Hallo besti 🖤, cerita ku ini tentang cewek bernama Syakila Almeera yang memiliki sifat ceria, aktif, ekspresif, lembut, dan penuh cinta bertemu dengan Agha yang memiliki sifat berbanding terbalik dengan Syakila.
mereka berdua di satukan oleh pernikahan paksa, dan banyak drama didalam pernikahan mereka, apakah Agha akan jatuh cinta dengan Syakila yang terus-menerus memperlakukan Agha dengan penuh cinta atau akankah Agha tetap terjebak di lingkaran bernama masa lalu. Maka saksikan dan baca terus cerita happiness ini yah, jangan lupa komen like dan follow untuk info selengkapnya, bay bay besti.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kim Umai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28 Meminta izin
Sampai di kantor Agha lansung parkir di tempat khusus CEO dan langsung berjalan masuk kedalam kantor, sebelum ke ruangan meeting karena client udah menunggu.
"Maaf saya terlambat." Ucap Agha saat masuk kedalam ruangan.
"Tidak apa pak Agha, kami yang datang lebih cepat." Ucap pak Harto dengan nada santai.
"Baiklah bisa kita mulai." Ucap Agha dan mereka mulai meeting yang ternyata membutuhkan waktu 2 jam, sebab pembahasannya lumayan berat.
"Dikarenakan dilihat dari peningkatan penjualan dengan produk ini meningkat pesat di bulan ini, maka rencana untuk bulan depan akan di buka di cabang berikutnya." Jelas Arya sekretaris pak Harto.
"Baik, semoga rencana ini berjalan mulus seperti sebelumnya dan mendapat respon positif dari konsumen, saya akan tunggu hal baik kedepannya pak Harto."
"Baik pak, terimakasih sudah mempercayakan saya dan perusahaan saya untuk bekerja sama, saya akan jaga terus kepercayaan yang anda berikan." Ucap Harto sambil mengulurkan tangan untuk jabat tangan dan di balas sama Agha.
"Kalau begitu saya undur diri duluan, ada meeting selanjutnya."
"Baik pak, silahkan."
Agha berjalan ke ruangannya dan langsung menyalakan laptopnya, saat meeting tadi Agha sempat mendapat pesan dari Hiroshi bahwa akan ada meeting.
"アガ氏が来ているので、会議を始めることができます." ( Pak Aga sudah hadir, jadi kita bisa memulai rapat.) Ucap Hiroshi.
"今回の当社の技術発表につきましては、先週の日曜日にお話しいたしましたとおり、今週の日曜日に開催することになっておりまして、投資家の方々も出席されることを考慮して、当日までに確認をさせていただきます。" (Seperti yang kita sebutkan Minggu lalu, persentasi teknologi kita akan diadakan Minggu ini, dan kita akan mengkonfirmasi tanggalnya sebelum hari H, dengan mempertimbangkan bahwa investor juga akan hadir.) Ucap Aiko selaku penanggung jawab dalam proyek kali ini.
"当社の技術を導入するプロセスにおいて障害が生じないようにします。" (Pastikan tidak ada hambatan dalam proses penerapan teknologi kita.) Ucap Agha dengan tegas, karena Agha kan termasuk orang yang perfeksionis yang semuanya harus serba rapi dan sempurna.
"はい、アガさん." (Ya, Agha.) Ucap serentak semua orang yang ada di dalam ruangan meeting.
Selanjutnya mereka membahas hal lain dan tentunya masih dalam topik kerjaan, sampai dimana Agha melihat Helmi datang membawa makan siang di meja sedang dan sofa yang ada di ruang kerja Agha. Agha hanya mengedipkan mata lama dan anggukan pelan ke Helmi tanda dia paham dan setelah itu Helmi undur diri kembali ke meja kerjanya, ketahuilah bahwa karyawan Agha terutama yang kenal Agha di lingkungan kerja paham betul dengan kode yang Agha berikan, jadi Agha tidak harus ngomong panjang lebar.
"はい、今のところはこれですべてです。作業を続けてください。" (Oke, sekian dulu untuk sekarang. Teruslah bekerja.)
"はい、わかりました." (Ya, saya mengerti.)
Zoom meeting dimatikan Agha kemudian jalan ke arah sofa dan memakan makanan yang Helmi antar tadi, Agha makan dengan tenang sambil sesekali melihat ke arah handphone nya karena para sekretaris nya mengirim pesan dan jadwal Agha untuk besok, serta ada pesan dari Harding yang isinya hanya reels vidio lucu, emang selera humor Harding lebih baik ketimbang Agha. Respon Agha tentang pesan Harding hanya kiriman stiker ketawa, Harding yang tau betul sifat sepupunya ini tetap aja terus kirim reels vidio lucu.
...****************...
Di sisi lain Syakila sibuk menata baju Agha dari koper ke lemari, mengingat mereka akan menginap dua hari. Saat sibuk mengambil kemeja Agha yang terakhir di koper, Syakila mendapati ganjelan seperti kertas di bagian kain dalam koper dan di buka dari resleting dan mendapati kertas seperti kertas amplop coklat.
"Isinya apa yah, boleh di buka gak ya, tapi kalau di buka nanti kesannya gak sopan, ini kan milik A'a, tapi kalau gak di buka penasaran isinya apa." Ucap Syakila yang bingung akan buka atau tidak amplop coklat tersebut.
"Emm buka aja lah, ini kan gak di rekatkan sama lem nya, nanti simpan seperti semula lagi."
Akhirnya di buka juga sama Syakila dan isinya ada foto dua orang pemuda yang satu perempuan dan satunya laki-laki, keduanya tersenyum ceria ke arah kamera sambil melihatkan cincin di tangan mereka dua.
"Ini A'a sama siapa yah, apa ini teh Alicia?."
"Masya Allah cantik banget teh Alicia, apalagi A'a ternyata bisa pasang wajah ceria gitu. Beruntung banget kamu teh sangat di istimewa kan sama A'a, astaghfirullah maaf yah teh, Kila sedikit cemburu sama teh Alicia padahal gak seharusnya Kila cemburu sama orang yang udah gak ada, teh izinkan Kila jaga A'a yah teh, Kila mau melanjutkan tugas yang seharusnya milik teh Alicia, Kila minta izin yah teh, dan doakan agar A'a mau membuka hatinya untuk Kila." Ucap Syakila sambil mengelus foto wajah Alicia.
"Teh Alicia, Kila janji akan terus sama A'a dan temani A'a sampai maut memisahkan kami, izin yah teh kalau ada kesempatan insyaallah Kila akan main ke makan teh Alicia itupun kalau A'a izinkan." Syakila mengucapkan apa yang ada di hatinya dengan suara yang lembut dan pelan seperti sedang bicara berhadapan dengan Alicia langsung.
Setelah itu Syakila meletakkan kembali posisi foto dan asal amplop coklat tersebut ke tempatnya, kemudian Syakila mendengar suara azan Zuhur sudah berkumandang langsung saja mengambil air wudhu dan melaksanakan sholat.
"Ya Allah, hamba tau ini akan sulit di jalani tapi hamba mohon untuk lancarkan jalannya ya Allah, dan hamba mohon untuk lembutkan hati A'a agar mau terima Kila dalam hidupnya, sesungguhnya hamba tidak mampu tanpa-Mu ya Allah, maka tolong dan bantulah hamba mu yang lemah ini. Rabbanaatina fiddunya Hasannah wafil'aqhiratihasanna waqinnaazabannar, aamiin."
Selesai sholat Syakila membaca Al-Qur'an sebentar lalu turun kebawah untuk makan siang, sampai di meja makan ternyata sudah kumpul keluarganya.
"Udah sholat nak?." Tanya abi yang selalu dan terus mengingatkan kepada istri dan anak-anaknya tentang kewajiban sebagai hamba Allah.
"Udah abi."
"Sok atuh makan, ini nak Erlan pulang jam berapa?."
"Belum tau bi, soalnya A'a belum kabari, nanti Kila tanya A'a pulang jam berapa."
"Iya."
"Kila juga ingatkan nak Erlan untuk makan siang, walaupun jadwalnya padat tapi untuk makan jangan lupa." Ucap umi mengingatkan anaknya untuk tidak melupakan tugas sebagai istri.
"Iya umi, ini Kila kirim pesan ke A'a dulu." Syakila langsung mengirim pesan ke Agha untuk jangan lupa makan siang.
A'a Agha
Assalamu'alaikum A'a, jangan lupa makan siang yah, jangan lupa juga sholat Zuhur nya terus hati-hati kalau di jalan.
Syakila mengirim pesan ke Agha lumayan lama di balas Agha, dan memilih untuk makan mengingat perutnya sudah lapar.