NovelToon NovelToon
Gadis Nakal Milik Hot Daddy

Gadis Nakal Milik Hot Daddy

Status: tamat
Genre:CEO / Tamat
Popularitas:69.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Aysha Siti Akmal Ali

Karakter sesuai judul, jadi jangan di judge lagi ya Readers ...


Marissa, 19 tahun. Gadis berwajah cantik dengan tubuh yang seksi dan nyaris sempurna.

Ia tergila-gila pada seorang duda berusia 39 tahun, Marcello Alexander. Seorang Owner sekaligus CEO dari Antariksa Group, perusahaan besar yang bergerak dalam bidang Otomotif.

Namun, sayangnya kisah cinta Marissa harus pupus tatkala ia mengetahui bahwa Marcello adalah seseorang yang pernah menjadi bagian dari dirinya.

Penasaran gak sih? Yukk ... ikuti cerita cinta mereka 😘😘😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aysha Siti Akmal Ali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

"Kamu lihat Gadis itu, Marcello! Itu karena kamu terlalu memanjakannya! Ia bahkan tidak tahu bagaimana bersikap kepada orang yang lebih tua darinya!" hardik Sarrah kepada Marcello sembari menyeka air matanya.

"Sarrah, tolong dengarkan penjelasanku." Marcello meraih tangan Sarrah kemudian menggenggamnya dengan erat. Mata mereka kini saling bertaut satu sama lain.

"Tadi malam, aku memperlihatkan cincin pertunangan kita kepada Marissa. Dia bilang pilihanmu sangat cantik dan dia menyukainya. Dia mencoba cincin itu dan ternyata ukuran jari manis kalian sama. Setelah itu aku lupa mengambilnya kembali, Sarrah. Hal itu tidak disengaja dan kalaupun menurutmu itu adalah kesalahan besar, aku akan meminta maaf padamu," jelas Marcello dengan wajah sendu menatap Sarrah.

Sarrah meraih jari manis Marcello kemudian mempelihatkan cincin yang dikenakan oleh lelaki itu. "Dan ini apa? Apa kamu bisa menjelaskannya, Marcello?!" kesal Sarrah.

"Iya, inipun sama! Maafkan aku ...," lirih Marcello.

"Kalian!"

Sarrah mengangkat tangannya ke udara dan ingin memukul wajah lelaki itu. Marcello pasrah dan menerima apapun yang akan dilakukan oleh Sarrah kepadanya. Namun, wanita itu mengurungkan niatnya. Ia menurunkan kembali tangannya kemudian berlari keluar Mansion sembari menangis.

"Sarrah!"

Marcello mengejar wanita itu, tetapi sayang ia terlambat. Sarrah sudah masuk kedalam mobil dan memerintahkan sopir untuk mengantarkannya pulang ke Apartemen.

"Akh!" teriak Marcello dengan wajah kesal.

Sementara itu didalam kamar Marissa.

Gadis itu sedang berendam didalam bath up sambil menggaruk-garuk jari manisnya yang memerah. Kulitnya benar-benar sensitif terhadap bahan yang digunakan untuk pembuatan cincin tersebut. "Ish, gatal!" serunya.

"Hmm, semoga saja kamu mengalami hal yang sama, Sarrah! Biar kamu tahu rasa," gumam Marissa sambil terkekeh pelan.

Setelah puas berendam, Marissa bangkit kemudian membilas tubuh polosnya dibawah pancuran air. Selang beberapa saat, ritual mandinya pun selesai.

Marissa menutupi tubuh polosnya dengan sebuah handuk berukuran sedang yang ia lilitkan sedemikian rupa. Dan setelah itu, iapun segera kembali kedalam kamar sambil mengeringkan rambutnya dengan sebuah handuk kecil.

"Akh!" jerit Marissa. Gadis itu terkejut ketika melihat Marcello sudah berada didalam kamar dengan posisi berdiri membelakangi dirinya.

Marcello berbalik, ia memperhatikan penampilan Marissa saat itu. Lagi-lagi, Lelaki itu terpesona melihat wajah alami Marissa yang terlihat begitu cantik. Marcello bahkan sampai melupakan tujuan utamanya menemui Gadis itu.

"Icha," sapa Marcello.

"Astaga, Dad! Aku benar-benar kaget," seru Marissa sembari menahan handuk yang melilit di tubuhnya agar tidak terlepas. 

Marcello menghembuskan napas berat sambil menatap Gadis itu. "Daddy ingin bicara padamu, Cha. Dan ini sangat penting!" tegas Marcello.

"Masalah apa? Apa ini ada hubungannya dengan cincin Sarrah yang tidak sengaja aku kenakan tadi malam?!" tanya Marissa kebingungan.

"Bukan, bukan soal itu! Ini soal hubunganmu dengan Dosen menyebalkan itu. Bukankah Daddy sudah sering mengatakan hal ini kepadamu, Cha?! Jangan pernah mendekati lelaki itu lagi, lalu kenapa tadi siang kamu masih saja menemui lelaki itu?!" tanya Marcello dengan wajah kesal menatap Marissa.

Marissa mengembuskan napas berat sembari membalas tatapan lelaki itu. "Hmm, aku yakin sekali, Daddy pasti mengirimkan seseorang untuk memata-matai apa yang aku lakukan di kampus, 'kan? Kenapa sih, Daddy terus bersikeras melarang aku dan Pak Fattan berhubungan? Padahal hubungan kami hanya sebatas teman, Dad, tidak lebih! Lagipula Pak Fattan itu baik, ia tidak pernah punya niat macam-macam sama aku," kesal Marissa.

"Heh, kamu belum tahu saja. Dia memang berpura-pura baik sekarang, tetapi setelah kamu jatuh kedalam pelukannya, dia akan menghancurkan dirimu," sahut Marcello sembari membuang pandangannya.

"Baiklah, begini saja, Dad! Aku sudah lelah berdebat denganmu. Aku akan menjauhi Fattan, tetapi ada syaratnya!" ucap Marissa dengan wajah serius menatap Marcello.

Marcello terkekeh pelan. "Apa syaratnya?!" tanya Marcello.

"Batalkan pertunanganmu dengan Sarrah, maka aku pun akan menjauhi Pak Fattan," sahut Marissa mantap. Entah mengapa ide itu tercetus begitu saja di kepalanya. Padahal ia tahu bahwa Marcello tidak akan pernah mengabulkan persyaratannya itu.

Benar saja, wajah lelaki itu memerah menatap Marissa. Dan hal itu membuat Marissa menjadi ketakutan. Marcello melangkah menghampirinya sedangkan Gadis itu melangkah mundur kebelakang. Hingga akhirnya tubuh Marissa terperangkap diantara Lelaki itu dan dinding kamar.

"Kenapa kamu memberikan persyaratan seperti itu, Marissa!" Nada suara Marcello sudah naik. "bukankah kamu sudah tahu bahwa aku tidak akan pernah melepaskan Sarrah sampai kapanpun karena aku sangat mencintainya!" gertak Marcello sembari mengungkung tubuh Marissa.

Walaupun Marissa sudah mengetahui jawaban dari lelaki itu, tetapi entah mengapa hatinya tetap terasa sakit ketika mendengar Marcello mengucapkan kalimat itu.

"Owh, apa jangan-jangan kamu memang sudah jatuh cinta pada lelaki itu, iya?!" geram Marcello.

"Ya," lirih Marissa dengan wajah tertunduk. "aku mencintainya."

"Apa!!!" pekik lelaki itu.

Marcello menarik tubuh Marissa dengan kasar kedalam pelukannya hingga handuk yang melilit tubuh Gadis itu pun meluncur begitu saja ke lantai. Untuk menutupi aset-aset pribadinya, Marissa memeluk tubuh Marcello dengan erat.

"Jangan lepaskan aku, Dad!" ucap Marissa dengan wajah panik.

Setelah Marcello menyadari bahwa tak ada sehelai benangpun yang menutupi tubuh polos Marissa, Marcello pun membalas pelukan Gadis itu agar mata nakalnya tidak melihat aset milik Marissa.

...***...

1
vincuu
thor kalau bisa maharnya jangan ada pakai kata seperangkat alat sholat karena itu berat kalau tidak di jalankan dengan benar. kalau sholatnya bolong" maka dosa 2 kali lipat
Rustan Sinaga
bawa pasukan Dylan, jgn gegabah menghadapi si Kenneth
Rustan Sinaga
sptnya Dylan ada rencana terselubung ya
Rustan Sinaga
satukan Dian dan Riyadh thor, buat mereka bahagia
Rustan Sinaga
jangan buat Dian celaka thor
Rustan Sinaga
jangan² Zaidpun bukan anak Riyadh
Rustan Sinaga
sll lupa komen, saking pengen cepet buka bsn baru
Rustan Sinaga
tunjukkan status Marisa yg sesungguhnya thor, biar si Sarah gigit jari
safrah ricky
Luar biasa
Mariana Frutty
16/06/1977
Luar biasa
aryuu
rameee
Yusi Maulanaa
Luar biasa
Nani Maulani
mau dong obat nya marisa/Ok/
bee
Lumayan
bee
Luar biasa
Capricorn 🦄
k
egata_syla
Luar biasa
LaLa Pho
ada yang kembar 6 kok
si pembaca
saking banyak nya sampai lupa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!