"Aku yang menghancurkan keluargaku sendiri."
"Aku yang membuat semua orang mengetahui tentang hubungan gelap kalian."
"Aku yang membuatmu berlutut meminta ampun saat ini."
Fransisca menikahi seorang milyarder yang mengalami cacat mental hanya untuk membalaskan dendam kematian ibunya. Menganggap lebih baik hidup sebagai pengasuh pria cacat, tapi mendapatkan kekuasaan mutlak.
Karena cinta baginya hanya... Bullshit!
Tapi mungkin tanpa disadarinya mata pria yang dianggapnya mengalami cacat mental itu hanya tertuju padanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Arkan Selamat
Menatap ke arah jam dinding. Ini waktu istirahat untuk karyawan. Sejatinya sudah ada cafetaria di tempat ini. Lebih tepatnya tempat makan untuk karyawan dengan menu yang disediakan oleh perusahaan.
Beberapa karyawan yang jenuh mungkin memesan makanan delivery atau membeli makanan di cafe dekat kantor.
Jadi... tempat yang paling cepat untuk menyebarkan informasi adalah area cafetaria.
"Fransisca!" Panggil Lita, ingin makan siang bersamanya. Menatap Fransisca yang kebingungan mencari meja.
Fransisca menghela napas kemudian tersenyum melangkah mendekat. Walaupun dirinya tidak memiliki teman di bagian keuangan tapi dirinya cukup akrab dengan karyawan bagian marketing dan desain.
"Fransisca...aku dengar-dengar pernikahanmu gagal." Tanya salah seorang staf divisi marketing.
"Memang! Gagal menjadi nyonya bos masa depan. Aku menjadi nyonya bos masa kini." Ucap Fransisca bagaikan menyombongkan diri. Kemudian mereka kembali tertawa bersamaan. Itu semua sudah biasa. Hanya lelucon, bagi mereka. Tidak ada satupun orang di meja yang benar-benar saling mencerca.
"Omong-omong kalian mau aku berikan tugas mudah? Bayarannya lumayan. Cukuplah untuk borong seblak." Kalimat dari Fransisca terdengar meyakinkan.
"Tugas apa? Kalau melanggar hukum kami tidak mau!" Tegas Lita.
"Tidak melanggar hukum. Hanya menyebarkan kabar kalau sepupu, Mira yang katanya lulusan terbaik dari universitas Harvard besok akan memasuki perusahaan. Yakinkan orang-orang untuk memberikan hadiah menyambutan yang mewah." Fransisca mengucapkannya dengan antusias. Membuat mereka menyipitkan matanya seperti ada yang aneh.
Kenapa wanita beracun ini begitu baik pada musuh alaminya.
"Bukannya kamu membenci Mira?" Tanya Lita.
"Mau seblak? Pulang kerja kalian boleh pinjam kartu kreditku untuk makan sepuasnya." Kembali Fransisca memberikan tawaran.
Lita dan teman-temannya seperti berbisik-bisik dan berdiskusi. Tapi ini memang hal yang mencurigakan wajar saja mereka semua cemas.
Tapi.
"Deal! Tapi, Mira akan benar-benar datang besok bukan? Kami tidak ingin jadi bahan amuk massa." Lita menghela napas kasar. Semuanya demi makan malam bersama gratis...
"Aku tidak punya alasan untuk membohongi kalian. Tapi saat kedatangan Mira besok, kalian sebaiknya jangan membawa kado selamat datang. Jika berminat membawanya belikan buku tulis dan pulpen saja." Kalimat yang diucapkan oleh Fransisca dengan mulut dipenuhi makanan.
"Kenapa? Big boss saat ini sedang mengalami kerusakan otak. Kamu tidak mungkin berkembang biak dengan pria berketerbelakangan mental. Jadi calon nyonya bos generasi selanjutnya adalah---" kalimat wanita yang berasal dari divisi desain disela.
"Mira hamil." Fransisca tersenyum kembali makan.
"Posisimu di rumah itu pasti makin sulit." Ucap Lita turut prihatin.
"Tidak! Biarlah dia hamil, melahirkan anak yang lucu dan sehat. Tapi sayangnya anak itu apapun yang terjadi tidak akan mendapatkan sedikit pun warisan dari Arkan Zoya." Fransisca menghela napas kasar.
Orang-orang ini dengan cepat bertanya diliputi rasa ingin tahu.
"Memangnya kenapa?"
"Iya! Memangnya kenapa?"
"Jangan membuat penasaran! Katakan."
Mata Fransisca sedikit melirik ke arah Sela yang baru saja memasuki area cafetaria. Perlahan dirinya tersenyum. Ini belum saatnya mengungkapkan segala kebenaran. Karena mereka bisa saja sudah membuat rencana cadangan.
"Seni adalah ledakan. Untuk membunuh tikus raksasa, aku tidak bisa melemparkan satu persatu petasan kecil. Harus mengumpulkan banyak bubuk mesiu, kemudian meledakkan bom atom raksasa." Fransisca tersenyum-senyum sendiri.
Membuat semua orang yang ada di meja yang sama dengannya menunjukkan raut wajah masam.
"Intinya kamu akan mengatakannya kalau sudah saatnya?" Tanya Lita.
"Kalian menerima misi?" Tanya Fransisca meyakinkan.
"Kami terima, karena ini bukan hal yang berbahaya." Gerutu salah seorang staf divisi desain.
Mereka antara yakin dan tidak.
Tapi setelah pembicaraan di cafetaria, berita memang menyebar dengan cepat. Dimulai dari pembicaraan di area pantry.
"Kamu sudah tau, Mira! Istri baru pak Doni. Katanya lulusan terbaik universitas Harvard. Mulai besok akan turun tangan mengurus perusahaan. Pasti perusahaan ini akan lebih maju. Aku sarankan supaya kamu cepat menjadi pegawai tetap memberikan hadiah berkelas untuknya." Ucap Lita pada beberapa karyanya magang.
Office girl yang tengah berada di area pantry, juga mendengar segalanya, membulatkan matanya mendengar berita terbaru. Melangkah dengan cepat, membawakan kopi untuk beberapa karyawan divisi lain.
Hingga sembari meletakkan kopinya dirinya berucap.
"Sudah tau, calon nyonya bos masa depan akan memasuki perusahaan besok. Namanya Mira, jika cari muka didepannya pasti naik jabatan. Orangnya ramah, pintar baik, lulusan... lulusan terbaik universitas...Har... hartawan, bukan! Haryanto bukan. Har...apa ya?" Gumam sang office girl tidak dapat mengingat nama universitas.
"Harvard?" Tanya sang karyawan yang dibawakan kopi olehnya.
"Ya... itu!" Ucap sang office girl melangkah pergi membawakan kopi lain. Guna kembali menyebarkan gosip terpanah ini.
"Aku harus share di group. Teman-teman di group harus tau, agar bisa menyiapkan pesta penyambutan." Gumamnya mulai memposting di group WA
Dari group WA, menyebar ke group FB, dari group FB, menyebar ke tiktok, dari TikTok akan menyebar ke Instagram dan Twitter.
Cukup mudah membuat sebuah berita menjadi viral jika dapat membuat banyak orang iri.
Bahkan ada yang memposting tentang kehidupan Mira yang sempurna, lulusan terbaik universitas Harvard, cantik, dari keluarga berada, menikahi pria yang akan menjadi pewaris tunggal keluarga kaya. Nikmat mana yang engkau dustakan.
Semuanya menjadi standar media sosial. Semakin iri orang lain, maka netizen akan menjadi detektif profesional untuk mengungkap kelemahan orang lain. Mungkin karena itulah netizen kita mendapatkan gelar sebagai netizen paling baik hati nomor 3 di dunia. Tapi bohong...
Yang jelas Fransisca sendiri juga tidak akan menyangka. Dirinya yang hanya ingin membuat Mira dibenci satu kantor kala masa lalunya dan hubungan darah Sela dan Doni terungkap.
Tapi malah beberapa minggu ini Mira akan menjadi terkenal seantero negara.
Hal itu belum terjadi. Lebih tepatnya baru satu kantor ini yang ramai dengan berita kehadiran calon nyonya bos masa depan.
Fransisca hanya tinggal bermain game, menganggur di kantor dengan tenang. Karena semua orang menyisihkannya. Dan semua tugas sweta laporan di mejanya palsu.
Para tikus masih berani menggerogoti lumbung. Mengira harimau putih yang terlihat tidur ini hanya kucing.
Tapi, tentu saja akan ada saatnya Fransisca menjadikan mereka sebagai makanan yang patut untuk dikunyah.
***
Tidak terasa hari sudah mulai sore. Dirinya melakukan peregangan kala mencoba untuk berdiri.
Memikirkan apa yang dilakukan Arkan Zoya dengan Rendi hari ini. Pastinya Rendi hanya bermain handphone, sedangkan Arkan mencoba menarik kemana-mana untuk bermain.
Dirinya turun menuju area lobby. Saat itu suasana cukup ramai, mengingat jam pulang kantor yang hampir bersamaan.
Langkahnya terhenti, Arkan Zoya berdiri di sana, melambaikan tangan. Benar-benar terlihat begitu ceria."Kak Fransisca!"
Syukurlah suaminya tidak apa-apa dijaga oleh Rendi yang memang terlihat tidak meyakinkan.