NovelToon NovelToon
TERJERAT ASMARA MANTAN IPAR

TERJERAT ASMARA MANTAN IPAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:16.5k
Nilai: 5
Nama Author: REZ Zha

Citra tak pernah menduga akan terjerat asmara dengan mantan kakak iparnya, Bima. Bima adalah kakak tiri Bayu, mantan suami Citra.

Rumah tangga Citra dan Bayu hanya bertahan selama dua tahun. Campur tangan Arini, ibu kandung Bayu membuat keharmonisan rumah tangga mereka kandas di tengah jalan.

Akankah Citra menerima Bima dan kembali masuk dalam lingkungan keluarga mantan suaminya dulu? Bagaimana juga reaksi Bayu juga Arini ketika mengetahui Bima menjalin asmara dengan Citra?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon REZ Zha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sikap Ibu Nurul

Setelah meminta izin atasnya bahwa dirinya tidak bisa lembur, Citra segera memberi kabar pada Bima, jika dirinya tidak pulang malam hari ini. Sebab, nanti malam Bima pasti akan menjemputnya jika dia tak memberi tahu pria itu.

"Assalamualaikum, Mas, saya nggak lembur hari ini. Ibu sakit." Citra mengirim pesan itu pada Bima. Meski tak langsung dibaca, tapi pasti nanti Bima akan melihatnya jika tidak sibuk.

Lima menit kemudian, ponselnya berbunyi. Balasan pesan Bima masuk ke alat komunikasinya itu.

"Waalaikumsalam, Ibu sakit apa?" balas Bima.

"Saya nggak tahu, Mas. Tadi Ambar kasih kabar kalau sejak siang Ibu di kamar saja, mungkin nggak enak badan," jawab Citra membalas pesan pertanyaan Bima.

"Kamu akan pulang jam berapa? Biar nanti saya jemput." Bima tetap akan melaksanakan tugas menjemput Citra kapan pun wanita itu selesai dengan tugas kantornya.

"Kalau Mas nggak bisa, biar nanti saya pulang naik ojol saja. Saya pulang sesuai jam kantor saja." Citra tak ingin selalu merepotkan Bima, khawatir Bima masih sibuk saat ia pulang nanti.

"Ya sudah, sebelum jam 5 saya sudah ada di sana." Bima seperti tak membiarkan Citra pulang sendirian, sehingga ia berjanji tetap akan menjemput Citra.

"Iya, Mas," balas Citra tak berdaya jika Bima sudah memaksa.

***

Benar seperti janjinya, Pukul 16.45 menit, Bima sampai di kantor Citra. Dia melihat Citra yang menunggunya di pos security.

Citra yang menyadari kedatangannya langsung berlari kecil menghampiri mobilnya.

"Kita langsung pulang atau ada obat untuk ibu yang ingin dibeli dulu?" tanya Bima ketika Citra memasang seat belt.

"Langsung saja, Mas. Saya belum tahu apa yang dikeluhkan Ibu, soalnya Ambar bilang Ibu nggak mau bicara," jawab Citra dengan nada cemas.

"Baiklah kalau begitu, kita langsung pulang." Setelah mendapat jawaban Citra, Bima segara menjalankan mobilnya menuju rumah Citra.

Lebih dari setengah jam perjalanan, Bima dan Citra pun akhirnya sampai di tempat tujuan. Tak menunggu lama-lama, Citra bergegas turun dan masuk ke dalam rumah tanpa menunggu Bima turun dari mobil.

"Assalamualaikum ..." Citra berlari kecil menuju kamar Ibu Nurul. Terlihat sang ibu tertidur membelakanginya dengan bergelung selimut.

Citra mendekat dan duduk di tepi tempat tidur. Tangannya mengusap tubuh Ibu Nurul yang tertutup selimut.

"Ibu kenapa?" tanya Citra dengan perasaan khawatir.

Ibu Nurul memutar tubuhnya ketika mendengar suara Citra, lalu bangkit dan terduduk. Matanya yang sembab menampakkan kekecewaan.

"Ibu kenapa?" tanya Citra makin cemas melihat ibunya itu terlihat habis menangis.

"Kenapa kamu tega membohongi Ibu, Citra?" tanya Ibu Nurul dengan menahan kemarahan.

"Membohongi Ibu? Umm, m-maksud Ibu?" Citra bingung, selama ini ia selalu jujur pada orang tuanya, tidak mungkin dia membohongi ibunya sendiri, terkecuali ... Citra mendadak cemas, jika ada hal yang tidak jujur ia lakukan sekarang ini, hanya soal Bima.

"Kamu tahu kalau Bima itu mantan ipar kamu, kan? Kenapa kamu nggak bilang sama Ibu, Citra?"

Deg

Citra menelan salivanya dan bola mata membulat. Ibunya kini sudah tahu tentang siapa Bima yang sebenarnya.

"Ibu tahu dari mana? Apa jangan-jangan ..." Citra menebak-nebak siapa yang menyebabkan ibunya tahu soal Bima.

"Mantan mertuamu tadi datang kemari."

Akhirnya Citra mendapat jawaban setelah Ibu Nurul menyebut siapa yang membocorkan rahasia jika Bima adalah kakak tiri Bayu dan pelakunya persis seperti dugaannya.

"Apa kamu nggak kapok sama keluarga itu, Citra!? Dulu mantan mertuamu itu menyalahkan kamu karena nggak juga hamil. Sekarang dia menuduh kamu memperalat Bima. Menuding kamu mengejar harta Bima. Ibu sakit hati dengar semua tuduhannya itu, Citra! Kenapa kamu justru masih saja berhubungan dengan keluarga itu!?" Ibu Nurul menumpahkan rasa kecewanya dengan menyalahkan apa yang dilakukan oleh Citra dengan menjalin berhubungan bersama Bima yang notabene masih mempunyai hubungan keluarga dengan mantan suami anaknya dulu.

Citra langsung tertunduk. Dari setiap kata yang diucapkan oleh ibunya terdengar nada kekecewaan dan dia sedih karena ia lah yang membuat ibunya seperti sekarang ini.

"Maaf, Bu. Citra nggak bermaksud membohongi Ibu." Citra sulit memberi alasan, kenapa dia merahasiakan hubungan antara Bima dengan Bayu, padahal sebelumnya Bima sudah berniat memberitahu hal tersebut kepada sang ibu.

"Mulai saat ini, jauhi Bima! Ibu nggak rela kamu terus-terusan dituduh oleh keluarga mereka! Cukup mereka menginjak-injak harga diri kita! Jangan rendahkan dirimu hanya karena Bima pria yang kaya dan berpenampilan menarik! Ibu nggak akan merestui hubungan kalian kalau kalian nekat melanjutkan hubungan kalian!" acam Ibu Nurul dengan tegas mengambil sikap menentang hubungan Citra dengan Bima.

Nafas Citra tertahan mendengar keputusan ibunya yang menentang dirinya berhubungan dengan Bima, seperti yang ia khawatirkan sebelumnya.

"Apa kamu dengar Ibu, Citra!?" Tak ada respon jawaban dari Citra, Ibu Nurul memastikan jika Citra mendengar dan cukup mengerti apa yang dia katakan tadi.

"Iya, Bu." Suara Citra terdengar lirih, diikuti dengan anggukkan kepala pelan.

"Sekarang kamu tinggalkan Ibu sendiri!" Ibu Nurul mengusir Citra dari kamarnya, karena ia butuh menenangkan diri atas kekesalan dan kekecewaan yang ia rasakan.

"Citra minta maaf karena sudah membuat Ibu sedih dan kecewa." Mengetahui sang ibu mengusirnya membuat Citra merasa sedih. Selama ini ia berusaha membahagiakan orang tuanya, tapi kali ini dia sendiri yang membuat ibunya kecewa.

Ibu Nurul bergeming, tak merespon permintaan maaf dari Citra, membuat Citra akhirnya memutuskan meninggalkan kamar ibunya dengan langkah berat. Namun, Citra teringat kalau Bima masih menunggunya di luar.

Citra lalu menemui Bima. Entah, apa yang harus disampaikan pada pria itu mengenai sikap sang ibu.

"Bagaimana keadaan Ibu?" Saat Citra sampai di ruang tamu, Bima langsung menanyakan kondisi Ibu Nurul. Apalagi ketika melihat wajah Citra yang menampakkan kesedihan.

"Ibu sudah tahu kalau Mas kakak tiri Bayu." Tak menutupi, Citra menjelaskan apa yang terjadi.

Bima terkesiap mendengar jawaban Citra. "Dari mana Ibu tahu?" tanyanya kemudian.

"Ibu bilang tadi tante Arini datang ke sini," sahut Citra dengan lirih.

Tangan Bima mengepal dengan rahang mengeras, mengetahui mama tirinya itu sudah mengusik urusan pribadinya.

"Berani sekali dia berbuat seperti itu!" geram Bima kesal.

"Sebaiknya Mas urungkan saja niat Mas untuk menikahi saya! Saya nggak ingin mengecewakan ibu." Citra tak punya pilihan lain selain menuruti apa yang diinginkan oleh ibunya.

"Tidak! Saya tetap ingin menikahi kamu! Tante Arini setuju atau tidak, itu tidak bengaruh untuk saya!" tegas Bima mengatakan, kalau masalah pribadinya tidak bisa dipengaruhi oleh sikap Arini.

"Ibu sudah melarang saya dekat sama Mas dan saya nggak membuat Ibu kecewa, Mas!" Citra meminta pengertian dari Bima. Mungkin sikap Arini memang tidak berpengaruh bagi Bima, tapi sangat berpengaruh untuk ketenangan hati ibunya.

"Biar saya yang bicara pada ibu! Saya akan jelaskan supaya ibu bisa mempercayai saya kalau saya bisa menjaga dan melindungi kamu." Tembok yang mulai dibangun Ibu Nurul tidak melunturkan niat Bima untuk menjadikan Citra pendamping hidupnya kelak. Bahkan dia ingin bicara langsung dengan ibu Nurul agar ia bisa meyakinkan orang tua dari wanita yang dicintainya itu.

"Jangan, Mas! Ibu sedang marah, sakit hati dan kecewa. Saya nggak ingin ibu bertambah marah kalau Mas menemui ibu." Citra melarang Bima yang berminat menemui Ibu Nurul. "Sebaiknya Mas pulang saja! Saya juga butuh istirahat." Citra terpaksa menyuruh Bima meninggalkan rumahnya, walau tak enak hati melakukannya, tapi demi sang ibu, terpaksa ia lakukan.

"Tapi ...."

"Tolong, Mas. Biarkan ibu menenangkan diri ..." Citra kembali pengertian dari Bima. Dia sama sekali tak berani menatap Bima, karena dia khawatir Bima menangkap kegelisahan yang ada di hatinya saat ini. Sementara ia juga berusaha menahan agar hawa panas di sekitar matanya tak mengeluarkan cairan bening yang membasahi bola mata indahnya.

Bima mendengus kasar. Sejujurnya ia ingin menjelaskan kepada Ibu Nurul agar Ibu Nurul mengerti dan mau memberi kesempatan kepadanya. Tapi, waktunya memang tidak tepat. Jika dia bersikeras bicara, bukan tidak mungkin Ibu Nurul akan semakin marah kepadanya.

"Baiklah, tapi, ini tak menyurutkan keinginan saya untuk menikahi kamu! Saya akan tetap pada pendirian saya dan saya akan buktikan kalau saya layak dan pantas untuk kamu! Assalamualaikum ..." Setelah menegaskan jika dirinya tidak akan menyerah dan tak akan mundur selangkah pun dengan pendiriannya untuk memperistri Citra, Bima pun akhirnya pergi meninggalkan rumah Citra.

Citra menghempas nafas panjang seraya memejamkan matanya hingga cairan bening yang sejak tadi ia tahan untuk tidak mengalir akhirnya jatuh di pipinya. Entahlah, ia sendiri tidak bisa menjelaskan perasaannya saat ini.

❤️❤️❤️

1
Esther Lestari
tenangkan diri dulu Citra dan Bima.
Bu Nurul perlu waktu untuk menerima semua ini.
Ibu tirimu perlu diberi pelajaran Bima, biar tidak bertindak seenaknya sendiri
Dest Cookies
waduh.. ikutan bingung mesti gmn yah?..melawan ortu ga mungkin.. ngikutin kata hati juga belum siap.. yg sabar yah citra.. pasti ada jln keluarnya..
Juwitae
Nenek lampir nyari masalah inihh
Indriani Kartini
harusnya bima jujur ya dari awal SMA ibu, jadinya dah tau klau mntan besan ga ada akhlak dtang, ga terlalu syok bngt
ρυтяσ✨
yang di takutkan terjadi.. coba saat itu maz'Bima mau jujur g di larang sama Citra, pasti sudah siap mental ya bu'Nirul ngadepin bu'Arini yang lucknut itu
ρυтяσ✨
ini nie yang di takutkan bila berumah tangga... punya mertua yang lucknut selalu memisahkan anak dan mantu'y
ρυтяσ✨
Bayu masih ada rasa???? ko cemburu sama Cintra yang datang bareng sama maz'Bima
ρυтяσ✨
ko Q ikutan deg"n y🤭🤭🤭🤭
ρυтяσ✨
Q g punya sahabat kek mereka... kalo teman banyak 😌😌😌pengen dech punya sahabat juga
ρυтяσ✨
hadeeeh Laraaaas... 😄😄😄saking bahagia'y keceplosan kan
ρυтяσ✨
dia calon istri maz'Bima weeeeh😄😄😄kalian akan jadi iparan lagi
ρυтяσ✨
😄😄bisa ae Ambar... jalan'y mulus maz'Bima semangat
ρυтяσ✨
uhuuuuy...dapat bonus yang tak sengaja ya maz
ρυтяσ✨
eeeaaaa pantas saja rela membujang hingga usia matang ya maz.. teyata tidak bisa melupakan cinta pandangan pertama yang bikin berdebar
ρυтяσ✨
😍😍😍langsung ke tujuan ya maz'Bima
sryharty
nah kan kamu seh cit Bim ga jujur dari awal kalo kamu itu Kaka tiri Bayu,, akhirnya ibu nya citra tau kan dari mulut Mak lampir
sryharty
woooy Arini kamu ga ada hak yah mengatur2 hidup bima
mau bima sama citra atau siapa apa hak kamu
kamu itu cuma ibu tiri yang ga di anggap ibu sama bima,,ngotot amat
Dest Cookies
waduh..drama nya baru dimulai nih... gmn tuh citra sama bima jelasin nya sama ibu nurul?...
Wiwik Roviyantini
lanjut Thor double up y 👍
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ¢ᖱ'D⃤ ̐🍻
cari masalah ini Arini sama Bima.menuduh Citra hanya karena Citra dekat dengan Bima.ngomong seenak udel gak pake mikir.bakal kena semprot nanti Sama Bima si Arini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!