karena Ayahnya tewas di tangan Arya saat melakukan Pemberontakan Nirmala pergi ke negeri Bharat, guna belajar ilmu kanuragan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bang deni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Barisan pengemis VS Barisan Dalai lama
Han Le bersiap dengan tapak Sakti miliknya sedangkan Ke empat pendeta Dalai lama mulai bergabung menyatukan tenaga mereka dalam jurus Naga Surya,
Hiaaaaat
Wuut
Han Le tak berani menahan jurus itu secara langsung ia melompat dan mengincar yang di belakang, bagian ekor. ia masih teringat kedua orang tuanya yang mempunyai tenaga dalam tinggi kalah dalam adu tenaga dengan barisan Naga Surya, walau kini hanya empat orang tetapi jika di satukan akan menghasilkan tenaga yang dahsyat
Hiaaaaat
Namun para pendeta Dalai Lama itu tersenyum dan berbalik serentak, yang awalnya ekor tiba tiba menjadi kepala, Han Le terkejut tetapi tak bisa menarik serangan nya lagi
Wuuut
Blaaaar
Aaaargh
Han Le terpental, dadanya terasa sesak, dari mulutnya menetes darah segar
" Han Leeee!" Lin Xue berteriak cemas melihat Han Le terpental dan muntah darah
" Sial aku tak menduga barisan Naga Surya ini bisa berubah dengan cepat" keluh Han Le , Ia perlahan berdiri dan mengempos tenaganya kembali, Dalai lama yang melihat itu tertawa mengejek, saat mendengar Lin Xue berteriak salah satu Pendeta lama itu meelemparkan senjata Cakramnya pada Lin Xue
" Berisik, Mati saja kau!" bentak nya sambil melepas Cakram nya
Wush
Wush
Dua cakram itu meluncur deras ke arah Lin Xue, Han le yang melihat itu terkejut
" Lin Xue, Menghindar!" teriak Han Le sambil mengejar ke arah Lin xue
Ia juga mencabut belati Meteornya
" Traaaang"
" Traaang"
PPraaak
Dua cakram itu berhasil di hadang oleh Han Le, dan langsung terpapas saat bertemu dengan Belati meteor
Wush
Bugh
Aaaaaah
namun ia juga harus membayar mahal karena menangkis cakram itu, salah satu pendeta Dalai lama, yang melihat punggung Han Le terbuka dengan cepat menyerang dengan pukulan tangan kosong, dan mendarat telak di punggung Han le, han le tersungkur di dekat Lin Xue, Belati Meteor terlepas dari tangannya
" Han Le, cepat minum ini!" Lin Xue mengambil pil yang tersisa dari dalam buntalan bekal Han le
" ha ha ha, romantis sekali!" seru salah satu dari pendeta Dalai lama itu
" tenang saja kami akan menyatukan kalian, agar kalian sehidup semati" sahut pendeta lainnya.
" KUrang Ajar , lepaskan gadis ini, cukup aku saja yang menjadi tawanan kalian!" seru Han Le , ia berusaha duduk bersila mengumpulkan tenaganya.
" ha ha ha, jika tadi mungkin aku akan membawamu , tetepi setelah mengetahui jika kau bocah yang dulu menjadi sandera kami dari Pulau Bangau, maka hanya kematian yang menunggu mu!"
" kau bawa saja aku, aku murid Bing Ho Bun, biarkan ia pergi" LIn Xue yang melihat Han le terluka karena melindunginya, mencoba mengulur waktu
" Raja Akhirat telah menunggu kalian, apa pesan terakhir kalian!" ucap pendeta Dalai lama itu sambil mengangkat tombaknya siap mengeksekusi
Lin Xue berdiri di depan Han le yang masih bersila , ia memejamkan mata saat tombak itu terayun akan menusuknya
Traaaak
namun saat tombak itu meluncur, satu tongkat bambu mematahkan luncuran tombak itu
" Siapa yang mencampuri urusan Dalai lama!" teriak Pendeta yang melemparkan tombak tadi, matanya melihat ke sekeliling
" Hmmm, lima Pendeta yang katanya berluhur budi tinggi tetapi kelakuan seperti anjing, mari rasakan jurus Tongkat pemukul Anjing milikku!" satu dengusan di sertai berkelebat beberapa bayangan
Wuut
wuut
wuut
Tiga sosok mendarat di hadapan Lin Xue dan Han le, Han Le mengenali tokoh tua yang yang berdiri hadapannya, Tetua Lu dari kaypang yang pernah ia temui di Gunung Himalaya
" anak muda cepat puluh kan dirimu, biar kami yang menahan mereka" ucap Tetua Lu
" Pengemis busuk! mau apa kau menghalangi kami!" teriak Pendeta Dalai lama marah
" Hei keledai gundul, ini bukan tibet jangan kau berbuat sekehendak hatimu!" balas tetua Lu membentak tak kalah kerasnya
" Kalian cari mati!"
Hiaaaaat
karena niatnya membunuh Han le dan Lin Xue di halangi Pendeta dalai lama itu menjadi murka , dengan satu isyarat mereka membentuk barisan Naga Surya lagilagi agar bisa cepat melumpuhkan tetua Kaypang itu.
Tetua Lu dan dua yang lainnya menjadi kaget
" Ri Long Tin ( Barisan Naga Surya)!" seru Tetua Lu, ia segera memberi angukan pada kedua tetua yang lain
" bentuk Chu Zhang Tin ( Barisan Tongkat Bambu)" teriak Tetua Lu
Hiaaat
Ketiganya langsung membentuk formasi, berbeda dengan barisan Naga surya, jika barisan Naga Surya berbaris satu dari depan belakang sedangkan formasi Tongkat bambu dua berdiri berjajar dan tetua lu berdiri di bahu mereka membentuk segitiga
" Ha ha ha, sudah lama aku tak melihat formasi Tongkat bambu milik Kaypang, ayo kita lihat siapa yang punya formasi lebih baik!" ucap Para Pendeta dalai Lama itu,
Hiaaaat
"Tunggu!" saat keduanya formasi itu akan beradu Lin Xue berteriak
" Apa lagi kau bocah!" bentak Pendeta Dalai lama itu kesal, sedangkan Lin Xue yang sengaja mengulur waktu agar Han Le bisa memulihkan tenaganya tersenyum
" Ga adil, kalian berempat, sedangkan mereka bertiga kalau ingin membuktikan formai siapa yang kuat yah harus sama jumlah orang nya" ucap Lin Xue
" Baik, Sute kau jaga kakang Hyano" seru salah satu pendeta itu, pada pendeta yang berada di belakang
" Baik Suheng" pendeta itu melompat keluar dari barisan Naga Surya
" Nah bocah, sekarang sudah adil!?" seru pendeta Dalai Lama itu kesal
" Ya, ya ini baru adil" ucap Lin Xue, sedangkan Han le telah tenggelam dalam meditasinya, tenaga dalamnya memang telah tinggi, jika satu lawan satu dengan para Dalai Lama Itu sudah pasti menang karena beda satu atau dua tingkat, tetapi saat di gabungkan maka ia kalah empat tingkat sekaligus.
perlahan tenaga dalamnya puliuh sebagian, melihat dua formasi sedang beradu ia memperhatikan dengan seksama mencoba melihat keunggulan dan kelemahan formasi itu masing masing
Pertarungan dua Formasi itu berjalan seru dan alot, karena kedua formasi itu sangat kuat, Barisan Naga Surya mempunyai kekuatan tenaga gabungan yang besar, sedangkan Formasi Tongkat Bambu, memiliki pertahanan yang kokoh dan variasi serangan tongkat yang banyak , membuat barisan Naga Surya terkadang harus melepas tenaga gabungan karena serangan ujung tongkat barisan Tongkat Bambu menyerang anggota yang di tengah
" Ternyata kelemahan mereka di tengah barisan" Gumam Han Le, ia bangkit saat melihat Belati Meteornya tergeletak ia mencoba menggerakan dengan niat di hatinya
Syuuut
secara tak terduga Belati itu terbang dan menghampirinya
Tap
Han le menangkap belati itu dengan tepat. selama beberapa saat ia terus berlatih ternyata menggunakan ilmu Pedang Terbang dengan senjata Belati lebih praktis, mungkin karena bentuknya yang tak terlalu besar dan panjang penguasaannya juga tak terlalu menyusahkan. setelah ia memahami dan menguasai menggunakan Belatinya untuk jurus pedang terbangnya, ia berjalan ke arah pertempuran , ia telah memahami kelemahan dari Jurus Barisan Naga Surya, dan ia akan mencoba menggunakan Belati terbangnya untuk menghadapinya.