NovelToon NovelToon
Dijadikan Taruhan

Dijadikan Taruhan

Status: tamat
Genre:Idola sekolah / Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:58.3k
Nilai: 5
Nama Author: Yenny Een

Rani tanpa sadar dijadikan taruhan oleh Wira karena kalah balapan liar dengan Arlo. Arlo rela memberikan motor sport barunya untuk Wira demi untuk mendapatkan Rani.

Arlo memasukkan sesuatu ke dalam minuman dan makanan Rani. Arlo hampir melecehkan Rani. Tapi sesuatu terjadi.

Rani berhasil melarikan diri bersama seseorang dan mengalami kecelakaan. Rani menghilang. Arlo dan Wira mencari Rani karena mereka takut Rani membocorkan rahasia mereka.

Rahasia apa yang tersembunyi?

Apa yang akan terjadi kepada Rani?

Apakah Wira dan Arlo tidak akan melepaskan Rani?

Ikuti kelanjutan ceritanya?!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yenny Een, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Demian dengan mobilnya, sendiri tanpa ada pengawal menuju tempat yang sudah ditentukan Deddy. Demian kaget, tempat itu adalah bar di mana Demian ditangkap polisi. Demian telah membuka luka lamanya.

Di bar itu lah, Demian ditangkap polisi dalam kondisi setengah mabuk dengan banyaknya obat terlarang di atas meja sebagai bukti.

Demian dihadang dua orang berpakaian serba hitam di depan pintu bar. Demian minta bantuan mereka untuk bertemu dengan Deddy. Demian sudah membuat janji. Mereka membawa Demian menemui Deddy di ruangan VVIP.

Demian melangkahkan kaki masuk ke dalam ruangan. Deddy sudah menyiapkan sebuah kejutan untuknya.

DOOOOOOR!

Deddy menembakkan peluru ke arah Demian. Demian terdiam saat dentuman keras menyambutnya. Demian terbelalak saat peluru itu melintas di lengannya. Demian juga merasakan lengannya basah dengan noda merah.

"Setelah sekian lama, kita bertemu lagi," Deddy meniup ujung pistolnya.

"Di mana mereka?" Demian duduk di kursi sambil menahan darah yang terus saja keluar dari lengannya.

"Mereka aman. Di mana uangnya?" Deddy membalik telapak tangannya yang putih berada di atas.

"Gue harus melihat mereka selamat."

"Mereka gak bakalan selamat. Gue cuman mau uang. Lu sudah bikin bangkrut perusahaan gue. Lu harus ganti rugi!"

"Lu udah masukin gue ke penjara!" Demian melempar asbak ke arah Deddy.

Naas bagi Deddy. Gerakan Demian begitu cepat. Deddy tidak bisa menghindar. Asbak rokok mendarat dengan sempurna di keningnya. Darah mulai bercucuran.

Demian meminta Deddy melepaskan Bima dan kawan-kawannya. Demian akan membayar nyawa mereka. Demian mengetahui saat ini Deddy sangat memerlukan uang.

Deddy tertawa. Deddy sama sekali tidak menginginkan uang Demian. Deddy hanya ingin melihat Demian menderita. Ada rasa kepuasan batin saat melihat Demian terluka. Kepuasan itu melebihi dari uang.

Deddy baru saja mendapatkan informasi, Bima adalah anak Demian yang selama ini menghilang. Deddy melalui telepon memberikan perintah kepada anak buahnya untuk menghabisi Bima dan kawan-kawannya.

Deddy tidak menyadari, setelah dia melakukan panggilan telepon, orang kepercayaan Demian, bisa melacak lokasi orang yang di telpon Deddy.

Demian marah, Demian takut kehilangan Bima. Demian menyerang Deddy. Terjadi perkelahian antara mereka berdua. Tidak ada yang mendengar suara gaduh mereka berdua. Demian merebut pistol dari tangan Deddy.

DOOOOOOR!

Demian dan Deddy berebut pistol. Mereka berdua menembakkan pistol ke sembarang arah. Demian banyak mengeluarkan darah. Deddy meremas lengan Demian.

"AAAAGGGH!"

Demian memegangi lengannya. Deddy mengarahkan pistol ke kening Demian. Deddy menarik pelatuk. Demian memejamkan mata, wajahnya mengerut. Deddy menembak Demian.

Ternyata Deddy kehabisan peluru. Demian kembali merebut pistol dari tangan Deddy. Demian memukul kening Deddy dengan pistol.

Deddy berteriak kesakitan. Demian juga melayangkan pukulannya. Deddy oleng, terkapar di dalam ruangan.

Demian dengan cepat keluar dari ruangan VVIP meninggalkan Deddy. Demian masuk ke dalam mobil. Demian dengan hati-hati menjalankan mobilnya menuju rumah sakit.

...----------------...

Orang-orang Demian sudah menemukan lokasi Bima dan kawan-kawannya. Kali ini Latif mengirim lebih banyak orang. Latif dan orang-orangnya menuju tempat Bima dikurung.

Pengawal Demian dan pengawal Latif mulai menyebar ketika tiba di lokasi. Tempat yang mereka kunjungi kali ini lebih luas dari tempat sebelumnya.

Bima, Rama, Rani dan Widi dikurung di sebuah rumah besar. Letaknya tidak begitu jauh dari kota. Rumah itu terlihat terawat.

Terlihat para pengawal Deddy berjaga-jaga di depan, di samping dan di belakang rumah besar. Penjagaan sangat ketat. Latif dan pengawal-pengawalnya bersabar menunggu mereka lengah.

Terdengar suara teriakan dan tembakan dari dalam rumah. Latif memerintahkan para pengawal untuk masuk dan menyerang.

Sementara itu di dalam rumah besar. Setelah mendapatkan telepon dari Deddy, anak buah Deddy mulai menyiksa Bima dan kawan-kawannya.

Widi orang yang pertama kali kena pukulan. Saking kerasnya pukulan, Widi tidak sadarkan diri. Bima, Rama dan Rani balik melawan. Mereka sekuat tenaga melindungi diri. Banyak terdapat luka dan goresan di tubuh mereka.

Rasa lapar membuat Rani emosi. Kemarahan membuat Rani kuat. Serangan dan tendangan dari berbagai arah, membuat Rani harus bergerak cepat menghindar, menangkis dan melawan.

Situasi mulai tidak terkendali. Seseorang menembak Rama. Rama berteriak, kakinya tertembak. Rani melempar bola basket yang kebetulan ada di dekatnya. Bola itu mengenai tangan orang itu dan pistol itu terlepas.

Entah keberanian dari mana, Rani berlari mengambil pistol itu dan menembak orang yang ada didepannya. Rani juga menembak orang yang ada di belakang Bima dan Widi.

Rani seperti bukan dirinya. Rani terus melawan. Rani berlari ke pintu depan. Rani dari kejauhan melihat Latif dan banyak pengawal semua bertampang preman. Rani berteriak memanggil Latif.

Latif dan orang-orangnya masuk ke dalam.Terjadi baku hantam dari dua kubu. Latif melihat Rama yang kakinya terluka. Latif menghajar, menendang semua musuh yang ada di dalam ruangan.

Setelah sekian lama bergelut, akhirnya orang-orang Deddy bertekuk lutut. Mereka semua diangkut polisi dengan mobil patroli. Widi dan Rama segera dilarikan ke rumah sakit.

Polisi berterima kasih kepada Latif karena sudah menghubungi mereka. Berkat Latif, pihak kepolisian juga menemukan beberapa bukti obat terlarang yang tersimpan di rumah yang ternyata diketahui milik Deddy. Selama ini Deddy bebas dari tuduhan karena tidak adanya bukti.

Latif juga memberikan informasi keberadaan Deddy terakhir kali. Pihak kepolisian menuju bar untuk menangkap Deddy.

"Rani, bagaimana keadaanmu Nak?" Latif memeluk dan mengusap rambut Rani.

"Ayah, aku ingat semuanya. Arlo adalah Kenzo. Arlo membunuh saudara tirinya. Kami punya barang buktinya," kata Rani.

"Ok, kamu tenang dulu. Apa ada yang terluka?" Latif memeriksa Rani.

Rani menggelengkan kepala. Latif meminta orang-orangnya membawa Bima dan Rani kembali ke rumah Bima karena di sana ada Dita dan Sekar yang menunggu Rani.

Latif memutuskan pergi ke rumah sakit karena Rama dan Widi dirawat di sana. Latif memperingatkan orang-orangnya agar berhati-hati. Deddy masih belum ditangkap polisi. Rani masih belum aman.

Rani dan Rama masuk ke dalam mobil yang dilengkapi dengan kaca anti peluru. Latif tidak ingin kejadian sebelumnya terulang lagi. Latif ingin Rani dan Rama selamat sampai rumah.

Bima menggenggam jemari Rani. Bima bisa merasakan ketegangan masih belum hilang di wajah Rani. Beberapa hari ini Rani mengalami kejadian yang menegangkan.

Bima bertanya apakah ada makanan di dalam mobil. Beruntungnya, Latif sudah menyiapkan segala sesuatunya. Di dalam mobil ada banyak roti, susu, air mineral dan juga camilan.

Rani menoleh ke belakang. Rani tertegun sesaat melihat kotak yang berisi makanan yang ada di kursi belakang. Perutnya meronta-ronta minta diisi.

Rani yang sudah beberapa hari tidak makan, langsung memasukkan roti ke dalam mulutnya. Tanpa jeda, Rani memasukkan apa saja makanan yang ada di dalam kotak.

Makanan yang ada di dalam kotak sudah habis. Rani memegangi perutnya yang penuh. Bima hanya tersenyum sambil menahan lapar saat melihat Rani dengan santainya bersandar di pundaknya dan tertidur pulas.

"Om, tolong, aku lapar!" Jerit Bima pada sopir.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Fang
Ditunggu karya berikutnya. Request cerita horor lagi Thor 😘🥰
Na!
ditunggu karya berikutnya 💪
Mauk
Waaaaaaaaw
Mauk
😱😱😱😱😱😱
Na!
makhluk jadi²an
Mauk
🤭
Mauk
Astaga. pasti aman sembunyi di sana.
Na!
😱
Na!
Sereeeeeem
Al!f
niat banget ngurung
Nashira
Gaaaaaawaaaaat
Nashira
pantas saja Damin dan Mira menangis bacanya
Nashira
Rumah persembunyian kh?
Aila
masih hidup, wira gila hati2
Al!f
Wira 😱
Fang
Rais ternyata sudah meninggal dan Wira masih hidup
Mauk
Wira msh hidup 😱
Na!
😱 Rais suka Rani
Na!
sulit Thor 😭. hanya org tertentu yg bisa
Na!
biaa ditebak, psti Sekar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!