NovelToon NovelToon
Diusir Regu Petualang Karena Bodoh

Diusir Regu Petualang Karena Bodoh

Status: sedang berlangsung
Genre:Kebangkitan pecundang / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:491
Nilai: 5
Nama Author: djase

Dunia fantasy dengan sistem yang digolongkan dari g hingga ssssr(tingkat tertinggi yang jarang ada). Guild SSAWF adalah salah satu aktivitas petualang tebesar di wilayah barat, sementara altar jiwa muda adalah tempat kelahiran Pattisiwiana Klobahrgeevinik sebuah lokasi yang dipercaya memiliki hubungan dengan sumber energi dunia namun belum pernah terungkap secara jelas.

Pattisiwiana (sering dipanggil Patti) adalah pemuda yang sejak kecil mendambakan menjadi petualang. Karna tidak memiliki bakat tempur atau sihir yang terlihat, ia hanya bisa bergabung ke regu scarlet Blades sebagai pembantu penghasil hasil buruan monster. Anggota regunya selalu merendahkannya, menyebutnya "bodoh dan tidak berguna" karena tidak mengerti taktik atau kesulitan mengikuti instruksi pada misi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon djase, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

AWAL DARI PERANG MELAWAN KEJAHATAN

Pada pagi harinya, tim Patti berangkat untuk penyelidikan pertama mereka ke daerah pedalaman yang telah melaporkan munculnya energi negatif yang kuat. Mereka menggunakan kereta khusus yang dirancang oleh Borthworgiann yang dilengkapi dengan perlindungan magis dan alat deteksi energi yang bisa membantu mereka mengidentifikasi sumber masalah dengan lebih akurat.

Perjalanan memakan waktu hampir dua hari penuh melalui jalan yang bergelombang dan daerah yang sulit dijangkau. Di sepanjang jalan, mereka melihat tanda-tanda bahwa energi negatif sudah mulai menyebar ke pepohonan yang mengering secara tidak wajar, sumber air yang keruh, dan bahkan beberapa makhluk kecil yang tampak gelisah dan agresif.

“Energi di sini sangat kuat dan tidak seimbang,” ucap Corviniann sambil memantau alat deteksinya yang terus memberikan sinyal yang kuat. “Kita sudah sangat dekat dengan sumbernya mungkin hanya beberapa kilometer lagi.”

Mereka memasuki hutan yang lebat di sekitar sumber masalah utama, dengan langkah yang hati-hati dan penuh dengan waspada. Luminarianna menyalaikan bola api pelindung yang mengelilingi kelompok mereka, memberikan cahaya sekaligus melindungi dari serangan yang tidak terduga. Borthworgiann berada di depan sebagai penjaga pertama, dengan tongkat pertahannya siap untuk digunakan kapan saja.

Setelah berjalan sekitar satu jam lebih dalam ke hutan, mereka menemukan sebuah lembah yang seharusnya menjadi sumber mata air besar namun sekarang sudah kering dan penuh dengan warna hitam pekat yang tampak seperti kerak beracun. Di tengah lembah tersebut berdiri sebuah struktur batu kuno yang tampak telah diaktifkan kembali oleh kekuatan gelap.

“Itu pasti sumbernya,” bisik Patti dengan suara yang penuh dengan ketegangan. Dia bisa merasakan bagaimana energi negatif mengeluarkan getaran yang menyakitkan, bahkan dari jarak yang cukup jauh. “Struktur itu menyerupai yang kita baca di Buku Hati Sejati mereka sedang mencoba membangkitkan kekuatan kuno yang seharusnya tetap tertidur.”

Mereka mendekati struktur tersebut dengan hati-hati, menemukan bahwa area sekitarnya dikelilingi oleh beberapa anggota Orde Bayangan Gelap yang sedang melakukan ritual. Mereka mengenakan jubah hitam dengan simbol yang sama seperti yang pernah Patti lihat di dunia bawah sadarnya sebuah lingkaran dengan tiga titik gelap di tengahnya.

“Kita tidak bisa mengganggu ritual mereka saat ini,” peringatkan Corviniann dengan suara yang rendah. “Jika kita melakukan kesalahan, kekuatan yang mereka bangun bisa meledak dan menyebabkan kerusakan yang jauh lebih besar. Kita perlu menunggu saat yang tepat.”

Mereka bersembunyi di balik semak-semak yang lebat, mengamati gerakan dan pola ritual yang dilakukan oleh anggota ordo tersebut. Luminarianna mencatat setiap gerakan dan irama yang mereka gunakan, sementara Borthworgiann memeriksa area sekitar untuk mencari titik kelemahan atau jalur evakuasi jika diperlukan.

Setelah beberapa saat mengamati, Patti menemukan pola tertentu dalam ritual mereka pola yang mirip dengan yang dia pelajari di Buku Hati Sejati tentang cara meniadakan kekuatan gelap. “Saya tahu cara menghentikannya,” katanya dengan suara yang jelas namun rendah. “Mereka menggunakan tiga titik energi utama untuk menjaga aliran kekuatan. Jika kita bisa menyerang ketiga titik tersebut secara bersamaan dengan energi penyembuhan murni, kita bisa mematahkan ritual mereka tanpa menyebabkan ledakan.”

Mereka segera membuat rencana cepat namun matang. Borthworgiann akan menyerang titik energi di sisi kiri, Luminarianna di sisi kanan, sementara Patti dan Corviniann akan fokus pada titik utama di tengah. Mereka akan bekerja secara bersamaan, dengan sinyal dari Patti sebagai tanda untuk mulai menyerang.

Pada saat yang tepat, ketika ritual mencapai titik puncaknya, Patti memberikan sinyal. Borthworgiann melesat keluar dari tempat persembunyiannya, menggunakan kombinasi kekuatan fisik dan sihir tanah untuk menghancurkan titik energi di sisinya. Luminarianna mengeluarkan serangan api putih yang murni bukan untuk membakar, tapi untuk membersihkan energi negatif yang ada.

Sementara itu, Patti mengeluarkan energi penyembuhan yang paling kuat yang bisa dia hasilkan, dengan bantuan kalung keluarga dan pengetahuan dari Buku Hati Sejati. Corviniann menggunakan sihir informasinya untuk mengganggu aliran energi antara ketiga titik, membuat ritual menjadi tidak stabil.

Dengan suara gemuruh yang tidak terlalu keras namun mengguncang tanah di sekitarnya, struktur batu kuno mulai menghilang seperti uap, dan energi negatif yang terkumpul mulai terurai perlahan-lahan. Anggota Orde Bayangan Gelap yang merasa kekuatan mereka hilang mulai berbalik dan menyerang dengan kemarahan.

Pertempuran segera terjadi. Meskipun anggota ordo tersebut kuat, mereka sudah terkejut dan kehilangan sebagian kekuatan mereka berkat kegagalan ritual. Tim Patti bekerja dengan koordinasi yang sempurna Borthworgiann membela kelompok dengan kekuatan besarnya, Luminarianna membuat bidang pelindung dengan api murninya, Corviniann membingungkan musuh dengan ilusi dan informasi, sementara Patti menyembuhkan teman-temannya yang terluka sekaligus menggunakan energi penyembuhan untuk melumpuhkan musuh tanpa menyakiti mereka secara permanen.

Setelah beberapa menit, jelas bahwa tim Patti memiliki keunggulan. Sebelum mereka bisa menangkap salah satu anggota ordo untuk ditanya informasi, seorang pemimpin yang tampak lebih tinggi pangkatnya muncul dari balik batu besar dan memberikan sinyal untuk mundur. “Ini hanya permulaan,” jeritnya dengan suara yang penuh dengan kemarahan sebelum menghilang bersama dengan pengikutnya ke dalam hutan yang lebat.

“Kita tidak bisa mengejar mereka sekarang,” ucap Borthworgiann setelah memastikan bahwa tidak ada musuh yang tersisa. “Kita perlu fokus pada membersihkan energi negatif yang tersisa di sini sebelum menyebar lebih jauh.”

Mereka segera bekerja sama untuk membersihkan area tersebut. Patti menggunakan teknik penyembuhan untuk membersihkan tanah dan sumber air yang tercemar, sementara Luminarianna menggunakan api murninya untuk membakar sisa-sisa energi negatif yang sulit dijangkau. Corviniann memeriksa area sekitar untuk memastikan tidak ada jebakan atau sumber energi tersembunyi lainnya, dan Borthworgiann membantu membangun struktur kecil untuk melindungi area tersebut dan mencegah ordo datang kembali dengan mudah.

Setelah beberapa jam bekerja tanpa istirahat, mereka berhasil membersihkan seluruh area dan memulihkan sebagian kecil keseimbangan alam di sana. Mata air mulai mengalir kembali dengan air yang jernih, dan beberapa tanaman kecil mulai menunjukkan tanda-tanda kehidupan kembali.

“Ini adalah langkah awal yang baik,” ucap Patti dengan senyum lembut saat melihat mata air yang kembali mengalir. “Tapi kita tahu bahwa ini hanya satu dari banyak lokasi yang mereka targetkan.”

Mereka segera kembali ke kereta dan melanjutkan perjalanan ke lokasi berikutnya yang melaporkan masalah serupa. Selama beberapa minggu berikutnya, mereka berpindah dari satu daerah ke daerah lain membersihkan energi negatif, menghentikan ritual ordo, dan membantu warga lokal untuk memulihkan kehidupan mereka. Di setiap lokasi, mereka menemukan pola yang sama struktur kuno yang diaktifkan kembali, ritual yang dirancang untuk mengganggu keseimbangan alam, dan anggota ordo yang siap untuk melindungi pekerjaan mereka.

Namun dengan setiap kemenangan kecil yang mereka raih, mereka juga belajar lebih banyak tentang ordo tersebut bagaimana mereka beroperasi, strategi yang mereka gunakan, dan bahkan beberapa informasi tentang struktur organisasi mereka. Corviniann mengumpulkan semua data ini dengan cermat, mencoba menemukan pola atau titik lemah yang bisa mereka gunakan untuk menghentikan ordo secara permanen.

“Mereka memiliki pusat utama di suatu tempat,” katanya setelah beberapa minggu mengumpulkan informasi. “Semua ritual yang mereka lakukan adalah bagian dari rencana yang lebih besar mereka sedang mengumpulkan energi untuk membangkitkan sesuatu yang sangat kuat dan berbahaya. Jika kita tidak bisa menemukan pusat mereka dan menghentikan mereka sebelum mereka menyelesaikan rencana tersebut, konsekuensinya akan sangat mengerikan.”

Pada malam hari yang penuh dengan bintang-bintang, mereka berhenti di sebuah desa kecil untuk beristirahat dan mengumpulkan informasi tambahan. Warga desa sangat bersyukur karena kedatangan mereka dan dengan senang hati memberikan tempat tinggal serta makanan. Saat mereka duduk bersama di halaman rumah kepala desa, sebuah anak kecil mendekati Patti dengan hati-hati dan memberikan sebuah batu kecil yang bersinar dengan cahaya kebiruan lembut.

“Ibu saya memberikannya padaku sebelum dia pergi,” ucap anak kecil dengan suara yang lembut. “Dia bilang batu ini akan membantu orang baik yang sedang berjuang melawan kegelapan.”

Patti menerima batu dengan hati-hati dan merasakan energi yang lembut namun kuat dari dalamnya. Dia segera mengambil Buku Hati Sejati dan mencari referensi tentang batu semacam itu. Setelah beberapa saat, dia menemukan halaman yang berbicara tentang “Batu Pemandu Cahaya” batu kuno yang digunakan oleh leluhur untuk menemukan lokasi-lokasi penting yang tersembunyi.

“Ini adalah petunjuk yang kita butuhkan,” katanya dengan suara yang penuh dengan kegembiraan kepada teman-temannya. “Batu ini bisa membantu kita menemukan pusat utama Orde Bayangan Gelap.”

Mereka segera mempersiapkan diri untuk perjalanan terakhir yang akan menentukan nasib kerajaan. Dengan bantuan Batu Pemandu Cahaya, mereka akan bisa menemukan lokasi tersembunyi ordo tersebut dan menghentikan rencana mereka sebelum terlambat. Meskipun mereka tahu bahwa ini akan menjadi tantangan terbesar yang pernah mereka hadapi, mereka merasa siap karena mereka memiliki satu sama lain, pengetahuan dari Buku Hati Sejati, dan dukungan dari semua orang yang mereka bantu selama perjalanan mereka.

Di kejauhan, cahaya bulan menerangi jalan yang akan mereka tempuh, seolah-olah membimbing mereka menuju tujuan akhir yang akan menentukan masa depan dunia yang mereka cintai. Mereka tahu bahwa perjuangan yang akan datang tidak akan mudah, tapi dengan tekad yang kuat dan kepercayaan pada kekuatan kebaikan, mereka siap untuk menghadapi apa pun yang akan datang.

1
Blue
BLA BLA bla, bikin males baca namanya lah😭
djase: 🥺...............🥺
total 1 replies
Blue
setelah baca namanya jadi malas lanjut baca
djase: 🥺........
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!