NovelToon NovelToon
Garis Khatulistiwa

Garis Khatulistiwa

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Bad Boy / Kisah cinta masa kecil
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Rangga Saputra 0416

Alderza Rajendra, seorang siswa tampan yang banyak digemari para siswi di sekolahnya. Kehadirannya tersebut, selain membuat kericuhan diantara para cewek-cewek di sekolahnya, ia juga menimbulkan rasa takut diantara para cowok maupun cewek di sekolah itu.

Seorang teman ceweknya yang juga merupakan teman sekelasnya, sering kali menjadi bahan bully-an oleh dia dan juga genk nya. Sebagai ketua, Alderza tentunya tidak pernah ngasih ampun dalam membully cewek tersebut.

Namun suatu hari, Alderza berhenti. Semua perilaku kekerasan dan cacian yang ia berikan pada cewek tersebut menghilang. Semua dikarenakan satu rahasia besar yang membuat dirinya hancur seketika.

Rahasia tersebut berasal dari Aily Marsela teman sekelasnya yang selalu ia sakiti.

novel ini banyak sekali terinspirasi dari novel Teluk Alaska karya Eka Aryani.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rangga Saputra 0416, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 26. Pernyataan cinta

Happy Reading

"Tujuh tahun lo sayang dia? Bener-bener gak berguna, rasa sayang lo gak bakal di anggap sama dia."

"Nggak apa-apa, yang penting-" Ucapan Aily terpotong, Alderza langsung menarik tubuh Aily dan mencium bibirnya dengan tiba-tiba.

Aily hanya bisa melotot kaget. Bibir Alderza terasa sangat lembut dan hangat. Aliran listrik mulai menyengat tubuhnya sampai dia tidak bisa bergerak sama sekali.

Beberapa detik kemudian, Alderza tiba-tiba tersadar dan melepaskan Aily. Dia melotot kaget dan mengacak-acak rambutnya frustrasi. Wajahnya memerah seperti tomat merah.

"Apa yang barusan gue lakuin?" Tanya Alderza pada Aily.

Aily terlihat sedang melamun dan memegang bibirnya. Matanya memerah, atau lebih tepatnya, seluruh wajahnya memerah yang membuat Alderza khawatir.

"Eh... jangan nangis. Oke, gue salah, gue minta ma-"

"Jadi ini yang dirasain cewek-cewek di drama Korea kalo dicium cowok?"

Alderza mengernyitkan keningnya heran. Sepertinya Aily melamun dan tak sadar bahwa ada dirinya.

Meskipun wajahnya memerah, tapi tatapannya sangat kosong, seperti pikirannya teralihkan oleh bayang-bayang kejadian barusan.

"Emang gimana rasanya?" Tanya Alderza sedikit memicingkan matanya.

"Rasanya... deg-degan, pengen meledak, gak bisa ngapa-ngapain."

Tiba-tiba saja, Alderza tertawa mendengar jawaban Aily yang polos dan jujur. Tawa Alderza yang menggelegar membuat Aily tersadar dan kembali ke dunianya. Dia melotot melihat Alderza tertawa.

"Jadi lo suka dicium sama gue?"

Wajah Aily memerah, dia mengepalkan tangannya dan menatap Alderza dengan tajam. Ya, kali ini Aily sudah tidak melamun seperti tadi.

"Nggak! Aku gak suka!" Teriak Aily.

Alderza mengabaikannya dan tetap tertawa geli, dia tidak tahu sejak kapan Aily jadi selucu ini. Dia juga tidak tahu sejak kapan mereka jadi lebih dekat. Satu hal yang pasti, Alderza merasa nyaman jika berada di dekatnya.

"Nggak! Aku gak suka. Jangan salah paham!"

***

Sementara itu, Wulan tidak terima mendengar Sinta dan Riska merencanakan sesuatu kepada Aily.

Ya, mereka harus merasakan akibatnya.

Dia tidak mau Aily duduk diam seperti anak kecil dan membiarkan mereka terus berulah.

"Buruan jilat kaki gue!"

"Najis banget gue jilat kaki lo!" Ucap Sinta penuh amarah.

"Mereka saksinya, kalian udah deal!" Wulan tak terima.

"Kalian harus tepatin janji, Sinta, Riska!" Bintang mulai tegas.

"Ya kalo mereka harus jilat kaki!" Balas Rafa tidak terima.

Benar saja, Rafa memang berniat melindungi mereka, bukan ingin membantu Wulan. Sial!

Dan itu membuat Wulan semakin geram.

"Jadi, lo mau bikin mereka ingkar janji?"

"Yaudah, gue aja yang jilat kaki lo sini!" Ucap Bintang spontan.

"Bangsat lo!" Wulan mulai emos, sedangkan Bintang hanya tertawa dan menggelengkan kepala.

"Oke denger. Kalo kalian mau ingkar janji sih, gue gak apa-apa. Berarti, Aily juga berhak dong, ingkar janji buat gak nurut sama kalian ataupun buku peraturan bodoh kalian!" Wulan berkacak pinggang.

"Gue mau cari Aily dan bakal gue bakar buku itu di depan muka kalian!" Wulan yang kesal langsung saja berjalan cepat menuju tempat Aily berada.

Sinta dan Riska yang tidak terima langsung mengejar Wulan.

Saat mereka berada di tempat kumpul 12 IPS 4, Aily dan Alderza tidak ada di sana.

Wulan terus mencari-cari keberadaan Aily, tapi tidak berhasil. Aily masih tidak ada di mana pun.

"Ada yang liat Aily?" Tanya Wulan pada siapa pun.

"Tuh liat." Jawab anak kelas sambil menunjuk Aily dan Alderza yang tengah menuju kemari.

Bukan hanya Wulan yang keterangan, tapi semua orang memiliki pikiran yang sama dengannya. Ada apa ini? Kenapa mereka terlihat sangat akrab? Alderza dan Aily bahkan tidak ragu-ragu untuk tertawa di depan umum.

"Akhirnya." Ucap Wulan tersenyum.

Aily dan Alderza berjalan menuju keramaian. Semua orang menoleh melihat mereka yang terkesan begitu dekat, atau bahkan seperti sepasang kekasih.

"Udahan dong, jangan bahas lagi." Aily memohon, wajahnya memerah sambil menahan tawa.

Ya, dia memang malu, tapi dia tidak bisa mengelak bahwa dia memang ingin tertawa.

"Ah, gak seru!"

"Aku bilangin Wulan!"

Alderza tertawa melihat Aily yang begitu lucu. Aily berusaha menghindar dengan menutupi wajahnya yang memerah. Dia sendiri pun tengah menahan tawa.

"Ya udah bilang aja." Jawab Alderza diiringi tawa kecil.

Aily menutup wajahnya. Dia ingin berteriak sekencang-kencangnya meratapi dirinya yang bodoh.

Bodoh!

Bagaimana mungkin dia membuka aibnya sendiri kepada Wulan, tentang skandal itu pun dia tidak berani bilang, apa lagi masalah ini.

Kenapa dia harus berkat seperti itu tadi? Menyebalkan. Seharusnya dia menjambak Alderza dan menendangnya ke sungai, atau bahkan menangis dan melaporkannya kepada polisi. Tapi, yang dia lakukan adalah sebaliknya.

Setan apa yang nempel di otak aku? Keluar! Ucap Aily dalam hati.

Aily memukul-mukul kepalanya. Tiba-tiba, Alderza mengulurkan kelingkingnya. Aily pun dibuat heran dengan kelingking tersebut.

"Oke, gue gak bakal bocorin kejadian ini. Janji."

Aily menghela napas lega saat mendengarnya. Dia kemudian menaruh kelingkingnya tepat di kelingking Alderza sehingga kedua kelingking mereka saling bertautan.

Mereka tersenyum manis. Sepertinya mereka lupa sedang berada di mana saat ini.

Sinta dan Riska memperhatikan mereka, begitu juga dengan Wulan, Bintang, dan Rafa.

Dan saat mereka berdua tertawa dengan malu-malu, teman-temannya melihatnya, juga semua orang yang ada di sana.

"Sikapnya biasa aja dong!" Bentak Aily.

"Siap kapten!" Balas Alderza sambil menaikkan tangannya, memberi hormat kepada Aily.

"Ih, turunin tangannya, semua orang liatin kita. Mendingan kamu marahin aku lagi."

Alderza berdecak kesal, suasana hatinya yang barusan kacau balau mendadak dingin, secepat itukah efek Aily pada Alderza?

"Bukan 'aku' tapi 'gue', gimana sih?"

Entah kenapa kali ini Aily tersenyum dimarahi Alderza. Saat mereka sampai di perkumpulan Sinta mulai beraksi.

"Alderza, lo udah lupa temen lo siapa?" Tanya Sinta sembari berkacak pinggang.

Saat Riska mau beraksi, Rafa langsung menghalangi dan memegang tangannya.

Kali ini Sinta tidak bisa menahannya lagi. Dia sudah tidak kuat menyimpan air matanya yang terpendam. Kini, dia meluapkan segalanya.

Hatinya sangat tertohok melihat kedekatan mereka, Alderza tidak pernah menatapnya dengan tatapan seperti itu, tatapan penuh kasih sayang, membuat mata Sinta semakin terbakar melihatnya.

"GUE SUKA SAMA LO, KENAPA LO JADI KAYAK GINI?!" Teriak Sinta di depan semua orang sambil menangis.

Alderza terdiam melihat Sinta yang seperti orang gila. Tanpa perlu mengungkapkan perasaannya pun Alderza sudah tahu dari semua sikap dan tindakan Sinta kepadanya.

Tapi, semua itu hanya membuat Alderza risih.

"ALDERZA, LO JUGA SUKA KAN SAMA GUE? JAWAB!!!"

Alderza tetao terdiam. Aily menatap Alderza dengan dalam. Kemudian, tiba-tiba seseorang menamparnya.

Plakkk...

"CEWEK GATEL LO! NGAPAIN LO LIAT-LIAT COWOK GUE? UDAH LUPA SAMA BUKU PERATURAN?" Bentak Sinta.

Aily meringis memegang pipinya. Sudah cukup. Alderza tidak bisa diam saja melihat Aily dipermalukan di depan semua orang.

Alderza membuka ritsleting jaketnya, di balik jaketnya terdapat saku tempat dia menyimpan buku peraturan yang menjadi penghalang kebebasan Aily.

"Lo liat ini apa? Buku peraturan yang lo bikin!"

Sinta melotot melihat buku itu ada di tangan Alderza. Saat Sinta ingin merebutnya, Alderza langsung merobeknya tepat di depan muka Sinta.

Air matanya tak bisa berhenti mengalir, apalagi saat Alderza melempar buku tersebut ke api unggun.

"LO JAHAT! LO TEGA SAMA GUE!" Tangisan Sinta pecah dengan sangat deras. Seluruh murid satu angkatan yang berada di sana dapat mendengarnya.

"Lebih kejam mana sama buku peraturan lo?" Tanya Alderza dengan tatapan sadisnya.

Kini Alderza beralih memegang tangan Aily dan menariknya. Hati Sinta rasanya hancur berkeping-keping.

Dia memegang dadanya, hari ini benar-benar hari paing buruk yang dialaminya.

"HEH, CEWEK GATEL! NGAPAIN LO PEGANG-PEGANG TANGAN COWOK GUE!"

Saat Sinta ingin menampar Aily lagi, Alderza langsung mencekalnya. Alderza sudah tidak bisa menahannya lagi.

"Gue yang pegang tangan dia duluan, Sinta. Lo gak buta, kan?"

Kata-kata itu terucap perlahan tapi sangat menusuk. Tentu saja, jika ada yang berani menyalahkan Aily, itu sudah menjadi urusan Alderza.

Kenapa harus Aily yang terus-menerus menjadi korban? Padahal Alderza duluan yang memegang tangan Aily.

"NGAPAIN LO PEGANG TANGAN CEWEK KAMPUNG INI! LO, KAN PUNYA GUE, ALDERZA!"

Tatapan tajam itu kembali keluar membuat Sinta memundurkan langkahnya.

Dia sedikitpun tidak pernah menyangka, tatapan kebencian yang biasa Alderza perlihatkan untuk Aily, beralih kepadanya saat ini.

"Sinta... lo gak usah ngaku-ngaku!" Ucap Alderza tajam.

"Gue pacar Aily Marsela. Si cewek kampung, si cewek cupu, si cewek serba ungu yang lo benci. Dan gue gak pernah suka sama cewek iblis kayak lo!"

Thank you yang udah baca. Kalo ada kesalahan kata, typo, atau semacamnya, tolong dikoreksi ya. Love you all guys.

1
Ros🍂
semangat thor💪 ijin mampir
Kamado Tanjirou: makasih
total 1 replies
Nhi Nguyễn
/Smile/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!