan uang itu untuk dirinya sendiri. Keluarga besarnya ingin membangun rumah sakit komersial di atas tanah pemukiman kumuh yang beracun. Satu-satunya cara Lu menahannya adalah dengan membuat proyek itu terlihat bermasalah secara finansial," air mata frustrasi akhirnya luruh di pipi Alin, "Kau bilang kau adalah bayanganku, Rei. Tapi tindakanmu malam ini justru membutakanku dari kebenaran. Aku tidak bisa mengabaikannya.”

Keheningan yang mencekam menyelimuti mereka di bawah lampu taman dan cahaya bulan. Rei menatap telapak tangannya sendiri, menyadari bahwa ego dan obsesinya yang buta untuk menyingkirkan setiap pria di dekat Alin telah membuatnya melakukan kesalahan fatal. Laporan sekunder dari intelijen yang baru ia baca beberapa jam lalu kini menjadi masuk akal.

"Jika lusa dia kembali dan dana itu cair..." Rei menggantung kalimatnya, rahangnya mengeras.

"Maka tanganmu juga akan berlumuran darah orang-orang Neterdhem," potong Alin tajam. Ia menarik tangannya dari genggaman Rei, melangkah mundur. "Aku akan menyelesaikan ini dengan caraku sendiri. Aku tidak akan pernah memohon pada mu. Jadi jangan halangi aku lagi, Rei. Karena jika kau melakukannya, kau tidak akan pernah melihatku lagi di Xinglan ini."

Alin berbalik dan berjalan cepat menuju mobilnya, meninggalkan sang pangeran berdiri mematung dilahan parkir taman hotel mewah itu.

Rei menatap punggung Alin yang perlahan menjauh. Kesadaran baru menghantamnya dengan telak. Ia tidak boleh membiarkan Lu Minghan kembali ke Neterdhem lusa sebagai seorang tersangka, karena jika itu terjadi, ia tidak hanya akan kehilangan reputasi politiknya—ia akan kehilangan Alin, selamanya.

"Yuchen," panggil Rei melalui interkom di kerah kemejanya, suaranya kembali dingin dan penuh otoritas mutlak. "Hubungi otoritas Neterdhem. Batalkan perintah ekstradisi Lu Minghan untuk lusa. Dan bersihkan kembali laporan forensik itu ke bentuk aslinya. Kali ini, tanpa rekayasa."

Perang untuk memenangkan hati Alin belum berakhir, dan Rei tahu, kali ini dia harus bermain dengan cara yang diinginkan oleh dokternya—meskipun itu berarti dia harus melepaskan mangsanya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!