Ismi Azis berumur 17 tahun dia mengalami kecelakaan motor saat selesai tugas dari misinya
Ismi Azis seorang dokter dan hacker terbaik di negara Jepang, dia putri dari Iris Wati yang menikah dengan seorang laki-laki tampan keturunan Jepang. Ismi yang terkenal baik dan juga sering menolong orang lain membuat salah satu dokter magang iri
Penasaran dengan cerita ini? yuk mampir dan baca kita nya😉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intanpsarmy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter two seven
Semua orang yang berada di ruang keluarga pun menoleh kearah suara Raja Ming. tidak lupa Raja Ming berkaca-kaca saat melihat putrinya
"A ayah.... ayah maaf aku tidak langsung men"ucap nya terpotong saat tubuhnya di peluk oleh sang ayah. pelukan yang dia rindukan bertahun-tahun, pelukan yang dia damba kan selama hidupnya. akhirnya-akhirnya pelukan itu dia rasakan lagi
"Maaf.... maafkan ayah anak ku, hiks... ayah sudah membuat mu terbelenggu di dunia ayah yang gelap, ayah gagal melindungi mu... ayah gagal menjaga mu... tolong maafkan ayah mu ini putriku" ucap Raja Ming sambil menangis. Huwa Ming yang mendengar ayah nya menangis pun tak bisa menahan air matanya
"Hiks.... Huwa'er rindu ayah, Huwa'er hanya bisa melihat ayah dari kejauhan, hiks... ayah dan Gege tak pernah sedikitpun melihat Huwa'er... kalian hanya sibuk dengan dunia kalian... kalian melupakan aku yang butuh kalian juga, Huwa'er berharap, bisa mendapatkan pelukan dari ayah atau Gege" ucap Huwa Ming. dia mengeluarkan semua ungkapan yang selama ini dia tahan, raja Ming semakin terguguk menangis saat mendengar ucapan sang putri
"Maaf nak maafkan ayah... ayah tak memikirkan hatimu yang rapuh, ayah melampiaskan rasa kehilangan ibumu dan tak pernah sedikitpun memikirkan perasaan mu dan gege-gegemu" ucap nya sambil menangis kencang. semua orang yang berada di rumah Bao-yo pun ikut merasakan kesedihan ayah dan anak itu.Annchi sampai memeluk Bao-yo dengan erat, dia tahu rasanya di abaikan. dia tahu karena pemilik tubuhnya itu merasakan hal yang Huwa Ming rasakan
An pun menangis, dia langsung mendekati sang Gege dia memeluk lengan Bai
"Gege maacih... Gege celalu ada untut An'el, cemalah apa pun Gege tat pelnah meninggaltan An'el" ucapnya dengan nada gemetar, Bai pun menepuk-menepuk kepala adik nya. dia sangat menyayangi An segila apa pun tingkah An, Bai selalu ada untuk An
"Sama-sama... jadilah adik dan putri yang baik, jangan selalu membantu ucapan ayah dan ibu, karena kita berdua hanya tinggal memiliki ayah dan ibu.... jangan ikuti kata orang lain jadilah dirimu sendiri! dan kamu juga harus memiliki sifat lemah dan lembut, kamu lihat bukan sekarang ibu sangat menyayangi kita? Jangan sampai Ibu kembali tak menyayangi kita jadi belajarlah untuk menjadi anak yang berbakti" ucap Bai. An pun mengangguk dia bersyukur dengan perhatian dan kasih sayang dari Gege nya
Huwa Ming pun masih menangis di pelukan sang ayah, Jendral besar dan Kasim pribadi nya pun ikut meneteskan air mata. mereka tak menyangka kehidupan tuan putri mereka begitu terpuruk, jadi wajar kalau tuan putri mereka tak pernah dekat dengan orang-orang di kerajaan, karena ayahnya tak benar-benar memperdulikan keadaan putri nya
"Ayo kita kembali nak, ayah janji saat kita kembali ayah akan selalu memperhatikan mu dan Gegemu.... ayah juga sudah menghukum orang-orang yang berlaku tidak baik padamu" ucap lirih Raja Ming. Huwa Ming menatap sang ayah
"Aku akan ikut kembali dengan ayah, tapi izinkan aku membuka usaha di ibukota. aku ingin membuka restoran dan menghasilkan uang ku sendiri, tolong jangan larang atau mencegah ku" ucap Huwa Ming. Raja Ming pun mengangguk mengiyakan keinginan putri nya
Huwa Ming dengan berat hati kembali ke kerajaannya, dia menatap keluarga Annchi. dan dia pun langsung mendekati Annchi
"Jie jie terima kasih, selama ini jie jie selalu merawat ku seperti keluarga... dan terima kasih sudah menerimaku di tengah-tengah keluarga jie jie ini, aku akan kembali kesini kalau mereka tak menerima ku di sana. apa boleh jie jie aku kembali kerumah ini?" ucap lirih Huwa Ming. Annchi pun memukul tangan Huwa Ming
"Gadis bodoh... Kalau mereka tidak bisa menerimamu di sana, pintu Keluarga rumah ini selalu terbuka untukmu. kembalilah pulang kalau kau merasa tidak nyaman di sana, jie jie dan Gege mu masih mampu memberi makanmu di sini, jadi jangan khawatir kalau kau tidak diterima di sana pulanglah ke rumah ini karena rumah ini sudah menjadi milikmu juga" ucap Annchi. Huwa Ming terharu, dia menangis di pelukan Annchi. Raja Ming yang melihat putri nya begitu dekat dengan keluarga sederhana ini pun merasa ngilu
Kepergian Huwa Ming membuat semua orang yang mengenal nya pun ikut bersedih
"Huwa'er.... Jangan lupakan kami, kau harus sering-sering mengirim surat untuk kami" teriak para gadis muda dari keluarga Sin. Huwa Ming pun mengangguk dengan air mata yang mengalir dia berusaha menjawab
"Jaga kesehatan dan diri kalian.... aku akan sering-sering mengirim surat byye..... semua nya" teriak Huwa Ming di dalam kereta yang mulai menjauh
Kehidupan Huwa Ming yang baru akan tiba. sedangkan Bao-yo dan istrinya sibuk menanam sayur dan buah-buahan. Tidak lupa Annchi juga membawakan bibit unggul yang di bawa Huwa Ming, Huwa Ming akan membeli lahan di ibukota, dia akan menanam bibit yang di berikan Annchi
***
"Bao-yo apa kabar mu?
BERSAMBUNG.......
....
dunia serasa milik berdua....
yang lain mah tak kasat mata.....😁