NovelToon NovelToon
KESEMPATAN KEDUA

KESEMPATAN KEDUA

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyelamat / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:13.3k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda Fii

Seorang wanita yang bernama Karamel, di detik-detik kematiannya, sebelum menutup mata, dia melihat sosok pria berlari menuju ke arahnya dan langsung memeluknya dari api yang berkobar.

Pria itu adalah mantan suaminya yang dia ceraikan, pria yang sudah dia sakiti. Tapi pria itu masih datang untuk menolongnya, tapi sayang sekali, Karamel sudah tidak bisa bertahan, nafasnya sudah sudah berat dan matanya sudah mulai tertutup.

Tapi, ada suatu hal yang terjadi dan sulit dimengerti. Karamel kembali hidup di masa lalu, di mana dia masih menjadi seorang Istri.

Dengan kesempatan kedua yang dia dapatkan, tentu Karamel tidak akan melakukan kesalahan yang sama.

Mampukah Karamel membalas semua luka yang dia dapat kan di kehidupan pertamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda Fii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28. Di Hotel?

Kara menikmati makan malamnya dengan perasaan yang begitu bahagia, sesekali dia melirik Tama yang makin tampan saja, dia benar-benar tak menduga kejutan yang mereka berikan.

Tama haya tersenyum kecil melihat tingkahnya. Dia tentu juga sangat bahagia, karena kejutan yang dia berikan membuat Kara mengatakan perasaannya.

Saat mendengar ucapan Kara sebelumnya, Tama begitu berbunga-bunga, ternyata Kara juga sudah mencintainya, dia tidak peduli sejak kapan perasaan itu ada, yang penting sekarang cintanya tidak bertepuk sebelah tangan lagi.

Di ruang sebelah, Sisil dan yang lainnya juga sedang menikmati makan malam yang begitu mewah. Mereka juga ikut bahagia, karena Tama kembali bisa melihat.

...----------------...

Setelah makan malam selesai, Tama mengajak kara menuju kamar yang berbeda. Dia juga sudah memesan kamar yang lain.

"Kamu benar-benar sudah mengatur semuanya.!" Kata Kara sambil memperhatikan dekorasi kamar yang begitu romantis.

Tama memeluk Kara dari belakang, "Apapun aku lakukan untukmu..!" Perkataan itu bukan sekedar omongan kosong, karena selama ini dia sudah membuktikannya dengan tindakan.

Apapun permintaan Kara, Tama akan selalu mengabulkannya. Kecuali perceraian.

Tubuh Kara menegang, jantungnya tiba-tiba kembali berdebar kencang. Dia berbalik dan melihat Tama yang sedang menetapnya begitu dalam.

Entah siapa yang memulai, bibir keduanya sudah menyatu. Mereka berciuman dengan perasaan yang campur aduk, menyalurkan semua kerinduan yang begitu menggebu.

Tama menggendong Kara dan membaringkan nya di tempat tidur dengan pelan. Lalu melanjutkan adegan yang tadi.

Ciuman yang awalnya santai berubah jadi membara. Terutama Tama, dia sudah menunggu selama tiga tahun lamanya.

"Karamel,, aku mencintaimu..!" ucap Tama dengan suara berat sambil memandang Kara dengan tatapan intim.

Kara yang pertama kali mendengar kalimat itu menatap Tama dengan perasaan campur aduk. Hanya karena cinta yang begitu dalam, dia rela menahan semua hinaan dan penderitaan yang dibuat olehnya.

Cup

Kara berinisiatif mencium Tama terlebih dahulu. Dan Tama mengganggapnya sebagai kode untuk melakukan apapun yang dia mau.

Dan terjadilah malam pertama yang sudah tertunda selama tiga tahun. Tama yang sudah menahan selama itu langsung menerkam Kara sampai pagi.

"Maaf!" bisiknya melihat Kara yang langsung tertidur karena kelelahan.

Sebelum tidur, dia membersihkan tubuhnya terlebih dahulu. Tama juga tidak lupa menyeka tubuh Kara dengan kain basah.

Setelah semuanya beres, Tama berbaring dan memandangi wajah Kara, dia tersenyum melihat banyak tanda merah di tubuh Kara.

...----------------...

Keesokan harinya, Kara bangun setelah jam dua siang. Dia melihat sekitar dan langsung mengingat kejadian semalam.

Kara sangat bahagia, tapi dia juga sedikit malu saat melihat banyak jejak stempel merah di dadanya.

Klek

Pintu terbuka dari luar, Tama masuk membawa makan siang untuk dirinya dan Kara. Karena dia tidak membiarkan Waitress atau siapapun itu masuk ke dalam kamarnya.

Kara langsung bersembunyi dibalik selimut, dia sangat malu dengan kondisi seperti itu.

Tama yang melihat tingkahnya hanya tertawa kecil, dia duduk di tepi kasur lalu berkata. "Ayo bangun dulu, kamu sudah kelewat serapan!"

"Raf, aku malu..!" balas Kara dengan suara pelan.

"Malu kenapa hemm? Aku sudah melihat semuanya!" ujar Tama dengan santai.

"Raaaaafff....!" Kara menegur Tama dengan berteriak dalam selimut. Kenapa harus sejujur itu?

"Heheh" Tama terkekeh. "Ayo bangun dulu! Oh atau mau lanjut lagi?" Tanya Tama sambil menarik selimut Kara.

"Bangun, bangun, aku bangun sekarang ok?" Kara langsung duduk dengan tubuh yang masih terlilit selimut. Tapi dia langsung meringis karena baru merasakan perih.

"Kenapa?" Tanya Tama langsung mendekat dengan nada khawatir.

"Haah,, tidak apa-apa. Cuman agak perih sedikit!" kata Kata dengan cemberut.

Tama tertegun, padahal dia sudah melakukannya dengan lembut, tapi ternyata masih bisa membuat Kara kesakitan.

"Maaf ya..!Aku bantu kamu ke kamar mandi!"

Tama langsung menggendong Kara tanpa mendengar jawaban Kara terlebih dulu. Kara juga tidak menolak, dia sangat suka dimanja seperti itu.

Tama mengisi air di bathtub dengan air hangat, memberinya aromaterapi dan sabun. Tama keluar dan membiarkan Kara untuk berendam selama beberapa menit.

***

Keduanya makan siang bersama, seharian mereka hanya tetap berada dalam hotel, karena Tama Check in selama dua hari.

Sedangkan Sisil dan yang lainnya sudah Check out, mereka harus pergi kerja. Tidak mungkin juga mereka mengganggu waktu Tama yang begitu berharga.

Selama dua hari penuh, Tama seperti membayar waktu tiga tahunnya yang terlewat. Kara juga tak menolak, karena dia tahu diri, dirinyalah penyebab waktu itu terbuang.

Saat ini keduanya sedang duduk di sofa dengan Kara menyender di dada Tama. "Kamu pasti ingin menanyakan sesuatu kan?"

Tama menunduk dan mencium kepalanya. "Ya. Ada banyak pertanyaan di benakku, tapi aku ingin menunggu sampai kamu siap untuk bercerita!"

Kara makin jatuh cinta dibuatnya. "Aku akan menceritakan semuanya saat kita pulang, aku tidak ingin membahas hal-hal yang tidak menyenangkan di hari baikku."

Tama mengangguk setuju, akhirnya Kara jadi lebih terbuka kepadanya. Mereka lanjut menonton sampai malam, dan baru Check out di keesokan harinya.

...----------------...

Beberapa hari berlalu, Kara menuju Rumah Sakit, di mana Sarah dirawat. Semenjak di hotel, Kara menonaktifkan ponselnya.

Sehingga banyak pesan yang masuk setelah dia mengaktifkannya kembali. Teman-temannya meminta untuk datang menjenguk Sarah.

Salah satu orang yang mengirim pesan adalah Arka, dia menggunakan nomor baru dan mengirim puluhan pesan kepada Kara dengan memohon untuk datang menjenguk Sarah.

Tiba di Rumah Sakit, Kara tidak melihat siapapun di dalam ruang inap. Kara menyeringai melihat Sarah di tempatkan di kamar biasa.

Sarah yang sedang memejamkan mata langsung melek saat mendengar seseorang membuka pintu.

"Kar! Akhirnya kamu datang juga. Hiks hiks..!" Sarah langsung menangis di depan Kara. "Kar tolong bantuin aku!" lanjutnya dengan memohon.

Kara datang tanpa membawa apa-apa, dia duduk dan berkata. "Aku datang hanya untuk melihat kondisimu. Bukan untuk datang Membantumu!"

"Kar! Aku mohon, untuk kali ini saja! Aku akan melakukan apapun yang kamu minta! Jika kamu ingin Arka jadi suamimu, aku akan membantumu!"

Jika di masa lalu, Kara akan langsung bersemangat jika sudah mendengar janji seperti itu, dan dia akan mengiyakan semua permintaan Sarah.

Tapi kali ini, Kara menatap Sarah dengan jijik. Padahal dia sudah mengatakannya, jika dirinya tidak lagi mengejar Arka, "Aku tidak ingin jadi PHO!"

Sarah tertegun, "Kar! Apa maksudmu?"

"Jujur saja, aku sudah mengetahui, kau dan Arka adalah sepasang ke kasih yang sudah bertunangan!"

Mara Sarah terbelalak, bagaimana mungkin Kara bisa tahu? Status itu, tidak ada yang mengetahui di circle mereka.

Apakah Kara berubah karena itu? Jadi dia memilih untuk mundur agar dia tidak menjadi perusak hubungan orang?

"Kar! Aku bisa jelasin! Aku dan Arka sebenarnya tidak saling mencintai. Jika kamu ingin bersama dengannya, aku bisa mundur. Tapi tolong, kamu bantu aku!"

Sarah mengatakan itu seolah-olah Kara akan setuju dengan keinginannya. Dia benar-benar mengira perubahan Kara karena sudah mengetahui statusnya dengan Arka.

Kara beranjak lalu mendekat, dia melihat Kedua Kaki Kara yang menggunakan gips. "Inilah pembalasan dariku untuk Rafa!" kata Kara dalam hati.

"Sar! Kamu ada kaca kan? Tolong berkaca! Kamu dan Arka tidak sepenting itu bagiku. Suamiku seribu lebih baik darinya, jadi untuk apa aku bersamanya?"

"Kar! Kamu jangan berkata seperti itu! Bukannya kamu pernah berkata...!"

"Stop! Kau tidak perlu mengungkit masa lalu! Jadi nikmatilah hari-harimu di kursi roda!" Kara berbalik dan ke luar ruangan.

Di dalam ruang inap, Sarah berteriak memanggilnya. Padahal dia sangat berharap, agar Kara membantunya untuk mencari Dokter terbaik, agar kakinya bisa dioperasi lagi.

Dan semua itu butuh uang, dan dia ingin Kara membiayai semuanya. Karena orang tuanya sudah tidak punya uang sebanyak itu.

"KARAAAA JANGAN PERGI.. AKU TIDAK INGIN LUMPUH..!"

.

.

.

1
neni onet
ga sabar nunggu kecebongnya netes lah . . . 😁
Wati Ningsih
senengnya 🥰🥰🥰🥰🥰🥰
neni onet
pantas rasanya kara membalas dengan perlahan tapi mematikan klo tau apa yang Sarah lakukan dimasa lalu . . .🫣
Liza Syamsu
di part ini tama sdh tdk buta ya bisa pakai laptop dan gendong kara, artinya aku dong yg ketinggalan cerita di bagian mana ya
Fii: Hai kk untuk menggunakan laptop ada penjelasan di bab-bab selanjutnya yaa..

Kalau untuk menggendong, anggap saja Tama sudah menghafal tata letak tempat tidurnya yaa🙏😁
total 1 replies
Wati Ningsih
aduhhhh siapa yg mau nampung arka tuhhhh😙😙😙😙😙😙😙
Wati Ningsih
karmaaaa😏😏😏😏😏😏
Wati Ningsih
ketahuan kamu mitaaaaa 😃😃😃😃😃
한스Hans
semangat Thor 🙏
Sribundanya Gifran
lanjut thor
Wati Ningsih
kasian si Dion🥺🥺🥺🥺🥺🥺
Wati Ningsih
rasakan itu sarah
neni onet
apakah mereka sedang menikmati ketupat lebaran, sepaket sama opor ayam dan sambal goreng balado . . .
selamat idul Fitri thor, maafkan kami yang selalu minta crazy up yaa 😄
Fii: 🤣🤣🤣🙏🙏
total 2 replies
Sribundanya Gifran
lanjut
neni onet
ceritanya keren, reader ikut menerka2 alur ceritanya, menebak apa kejadian dimasa lalu yang membuat seorang Kara menjadi jahat sama Tama dan berusaha membalas satu persatu kejahatan Sarah CS ...
Fii: Makasih supportnya kak😍
jangan lupa mampir di Novel yang sdah tamat😁🙏
total 1 replies
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
neni onet
please jangan sampe kebablasan, besok udah sholat Ied lhoo, ini othor juga sambil ngetik, sambil bikin opor kan, biar jadi THR an buat reader nya . . . 😄
Fii: wkwk iya nih.
makanya UP cuman 1 bab😭🙏🙏

Aduuhh THR nya belum bisa ditarik bulan ini 😭😭
total 1 replies
Sribundanya Gifran
lanjit
Sribundanya Gifran
lanjut
Sribundanya Gifran
lanjut thor💪💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!