NovelToon NovelToon
Reincarnation Of The Ancient Ruler

Reincarnation Of The Ancient Ruler

Status: sedang berlangsung
Genre:Action
Popularitas:721
Nilai: 5
Nama Author: blueberrys

Dahulu kala, seorang Kaisar Kuno yang agung berhasil menyatukan empat kekaisaran dan menaklukkan dewa penguasa demi melindungi keseimbangan dunia. Namun, di puncak kejayaannya, ia dikhianati dan ditikam dari belakang oleh murid kesayangannya sendiri yang bekerja sama dengan sekte iblis, hingga raganya jatuh ke dalam lembah kegelapan. Sepuluh ribu tahun berlalu, sang Kaisar bereinkarnasi menjadi Shang Zhi, seorang bocah miskin yang hidup menderita di jalanan. Tragedi kembali menghampirinya saat ibunya tewas, memicu takdir baru ketika ia diselamatkan oleh seorang master misterius.



Perjalanan Shang Zhi menuju Perguruan Tian Long membawanya bertemu dengan Yun Xi, seorang gadis periang yang perlahan menumbuhkan benih romansa di tengah kerasnya pengembaraan. Namun, bahaya selalu mengintai saat kelompok perompak menyerang dan memaksa segel misterius dalam tubuh Shang Zhi bangkit, mengubahnya menjadi sosok buas yang tak kenal ampun demi melindungi orang yang dicintainya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blueberrys, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kegelapan bekedok cahaya

Langkah Shang Zhi bergema di atas jalanan marmer yang retak, menuju istana pusat di mana pertempuran sesungguhnya antara cahaya palsu dan kegelapan murni baru saja akan dimulai.

Lonceng besar di puncak Menara Matahari berdentang, namun suaranya tidak lagi terdengar agung. Bunyi itu kini terdengar seperti tangisan logam yang meratapi nasib Kota Cahaya Abadi. Ibukota Wang Long, yang selama seribu tahun dikenal sebagai mercusuar harapan di daratan pusat, kini terbungkus dalam selimut awan kelabu yang tebal dan menyesakkan. Cahaya abadi yang biasanya memancar dari dinding-dinding marmer kota seolah tersedot habis, menyisakan suasana remang-remang yang mencekam.

Di jalanan marmer yang legendaris karena kebersihannya, kini terdengar irama yang berbeda derap langkah serempak ribuan sepatu bot besi. Shadow troops bergerak seperti ombak hitam yang merayap di sela-sela bangunan megah. Namun, pemandangan itu aneh. Tidak ada kobaran api dari rumah penduduk, tidak ada jeritan wanita yang memilukan. Shang Zhi telah memberikan perintah mutlak "Pedang kita hanya untuk mereka yang memegang senjata. Jangan menodai kemenangan ini dengan darah orang yang tak berdaya."

Ketertiban yang dingin ini justru jauh lebih menakutkan bagi para penduduk yang mengintip dari balik tirai jendela mereka. Mereka melihat pasukan yang disiplin, dipimpin oleh seorang pria yang kini berdiri tegak di depan Gerbang Istana Putih.

Gerbang itu adalah mahakarya arsitektur, terbuat dari kristal murni yang ditenagai oleh esensi cahaya. Di balik kristal transparan itu, tampak barisan pendeta prajurit dengan jubah emas. Tangan mereka gemetar saat menggenggam tombak, mata mereka terpaku pada sosok pria bermata emas yang berdiri tenang di hadapan mereka.

Lalu, pintu besar itu terbuka. Kaisar Wang Jian melangkah maju ke balkon istana yang menjulang tinggi. Ia tidak mengenakan zirah perang yang berat, melainkan jubah kebesaran putih bersih yang terbuat dari sutra surgawi. Aura suci memancar dari tubuhnya, menciptakan aura cahaya yang seolah-olah mengatakan bahwa ia adalah wakil dewa di bumi.

"Bocah..," suara Wang Jian tenang namun berwibawa, bergema di setiap sudut alun-alun melalui teknik proyeksi suara. "Lihatlah apa yang telah kau perbuat. Kau membawa debu dan kegelapan ke tempat yang hanya mengenal kesucian. Apakah ambisimu begitu besar hingga kau buta? Dengan menghancurkan tatanan yang telah menjaga kedamaian selama bertahun-tahun, kau hanya akan memberikan penderitaan panjang bagi rakyat yang kau klaim ingin kau selamatkan."

Shang Zhi mendongak. Angin kencang mempermainkan rambut hitamnya, namun mata emasnya tetap tajam, menusuk langsung ke arah kaisar.

"Kedamaian?" Shang Zhi tertawa pelan, sebuah suara yang terdengar lebih tajam dari gesekan pedang. "Rakyatmu sudah lama menderita di bawah bayang-bayang kemunafikanmu, Wang Jian. Cahaya yang kau pamerkan ini hanyalah lapisan cat di atas tumpukan tulang mereka yang kau injak-injak. Kau membangun surga ini di atas keringat dan darah orang-orang yang kau sebut 'berdarah rendah'. Aku tidak membawa kegelapan, Wang Jian. Aku hanya datang untuk menyingkapkan kegelapan yang selama ini kau sembunyikan dengan rapi di bawah jubah putihmu."

Shang Zhi memberi isyarat dengan tangannya. Dari barisan belakang Shadow troops, beberapa prajurit maju membawa peti-peti besar dari kayu hitam yang diikat rantai. Dengan satu sentuhan energi, peti-peti itu dilemparkan ke tengah alun-alun, hancur berkeping-keping saat menghantam lantai marmer.

Isinya tumpah ruah ribuan batu roh hitam yang memancarkan kabut ungu pekat dan aroma busuk bangkai. Itu adalah batu roh terlarang, alat utama untuk teknik penghisap jiwa yang sangat diharamkan di seluruh daratan.

"Ini ditemukan di gudang rahasia di perbatasan utaramu," suara Shang Zhi meninggi, setiap katanya mengandung tekanan energi yang membuat para pendeta di balkon mundur selangkah. "Batu-batu ini dikirim oleh Keluarga Lu melalui jalur diplomatik resmi Wang Long. Kalian, yang mengklaim sebagai pelindung kesucian, ternyata adalah distributor utama bagi ilmu hitam yang kalian kutuk di depan publik."

Keheningan yang mencekam jatuh di atas kota. Penduduk yang mendengar dari rumah-rumah mereka mulai berbisik. Kebenaran itu menghantam mereka lebih keras daripada serangan fisik mana pun. Selama ini, orang-orang diburu, disiksa, dan dieksekusi hanya karena dugaan kecil menyentuh ilmu hitam, sementara pemimpin mereka menyimpannya dalam jumlah ribuan.

Wajah Wang Jian yang tadinya tenang kini berubah menjadi merah padam. urat urat di keningnya berdenyut. "Fitnah! Itu hanyalah sisa-sisa rampasan perang yang sedang kami teliti! Kau menanam bukti untuk membenarkan invasi biadabmu!"

"Fitnah?" Shang Zhi tersenyum tipis, sebuah seringai yang memancarkan kengerian murni. "Mari kita dengar apa yang dikatakan oleh saksi bisu ini."

Shang Zhi menjentikkan jarinya. Seberkas energi emas murni menghantam salah satu batu roh hitam yang paling besar. Tiba-tiba, energi itu membiaskan cahaya ke udara, membentuk layar proyeksi raksasa yang bisa dilihat oleh seluruh kota.

Di dalam proyeksi itu, terlihat sebuah ruangan gelap. pendeta Agung Yan, tangan kanan kaisar, sedang duduk berhadapan dengan Lu Tian dari Keluarga Lu. Suara mereka terdengar jelas:

"Pastikan Shang Zhi tidak pernah kembali dari perbatasan," ujar Lu Tian sambil menyerahkan gulungan teknik terlarang dan bertumpuk-tumpuk emas. "Gunakan batu-batu ini untuk menjebaknya. Biarkan seluruh dunia mengira dia adalah pemuja iblis."

pendeta Agung Yan tersenyum licik dalam proyeksi itu. "Sesuai keinginanmu, Tuan Lu. Di Wang Long, kami tahu cara mengubah pahlawan menjadi monster."

Proyeksi itu padam. Kesunyian kali ini terasa menyakitkan. Shang Zhi melangkah maju, suaranya kini berubah menjadi rendah, berat, dan penuh dengan aura pembunuh.

"Sekarang, beritahu aku, Yang Mulia... Siapa yang sebenarnya membawa kegelapan ke dunia ini?"

Merasa terpojok dan kehormatannya hancur berkeping-keping, Wang Jian melepaskan topeng ketenangannya. Ia meraung, sebuah suara yang bukan lagi manusia, melainkan ledakan amarah yang murni. Seluruh tubuhnya mulai membara dengan cahaya putih yang begitu intens hingga marmer di bawah kakinya mulai mencair.

"Jika namaku harus tercemar, maka tidak akan ada yang tersisa untuk mengingatnya! Jika dunia harus tahu, maka dunia akan mati bersamaku!" Wang Jian merentangkan tangannya ke langit. "Teknik Terlarang: Penghancur Surga!"

Tubuh sang kaisar mulai membengkak dengan energi yang tidak stabil. Ia bermaksud meledakkan dirinya sendiri, mengubah seluruh Kota Cahaya Abadi menjadi kawah raksasa. Tekanan udaranya begitu kuat hingga para prajurit Shadow troops terpaksa menancapkan senjata mereka ke tanah agar tidak terpental.

Namun, di tengah badai cahaya yang membutakan itu, Shang Zhi tetap tegak. Ia tidak mencabut pedangnya. Dengan ketenangan yang tidak masuk akal, ia hanya berjalan perlahan menuju pusat badai, mengulurkan tangan kanannya ke arah bola cahaya raksasa itu.

"Cahaya yang dipaksakan hanyalah bentuk lain dari kegelapan," gumam Shang Zhi. "Teknik Kaisar : Penjara Kehampaan Abadi."

Seketika, ruang di sekitar Wang Jian seolah-olah terlipat dan terhisap masuk. Cahaya yang tadinya akan meledak keluar , tiba-tiba memutar arah, tersedot kembali ke dalam sebuah titik hitam kecil yang muncul di tengah telapak tangan Shang Zhi. Tidak ada ledakan yang mengguncang bumi. Yang terdengar hanyalah suara 'plup' kecil, seperti gelembung sabun yang pecah di ujung jari.

Dalam sekejap mata, Shang Zhi sudah berada di hadapan Wang Jian. Tangan kirinya mencengkeram leher sang kaisar, sementara jari telunjuk kanannya menyentuh titik meridian utama di dada Wang Jian. Dengan satu aliran energi, seluruh pusat kultivasi kaisar hancur seketika.

"Cahayamu bahkan tidak cukup kuat untuk menerangi satu malam pun dalam ingatanku yang kelam," bisik Shang Zhi tepat di telinga Wang Jian yang kini lemas tak berdaya.

Kaisar Wang Jian jatuh berlutut, jubah putihnya kini kotor dan compang-camping. Ia bukan lagi seorang setengah dewa ia hanyalah pria tua yang patah hati dan kehilangan segalanya.

Shang Zhi berbalik, menghadap ke arah alun-alun dan ribuan pasang mata yang menonton dari kejauhan. Suaranya menggelegar, namun kali ini bukan dengan nada kemarahan, melainkan kepemimpinan mutlak yang tak terbantahkan.

"Mulai hari ini, Wang Long bukan lagi tempat suci palsu! Semua hukum kasta yang membelenggu kalian dihapuskan! Semua budak yang bekerja di bawah tanah istana dibebaskan! Tidak akan ada lagi cahaya yang dibangun di atas kegelapan orang lain!"

Ia mengangkat tangannya, dan panji hitam dengan lambang naga Emas berkibar di puncak tertinggi istana.

"Siapa pun yang ingin bergabung denganku untuk mencari keadilan yang sebenarnya, bukan keadilan yang dibeli dengan emas dan kebohongan... berdirilah di bawah panji ini!"

Dalam satu hari yang bersejarah, dua kekaisaran besar telah berlutut di bawah kakinya. Namun, di tengah sorak-sorai pasukannya yang merayakan kemenangan, ekspresi Shang Zhi tetap sedingin es. Ia menatap ke ufuk timur, di mana matahari yang sebenarnya mulai terbit, menyinari reruntuhan tatanan lama.

"Dua kekaisaran, ribuan sekte, dan jutaan prajurit telah tunduk," gumamnya pelan, hampir seperti bisikan pada diri sendiri. Namun, matanya tidak menunjukkan kepuasan. Takhta ini hanyalah alat baginya, bukan tujuan.

Jenderal Huo mendekat, berlutut dengan penuh hormat. "Tuan, kota telah sepenuhnya diamankan. Apa perintah selanjutnya?"

Shang Zhi menatap langit yang kini mulai terbuka, menampakkan bintang-bintang yang memudar ditelan fajar. "Siapkan pasukan. Kita akan beristirahat di sini sementara. Keadilan belum selesai sampai akar-akarnya dicabut."

Ia mengepalkan tangannya, membayangkan satu wajah yang selalu menghantuinya di setiap malam sunyi.

"Tujuan kita selanjutnya adalah menembus perbatasan Bai Long, untuk menjemput seorang teman lama. Aku ingin dunia berguncang saat aku menjemput permaisuriku. Siapa pun yang menghalangi... akan berakhir seperti kaisar ini."

Di bawah langit yang perlahan membiru, Shadow troops kembali bersiap. Perang yang sesungguhnya baru saja dimulai.

...Bersambung.......

1
urrr🍈
aduh... sedihnya sampe sini🥹🥲
pinguin: author bilek : kasi senang aja dulu🤭
total 1 replies
urrr🍈
dalam bgt kata-katanya
urrr🍈
suka bgt sama cara penyampaiannya /Smile/
Adi tt
done
Adi tt
oke done
Adi tt
💪🤣🤣
book of novel
Bang, kalo boleh bertanya. Ini bab sudah berapa kali revisi?
pinguin: gapapa bg sama² berusaha, semangat 💪
total 3 replies
Adi tt
semangat BG di tunggu ch selanjutnya 💪
pinguin: okee makasi yaa
total 1 replies
Adi tt
lanjut bg semangat💪
pinguin: di tunggu yaaa
total 1 replies
Adi tt
done
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!